Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

PROFIL PERUSAHAAN
THE COCA-COLA COMPANY
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Pemasaran Internasional

DISUSUN OLEH :
MOHAMMAD NUZULUL SAPUTRO

1711-023

MANAJEMEN BISNIS INDUSTRI


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRI
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
JAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam


yang telah melimpahkan nikmat dan hidayah terutama
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga
dapat

menyelesaikan

makalah

berjudul

Penulis
Profil

Perusahaan The Coca-Cola Company ini. Tak lupa saya


sampaikan

shalawat

dan

salam

kepada

Baginda

Rasulullah SAW yang telah menjadi teladan hidup yang


luar biasa bagi umat manusia.
Makalah ini dibuat sebagai bentuk penugasan untuk
mata kuliah Pemasaran Internasional di program studi
Diploma IV Manajemen Bisnis Industri, Sekolah Tinggi
Manajemen Industri pada semester ketujuh. Dalam
penyusunan makalah ini Penulis mendapatkan bantuan
baik secara langsung, maupun tidak langsung dari
berbagai pihak.
Akhirnya, Penulis menyadari bahwa pasti terdapat
kekurangan dalam penulisan makalah ini yang tentunya
berada di luar pengetahuan saya. Oleh karena itu,
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
konstruktif

dari

para

pembaca

sekalian

demi

kesempurnaan makalah ini.


Sekian.

Jakarta, Oktober 2014


Penulis

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
A. PENDAHULUAN................................................................................................ 4

Profil The Coca-Cola Company...................................................................4

B. PERNYATAAN VISI............................................................................................. 6

Pengertian Visi dan Karakteristik Visi yang Baik........................................6

Pernyataan Visi The Coca-Cola Company..................................................6

C. PERNYATAAN MISI............................................................................................ 7

Pernyataan Misi The Coca-Cola Company..................................................7

D. ANALISIS TOWS (THREATS, OPPORTUNITIES, WEAKNESS, AND STRENGTH)


THE COCA-COLA COMPANY.............................................................................. 8
E.

F.

STRATEGI THE COCA-COLA COMPANY...........................................................12

Evaluasi atas Strategi The Coca-Cola Company......................................13

Kelebihan Perumusan Strategi The Coca-Cola Company.........................17

Kelemahan Perumusan Strategi The Coca-Cola Company.......................17

PENUTUP....................................................................................................... 19

Simpulan................................................................................................. 19

Saran....................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 21

A. PENDAHULUAN
Visi adalah suatu pernyataan tentang cita-cita suatu organisasi,
sementara misi adalah pernyataan tentang alasan organisasi tersebut
ada. Pernyataaan visi yang jelas adalah dasar untuk penyusunan misi
yang

komprehensif.

Pernyataan

misi

yang

komprehensif

akan

menghasilkan tujuan dan strategi yang tepat bagi sebuah organisasi.


Secara umum, pernyataan visi dan misi akan dijabarkan oleh manajemen
suatu organisasi dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang nantinya akan
menentukan

apakah

perusahaan

dapat

bertahan

dan

memiliki

competitive advantage atau akan kalah bersaing dari kompetitornya.


The Coca-Cola Company merupakan perusahaan minuman terbesar
di dunia, menjual minuman nonalkohol ke seluruh dunia, diantaranya:
Coca-Cola, Diet Coke, Sprite, dan Fanta. Produk-produk The Coca-Cola
Company didistribusikan melalui supermarket, swalayan, restoran, toko
makanan, hingga warung-warung kecil. Oleh karena itu, saya akan
mencoba menganalisis visi-misi The Coca-Cola Company berperan dalam
penentuan strategi perusahaan dengan memperhatikan analisis TOWS
yang ada.

Profil The Coca-Cola Company


Coca-Cola adalah minuman berkarbonasi yang dijual di lebih dari 200
negara di seluruh dunia kecuali Kuba dan Korea Utara. sejarah awal CocaCola dimulai ketika pada 1886 seorang ahli farmasi asal Atlanta, John Stith
Pamberton,mencampur minuman sirup karamel dengan air berkarbonasi.
Frank Robinson, seorang akuntan yang bekerja untuk John Pamberton,
menamai minuman itu dengan nama Coca-Cola, dan menulisnya dengan
huruf mengalir sama persis seperti apa yang ada sekarang.
Pada tahun pertama penjualan, Coca-Cola dijual dengan harga 5 sen (
5
100 ) dolar dan hanya terjual 9 gelas per hari. Pada tahun 1889, merk
Coca-Cola dibeli pebisnis Atlanta bernama Asa Griggs Candler seharga
$2,300. Asa G. Candler menjadi CEO pertama perusahaan, dan dia adalah
yang

menanamkan

visi

Coca-Cola

perkembangan industri minuman dunia.

yang

kemudian

mempengaruhi

Asa G. Candler adalah seorang pebisnis sejati, dia menawarkan CocaCola dengan membagikan kupon untuk dapat menikmati rasa Coca-Cola
secara gratis serta membagikan jam, cerek, kalender, dan bangan yang
berisikan logo Coca-Cola.

