Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM PROYEK ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN

(BI2103)

ANATOMI IKAN (Cyprinus carpio), KATAK (Rana macrodon),


KADAL (Mabouya multifasciata), BURUNG MERPATI
(Columbia livia), DAN MENCIT (Mus musculus)

Tanggal Praktikum

: 9 September 2015

Tanggal Pengumpulan : 16 September 2015

disusun oleh :
Harumi Nabila Ridzki
10614077
Kelompok 12

Asisten :
Dona (10613057)

PROGRAM STUDI BIOLOGI


SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Melakukan pembedahan tidaklah mudah. Banyak sekali hal yang harus

diperhatikan seperti tujuan pembedahan, pemilihan objek bedah, bagian-bagian


yang akan dibedah, posisi objek saat dibedah, dan masih banyak lagi. Salah satu
yang terpenting adalah mengetahui posisi anatomi dan rongga tubuh. Hal ini perlu
diperhatikan karena jika kita tidak mengetahui posisi anatomi dan rongga tubuh,
bisa jadi apa yang dibedah adalah organ yang seharusnya tidak dibedah.
Pengaplikasian dalam mengamati anatomi hewan vertebrata ini bisa
digunakan untuk lebih mengenal spesies dan bagian-bagian dari hewan vertebrata.
Mengamati anatomi hewan vertebrata ini juga berguna jika suatu saat ditemukan
sebuah hewan vertebrata yang memerlukan pertolongan, ilmu pengamatan anatomi
ini bisa dijadikan acuan bagian mana yang bisa langsung memengaruhi
kesembuhan hewan. Hal ini juga sebagai sarana untuk membantu melestarikan
hewan-hewan vertebrata yang hampir punah.
1.2

Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah :
1. Menentukan perbedaan habitus, situs solitus, dan situs viscerum
2. Menentukan morfologi, lokasi, fungsi, dan nama-nama organ penyusun

sistem kardiovaskuler, respirasi, pencernaan, dan urogenital pada hewan vertebrata

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Posisi Anatomi dan Rongga Tubuh


2.1.1

Posisi Anatomi
Posisi anatomi sangat penting untuk menentukan arah dari

pembedahan. Biasanya dibagi dua menjadi bagian yang berlawanan arah.


Menurut Prof. DR. Dr. Hj. Yanwirasti, PA, beberapa contoh kata-kata sifat
yang menentukan arah anatomi diantaranya medial, intermedial, posterior
atau dorsal, inferior, proksimal, internal, superficial, ascendens, afferens,
lateral, anterior atau ventral, superior, rostral, distal, eksternal, profunda,
descendens, efferens, dan lain-lain.
2.1.2

Rongga Tubuh
Selain anatomi tubuh, diperlukan juga pengetahuan tentang rongga-

rongga tubuh. Rongga tubuh ini berfungsi sebagai pelindung organ dan
sebagai penyokong. Masih seperti apa yang dikatakan oleh Prof. DR. Dr.
Hj. Yanwirasti, PA, beberapa contoh dari rongga tubuh adalah cranium,
cavum nasi, cavum oris, thorax, abdomen, dan pelvis.
2.2

Anatomi Hewan Vertebrata


2.2.1

Ikan (Cyprinus carpio)

Gambar 2.1 Anatomi Ikan


(Dery, 2013)

Dilihat dari gambar 2.1, organ khas yang dimiliki oleh ikan salah
satunya adalah kantung udara atau air bladder (swim bladder). Kantung ini
merupakan sebuah kantung membran yang berlokasi di daerah ventral dan

berfungsi sebagai pengatur tekanan untuk membantu ikan agar tidak


tenggelam saat berada di dalam air (Farag et. al., 2014). Ikan ini merupaka
hewan akuatik yang memiliki organ berbeda seperti insang sebagai organ
respirasi (Wittenberg, 1958).
2.2.2

Katak (Rana macrodon)

Gambar 2.2 Anatomi Katak


(Barret, 2012)

