Anda di halaman 1dari 15

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental,
dimana penelitian dilakukan dengan mengamati fenomena dan berusaha
menjelaskan hal-hal yang menjadi penyebab. Desain penelitian ini
menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan potong lintang atau disebut
juga cross sectional. Pada desain potong lintang atau cross sectional peneliti
melakukan observasi dan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja.
(Saryono, 2011). Desain studi analitik korelasi ini digunakan untuk
mengetahui hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup lansia yang
mengalami gangguan fungsi kognitif di Desa Windunegara Kecamatan
Wangon Kabupaten Banyumas.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Windunegara Kecamatan Wangon
Kabupaten Banyumas. Peneliti memilih Desa Windunegara sebagai tempat
penelitian dengan alasan di desa tersebut terdapat responden sesuai dengan
kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2012Januari 2013.
C. Populasi Dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek
yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

28

29

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono dalam


Hidayat, 2008). Populasi penelitian ini adalah lansia yang tinggal dengan
keluarganya dalam satu rumah di Desa Windunegara Kecamatan Wangon
Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 130 keluarga yang terdistribudi di RW 1
sampai RW 6.
Sampel adalah bagian populasi yang diambil dengan cara tertentu,
dimana pengukuran dilakukan. Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini adalah judgemental sampling/purposive sampling yakni teknik
pengambilan sampel yang didasarkan kriteria tertentu yang sebelumnya
ditetapkan oleh peneliti. Subjek yang memenuhi kriteria tersebut kemudian
menjadi anggota sampel (Santjaka, 2009).
Penentuan besar sampel menurut Santjaka (2009) adalah sebagai
berikut:
Z.N.P.q
n=

d(N-1)+ Z.P.q

Keterangan :
N = Jumlah Populasi
n = besar sampel minimal
d = tingkat kepercayaan/ketetapan yang diinginkan (0.1)
Z = standar deviasi normal untuk 1.96 dengan Cl 95%
P = proporsi target populasi adalah 0.5
q = proporsi tanpa atribut 1-p = 0.5

30

Dari rumus diatas dapat diperoleh sampel :


1.96 x 130 x 0.52
0.12 (90-1) + 1.96 x 0.5 x 0.5
3.8416 x 130 x 0.25
0.0144 x (89) + 3.8416 x 0.5 x0.5

124.852
1.2816 + 0.9604
124.852
2.2416
= 55.7 = 56 sampel
Jumlah sampel penelitian idealnya adalah 56 responden yaitu lansia
yang mengalami gangguan fungsi kognitif di 6 RW yang memenuhi kriteria
inklusi dan kriteria eksklusi sebagai berikut:
1.

Kriteria inklusi
a.

Berusia 60 tahun keatas.

b.

Mengalami gangguan fungsi kognitif ringan ditunjukkan dengan


nilai MMSE: 22-26.

c.

Bersedia menjadi responden.

d.

Bisa membaca, menulis dan berkomunikasi menggunakan bahasa


Indonesia/ bahasa jawa.

e.
2.

Extended Family

Kriteria eksklusi
a.

Mengalami gangguan pendengaran yang parah.

31

Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi di atas, maka jumlah sampel


yang bisa memenuhi syarat sebanyak 39 orang.
D. Variable Penelitian
Saryono (2011) berpendapat bahwa variabel adalah suatu yang
bervariasi. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas
(independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel
bebas (independent variable) adalah variabel yang merangsang/ menstimulasi
variabel target. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu peran keluarga.
Sementara itu variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang
timbul akibat dari efek penelitian. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu
kualitas hidup lansia.

32

E. Definisi Operasional Variabel


Table 3.1 Definisi operasional variabel
No

Variabel

1.

Variabel bebas:
peran keluarga

2.

Definisi
operasional

Serangkaian
perilaku yang
diharapkan sesuai
dengan posisi
sosial yang
diberikan oleh
anggota keluarga
untuk
meningkatkan
kualitas hidup
lansia dengan
gangguan fungsi
kognitif.
Variabel terikat: Persepsi
Kualitas hidup
seseorang yang
lansia yang
berhubungan
mengalami
dengan standar
gangguan fungsi hidup,harapan,
kognitif
serta kesenangan
yang mencakup
kesehatan fisik,
status psikologis,
hubungan sosial,
serta lingkungan.