Promosi besar-besaran tersebut ternyata

berhasil, terbukti dengan berdirinya pabrik minuman pada 1985 di


Chicago, Dallas, dan Los Angeles.
Dari yang semula hanya terjual 9 gelas per hari, sekarang Coca-Cola
merupakan merk yang paling dikenal di seluruh dunia dengan lebih dari
1,7 miliar penjualan per harinya. Pada tahun 2011, Coca-Cola dinobatkan
sebagai merk paling bernilai menurut Interbrands Best Global Brand.
Berikut adalah data statistik mengenai Coca-Cola (per tanggal 7 Oktober
2012):
Statistik Keuangan
Penghasilan
Laba
Nilai Perusahaan

Data
$48.01 Miliar
$9.01 Miliar
$189.2 Miliar

Statistik
Data
Jumlah pegawai seluruh dunia
146.200
Persentase populasi dunia yang mengetahui logo
Coca-Cola
Jumlah produk Coca-Cola
Jumlah penjualan per hari
Jumlah perusahaan produsen botol Coca-Cola
Nilai sekarang dari 1 lembar saham Coca-Cola yang

96%
3.500
1,7 Miliar
275

dibeli pada 1919


Jumlah yang dikonsumsi tiap detik

$92,500
10.450

Pangsa Pasa Minuman Ringan


Coke
Pepsi
Diet Coke
Moutain Dew
Dr. Pepper
Diet Pepsi
Sprite
Other

Persentase
Volume
26%
15%
15%
10%
9%
8%
8%
9%

B. PERNYATAAN VISI
Pengertian Visi dan Karakteristik Visi yang Baik
Menurut Fred R. David dalam bukunya, pernyataan visi (vision
statement) digunakan untuk menjawab pertanyaan Ingin menjadi seperti
apa kita?1. Sebuah pernyataan visi yang jelas menjadi dasar bagi
pengembangan pernyataan visi yang komprehensif. Banyak organisasi
mempunyai baik pernyataan visi maupun pernyataan misi, namun
pernyataan visi harus dibuat terlebih dahulu. Pernyataan visi haruslah
singkat, diharapkan satu kalimat, dan sebanyak mungkin manajer diminta
masukannya dalam pengembangannya.
Kriteria pernyataan visi yang baik adalah sebagai berikut2.

Mudah dipahami
Ringkas, tetapi komprehensif
Menantang, tapi dapat dicapai
Luhur, tetapi tidak mengawang-awang
Memompa semangat
Menciptakan kesatuan tujuan
Tidak terpaku pada angka
Mengatur nada/irama gerak organisasi

Pernyataan Visi The Coca-Cola Company


Berikut ini adalah pernyataan visi dari perusahaan sampel yang saya
pilih, yaitu The Coca-Cola Company.
Our vision serves as the framework for
our Roadmap and guides every aspect of
our business by describing what we need
to accomplish in order to continue achieving sustainable, quality growth.
People: Be a great place to work where people are inspired to be the
best they can be.
Portfolio: Bring to the world a portfolio of quality beverage brands that
anticipate and satisfy people's desires and needs.

Partners: Nurture a winning network of customers and suppliers,


together we create mutual, enduring value.
1 David, Fred R. 2010. Manajemen Strategis Ed.12. Trans. Dono Sunardi.
Jakarta: Salemba Empat. Hlm. 82.
2

Planet: Be a responsible citizen that makes a difference by helping


build and support sustainable communities.
Profit: Maximize long-term return to shareowners while being mindful
of our overall responsibilities.
Productivity: Be a highly effective, lean and fast-moving organization.

C. PERNYATAAN MISI
Pernyataan misi adalah menjawab pertanyaan Apakah bisnis kita?.
Pernyataan misi yang jelas adalah penting untuk perumusan tujuan dan
formulasi strategi yang efektif. (Peter Drucker,1970).
Fred R. David dalam bukunya yang berjudul Strategic Management
mengungkapkan bahwa karakeristik dari sebuah misi3 adalah:
-

Lingkup yang luas, tidak menyebutkan jumlah uang, nomor, persentase,

rasio atau tujuan tertentu


Kurang dari 250 kata
Inspiratif
Mengidentifikasi kegunaan dari produk perusahaan
Memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial
Memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap

lingkungan
Berisi sembilan komponen, yaitu pelanggan, produk atau jasa, pasar,
teknologi,

perhatian

akan

keberlangsungan,

pertumbuhan,

dan

profitabilitas, filosofi, konsep diri, perhatian akan citra publik, dan


perhatian akan karyawan.

Pernyataan Misi The Coca-Cola Company


Misi dari The Coca-Cola Company adalah sebagai berikut:

To refresh the world...


To inspire moments of opism and happiness...
To create value and make a difference.

3 David, Fred R. 2010. Manajemen Strategis Ed.12. Trans. Dono Sunardi.


Jakarta: Salemba Empat. Hlm. 84.

