Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang

A.

Latar Belakang

Analisis SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) atau di-Indonesiakan menjadi


analisis KEKEPAN (Kekuatan-Kelemahan-Kesempatan-Ancaman) sudah sangat umum dikenal
dan mudah untuk dilakukan. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and
Threats) telah menjadi salah satu alat yang berguna dalam dunia industri. Namun demikian tidak
menutup kemungkinan untuk digunakan sebagai aplikasi alat bantu pembuatan keputusan dalam
pengenalan program-program baru di lembaga pendidikan. Proses penggunaan manajemen
analisis SWOT menghendaki adanya suatu survei internal tentang strengths (kekuatan) dan
weaknesses (kelemahan) program, serta survei eksternal atas opportunities (ancaman) dan threats
(peluang/kesempatan). Pengujian eksternal dan internal yang terstruktur adalah sesuatu yang
unik dalam dunia perencanaan dan pengembangan kurikulum lembaga pendidikan. Lingkungan
eksternal mempunyai dampak yang sangat berarti pada sebuah lembaga pendidikan. Selama
dekade terakhir abad ke dua puluh, lembaga-lembaga ekonomi, masyarakat, struktur politik, dan
bahkan gaya hidup perorangan dihadapkan pada perubahan-perubahan baru. Strategi-strategi
baru yang inovatif harus dikembangkan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan akan
melaksanakan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mendatang khususnya
pada abad 21 dan setelahnya.
Pada perkembangan pasar ritel semakin ketat setiap tahun. Ini dapat dilihat dari semakin
banyaknya industri pasar ritel seperti Giant, Carrefour, Hypermart, Alfamart. Indomaret, dan lain
sebagainya. Pembangunanya pun hampir di setiap tempat strategis yang padat penduduk. Faktor
lain, adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi di sekitar kawasan itu.
Misalnya, seperti Giant Hypermarket didirikan dekat town square ternyata ada alasannya
tersendiri,yaitu giant hypermart melihat atau menganalisa trend properti yang terjadi saat ini
yaitu dimana pusat perbelanjaan membidik pasar menengah-bawah dan mengusung konsep mall
dan trade center. Didirikannya Giant dekat town square dikarenakan giant melihat bahwa daerah
yang akan dibangun tersebut meski banyak kawasan perumahan namun spending powernya tidak
begitu kuat. Warga yang mendiami perumahan tersebut biasanya berbelanja ke supermarket dan
pertokoan yang ada dipusat kota yang terlalu jauh untuk dicapai maka dari itulah salah satu
mengapa giant didirikannya di dekat town square yang berdampak tadinya masyarakat di daerah
tersebut berbelanja ke pusat kota namun sekarang dapat berbelanja di giant dengan jarak yang
dekat dengan tempat tinggalnya. Walaupun daerah itu bisa dikatakan pinggiran namun
keuntungan tetaplah mengalir untuk giant.