Alat ukur

Parameter

Jenis
data

Kuisioner

Mencari
skor ratarata (mean)
setiap
domain
kuisioner
peran
keluarga

Rasio

Kuisioner

Mencari
Rasio
skor ratarata (mean)
setiap
domain
kuisioner
WHOQOLBREF

F. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan dua buah instrumen yaitu instrumen peran
keluarga yang dibuat oleh peneliti dengan mengadopsi beberapa kuisioner
peran keluarga dari penelitian sebelumnya dan instrumen kualitas hidup yang
dibuat oleh WHO yaitu WHOQOL-BREF.
1. Instrumen peran keluarga
Instrumen peran keluarga berupa kuisioner dalam bentuk skala
Likert. Kuisioner ini diadopsi dari beberapa kuisioner penelitian

33

sebelumnya tentang peran keluarga, yang terdiri dari 3 domain, yaitu


peran keluarga sebagai motivator, edukator, dan fasilitator.
Pembagian item pertanyaan peran keluarga disesuaikan dengan
masing-masing domain. Model skala Likert yang digunakan terdiri dari
empat jawaban, yaitu Sangat Sering (SS), Sering (S), Kadang- Kadang
(KD), Tidak Pernah (TP). Penggunaan skala Likert ini sebenarnya sudah
dimodifikasi, karena meniadakan pilihan jawaban netral. Jawaban
tengah atau pilihan netral sengaja tidak disediakan karena tiga alasan
(De Vellis dalam Sandha, Hartati, dan Fauziah, 2012), yaitu:
a. Alternatif jawaban tengah menimbulkan kecenderungan pada diri
subjek untuk memilik jawaban tengah (central tendency).
b. Jawaban tengah memiliki arti ganda, yaitu memilih sesuai dan tidak
sesuai dalam cakupan sama besar, sehingga tidak dapat diartikan
sesuai atau tidak sesuai dengan keadaan subjek.
c. Penghilangan alternatif jawaban tengah memberikan kesempatan
untuk melihat kecenderungan subjek ke arah positif atau negatif.
Skor tertinggi pada skala ini adalah 4 dan skor terendah adalah 1,
dimana jawaban Sangat Sering (SS) bernilai 4, Sering (S) bernilai 3,
Kadang- Kadang (KD) bernilai 2, Tidak Pernah (TP) bernilai 1. Semakin

tinggi skor maka semakin baik peran keluarga. Berdasarkan Yudianto,


Rizmadewi, dan Maryati (2008) penilaian pertanyaan kuisioner dianalisa
berdasarkan perdimensi, dengan cara mencari nilai rata-rata/mean dan
standar deviasi dari setiap domain pertanyaan. Pada penelitiann ini skor

34

tiap domain peran keluarga ditransformasikan dalam skala 0-100 dengan


rumus di bawah ini:
TRANSFORMED SCORE=(SCORE - 5)x(100/15)

2. Instrument kualitas hidup (WHOQOL-BREF)


Instrumen

kualitas

hidup

(WHOQOL-BREF)

merupakan

penggembangan dari instrumen WHOQOL-100. Kedua instrumen ini


dibuat oleh tim dari World Health Organization (WHO). Menurut
Sekarwiri (2008) instrumen WHOQOL-BREF adalah alat ukur yang
valid (r= 0.89-0.95) dan reliable (R= 0.66-0.87).
Instrumen WHOQOL-BREF ini merupakan rangkuman dari
World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL) 100 yang
terdiri dari 26 pertanyaan. WHOQOL BREF terdiri dari dua bagian
yang berasal dari kualitas hidup secara menyeluruh dan kesehatan secara
umum, dan satu bagian yang terdiri dari 24 pertanyaan yang berasal dari
WHOQOL 100. Menurut Raudhah (2012) untuk menilai (WHOQOL)
BREF, maka ada empat domain yang digabungkan yaitu domain fisik,
psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Semua pertanyaan
berdasarkan pada skala Likert lima poin (1-5) yang fokus pada
intensitas, kapasitas, frekuensi dan evaluasi. Skala respon intensitas
mengacu kepada tingkatan dimana status atau situasi yang dialami
individu. Skala respon kapasitas mengacu pada kapasitas perasaan,
situasi atau tingkah laku. Skala respon frekuensi mengacu pada angka,

35

frekuensi, atau kecepatan dari situasi atau tingkah laku. Skala respon
evaluasi mengacu pada taksiran situasi dari situasi, kapasitas atau
tingkah laku.
Pertanyaan nomor 1 dan 2 pada kuesioner mengkaji tentang
kualitas hidup secara menyeluruh dan kesehatan secara umum. Domain
1 Fisik terdapat pada pertanyaan nomor 3, 4, 10, 15, 16, 17, dan 18.
Domain 2 - Psikologis ada pada pertanyaan nomor 5, 6, 7, 11, 19, dan
26. Domain 3 - Hubungan sosial ada pada pertanyaan nomor 20, 21, dan
22. Domain 4 - Lingkungan ada pada pertanyaan nomor 8, 9, 12, 13, 14,
23, 24, dan 25. Instrumen ini juga terdiri atas pertanyaan positif, kecuali
pada tiga pertanyaan yaitu nomor 3,4, dan 26 yang bernilai negatif. Pada
penelitian ini skor tiap domain (raw score) ditransformasikan dalam
skala 0-100 dengan menggunakan rumus baku yang sudah ditetapkan
oleh WHO di bawah ini:
TRANSFORMED SCORE=(SCORE-4)x(100/16)
G. Validitas Dan Reliabilitas
1. Instrumen WHOQOL-BREF
Saryono (2011) berpendapat bahwa validitas merupakan suatu
indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa
yang diukur. Prinsip validitas mengacu pada pengukuran dan
pengamatan