Gambar 2.2 menunjukkan anatomi katak. Organ khas dari katak


yaitu paru-parunya tidak berpembuluh sehingga terlihat transparan. Katak
memiliki bola mata yang besar dan nostril yang langsung menembus
mulutnya. Katak juga memiliki tiga ruang pada jantung yaitu dua atrium dan
satu ventrikel (Akester, 1954).
2.2.3

Kadal (Mabouya multifasciata)

Gambar 2.3 Anatomi Kadal


(Review, 2015)

Anatomi Kadal dapat dilihat pada gambar 2.3. Kadal merupakan


hewan berkaki empat, kebanyakan hidup di atas tanah berumput. Umumnya
memiliki kulit mengkilap dan berwarna kehijauan sampai coklat. Kulit
kadal yang bersisik memudahkannya untuk beradaptasi dengan tempat yang
kering. Kulit kadal juga tidak berfungsi untuk pertukaran gas sehingga tidak
ada percampuran darah dalam dan darah berasal dari luar. Fertilisasi reptil
terjadi secara internal dan sebagian besar dari reptil bersifat ovovivipar dan
telur berkembang di luar tubuh (Miller, 1959).
2.2.4

Burung (Columbia livia)

Gambar 2.4 Anatomi Burung


(Shipley, 1901)

Gambar 2.4 menunjukan anatomi burung. Banyak burung biasanya


memiliki tembolok atau modifikasi dari esophagus. Fungsi dari tembolok
ini adalah untuk menyimpan makanannya untuk sementara waktu. Ukuran
dari tembolok ini bermacam-macam di tiap burung (Yuwanta, 2004).
Perbedaannya burung dengan hewan lain adalah mempunyai pundi-pundi
udara untuk membantunya bernapas saat sedang terbang. Selain itu juga
pundi-pundi udara berfungsi untuk membantu memperbesar siring (sumber
suara) sehingga suaranya menjadi lebih keras, menyelubungi organ di dalam
agar tidak terasa dingin, mencegah hilangnya panas tubuh secara berlebihan,

dan memperbesar atau memperkecil berat jenis tubuh saat berenang


(Ritchison, 2007).
2.2.5

Mencit (Mus musculus)

Gambar 2.5 Anatomi Mencit


(Hildebrand, 1995)

Anatomi mencit dapat dilihat pada gambr 2.5. Mencit merupakan


mamalia quadripedal yang memiliki ekor yang berfungsi untuk
menyeimbangkan tubuh. Karena mencit termasuk mamalia, organnya tidak
jauh berbeda dengan organ manusia, biasanya mencit dijadikan objek uji
dibidang kesehatan (Hildebrand, 1995).

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan pada praktikum ini tercantum dalam Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Alat dan bahan praktikum

Alat

Bahan

Scalpel

Ikan

Gunting bedah

Katak

Jarum pentul

Kadal

Pinset

Burung

Jarum jara

Mencit

Baki dan papan Styrofoam

3.2 Cara Kerja


3.2.1

Prosedur Pembedahan Ikan


Pertama-tama, ika diposisikan di styrofoam dengan bagian anterior

terletak disebelah kiri dan posterior di sebelah kanan. Kemudian, bagian


ekor ikan dan dekat insang ditusuk dengan menggunakan jarum pentul. Ikan
digunting mulai dari anus sampai bagian anterior dekat insang. Lalu,
dilanjutkan memotongnya ke bagian dorsal hingga sejajar dengan vertebra.
Digunting lagi kearah posterior mengikuti batas rongga abdomen sampai
kembali ke anus. Terakhir, bagian otot yang terpotong dilepaskan sehingga
bagian anatomi ikan dapat diamati.
3.2.2