D.ANALISIS TOWS (THREATS, OPPORTUNITIES,


WEAKNESS, AND STRENGTH) THE COCA-COLA
COMPANY
THREATS

OPPORTUNITIES

1. Perubahan selera konsumen.

1. Konsumsi air minum kemasan

Konsumen di seluruh dunia

diperkirakan

menjadi

akan

baik di AS dan seluruh dunia

mengurangi

dengan tingkat pertumbuhan

lebih

kesehatan

dan

sadar

konsumsi

minuman

berkarbonasi, minuman yang


memiliki yang mengandung
gula, kalori dan lemak. Ini
adalah ancaman yang sangat
serius

bagi

seperti

perusahaan

Coca-Cola

fokusnya

pada

yang

minuman

berkarbonasi
2. Air menjadi langka di seluruh

akan

11%.
2. Adanya

tumbuh

peningkatan

permintaan

untuk

makanan

sehat dan minuman. Karena


banyak

program

untuk

memerangi

obesitas,

permintaan

untuk

sehat

minuman

dan

meningkat

makanan

secara

telah

drastis.

Coca-Cola Company memiliki

dunia sehingga meningkatkan

kesempatan

untuk

baik dalam biaya dan kritik

memperluas

jajaran

untuk

produknya dengan minuman

Coca-Cola

akan

penggunaan air yang besar


dalam produksinya
3. Lebih dari 60% dari The CocaCola

Company

adalah

yang

memiliki

jumlah gula

dan kalori yang rendah.


3. Pertumbuhan
konsumsi
minuman

di

pasar

negara

pendapatan dari luar Amerika

berkembang.

Serikat. Karena kinerja dolar

minuman

yang

kuat

tumbuh signifikan di pasar

uang

lainnya,

terhadap

pendapatan

perusahaan
keseluruhan
jatuh.
4. Persyaratan

mata
secara

mungkin

akan

hukum

untuk

negara

dapat

mengungkapkan

informasi

ringan

masih

berkembang,

terutama
BRIC,

Konsumsi

di

negara-negara
mana

Coca-Cola

meningkatkan

mempertahankan

dan

pangsa

negatif

pada

label

Minuman

produk.

berkarbonasi

Beberapa Coca-Cola memiliki


konsekuensi kesehatan yang
merugikan.

Produk

yang

mengandung

informasi

tersebut

dapat

dianggap

negatif

dan

kehilangan
kotor

dan

margin laba bersih. Margin


laba kotor dan laba bersih
Coca-Cola

mengalami

penurunan selama beberapa


tahun terakhir dan akan terus
karena

biaya

penggunaan air dan bahan

pangsa

keras

Coca-Cola
pasar

di

atas
negara-

negara BRIC, terutama India.


Pepsi adalah rival utamadari
Coca-Cola

dalam

minuman

ringan.

Pepsi

memiliki

nilai

total

pendapoatan

kedua

industri

setelah

Coca-Cola,

dan

mengalahkan

Coca-Cola

beberapa pasar.
7. Bisnis
secara
bergantung

pada

juga
di

signifikan
penjualan

minuman berkarbonasi, yang


merupakan

untuk

menjaga

pertumbuhan
akan

saat

merasa

menembus
dengan

tingkat
ini

sulit

portofolio

dan
untuk

pasar

baru
produk

dilakukan

lebih

dengan

mudah

mengakuisisi

perusahaan lain.
5. Kesulitan
yang

dialami

pendatang baru untuk masuk


dalam

industri

minuman

ringan

karena

beberapa

faktor seperti citra merek dan


loyalitas,

baku lainnya yang


6. PepsiCo
bersaing
dengan

Coca-Cola akan merasa sulit

yang ada. Semua ini dapat

pelanggan.
5. Penurunan laba

turun

pasar minuman nya.


4. Pertumbuhan melalui akuisisi.

ancaman

bagi

jaringan

pembotolan,

biaya

distribusi ritel, dll


6. Coca-Cola dapat
ketakutan
pengganti
lain

mengatasi

akan
dari

dengan

diversifikasi,

iklan,

produk

perusahaan
melakukan
menawarkan

produk pengganti.
7. Populasi dunia diperkirakan
akan tumbuh menjadi 8 miliar
pada tahun 2025, dan 9,2
miliar

pada

tahun

2050.

Hampir 99% pertumbuhan ini


akan berlangsung di negaranegara berkembang.
8. Berfokus pada iklan
diferensiasi

dan
dapat

Coca-Cola

sebagai

pasar

minuman berkarbonasi yang


tidak

tumbuh

atau bahkan

menurun di dunia. Sedangkan


pesaing

utamanya,

PepsiCo

sangat terdiversifikasi dengan


menyediakan berbagai produk
makanan
8. Kesulitan

dalam

peraturan
norma

mematuhi

pemerintah

yang

berbeda

berbagai negara
9. Harga bahan baku
gula

dan

dan

logam

di

seperti
yang

digunakan dalam pembuatan


kaleng semakin bertambah
10.
Tingkat
pertumbuhan
rendah

di

pasar

minuman

berkarbonasi di Amerika Utara


yang merupakan pasar utama
Coca-Cola.
11.
Berbagai
dilakukan
bahwa

untapped

countries

market

Meningkatkan

jangkauannya
negara

and

dan

ke

negara-

pasar

belum

tersentuh.
10.
Memasarkan

dan

mempopulerkan produk yang


kurang dikenal.
11.
Diversifikasi

portofolio

produknya dengan memasuki


industri

makanan

ringan

untuk bersaing dengan Pepsi


Co.
12.