yang

berarti

prinsip

keandalan

instrumen

dalam

pengumpulan data. Kuisioner kualitas hidup WHOQOL-BREF, yaitu


kuisioner untuk menilai kualitas hidup yang sudah teruji validitas dan

36

reabilitasnya oleh Salim, dkk (2007). Hasil uji validitas dan reliabilitas
pada setiap domain dari WHOQOL-BREF menunjukkan bahwa
distribusi skor hampir simetris dan tidak didapatkan efek floor atau
ceiling (Salim, dkk., 2007).
Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas ulang terhadap
instrumen WHOQOL-BREF. Berikut ini adalah penjelasan hasil uji
yang telah dilakukan.
a. Hasil uji validitas
Setelah dilakukan uji validitas dengan menggunakan rumus
Pearson Product Moment (r), diperoleh hasil bahwa 24 pertanyaan
dari keempat domain semuanya dinyatakan valid (r=0.419-0.798).
b. Hasil uji reliabilitas
Uji reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh
mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua
kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang
sama (Hastono dalam Patriyani, 2009). Uji reliabilitas instrumen

WHOQOL-BREF ini menggunakan koefisien reliabilitas Alpha


Cronbach. Uji reliabilitas terhadap instrumen kualitas hidup
WHOQOL-BREF menunjukkan nilai alpa sebesar =0.810.
Merujuk pada Crocker (dalam Sekarwiri, 2008), nilai reliabilitas
yang dapat diterima adalah sebesar 0.7. Nilai uji reliabilitas
terhadap instrument ini adalah 0.810. Dengan demikian dapat
diinterpretasikan bahwa tes kuesioner tersebut cukup reliabel.

37

2. Instrumen peran keluarga


a. Hasil uji validitas
Uji validitas item pada instrumen penelitian ini melalui perhitungan,
korelasi skor masing-masing item dengan skor dari masing-masing
domain. Perhitungan menggunakan korelasi pearson product
moment. Setelah dilakukan uji validitas, dari 25 pertanyaan
ditemukan 4 pertanyaan yang tidak valid pada domain motivator
terdapat 2 pertanyaan dan domain fasilitator terdapat 2 pertanyaan.
Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat 21 pertanyaan yang
dapat dianggap valid dan 4 pertanyaan yang tidak valid tersebut
dihilangkan.
b. Hasil uji reliabilitas
Pengujian reliabilitas pada instrumen ini melalui perhitungan
koefisien reliabilitas Alpha Cronbach. Hasil uji reliabilitas
instrumen peran keluarga diperoleh nilai alfa sebesar =0.847.
Menurut Polit (dalam Fithriyani, 2011) nilai reliabilitas instrumen
yang diharapkan adalah lebih dari 0.70, sedangkan hasil dari uji
reliabilitas

instrumen

ini

sebesar

0.847,

sehingga

dapat

diintepretasikan bahwa instrumen ini cukup reliabel. Semakin besar


nilai alpha berarti pernyataan tersebut memiliki konsistensi yang
kuat (Hastono dalam Patriyani, 2009).

38

H. Teknik Pengumpulan Data


1. Cara pengambilan data
a. Tahap persiapan
Peneliti mempersiapkan materi dan konsep yang mendukung dalam
penelitian. Selanjutnya menyusun proposal penelitian yang terlebih
dahulu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing I dan II. Setelah
mendapatkan izin dari pihak Universitas Jenderal Soedirman untuk
melakukan studi pendahuluan, peneliti kemudian melakukan
koordinasi dengan pihak terkait (Kepala Desa Windunegara dan
kader posyandu lansia). Peneliti menghubungi kader posyandu
lansia di Desa Windunegara untuk mengidentifikasi lansia dengan
gangguan fungsi kognitif yang tinggal bersama keluarga sesuai
dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Tahap selanjutnya
adalah melaksanakan ujian proposal penelitian dan merevisi
proposal penelitian. Setelah mendapatkan izin dari universitas untuk
melakukan penelitian, peneliti meminta izin kepada kantor
Kesatuan

Bangsa,

politik,

dan

Perlindungan

Masyarakat

(Kesbangpolimas), diteruskan ke Badan Perencanaan Pembangunan


Daerah

(BAPPEDA),

kemudian

diserahkan

kepada

Desa

Windunegara Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas untuk


mengadakan penelitian.