Prosedur Pembedahan Katak


Pertama, katak diposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral

menghadap ke atas. Bagian kaki belakang dan kaki depannya ditusuk


dengan menggunakan jarum pentul. Untuk menarik kulit katak, gunakan
pinset dan bagian kulitnya digunting dari arah posterior menuju anterior
sampai bagian thoraks. Setiap ujung digunting ke arah tangan dan kaki

sehingga dapat dibuka seperti dua daun jendela. Untuk menarik daging perut
katak, pinset digunakan lalu digunting bagian daging katak dari arah
posterior menuju anterior sampai bagian thoraks. Setiap ujungnya digunting
agar dapat dibuka seperti jendela. Anatomi katan dapat diamati.
3.2.3

Prosedur Pembedahan Kadal


Kadal diposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral

menghadap keatas. Kaki belakang dan kaki depannya ditusuk dengan


menggunakan jarum pentul. Pinset digunakan lagi untuk menarik kulit,
kemudian kulit tersebut digunting dari arah posterior ke anterior sampai
bagian thoraks. Setiap ujungnya digunting kearah tangan dan kaki sehingga
dapat dibuka seperti jendela. Pinset digunakan lagi untuk menarik daging
yang kemudian digunting dari bagian posterior menuju anterior sampai
bagian thoraks. Bagian anatomi kadal dapat diamati.
3.2.4

Prosedur Pembedahan Burung


Burung dibunuh dengan cara dibius, biasanya menggunakan

kloroform atau diethyl eter. Kepala burung dimasukan kedalam plastik yang
berisi kapas yang sudah diberi kloroform atau diethyl eter. Burung
diposisikan pada Styrofoam dengan bagian ventral menghadap ke atas.
Untuk mempertahankan posisinya, bagian kaki ditusuk menggunakan jarum
pentul. Bulu burung kemudian dibasahi agar tidak berantakan saat dibedah.
Sisi kanan dan sisi kiri otot dada dipotong ke arah anterior hingga tulang
rusuk terputus. Potongan otot tersebut diangkat sampai struktur anatominya
dapat terlihat. Kemudian, anatomi burung dapat diamati.
3.2.5

Proses Pembedahan Mencit


Langkah pertama, mencit dibunuh dengan cara dislokasi. Kemudian,

mencit diposisikan pada Styrofoam dengan bagian ventral menghadap


keatas. Keempat kaki mencit ditusuk dengan jarum pentul agar tetap pada
posisinya. Kulit bagian perut ditarik secara perlahan dan bagian
posteriornya digunting menuju anterior. Bagian ujung juga ditarik secara

horizontal agar membentuk seperti daun jendela. Kulit ditahan dengan


menggunakan jarum pentul lagi. Anatomi mencit siap diamati.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan anatomi vertebrata terdapat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil pengamatan praktikum

Habitus

Situs solitus

Ikan

Ikan
gonad

mulut

Fin

Situs viscerum

Pencernaan

Ikan

Foto Literatur

Ikan

usus
usus

ginjal
operculum

liver

sisik

(dokumentasi pribadi, 2015)

Habitus Ikan Mas

(dokumentasi pribadi, 2015)

(dokumentasi pribadi, 2015)

(Wasiwa, 2015)

Katak

Pencernaan Ikan Mas


(Dery, 2013)

lambung
(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal

Katak

Habitus Katak

lambung

(Coleman, 2014)

usus
(dokumentasi pribadi, 2015)

Burung
Pencernaan Katak

(Barret, 2012)

usus

(dokumentasi pribadi, 2015)

Mencit

lambung
usus
(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal

(Encyclopdia
Britannica, Inc., 2010)

(Review, 2015)

Burung

(Jasmine, 2015)

(Shipley, 1901)

Mencit

(Universitas
Muhammadiyah
Malang, 2011)
(Hildebrand, 1995)

Katak

Katak

Respirasi

Respirasi

Ikan

Ikan

jantung
nostril

Mata

Paru2
liver

lambung

Kaki
depan

insang
(dokumentasi pribadi, 2015)

Kaki
belakang
(dokumentasi pribadi, 2015)

(dokumentasi pribadi, 2015)


(Dery, 2013)

