Anda di halaman 1dari 9

BY : Dede Qoriah

H EA C TIN G P ER IN EU M
(P EN JA H ITA N LU K A P ER IN EU M )

Perlukaan jalan lahir


Persalinan sering kali menyebabkan perlukaan jalan
lahir. Luka yang terjadi biasanya ringan tetapi sering
kali juga terjadi luka yang luas dan berbahaya, untuk
itu setelah persalinan harus dilakukan pemeriksaan
vulvadan perineum.
a. Luka pada vulva
Akibat persalinan terutama pada primipara .
b. Robekan perineum
Robekan perineum terjadi pada semua persalinan
pertama, Dan adanya robekan perineum ini dibagi
menjadi : robekan perineum derajat 1, robekan
perineum derajat 2,3, dan 4.

c. Perlukaan vagina
Perlukaan vagina yang tidak berhubungan dengan
luka perineum jarang sekali terjadi. Kadang-kadang
robekan bagian atas sering terjadi sebagai akibat
menjalarnya robekan serviks.
d. Robekan serviks
Persalinan selalu mengakibatkan robekan serviks,
sehingga serviks seorang multipara berbedadengan
yang belum pernah melahirkan pervaginam,
apabila terjadi perdarahan yang tidak berhenti
walaupun plasenta sudah lahir lengkap dan uterus
berkontraksi baik, perlu dipikirkan adanya
perlukaan jalan lahir khususnya robekan serviks
uteri.

e. Rupture uteri
Rupturauteri atau robekan uterus merupakan peristiwa yang
sangat berbahaya yang umumnya terjadi pada persalinan
kadang-kadang juga pada kehamilan tua.
Menjahit laserasi perineum atau episitomi
Tujuan menjahit laserasi atau episiotomy adalah untuk
menyatukan kembali jaringantubuh (mendekatkan) dan
mencegah kehilangan darah yang tidak perlu (memastikan
hemostasis).
Keuntungan-keuntungan teknik penjahitan jelujur
Mudah dipelajari (hanya perlu belajar satu jenis penajhitan
dan satu atau dua jenis simpul).
Tidak terlalu nyeri karena lebih sedikit benang yang
digunakan
Menggunakan lebih sedikit jahitan

Mempersiapkan penjahitan
1.Bantu ibu mengambil posisi litotomi sehingga bokongnya berada
ditepi tempat tidur atau meja.
2.Tempatkanhanduk atau kain bersih dibwah bokong ibu.
3.Jika mungkin, tempatkan lampu sedemikian rupa sehingga perineum
bias dilihat dengan jelas.
4.Gunakan teknikaseptik pada memeriksa robekan atau episiotomy.
5.Cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.
6.Pakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi.
7.Dengan menggunakan teknik aseptic, persiapan alatdan bahanbahan disinfeksi tinggi untuk penjahitan.
8.Duduk dengan posisi santai dan nyaman sehingga luka bias
denganmudah dilihat dan penjahitan bias dilakukan tanpa kesulitan.
9.Gunakan kain kasa disinfeksi tingkat tinggi atau bersih untuk
menyekavulva
10.Periksavagina, serviks danperineum secara lengkap. Pastikan
bahwa laserasi atau sayatan perineum hanya merupakan derajat 1
atau 2

10.Ganti sarung tangan dengan sarung tangan disenfeksi tingkat tinggi atau
steril yang baru sete;lah melakukan pemeriksaan rectum.
12.Berikan anestesi local (kajilah teknik untuk memberikan kajian loka
dibawah ini).
13.Siapkan jarum (pilih jarum yang batangnya bulat, tidak pipih)dan benang.
14.Tempatkan jarum pada pemegang jarum dengan sudut 90derajat, jepit
dan jepit jarum tersebut.
Melakukan episiotomy dengan anestesi local
Ingat ;episiotomy bisadipertimbangkan hanya pada kasus-kasus , Gawat

janin , Persalinan pervaginam.


Persiapan :pertimbangkan indikasi-indikasi untuk melakukan episiotomy

Memberikan Anastesi Local


Berikan anastesilokal secara dini agar obat tersebut memiliki cukup waktu
untuk memberikan efek sebelum episiotomy dilakukan.episiotomi adalah
tindakan yang menimbulkanrasasakit dan menggunakan anatesi local
adalah bagian dari asuhan saying ibu.

A. TEKNIK MENJAHIT ROBEKAN PERINEUM


Tingkat I :
Penjahitan robekan perineum tingkat I dapat dilakukan hanya
dengan memakai catgut yang dijahitkan secara jelujur
Tingkat II :
Pada robekan perineum tingkat II, setelah diberi anestesi lokal otototot diafragma urogenitalis dihubungkan di garis tengah dengan
jahitan dan kemudian luka pada vagina dan kulit perineum
ditutup dengan mengikutsertakan jaringan-jaringan dibawahnya.
Tingkat III :
Sebelum dilakukan penjahitan pada robekan perineum tingkat II
maupun tingkat III, jika dijumpai pinggir robekan yang tidak rata
atau bergerigi, maka pinggir yang bergerigi tersebut harus
diratakan terlebih dahulu. Pinggir robekan sebelah kiri dan
kanan masing-masing diklem terlebih dahulu, kemudian
digunting. Setelah pinggir robekan rata, baru dilakukan
penjahitan luka robekan.

Tingkat IV :
Mula-mula dinding depan rektum yang robek dijahit. Kemudian
fasia perirektaldan fasia septum rektovaginal dijahit dengan
catgut kromik, sehingga bertemu kembali.
B. PERAWATAN PASCA TINDAKAN
Apabila terjadi robekan tingkat IV (robekan sampai mukosa

rektum),
Penggunaan analgesik seperti ibuprofen
Penderita diberi makanan yang tidak mengandung selulosa

C. MACAM MACAMHECTING
a. Jahitan Kulit:
b Jahitan interrupted
c. Jahitan Matras:
d. Jahitan matras Vertikal
e. Jahitan matras Horizontal
f. Jahitan Continous
g. Jahitan Subkutis
h. Jahitan dalam

TERIMA KASIH
DAN
SEMOGA BERMANFAAT

Anda mungkin juga menyukai