Kompetisi yang kuat di

segmen minuman soda dari


Pepsi Co berarti pertarungan
konstan terhadap perebutan
pangsa pasar. Berfokus pada
iklan dan diferensiasi dapat

studi

dan

telah

meningkatkan keuntungan

ditemukan

beberapa

minuman

termasuk
berbahaya

meningkatkan keuntungan
9. Increase
its
reaching

Coca-Cola
jika

dikonsumsi

secara berlebihan.

WEAKNESSES

STRENGTHS

1. Terlalu fokus pada minuman

1. Coca-Cola

merupakan

berkarbonasi. Bisnisnya masih

perusahaan

berfokus

terbesar

pada

penjualan

minuman
di

dunia,

Coca-Cola, Fanta, Sprite, dan

memproduksi

minuman

merk. Merk global terbaik di

berkarbonasi

lainnya

sedangkan

dunia

sedang memerangi obesitas


dan menuju pada konsumsi
makanan dan minuman sehat
2. Portofolio produk yang tidak
didiversifikasi.

Tidak

seperti

pesaingnya, Coca-Cola masih


fokus hanya pada penjualan
minuman.

Tidak

bergerak

pada produk makanan atau


makanan ringan.
3. Tingkat hutang yang tinggi
akibat

akuisisi

yang

mendekati $ 8 miliar uyang


diperoleh
yang

dari

akuisisi

secara

CCE

signifikan

meningkatkan tingkat utang


Coca-Cola, suku bunga dan
biaya pinjaman
4. Publisitas negatif. Perusahaan
ini

sering

dikritik

dunia

dilihat

hampir
dari

500

nilainya

($77,839 miliar)
2. Menguasai
pangsa

pasar

dunia dengan market share


sekitar 40%.
3. Memiliki kondisi finansial yang
kuat.
4. Memiliki

saluran

distribusi

minuman paling luas. CocaCola

memiliki

jaringan

distribusi minuman terbesar


di

dunia,

lebih

dari

200

negara menikmati minuman


Coca-Cola

dengan

jaringan

rantai pasokan yang kuat dan


efisien,
semua
bahkan

memastikan
produk
di

bahwa
tersedia

tempat

paling

terpencil . Coca-Cola dijual di


restoran dan toko-toko mesin

karena

penjual otomatis di lebih dari

konsumsi air yang tinggi di

200 negara
5. Pada tahun 2011, Coca-Cola

daerah yang langka air dan


menggunakan

bahan-bahan

berbahaya

untuk

memproduksi
tersebut.
dikritik

minuman

Coca-Cola
karena

telah

pemasaran

yang agresif untuk anak-anak

dinobatkan

sebagai

The

Worlds Most Valuable Brand


menurut

Interbrand's

Global Brand.
6. Coca-Cola
competitive

Best

memiliki
advantage

melalui merek dagang global

dengan

dugaan

dengan

harga premium. Ini

kesehatan yang kurang baik.

berarti

Cola-Cola

Coca-Cola

sesuatu yang pesaing mereka

dikritik

penggunaan
tinggi

efek
karena

pestisida

dalam

yang

mencapai

praktek

advantage

eksploitasi buruh, perusakan


pabrik

di

membangun
berbagai

negara

yang memperkerjakan tenaga


kerja budak dan praktik bisnis
monopoli.
5. Kegagalan merk atau banyak
merk

yang

menghasilkan
yang

tidak
pendapatan

signifikan.

memiliki.

produk-

produknya,
lingkungan,

tidak

Coca-Cola

memiliki
Coca-Cola

competitive
dengan

diferensiasi dan biaya rendah.


7. Coca-Cola memiliki kampanye
iklan yang sangat efektif dan
kuat

dengan

beragam
yang

mensponsori

pertandingan

ditampilkan

program

televisi

dan

dalam
dan

film

yang tak terhitung jumlahnya


dengan
brand

selebriti

sebagai

ambassador.

saat ini menjual hampir 500

iklan

merek tetapi hanya beberapa

lebih dari $ 3 miliar pada

merek

menghasilkan

2012 dan ini meningkatkan

dari

miliar

lebih

penjualan.

Coca-Cola

Biaya

penjualan

mencapai

perusahaan

dan

Ditambah lagi dengan tingkat

pengenalan akan merk. Coca-

keberhasilan

cola sudah berasosiasi lama

perusahaan

memperkenalkan
baru

yang

produk

minuman

lemah.

yang

Banyak

diperkenalkan

mengalami

kegagalan,

misalnya, minuman C2.