Katak

Katak

Paru2

(Barret, 2012)

Kadal

(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal

Paru2
(dokumentasi pribadi, 2015)

Burung

Paru2

(dokumentasi pribadi, 2015)

(Review, 2015)

Burung

(Shipley, 1901)

Mencit

Mencit

(Hildebrand, 1995)

Paru2

(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal

Kadal
jantung

Pada

saat

sudah

dalam

Urogenital

Urogenital

Ikan

Ikan

praktikum
Paru2

keadaan

situs solitus

ginjal
hati
telur
(dokumentasi pribadi, 2015)

(Dery, 2013)
(dokumentasi pribadi, 2015)

Katak

(Barret, 2012)

Katak

Kadal

ginjal

(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal
kloaka

(Review, 2015)

Burung

(dokumentasi pribadi, 2015)

Burung
(Shipley, 1901)

hati

Mencit

(Hildebrand, 1995)
(dokumentasi pribadi, 2015)

Mencit

hati

(dokumentasi pribadi, 2015)

Burung

Burung
jantung

Pada

saat

sudah

dalam

Kardiovaskuler

Kardiovaskuler

Ikan

Ikan

praktikum
keadaan

situs solitus

hati
(dokumentasi pribadi, 2015)

jantung

(Dery, 2013)
(dokumentasi pribadi, 2015)

Katak

(Barret, 2012)

Katak

Kadal

jantung

(dokumentasi pribadi, 2015)

Kadal
(Review, 2015)

Burung

jantung

(dokumentasi pribadi, 2015)

Burung
(Shipley, 1901)

Mencit

jantung

(dokumentasi pribadi, 2015)

(Hildebrand, 1995)

Mencit

jantung
(dokumentasi pribadi, 2015)

Mencit

Mencit
jantung

Mata

Telinga

Reproduksi

Reproduksi

Ikan

Ikan

lambung
ekor

mulut

kaki

(dokumentasi pribadi, 2015)

usus

hati

gonad
Ikan Betina

(dokumentasi pribadi, 2015)


(dokumentasi pribadi, 2015)

Gonad tidak terlihat

(Dery, 2013)

Katak

Ikan Jantan

(dokumentasi pribadi, 2015)

(Barret, 2012)

Katak

Kadal

testis
Katak Jantan

(dokumentasi pribadi, 2015)

Tidak

mengamati

katak betina

Kadal

hemipenis

(Review, 2015)

Burung

Kadal Jantan

(dokumentasi pribadi, 2015)

(Shipley, 1901)

ovary

Mencit

Kadal Betina

(dokumentasi pribadi, 2015)


(Hildebrand, 1995)

Burung

(dokumentasi pribadi, 2015)

(dokumentasi pribadi, 2015)

Mencit

uterus

Mencit Betina

(dokumentasi pribadi, 2015)

penis

Mencit Jantan

(dokumentasi pribadi, 2015)

4.2

Pembahasan
Pada percobaan kali ini, terdapat beberapa kosakata seperti habitus, situs

solitus, dan situs viscerum. Pengertian menurut Farlex (2012) tentang habitus, situs
solitus, dan situs viscerum yaitu habitus adalah postur atau posisi tubuh, habitus
juga bisa berarti karakteristik fisik hewan atau manusia, situs solitus berarti posisi
normal dari toraks dan organ abdomen, sedangkan situs viscerum adalah posisi
organ setelah dibedah dan dibagi-bagi persistem organ. Pada percobaan yang
dilakukan, situs solitus dan situs viscerum kerap kali berbeda dengan literatur. Hal
ini disebabkan karena gambar literatur dibuat untuk memudahkan melihat organorgan secara rinci sedangkan pada kenyataanya organ tubuh sering kali tertindih
sehingga menjadi tidak terlihat.