39

b. Tahap pelaksanaan
Peneliti melakukan skrining MMSE terlebih dahulu untuk
menentukan lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif.
Skrining dilakukan dengan wawancara kepada responden sesuai
dengan pertanyaan pada lembar instrumen MMSE. Hasil skrining
lansia yang dipakai adalah yang memenuhi kriteria inklusi
penelitian. Tahap selanjutnya peneliti menentukan responden yang
memenuhi kriteria inklusi. Peneliti meminta kesediaan responden
untuk menjadi sampel penelitian dengan menjelaskan maksud dan
tujuan penelitian terlebih dahulu. Peneliti meminta dengan sukarela
kepada responden untuk menandatangani lembar informed consent.
Peneliti meminta responden mengisi kuisioner yang telah disiapkan.
Namun saat pelaksanaan penelitian kuisioner tidak langsung diisi
oleh responden. Hal ini karena responden adalah lansia, sehingga
peneliti membantu membacakan tiap item kuisioner kepada
responden. Setelah pengisian selesai, kuisioner dikumpulkan
kembali. Informasi dari resonden dalam penelitian ini dijaga
kerahasiaanya. Tahapan selanjutnya setelah semua data terkumpul
kemudian dilaksanakan analisis data.
2. Jenis data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh secara langsung dari

40

hasil pengisian kuisioner peran keluarga, kualitas hidup dan karakteristik


demografi.
I. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
Setelah mendapatkan data dari responden, peneliti kemudian
melakukan sejumlah langkah untuk mengolah data tersebut sehingga
peneliti dapat menganalisanya dan menarik kesimpulan untuk menjawab
permasalahan. Proses dalam pengolahan data dimulai dari memasukkan
data mentah subjek kealat ukur statistik. Data identitas diri responden
diolah untuk mendapatkan gambaran sampel secara keseluruhan dari sisi
jenis kelamin, usia, dan pendidikan. Kemudian mencari skor rata-rata
tiap domain masing-masing instrumen sehingga mendapatkan gambaran
peran keluarga dan kualitas hidup pada responden dengan gangguan
fungsi kognitif.
2. Analisis Data
a.

Analisis univariat
Analisa univariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
karakteristik keluarga (jenis kelamin, umur, pekerjaan, dan status
ekonomi), karakteristik sampel, gambaran peran keluarga dalam
merawat lansia, dan gambaran kualitas hidup pada lansia yang
mengalami gangguan fungsi kognitif.

41

b.

Analisi bivariat
Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan analisis statistik
metode korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui
korelasi antara peran keluarga dengan kualitas hidup lansia yang
mengalami gangguan fungsi kognitif di Desa Windunegara
Kecamatan Wangin Kabupaten Banyumas. Ada 2 cara untuk
mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan kualitas hidup
yaitu menghitung korelasi antara skor rata-rata tiap domain peran
keluarga dengan skor rata-rata tiap domain kualitas hidup. Cara
kedua yaitu menghitung korelasi skor total peran keluarga dengan
skor total kualitas hidup.

J. Etika Penelitian
Penelitian sering melibatkan manusia untuk berpartisipasi. Maka hakhak responden sebagai manusia dalam penelitian harus dilindungi dengan
mempertimbangkan prinsip-prinsip etik dalam penelitian. Etika dalam
penelitian ini ada 4 macam yaitu :
1. Peneliti selalu mencantumkan nama dan sumber dalam mengambil karya
orang lain.
2. Peneliti

menjaga

privasi

responden

penelitian

dengan

tidak

mencantumkan nama responden (anonymity). Peneliti hanya menuliskan


kode pada lembar pengumpulan data pada lembar observasi.
3. Peneliti menjaga kerahasiaan semua informasi yang telah didapatkan dari
responden dalam penelitian (confidentiality).

42

4. Peneliti selalu melakukan Informed consent terlebih dahulu sebelum


penelitian, dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi
responden. Peneliti menjelaskan secara detail tentang tujuan dilakukan
penelitian, manfaat, kerahasiaan, prosedur pelaksanaan, partisipasi
responden, serta jenis data yang dibutuhkan dalam penelitan.
K. Jadwal Penelitian
Table 3.2 Jadwal Penelitian
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kegiatan
Pengajuan judul
Survei
Pendahuluan
Penyusunan
Proposal
Seminar proposal
Pelaksanaan
penelitian
Penyusunan Hasil
Seminar hasil
Revisi skripsi

10

11

12

Bulan Ke1
2

Anda mungkin juga menyukai