6. Inventory turnover yang lebih
rendah dibandingkan dengan
PepsiCo.
7. Pemberian
distribusi
akan

dengan

kegiatan

olahraga

internasional, sponsorship dll.


8. Coca-Cola
semakin
fokus
pada

program-program

Corporate

Social

Responsibility (CSR)
daur

ulang

seperti
kemasan,

konservasi energi / perubahan


otorisasi
dan

atas

pembotolan

produknya

sendiri,

menjatuhkan sebagian besar

iklim,

hidup

pengelolaan
meningkatkan
perusahaan

sehat
air

dll

citra

aktif,
yang
sosial
dan

dari potensi pendapatan.


8. Kurangnya
antusiasme
manajemen
menawarkan
asing

ke

menghasilkan
kompetitif

untuk

dibandingkan

pesaing.

produk-produk
pasar

keunggulan

mulai

Amerika

Coca-Cola

bekerja

dengan

International

Serikat.

telah
the

Labor

Organization's

International

Program

tentang

penghapusan Pekerja Anak.


12.
Teknik kemasan yang
efektif

dan

efisien

dengan

daur ulang

E. STRATEGI THE COCA-COLA COMPANY


Berikut ini adalah beberapa strategi perusahaan The Coca-Cola
Company

dalam

mencapai

dan/atau

mempertahankan

Keunggulan

Kompetitif.
One of our goals is to maximize growth and profitability to create
value for our shareholders. Our efforts to achieve this goal are based on:
(1) transforming our commercial models to focus on our customers value
potential and using a value-based segmentation approach to capture the
industrys

value

potential,

(2)

implementing

multi-segmentation

strategies in our major markets to target distinct market clusters divided


by consumption occasion, competitive intensity and socioeconomic levels;
(3) implementing well-planned product, packaging and pricing strategies
through different distribution channels; (4) driving product innovation
along our different product categories and (5) achieving the full operating
potential of our commercial models and processes to drive operational
efficiencies throughout our company.
To achieve these goals, we intend to continue to focus our efforts on,
among other initiatives, the following:
1.
working with The Coca-Cola Company to develop a business model to
continue exploring and participating in new lines of beverages,
extending existing product lines and effectively advertising and
marketing our products;

2.

developing and expanding our still beverage portfolio through


innovation, strategic acquisitions and by entering into agreements to

3.

jointly acquire companies with The Coca-Cola Company;


expanding our bottled water strategy, in conjunction with The CocaCola Company through innovation and selective acquisitions to

4.

maximize profitability across our market territories;


strengthening our selling capabilities and go-to-market strategies,
including pre-sale, conventional selling and hybrid routes, in order to
get closer to our clients and help them satisfy the beverage needs of

5.

consumers;
implementing selective packaging strategies designed to increase
consumer demand for our products and to build a strong returnable

6.
7.

base for the Coca-Cola brand;


replicating our best practices throughout the value chain;
rationalizing and adapting our organizational and asset structure in
order to be in a better position to respond to a changing competitive

8.

environment;
committing to building a multi-cultural collaborative team, from top

9.

to bottom; and
broadening our geographic footprint through organic growth and
strategic acquisitions.

Evaluasi atas Strategi The Coca-Cola Company


1.

Working with The Coca-Cola Company to develop a business model to


continue exploring and participating in new lines of beverages,
extending existing product lines and effectively advertising and
marketing our products
Maksudnya
adalah
perusahaan

berusaha

untuk

melakukan

diversifikasi ke lini-lini produksi yang belum dimasuki atau dikuasai


oleh pesaing/kompetitor dengan harapan untuk membuka pasar baru
pada lini produksi tersebut.
Contoh dari implementasi strategi ini adalah The Coca-Cola Company
merambah ke lini produk minuman kesehatan seperti
Pulpy Minute Maid dan air mineral Ades. Siapa yang tiba
pasar lebih awal akan sangat diuntungkan karena ia
dapat mengenali kondisi pasar lebih dulu daripada para

di

pesaing, sehingga dapat mengembangkan strategi-strategi yang


relevan lebih awal juga.
Di samping merambah ke lini produksi baru, strategi ini juga
menekankan pada pentingnya mempertahankan lini produk yang telah
ada dan dengan efektif mempromosikan dan memasarkan produk The
Coca-Cola Company, baik produk yang telah ada ataupun lini produk
baru kepada pelanggan demi mencapai keunggulan kompetitif yang
2.

berkesinambungan.
Developing and expanding our still beverage portfolio through
innovation, strategic acquisitions and by entering into agreements to
jointly acquire companies with The Coca-Cola Company
Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan memperluas
portofolio The Coca-Cola Company di bursa. Untuk mencapai hal
tersebut, The Coca-Cola Company harus melakukan hal-hal yang dapat
meningkatkan

profitabilitas

di

mata

investor

misalnya

dengan

melakukan berbagai pengembangan dan inovasi produk.