Berbeda dengan praktikum sebelumnya, praktikum kali ini menggunakan


ikan, katak, kadal, burung, dan mencit. Alasan menggunakan hewan tersebut adalah
karena mereka telah mewakilkan masing-masing kelas. Selain itu, dilihat juga
jumlah spesies yang ada di alam masih cukup banyak sehingga tidak merusak
ekosistem. Menurut Malole dan Pramono (1989), hewan-hewan ini mempunyai
keunggulan dibandingkan dengan hewan lainnya. Misalnya mencit, memiliki
keunggulan seperti siklus hidup relatif pendek, jumlah anak per kelahiran banyak,
variasi sifat-sifatnya tinggi, mudah ditangani, serta sifat produksi dan karakteristik
reproduksinya mirip hewan lain, seperti sapi, kambing, dan domba (Malole &
Pramono,1989). Selain itu, tidak memungkinkan juga diambilnya semua populasi
untuk dijadikan objek praktikum karena hanya dibutuhkan beberapa unsur dan
anggota dari populasi (Tutorial Penelitian, 2014).
Dari praktikum yang telah dilakukan, ternyata hewan percobaan kali ini
memiliki beberapa anatomi yang khas. Seperti pada ikan yang terdapat swim
bladder atau kantung gas. Kantung ini merupakan sebuah kantung membran yang
berlokasi di daerah ventral yang berfungsi sebagai pengatur tekanan dan membantu
ikan agar tidak tenggelam saat berada di dalam air (Farag et. al., 2014). Berbeda
lagi dengan katak, katak ini memiliki hal-hal yang unik pada anatominya. Hidung
dari katak ini berhubungan dengan cavum oris dan alat penghidupan yang berfungsi
dengan baik dalam air maupun darat (Jasin, 1989). Katak juga memiliki kulit yang
khas karena kulitnya selalu basah dan mempunyai pigmen guanonfora,
mengandung Kristal guanin yang dapat membentuk efek putih terang, perubahan
ini biasanya dipicu oleh stimulus lingkungannya (Duellman & Trueb, 1986).
Pada kadal, organ khasnya adalah hemipenis pada sistem reproduksi.
Jumlah hemipenis ada sepasang, dan berfungsi sebagai alat kopulasi, sepasang
hemipenis ini akan menonjol keluar bila ditekan pada perut bagian bawah dan pada
keadaan istirahat, masuk kedalam pangkal cauda dengan dinding ototnya dibagian
luar (Lestari, 2013). Pada burung terdapat organ yang biasa disebut dengan
tembolok dan ampela. Tembolok adalah modifikasi dari esophagus yang memiliki
fungsi utama sebagai tempat menyimpan pakan sementara, terutama saat burung

makan dalam jumlah banyak (Yuwanta, 2004). Ampela atau gizzard pada burung
ini berfungsi sebagai alat bantu pencernaan mekanik makanan karena burung tidak
memiliki gigi (Akester, 1954). Mencit memiliki organ khusus yaitu uterus bipartid
yang memungkinkan untuk beranak banyak dalam satu kali reproduksi karena
uterusnya terbagi 2 seperti huruf Y. Mencit juga memiliki sekum yang besar karena
mencit termasuk hewan pengerat yang mempunyai kemampuan makan cukup
tinggi, sesuai dengan pernyataan Hildebrand (1995).
Dengan mempelajari pembedahan dan mengamati habitus, situs solitus, dan
situs viscerum hewan vertebrata ini bisa dijadikan bahan perbandingan dengan
hewan lainnya. Selain dapat mengetahui mekanisme organ-organ pada hewan
vertebrata, juga dapat mengetahui organ khas yang dimiliki masing-masing hewan.
Aplikasinya dalam kesehatan misalnya, kesamaan struktur anatomi dan fisiologi
mencit dengan manusia membuat mencit kerap dijadikan objek uji obat atau terapi
sebelum diaplikasikan pada manusia (Sloane, 2004).

BAB V
KESIMPULAN

1.

