Anda di halaman 1dari 3

EMULSIFIKASI LEMAK

Tahap pertama dari digesti lemak ialah memecahkan globulus lemak kedalam ukuran
yang lebih kecil sehingga enzim-enzim lipolitik yang larut dalam air dapat bekerja
pada permukaan globulus. Proses ini disebut sebagai proses emulsifikasi lemak, yang
berlangsung di bawah pengaruh empedu yang dihasilkan oleh hati. Empedu tidak
mengandung enzim pencernaan tetapi mengandung garam empedu dan lesitinfosfolipid yang sangat penting untuk emulsifikasi lemak.

ENZIM HATI
ALT adalah lebih spesifik untuk kerusakan hati. ALT adalah enzim
yang dibuat dalam sel hati (hepatosit), jadi lebih spesifik untuk
penyakit hati dibandingkan dengan enzim lain. Biasanya peningkatan
ALT terjadi bila ada kerusakan pada selaput sel hati. Setiap jenis
peradangan hati dapat menyebabkan peningkatan pada ALT.
Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh hepatitis virus,
beberapa obat, penggunaan alkohol, dan penyakit pada saluran
cairan empedu.
AST adalah enzim mitokondria yang juga ditemukan dalam
jantung, ginjal dan otak. Jadi tes ini kurang spesifik untuk penyakit
hati. Dalam beberapa kasus peradangan hati, peningkatan ALT dan
AST akan serupa.
Fosfatasealkali meningkat pada berbagai jenis penyakit hati,
tetapi peningkatan ini juga dapat terjadi berhubungan dengan
penyakit tidak terkait dengan hati. Fosfatase alkali sebetulnya adalah
suatu kumpulan enzim yang serupa, yang dibuat dalam saluran
cairan empedu dan selaput dalam hati, tetapi juga ditemukan dalam
banyak jaringan lain. Peningkatan fosfatase alkali dapat terjadi bila
saluran cairan empedu dihambat karena alasan apa pun. Di antara
yang lain, peningkatan pada fosfatase alkali dapat terjadi terkait
dengan sirosis dan kanker hati.
GGT sering meningkat pada orang yang memakai alkohol atau zat
lain yang beracun pada hati secara berlebihan. Enzim ini dibuat
dalam banyak jaringan selain hati. Serupa dengan fosfatase alkali,
GGT dapat meningkat dalam darah pasien dengan penyakit saluran
cairan empedu. Namun tes GGT sangat peka, dan tingkat GGT dapat

tinggi berhubungan dengan hampir semua penyakit hati, bahkan


juga pada orang yang sehat. GGT juga dibuat sebagai reaksi pada
beberapa obat dan zat, termasuk alkohol, jadi peningkatan GGT
kadang kala (tetapi tidak selalu) dapat menunjukkan penggunaan
alkohol. Penggunaan pemanis sintetis sebagai pengganti gula,
seumpamanya dalam diet soda, dapat meningkatkan GGT.
file:///C:/Users/AXIO/Documents/HATI%20DAN%20KANDUNG
%20EMPEDU%20%2711-13%27/c/aldian/Maria%20Poppy%27s
%20Blog%20%20HATI%20DAN%20PANKREAS.htm
Peroksisom ditemukan pada semua sel eukariota. Di dalam organel, terdapat peroksisom
yang mampu menghasilkan enzim katalase. Enzim katalase adalah sebuah enzim yang
terdapat di dalam semua organel, tetapi dalam jumlah yang berbeda. Enzim tak hanya
ditemukan dalam sel-sel manusia dan hewan, namun sel-sel tumbuhan juga memiliki enzim
sebagai salah satu komponen metabolismenya, enzim katalase merupakan salah satu enzim
yang terdapat pada tumbuhan. Enzim tersebut berfungsi untuk menetralisir racun. Enzim
katalase ini pada umumnya terdapat di dalam hati, karena berdasarkan fungsinya, hati
termasuk sebagai alat ekskresi, hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa
senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan
memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut
proses detoksifikasi.

http://sersanusil.blogspot.com/2012/11/pengaruh-enzim-katalaseterhadap.html

enzim hati dan pencernaan


1. Enzim ptialin berada di dalam rongga mulut, tepatnya di kelenjar ludah. Enzim
ptialin dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar
ludah. Enzim ptialin memiliki fungsi mengubah amilum atau zat tepung
(karbohidrat) menjadi glukosa sebagai bahan dasar energi manusia.
2. Enzim pepsin berada di dalam lambung (ventrikulus) manusia. Enzim
pepsin memiliki fungsi merubah protein yang diserap tubuh menjadi pepton.
Enzim pepsin bertugas untuk memecah protein kompleks agar menjadi molekul
sederhana yang disebut pepton. Pepton kemudian dipecah lagi supaya bisa
diangkut oleh darah.
2. 3. Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar penghasil enzim di dinding lambung.
Enzim ini berfungsi untuk mengendapkan kasein. Kasein adalah protein yang
terdapat dalam susu. Setelah kasein mengendap, air
susu dapat dicerna oleh tubuh.
4. Enzim lipase dihasilkan oleh dinding lambung. Enzim ini dikeluarkan
bersama dengan pepsin dan renin. Enzim pencernaan manusia ini berfungsi
dalam proses katabolisme, yaitu memecah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.

5. Enzim Tripsin berfungsi untuk mengubah pepton menjadi asam amino.


Enzim tipsin disereksi ke dalam duodenum. Di sana, ia bertugas untuk
menghidrolisis peptide menjadi asam amino. Kerja enzim tripsin
memungkinkan terserapnya protein oleh tubuh (usus).
3. 6. Enzim Sukrase berperan dalam mengubah atau menguraikan sukrosa menjadi
glukosa dan fruktosa. Enzim sakrase dikeluarkan melalui getah usus halus
manusia.
7. Enzim Maltase mempunyai kemampuan mengubah maltosa menjadi
glukosa, sehingga lebih mudah direaksikan secara kimiawi oleh tubuh untuk
diserap sebagai sumber energi.
8. Enzim Isomaltase dihasilkan melalui getah usus. Enzim pencernaan
manusia ini mempunyai kelebihan khusus, yaitu mengubah zat maltosa menjadi
komaltosa yang susunannya lebih sederhana.
4. . Enzim Laktase mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kedua zat
yang dihasilkan tersebut,
struktur kimianya lebih simpel dan lebih mudah diterima sebagai nutrisi tubuh
manusia.
10. Enzim Peptidase Dikeluarkan bersama getah usus halus (intestinum),
peptidase mampu menguraikan ikatan peptida yang cukup kokoh menjadi asam
amino (protein).
11. Enzim Ribonuklease Berperan dalam proses replikasi DNA. Enzim
ribonuklease dapat menghidrolisis RNA. Enzimribonukease juga dapat
memisahkan ikatan fosfat yang saling menghubungkan nukleotida.
Sumber:ppt pak slamet