Selain itu, memperluas portofolio juga dapat dilakukan dengan
melakukan

berbagai

akuisisi

terhadap

perusahaan-perusahaan

tertentu atau dengan melakukan joint venture dengan perusahaan


tersebut. Dengan jumlah portofolio yang besar, The Coca-Cola
Company akan menjadi perusahaan yang semakin dominan di bursa
dan hal tersebut akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Apa
yang

dilakukan

The

Coca-Cola

Company

dengan

berusaha

memperbesar jumlah portofolio dalam rangka pemosisian untuk


meraih dominasi industri adalah hal yang tepat. Namun perlu disadari
bahwa portofolio yang besar akan membawa resiko hostile take-over
yang sedemikian besar pula. Untuk itu, selain memperbesar dominasi,
The Coca-Cola Company seharusnya juga memikirkan cara menjaga
3.

portofolio yang telah dimiliki dari take-over kompetitor di bursa.


Expanding our bottled water strategy, in conjunction with The CocaCola Company through innovation and selective acquisitions to
maximize profitability across our market territories;
Melalui strategi ini The Coca-Cola Company berharap untuk menjadi
perusahaan air minum berbotol yang terbaik di pasarnya. Untuk
mencapai hal tersebut The Coca-Cola Company akan terus melakukan

inovasi terhadap produknya serta melakukan akuisisi secara selektif


4.

untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan.


Strengthening our selling capabilities and go-to-market strategies,
including pre-sale, conventional selling and hybrid routes, in order to
get closer to our clients and help them satisfy the beverage needs of
consumers
Ini adalah bentuk integrasi maju yang diterapkan oleh The Coca-Cola
Company,

yaitu

dengan

memperkuat

daya

jual

dengan

cara

menambah baik kuantitas maupun kualitas jaringan klien/distributor.


Strategi bisa merupakan strategi yang tepat dalam upaya memperluas
dan mempertahankan pasar dari gempuran perusahaan pesaing.
Dalam strategi ini, klien/distributor memegang peranan, semakin
banyak

klien/distributor

yang

dimiliki

maka

tentu

benturan

kepentingan akan sering terjadi. Untuk itu The Coca-Cola Company


harus mampu membuat kebijakan-kebijakan yang terbaik bagi setiap
klien/distributor tersebut demi meraih keunggulan kompetitif yang
5.

berkesinambungan.
Implementing selective packaging strategies designed to increase
consumer demand for our products and to build a strong returnable
base for the Coca-Cola brand
Strategi ini adalah wujud bahwa The Coca-Cola Company memandang
packaging

sebagai

meningkatkan

salah

jumlah

satu

faktor

penjualan

melakukan

mekanisme

semenarik

mungkin

konsumen.

Dengan

perusahaan.

packaging

agar

dapat

demikian,

penting

yang

rangka

Perusahaan

selektif

menjangkau
perusahaan

dalam
dengan

berbagai
akan

akan
desain
lapisan

memperoleh

peningkatan penjualan tahunan yang berujung pada peningkatan nilai


6.

perusahaan terhadap shareholders.


Replicating our best practices throughout the value chain
Menurut saya strategi ini sangat penting dalam hal:
1.

pemerataan pelayanan pada setiap lini perusahaan, sehingga

2.

pelayanan kepada konsumer akan lebih maksimal;


membudayakan best practice pada setiap lini perusahaan;

3.

dan
menyulitkan para kompetitor untuk meniru strategi pelayanan
The

Coca-Cola

Company

karena

strategi

best

practices

ditanamkan pada setiap value chain yang pada akhirnya akan


membentuk fit yang kuat dan sulit untuk ditiru.
7.

Rationalizing and adapting our organizational and asset structure in


order to be in a better position to respond to a changing competitive
environment
Ini adalah bentuk strategi yang dipersiapkan perusahaan dalam
menghadapi lingkungan kompetitif yang dinamis dan terus berubah.
Untuk menghadapi lingkungan yang dinamis tersebut perusahaan
berusaha untuk membuat, memahami, dan mengimplementasikan
struktur organisasi dan struktur aset yang kuat dan efektif. Bila Anda
tidak tahu tentang musuh Anda, tetapi mengenal diri Anda Sendiri,
peluang Anda untuk menang atau kalah adalah seimbang. Jika Anda
tidak mengenal musuh Anda dan diri Anda sendiri, bisa dipastikan
Anda akan kalah dalam setiap pertarungan.
Perusahaan mencoba mengembangkan dan

memahami

struktur

organisasi perusahaan agar dapat lebih responsif terhadap gejala


8.

perubahan yang rutin terjadi pada lingkungan bisnis saat ini.


Committing to building a multi-cultural collaborative team, from top to
bottom
Strategi

ini

dimaksudkan

untuk

mencapai

keberagaman

dalam

manajemen The Coca-Cola Company. Dengan demikian, perusahaan


akan bisa lebih responsif terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Semakin beragam sebuah tentu akan semakin beragam ide-ide yang
muncul untuk mengatasi kasus atau situasi yang muncul. Dengan
begitu perusahaan akan semakin dinamis lagi.
Di samping itu, strategi ini juga mengindikasikan bahwa The Coca-Cola
Company

tidak

membeda-bedakan

suku,

ras,

maupun

agama.