Berdasarkan pemaparan dari Farlex, habitus adalah karakteristik

hewan dalam keadaan normal atau sebelum dibedah, situs solitus adalah keadaan
organ tubuh setelah dibedah tetapi masih dalam keadaan tersusun utuh atau belum
rusak, dan situs viscerum adalah keadaan organ-organ yang sudah tidak pada
posisinya semula atau sudah diubah-ubah posisinya.
2.

Berdasarka praktikum kali ini, kita dapat mengetahui morfologi,

lokasi, fungsi dan nama-nama organ penyusun sistem kardiovaskuler, respirasi,


pencernaan, dan urogenital pada hewan vertebrata yang dapat dilihat pada bab hasil
pengamatan.

DAFTAR PUSTAKA

Akester, A. R. (1954). The Comparative of Respiratory Pathways on the Domestic


Fowl (Gallus gallus), Pigeon (Columba livia), and Duck (Anas
platyrhyncha). Journal of Anatomy, 94 (4) : 490.
Barret, C. (2012, September 14). Frog Body Parts and Functions. Retrieved from
Slide Player: http://slideplayer.com/slide/761887/
Dery, B. (2013, Maret 28). Internal Anatomy of Bony Fish. Retrieved from The
Visual Dictionary: http://www.infovisual.info/02/033_en.html
Duellman, W. E., & Trueb, L. (1986). Biology of Amphibians. New York:
McGraw Hill Book Company.
Farag, F. M., Wally, Y. R., M., D. S., & Ibrahim, A. M. (2014). Some Gross
Morphological Studies on the Internal Anatomy of the Scaled Common
Carp Fish (Cypinus carpio) in Egypt. Department of Anatomy and
Embryology, Faculty of Veterinary Medicine, Cairo University, 18.
Farlex. (2012, September 15). Medical Dictionary. Retrieved from The Free
Dictionary by Farlex: http://medicaldictionary.thefreedictionary.com/Situs+solitus
Farlex. (2012, September 15). Medical Dictionary. Retrieved from The Free
Dictionary by Farlex: http://medicaldictionary.thefreedictionary.com/situs+inversus+viscerum
Hildebrand, M. (1995). Analysis of Vertebrate Structure. Canada: John Wiley &
Sons.
Jasin, M. (1989). Sistematika Hewan (Vertebrata dan Invertebrata). Surabaya:
Sinar Wijaya.
Lestari, L. A. (2013). Struktur Anatomi dan Histologi Organ Reproduksi Jantan
pada Kadal (Mabouya multifasciata Kuhl, 1820). Yogyakarta: Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Malole, M. B., & Pramono, C. S. (1989). Pengantar Hewan-Hewan Percobaan di
Laboratorium. Bogor: Pusat Antara Universitas Bioteknologi IPB.
Martini, F. H., & Nath, J. L. (2012). Anatomy & Physiology (9th Edition). Inggris:
Benjamin Cummings.
Miller, M. &. (1959). Introduction to Zoology. New York: Harper and Row
Publisher.
Penelitian, T. (2014, November 1). Jenis-Jenis Teknik Sampling. Retrieved from
Laporan Penelitian: http://tu.laporanpenelitian.com/2014/11/21.html

Review, U. (2015, Januari 25). Anatomy of Animals. Retrieved from Chordates:


https://universe-review.ca/R10-33-anatomy09.htm#chordates
Ritchison, G. (2007). Ornithology : Bird Respiratory System. Eastern Kentucky:
Department of Biological Scientist.
Shipley, A. E. (1901). Zoology. New York: HardPress Publishing.
Sloane, E. (2004). Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC.
Wittenberg, J. B. (1958). The Secretion of Inert Gas Into the Swim-Bladder of
Fish. J Gen Physiol Vol 41(4), 783-804.
Yanwirasti, P. D. (2012, Juli 1). Medical Education Unit. Retrieved from Fakultas
Kedokteran Universitas Andalas:
http://repository.unand.ac.id/3574/1/Terminologi_Anatomi.pdf
Yuwanta, P. D. (2004). Dasar Ternak Unggas. Yogyakarta: Kanisius.