Anda di halaman 1dari 3

I.

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dari praktikum Lithostratigrafi ini adalah agar dapat dilakukan
penentuan satuan-satuan batuan yang didasarkan atas cirri litologi tiap satuan tersebut
Tujuan dari praktikum ini adalah agar dapat dilakukan penarikan daerah batas litologi
berdasarkan data lapangan yang tersedia di peta, dapat menentukan jenis dan nama satuannya
berdasarkan masing-masing ciri litologinya, dapat menghitung ketebalan tiap satuan batuan
serta dapat membuat kolom litologi dan kolom stratigrafi mulai dari yang tertua sampai yang
termuda.
II. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktikum ini antara lain :
- Kertas grafik
- Alat tulis menulis
- Pensil warna
- Kalkulator
- Mistar dan busur derajat
- Sandi Startigrafi Indonesia
III. Teori Ringkas
Berasarkan sandi stratigrafi Indonesia (1996) pembagian lithostratigrafi dimaksudkan
untuk menggolongkan batuan dibumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang
bersendi pada cirri litologi. Pada satuan lithostratigrafi penentuan satuannya didasarkan atas
cirri-ciri batuannya yang dapat langsung diamati dilapangan, penentuan batas penyebarannya
tidak tergantung pada batas waktu.
Cirri-ciri litologi dilapangan meliputi jenis batuan, kombinasi jenis batuan, keseragaman
gejala litologi batuan dan gejala lain pada tubuh batuan. Apabila cirri fisik litologi tidak dapat
digunakan maka dapat digunakan cirri lainnya seperti dengan cara mekanik, geofisika,
geokimia, dll. Satuan Lithostratigrafi sesuai dengan hokum superposisi dan keberadaan
komponen fosildalam batuan termasuk salah satu komponen batuan.
Urutan tingkatan satuan lithostratigrafi resmi dari besar ke kecil yaitu kelompok-formasianggota, dengan satuan dasar lithostratigrafi yaitu formasi.
Kelompok ialah satuan lithostratigrafi resmi setingkat lebih tinggi dari formasi dan
karenanya terdiri dari dua atau lebih formasi dengan keseragaman cirri lithologi.
- Formasi adalah satuan dasar lithostratigrafi, harus mempunyai keseragaman cirri fisik,
mempunyai keseragaman cirri fisik, mempunyai nilai stratigrafi dan dapat dipetakan
pada skala 1 : 25.000 dengan ketebalan formasi berkisar antara kurang dari 1 meter
sampai beberapa ribu meter. Merupakan satuan dasar pembagian lithostratigrafi resmi
dimana tidak selalu terbagi menjadi beberapa anggota.
- Anggota adalah bagian dari suatu formasi yang secara litologi berbeda dengan cirri
umum formasi dan memiliki penyebaran lateral yang berarti, anggota selalu
merupakan bagian dari formasi dan penyebarannya tidak boleh melebihi penyebaran
formasi.

KETIDAKSELARASAN (UNCONFORMITY)

Yaitu kontak antara suatu batuan dengan batuan lainnya yang menunjukkan adanya
suatu selang pengendapan yang hlang dalam urutan dan system sedimentasi.
Pengendapan yang hilang tersebut tidak terekam oleh stratigrafi disebut hiatus. Bentuk
ketidakselarasan pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu
:
erosianal
dan
nondeposisional sehingga menyebabkan ada urutan pengendapan yang tidak terekam oleh
stratigrafi. Ketidakselarasan ini terjadi karena pengaruh sea level changes, tektonik dan
suplai sedimen yang masuk kelingkungan sedimentasi.
Jenis ketidakselarasan berdasarkan keduukan lapisannya dan jenis kontak batuannya yaitu
-

Angular unconformity : kontak ketidakselarasan yang memperlihatkan hubungan


saling menyudut antara batuan yang lebh tua dengan batuan yang lebih muda, terjadi
akibat adanya gangguan struktur.
Disconformity : bentuk ketidakselarasan antara kontak dua batuan sedimen dimana
tidak memperlihatkan hubungan menyudut dan tidak mengalami gangguan struktur
pada batuan sedimen yang lebih tua tererosi permukaannya karena pengaruh sea level
changes, baru kemudian terendapkan batuan yang lebih muda.
Pararel Unconformity : ketidakselarasan antara dua batuan sedimen, dimana antara
batuan yang tua dan yang muda tidak memperlihatkan hubungan menyudut, hanya
terjadi nondeposional, sehingga urutan stratigrafinya relative parallel.
Nonconformity : ketidakselarasan antara batuan beku terbentuk lebih awal kemudian
mengalami erosional lalu terjadi genang laut sehingga terjadi suplai sedimen
membentuk pengendapan batuan sedimen yang lebih muda diatasnya.

Bentuk-bentuk hubungan antara lapisan batuan :


-

Menjemari yaitu hubungan kontak antara batuan yang memperlihatkan bentuk


menjemari pada batuan yang selaras, yang terendapkan bersama-sama, hanya terjadi
peruahan komposisi suplai secara tiba-tiba sehingga berbeda batuan yang terbentuk.
- Membaji : batas antara suatu lapisan batuan batas atas dan batas bawah mengalami
penebalan kemudian menipis selanjutnya menghilang
- Melensa : kenampakan suatu lapisan batuan dimana bagian tengahnya tebal dan
bagian pinggirnya tipis, karena pengaruh deformasi pada bagian pinggirnya.
- Perubahan facies : perubahan cirri fisik, kimia atau biologi suatu batuan secara
berangsur-angsur pada batuan yang diendapkan bersama-sama.
IV. Prosedur kerja
Adapun langkah kerja dalam praktikum lithostratigrafi ini antara lain :
1. Menentukan daerah batas litologi pada suatu daerah dengan
mempertimbangkan keadaan garis kontur serta interpretasi terhadap peta
lainnya.
2. Setelah batas satuannya telah didapatkan, maka tentukan beberapa jenis
satuannya, lalu beri nama sesuai dengan jenis litologi yang mendominasi
3. Membuat garis sayatan yang bias mewakili semua jenis satuan yang ada pada
daerah tersebut, usahakan garis sayatannya tegak lurus terhadap arah strike.

4. Membuat penampang geologi dari garis sayatan yang telah dibuat, usahakan
mewakili semua jenis satuan yang ada. Jika satu sayatan tidak memungkinkan,
maka buat dua garis sayatan yang mewakili.
5. Menghitung ketebalan setiap satuannya berdasarkan penampang yang dibuat
(skala 1 : 25. 000)
6. Membuat kolom litologi skala tidak sebenarnya dan kolom stratigrafi dengan
skala tertentu.