Perusahaan bersikap terbuka kepada pegawainya dengan menerapkan


keberagaman pada tiap lini perusahaan. Dengan demikian, secara
tidak

langsung

perusahaan

akan

memperoleh

imbalan

berupa

peningkatan kinerja serta loyalitas dari para pegawainya.


9.

Broadening our geographic footprint through organic growth and


strategic acquisitions
Strategi ini adalah bentuk lain dari upaya The Coca-Cola Company
untuk memperluas wilayah pemasaran atas produk-produknya yang

telah terdiversivikasi sedemikian rupa. Perluasan wilayan tersebut


dapat dilakukan melalui pertumbuhan perusahaan secara alamiah
ataupun melalui akuisisi strategis atas perusahaan-perusahaan lain.

Kelebihan Perumusan Strategi The Coca-Cola Company


Perumusan strategi The Coca-Cola Company mengandung banyak
kelebihan

terutama

peningkatan

dalam

kemampuan

hal

pengembangan/ekspansi

penjualan

melalui

pasar

perluasan

dan

portofolio

perusahaan, inovasi produk, inovasi kemasan produk, integrasi maju dan


mundur, serta pengembangan kualitas produk melalui penerapan bestpractices dalam setiap rantai nilai perusahaan.

Kelemahan Perumusan Strategi The Coca-Cola Company


Di samping kelebihan yang dijelaskan di poin sebelumnya, saya
menemukan berapa kelemahan terkait perumusan strategi The Coca-Cola
Company yang akan saya jelaskan sebagai berikut.
1.

Tidak satupun dari strategi bisnis yang diterapkan The CocaCola Company yang mendorong dilakukannya inovasi produk yang
meningkatkan nilai kesehatan produknya. Mengingat masyarakat
modern

sekarang

ini

cenderung

memerangi

obesitas

dengan

memperbangkan nilai kesehatan sebuah produk sebelum membeli


sebuah produk, kiranya The Coca-Cola Company mulai memikirkan
hal ini, mungkin dengan mulai memproduksi dan memasarkan
2.

minuman-minuman bertema kesehatan kepada masyarakat.


Dari perumusan strategi di atas, tampak jelas bahwa The
Coca-Cola Company tidak memperhitungkan faktor selera konsumen
dalam pengembangan produknya. Padahal seperti yang kita ketahui
selera konsumen adalah salah satu threats-opportunities yang
seharusnya diantisipasi dengan baik oleh setiap perusahaan agar
dapat sustain di pasar dan mampu mempertahankan keunggulan
kompetitif secara berkesinambungan. Oleh karena itu, seharusnya
The Coca-Cola Company merumuskan strategi untuk terus berinovasi
dengan

mendasarkan

pada

perubahan

selera

konsumen.

Lalu

berdasarkan strategi tersebut, The Coca-Cola Company melakukan


audit

eksternal

secara

intensif

untuk

mengetahui

perubahan-

perubahaan yang terjadi dan mengembangkan produk yang sesuai


3.

dengan perubahan selera konsumen tersebut.


Strategi integrasi maju
yang dirumuskan The Coca-Cola
Company masih kurang tepat sasaran. Seharusnya The Coca-Cola
Company lebih mengintensifkan strategi tersebut dengan cara
mengakuisisi dan/atau bekerja sama dengan perusahaan rumah
makan cepat saji seperti KFC, McDonald, atau A&W dengan tujuan
memperluas pasar. PepsiCo sangat dominan di bidang ini dan hal
tersebut tidak akan berdampak baik pada sustainability The CocaCola Company ke depannya, apalagi saat ini inventory turn-over The
Coca-Cola Company berada pada posisi yang lebih rendah daripada

4.

PepsiCo.
Menurut

saya, The Coca-Cola Company seharusnya sudah

mulai merumuskan strategi untuk melakukan diversifikasi produksi


makanan ringan, seperti yang telah dilakukan oleh PepsiCo dalam
beberapa saat terakhir ini. Hal ini penting untuk dilakukan sebelum
produk minuman ringan berkarbonasi mulai ditinggalkan pasar.
Seperti yang kita ketahui, ada kecenderungan masyarakat modern
yang

semakin

berkarbonasi.

memerangi
Untuk

itu,

obesitas
sebaiknya

dan

menjauhi

minuman

The

Coca-Cola

Company

memanfaatkan luas pasar dan jaringan distribusi yang sedemikian


besar yang dimilikinya untuk memasarkan diversifikasi produk
5.

makanan ringan tersebut.


