Anda di halaman 1dari 8

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN

PEMELIHARAAN PLTU PAITON


PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

I.

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
1 dari 8

Fungsi
1.1. Fungsi Equipment/system
Stacker Reclaimer berfungsi sebagai alat untuk menumpuk batubara
(stacking) dari tongkang ke live Stok Pile yang ditransfer SU melalui
Conveyor dan pengambilan (Reclaiming) batubara dari stok pile menuju
ke bunker (silo).
1.2. Tujuan SOP :
SOP Stacker Reclaimer ini bertujuan sebagai pedoman operator dalam
melaksanakan

penumpukan (Stacking) atau pengambilan (Reclaiming)

batubara ke/dari stockpile, sehingga dapat terlaksana secara aman,


efisien, handal dan tepat.
II.

III.

IV.

Spesifikasi Teknik
2.1.

Merk/Manufaktur

: ChangChung Generating Equipment Co.Ltd

2.2.

Type

2.3.

Tegangan / Daya

: 6 kV / 330Kw (maks.)

2.4.

Tegangan motor-motor

: 380 V

2.5.

Frekwensi

: 50 Hz

: DQ 750/1500-38

Batasan Operasi
3.1.

Material

: Coal

3.2.

Kepadatan

: 0.8 0.95 t/m3

3.3.

Ukuran

: 0 300 mm

3.4.

Kapasitas Stacking

: 1500 T/h

3.5.

Kapasitas Reclaiming

3.6.

Radius Slewing

: 38 m (Left : -110o dan Right : 110o)

3.7.

Luffing Up Down

: +13o / -13o

3.8.

Batasan long travel (gantry)

: 750 T/h

: 0 - 165 m

Persiapan
4.1.
4.2.

Cek list peralatan (Periksa Kesiapan alat pada Log Book operator).
Pastikan Power Utama (6 KV) Stacker Reclaimer sudah di energized

dari CHCB, kemudian selector switch posisikan ON dan alat komunikasi


(HT) terhubung dengan CHCB.

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

4.3.

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
2 dari 8

Cek conveyor dan sistem proteksi dari CHCB untuk mengetahui

apakah ada problem

pada conveyor system, bila ada masalah harus

ditangani terlebih dahulu sebelum mengoperasikan Stacker Reclaimer.


4.4.
Cek dan bersihkan jika ada penghalang (sampah, besi, batu,
tumpahan oli, tumpahan batubara dll) diarea track/rel Stacker Reclaimer.
4.5.
Cek lingkungan sekitar Stacker Reclaimer, pastikan kondisi aman dan
bebas dari para pekerja.
4.6.
Cek rail clamp dan anchor.
4.7.
Cek cable drum power supply maupun cable drum control.
4.8.
Cek level dan kondisi fluida lubrikasi di semua bagian Stacker
Reclaimer.
a. Grease system (Gantry, Luffing, Slewing, Bucket Wheel)
b. Hydraulic oil system (Luffing, Aux. Tail Car, Bucket Wheel)
c. Gearbox oil system (Travelling, Slewing, Boom Conveyor, Primary
Tripper Car Conveyor)
Cek cover proteksi mekanis maupun elektrik keseluruhan Stacker

4.9.

Reclaimer.
4.10. Cek Damper & coal chute.
4.11. Cek peralatan Water Spray dan pengisian tangki Water Spray.
4.12. Cek motor dan brake motor keseluruhan Stacker Reclaimer.
4.13. Cek limit switch dan interlock system keseluruhan Stacker Reclaimer.
4.14. Cek belt conveyor boom, conveyor primary tail car, dan conveyor 6A.
4.15. Cek sistem penerangan untuk pengoperasian malam hari.
4.16. Cek semua handle atau switch operasi harus berada diposisi off atau
0 (nol).
4.17. Cek instrumen indikator (kabin dan ruang breaker), alarm dan sinyal.
4.18. Cek ventilasi udara (AC).
4.19. Cek Kondisi Kabin.
V.

Pelaksanaan Pekerjaan
5.1.
Pengoperasian Aux. Tail Car dari Stacking ke Reclaim dan
sebaliknya :
- Start independent conveyor 6A. Koordinasikan dengan CHCB.
- Posisikan Aux. Tail car switch ke posisi Stacking atau Reclaim
-

(control board kanan)


Pastikan pergerakan Aux. Tail Car sampai posisi yang diinginkan (lihat
indicator limit switch Stacking atau Reclaim di monitor menyala

merah).
Posisikan Aux. Tail car switch ke posisi Off.
Stop conveyor 6A.
Pengoperasian Stacking/Reclaim bisa dilakukan

5.2.
Pengoperasian Stacking mode interlock-manual
5.2.1.Start-up Stacking mode
-

Putar switch key Key switch ke posisi on (control board kiri)

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
3 dari 8

Tekan tombol control on (control board kiri)

Tekan tombol power on (control board kiri)

Tekan tombol rail clamp relaxing (control board kiri)

Pastikan switch System interlock di posisi lock (control board


kanan)

Posisikan switch Control Mode ke posisi Interlock-manual (control


board kanan)

Posisikan switch Aux. Tail car ke posisi Stack (control board


kanan)

Posisikan switch Operating Mode ke posisi Stack (control board


kanan). Beberapa peralatan akan beroperasi secara berurutan:

a.

Damper pengarah dalam posisi ke arah conveyor boom SR (posisi jatuh).

b. Boom conveyor beroperasi.


c.

Primary Tail Car conveyor beroperasi.

d. Permissive conveyor system untuk stacking terpenuhi (6A 2A 1A).