Sejatinya telah ada beberapa diversifikasi produk dari The
Coca-Cola Company baik yang merupakan hasil akuisisi atau kerja
sama operasi yang mengandung nilai-nilai kesehatan, misalnya Pulpy
Minutes Maid. Hanya saja menurut

saya, produk tersebut tidak

dipasarkan dengan intensif oleh pihak manajemen sehingga tidak


begitu dikenal di pasar. Seharusnya The Coca-Cola Company lebih
aware lagi dengan nilai kesehatan ini dan mulai memasarkan produkproduk yang sehat dengan cara yang lebih intensif lagi agar
memperoleh pasar yang sama luasnya dengan produk utama The
Coca-Cola Company, seperti Coke, Fanta, Coca-Cola, dan Sprite.

6.

Strategi bisnis bertajuk CSR (Corporate Social Responsibility)


adalah salah satu strategi bisnis yang cukup popular belakangan ini.
Dari rumusan strategi The Coca-Cola Company saya tidak menjumpai
adanya wujud penerapan CSR yang saya rasa penting untuk
dirumuskan,

dilaksanakan,

dan

dikembangkan

dalam

upaya

menciptakan bisnis yang bernilai manfaat baik secara ekonomis


maupun sosial. Meskipun sejatinya The Coca-Cola Company telah
melakukan beberapa kegiatan bertajuk CSR seperti kemasan yang
dapat didaur-ulang, hal ini tetap perlu untuk ditingkatkan dengan
dirumuskan sebagai bagian dari strategi bisnis The Coca-Cola
Company.
Strategi diversifikasi ke produk pengganti kiranya perlu untuk

7.

menjadi perhatian bagi pihak manajemen di The Coca-Cola Company.


Hal ini belum dimasukkan ke dalam rumusan strategi bisnis The
Coca-Cola Company.

F. PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan analisis di atas saya menyimpulkan hal-hal berikut ini.
1.

The

Coca-Cola

Company

sebagai

perusahaan

beverage

merupakan salah satu perusahaan yang sukses mempertahankan


keunggulan

kompetitifnya

mempertahankan
Company

telah

sampai

keunggulan

sekarang.

kompetitif

mengembangkan

visi,

ini
misi,

Dalam
The

upaya

Coca-Cola

tujuan

jangka

panjang, analisis atas TOWS, dan strategi bisnis yang beraneka


2.

ragam.
Analisis TOWS atas The Coca-Cola Company menunjukkan bahwa
begitu banyak faktor eksternal (Threat-Opportunities) maupun
faktor internal (Weakness-Strength) yang dihadapi The Coca-Cola
Company terutama di zaman sekarang ini. Meski demikian
manajemen The Coca-Cola Company perlu untuk tetap melakukan
audit eksternal maupun internal dengan lebih teliti dalam rangka
mengidentifikasi

Threat-Opportunities

maupun

Weakness-

Strength yang akan mereka hadapi di masa depan. Dengan

demikian diharapkan perusahaan dapat bertindak dengan lebih


responsif
3.

ketika

terjadi

perubahaan

yang

tidak

mampu

diperkirakan.
Strategi yang dikembangkan The Coca-Cola Company secara
umum

ditujukan

untuk

pelakukan

perluasan/ekspansi

pasar

dengan meningkatkan kemampuan penjualan, inovasi atas produk


dan kemasan produk, serta perluasan wilayah geografis yang
belum tersentuh. Namun ada kelemahan mendasar pada rumusan
strategi ini yaitu The Coca-Cola Company tidak merumuskan
strategi yang aware pada selera konsumen dan nilai kesehatan
masyarakat.

Saran
Atas simpulan di atas, saya menyarankan hal-hal berikut ini agar
dilaksanakan oleh pihak manajemen The Coca-Cola Company sehingga
eksistensi perusahaan ke depannya terjamin dan keunggulan kompetitif
mampu dipertahankan.
1.

Secara umum rumusan strategi dari The Coca-Cola Company


telah cukup mumpuni, untuk itu saya berharap agar pihak
manajemen

The

Coca-Cola

Company

mampu

mengimplementasikan strategi-strategi yang telah ada dengan


2.

baik dan sesuai apa yang dirumuskan manajemen.


Perusahaan sebaiknya mulai merumuskan strategi baru terutama
yang terkait dengan pengembangan produk yang memiliki nilai
kesehatan,

inovasi

atas

produk

yang

aware

pada

selera

konsumen, diversifikasi pada bisnis makanan ringan, peningkatan


pemasaran atas produk yang telah memiliki nilai kesehatan, serta
pengembangan

strategi

bisnis

CSR

demi

tercapainya

kesinambungan keunggulan kompetitif perusahaan The Coca-Cola


Company.

DAFTAR PUSTAKA
David, Fred R. 2010. Manajemen Strategis Ed.12. Trans. Dono Sunardi.
Jakarta: Salemba Empat.
Goetsch, David L. 2006. Quality Management: Introduction to Total
Quality Management for Production, Processing, and Services. 5th
Edition. Pearson/Prentice Hall.
Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pajak. 2013.
Tzu, Sun. 1910. The Art of War. Trans. Lionel Giles. New York: Luzac &
Co.
The Coca-Cola Company Financial Report. 2012.

Anda mungkin juga menyukai