5.2.2.Main Operation Stacking mode
-

Posisikan Stacker Reclaimer ke area yang akan ditumpuk dengan


long travel system (lihat bagian 5.6 Pengoperasian Long
Travel). Posisi boom masih 00. Arah penumpukan dari Selatan ke
Utara.

Lakukan proses slewing, dengan sudut slewing batasan 350 - 900


untuk luffing 00 atau 450 - 900 untuk luffing 130.

Lakukan proses luffing sesuai kondisi stockpile (lihat bagian 5.7


Pengoperasian Luffing)

Konfirmasi ke Operator Ship Unloader maupun CHCB, bahwa


batubara siap ditumpuk.

Operator Ship Unloader dan CHCB harus mengatur flow batubara


1200 T/h.

Apabila suatu tumpukan telah mencapai ketinggian yang diinginkan,


mundurkan SR 2-3 meter ke arah Utara dengan long travel system
(posisi boom dapat diubah untuk mengarahkan curahan batubara ke
tempat kosong yang lain).

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

01

Halaman

Beberapa metode stacking yang bisa digunakan:

4 dari 8

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
5 dari 8

5.3.
Pengoperasian Reclaiming mode interlock-manual
5.3.1.Start-up Reclaiming mode
-

Putar switch key Key switch ke posisi on (control board kiri)

Tekan tombol control on (control board kiri)

Tekan tombol power on (control board kiri)

Tekan tombol rail clamp relaxing (control board kiri)

Pastikan switch System interlock di posisi lock (control board


kanan)

Posisikan switch Control Mode ke posisi Interlock-manual (control


board kanan).

Pastikan Aux. Tail car ke posisi Reclaim (control board kanan)

Permissive conveyor system untuk reclaiming telah beroperasi (5A/B


4A/B 3A/B 6A).

Posisikan switch Operating Mode ke posisi Reclaim (control board


kanan). Beberapa peralatan akan beroperasi secara berurutan:

a.

Damper pengarah dalam posisi ke arah conveyor 6A (posisi terangkat).

b. Boom conveyor beroperasi.


c.

Bucket wheel beroperasi.

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
6 dari 8

5.3.2.Main Operation Reclaim mode


-

Posisikan Stacker Reclaimer ke area yang akan direclaim dengan


long travel system (lihat bagian 5.6 Pengoperasian Long
Travel). Posisi boom masih 00. Arah reclaim dari Utara ke Selatan.

Lakukan proses slewing, dengan sudut slewing batasan 350 - 900


untuk luffing 00 atau 450 - 900 untuk luffing 130.

Lakukan proses luffing sesuai kondisi stockpile (lihat bagian 5.7


Pengoperasian Luffing)

Konfirmasi ke Operator Lokal maupun CHCB, bahwa batubara siap


direclaim dan dimasukkan ke bungker silo.

Operator SR harus mengatur flow rate batubara 750 T/h. Hal ini
tergantung dari kedalaman reclaim bucket ke tumpukan stockpile
dan pergerakan maju SR dengan gantry. Antara operator SR dan
CHCB harus berkoordinasi akan flow rate ini.

Beberapa metode reclaiming yang bisa digunakan:

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

Halaman

01
7 dari 8

5.4.
Stop Stacking/Reclaiming :
5.4.1 Stop Stacking
- Pastikan semua jalur konveyor mulai dari SU sampai SR kosong dari
-

batu bara.
Posisikan slewing boom konveyor ke titik 00.
Posisikan luffingg boom konveyor ke titik 00.
Putar tombol Operation Mode ke OFF.
Tekan tombol Rail Clamp - Clamping
Tekan tombol Power Off.
Tekan tombol Control Off.
Putar key switch ke Off.
Lakukan konfirmasi ke CHCB bahwa proses Unloading batubara oleh

Stacker Reclaimer telah selesai.


Sebelum meninggalkan kabin, operator mengecek terlebih dahulu

kondisi kabin dalam keadaan aman dan bersih.


Pasang Anchor Lift pada tempatnya, dan jika Stacker Reclaimer tidak
beroperasi dalam waktu yang lama (Stacker Reclaimer pada posisi
parkir).

5.5.
Pengoperasian Long Travel
- Lepaskan Rail clamp, tekan tombol Relaxing.
- Perhatikan kondisi sekitar SR dan posisi SR (lewat CCTV dan monitor
-

indikator).
Gerakkan Long Travel control stick.
Pasang rail clamp, tekan tombol Clamping setelah tepat pada posisi.

5.6.
Pengoperasian Luffing
- Posisikan switch luffing pump pada posisi work pump.

PT PJB UNIT BISNIS JASA OPERASI DAN


PEMELIHARAAN PLTU PAITON
PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
INSTRUKSI KERJA
PENGOPERASIAN STACKER RECLAIMER

No.DOKUMEN

IK-C-O.A.09-001

TGL. BERLAKU
REVISI

25 September 2013

01

Halaman

8 dari 8

Setelah pompa luffing bekerja, lakukan proses luffing up/luffing down.


posisikan switch luffing pump pada posisi stop setelah proses luffing
selesai.

NA
M
A

JABATAN

TANGGAL

TANDA
TANGAN

ARIEF SH

STA
FF
BB
M

31 Mei 2013

DWI JULI
HARSONO

AKHSANUL
KHOLIQIN

INDAR
JANUHARTOKO

AGUS
RIYANTO

BUDI
SARWONO

SPV. SHIFT A

SPV. SHIFT B

SPV. SHIFT C

SPV. SHIFT D

MANAJER
OPERASI

14 August 2013

14 August 2013

14 August 2013

14 August
2013

14 August
2013