Anda di halaman 1dari 26

Pengertian dan Jenis-jenis Konektor

(Connector)
Posted by Dickson Kho on April 2, 2014

Pengertian dan Jenis-jenis Konektor Yang dimaksud dengan Konektor


(Connector) dalam Teknik Elektronika adalah suatu komponen Elektro-Mekanikal yang berfungsi untuk
menghubungkan satu rangkaian elektronika ke rangkaian elektronika lainnya ataupun untuk menghubungkan
suatu perangkat dengan perangkat lainnya. Pada umumnya, Konektor terdiri Konektor Plug (male) dan Konektor
Socket (female).
Saat ini, terdapat banyak sekali jenis-jenis konektor dengan nama yang berbeda-beda dan untuk keperluan yang
berbeda-beda juga. Selain konektor standar yang sering kita temui seperti konektor USB, Konektor BNC dan
Konektor Koaksial, terdapat juga konektor yang dirancang khusus untuk dipasangkan di PCB untuk
menghubungkan satu rangkaian PCB dengan rangkaian PCB lainnya. Konektor ini sering disebut dengan
Konektor PCB (PCB Connector). Terdapat banyak Bentuk dan jumlah Pin (kaki) Konektor PCB tergantung pada
keperluan rangkaian PCB yang bersangkutan.

Jenis-jenis Konektor Standar


Konektor-konektor standar yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita maupun dalam Industri
diantaranya adalah Konektor USB, Konektor BNC, Konektor Koaksial, Konektor DC Power Supply, Konektor
Banana, Konektor D, Konektor RJ45 dan masih banyak lagi.
Berikut ini adalah penjelasan singkat dan bentuk (gambar) beberapa Jenis Konektor Standar yang paling sering
ditemui.

Banana Connector (Konektor Banana) dan Socket


Ads by HQ-Video-Pro-2.1cV19.11Banana Connector ini sering disebut juga dengan Konektor 4mm, hal ini dikarenakan
diameter Pin Banana Conector ini berukuran 4mm. Pin pada Banana Connector ini terdapat 1 atau 2 per (spring)
yang menonjol keluar, sehingga bentuknya menyerupai Pisang (Banana). Salah satu kelebihan Banana
Connector (Konektor Banana) adalah dapat melewatkan arus listrik yang tinggi hingga 10A. Oleh karena itu,

Konektor Banana ini banyak digunakan sebagai konektor yang menghubungkan Speaker ke Amplifier dan juga
dalam Peralatan Test Equipment (Alat-alat ukur / Uji) seperti Multimeter dan Osiloskop. Konektor Banana ini
ditemukan oleh Richard Hirschmann pada tahun 1924.
Dibawah ini adalah gambar bentuk Konektor Banana (Banana Connector) beserta socketnya :

USB Connector (Konektor USB) dan Socket


USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus dan merupakan konektor yang paling populer saat ini dalam hal
yang berhubungan dengan Catu Daya (Power Supply), Komunikasi dan Koneksi antara Komputer dengan
Peralatan Elektronika seperti Handphone, Harddisk, Digital Kamera dan lain sebagainya. Seiring dengan
perkembangannya peralatan Portable, Konektor USB pun memiliki berbagai jenis ukuran yakni Ukuran Standard
Type, Mini dan Micro.
Konektor USB ini dikembangkan oleh 7 Perusahaan besar, diantaranya adalahCompaq, DEC, IBM, Intel,
Microsoft, NEC dan Nortel pada tahun 1994.
Berikut ini adalah gambar bentuk Konektor USB (USB Connector) beserta Socketnya :

Coaxial Connector (Konektor Koaksial) dan Socket


Coaxial Connector (Konektor Koaksial) digunakan untuk menghubungkan kabel Koaksial yang membawa
Frekuensi Tinggi seperti pada kabel Antena TV. Coaxial Connector ini memiliki kelebihan dalam mengurangi
Noise pada Frekuensi Tinggi. Dibawah ini adalah gambar bentuk Konektor Koaksial (Coaxial Connector) beserta

Socketnya :

BNC Connector (Konektor BNC) dan Socket


BNC Connector (Konektor BNC) dirancang khusus untuk kabel koaksial (coaxial) yang membawa signal
Frekuensi Tinggi dimana kejernihan signal yang bebas dari Distorsi dan Noise merupakan hal yang sangat
penting. Konektor BNC biasanya digunakan pada Test Equipment Frekuensi seperti Osiloskop, Audio Analyzer,
Signal Generator. Konektor BNC ini dirancang oleh Paul Neill, Carl Concelman, & Octavio M. Salati dan
dipatenkan pada tahun 1951. Kepanjangan dari BNC adalah Bayonet NeillConcelman. Dibawah adalah gambar

bentuk Konektor BNC (BNC Connector) beserta socketnya :

RCA Connector (Konektor RCA) dan Socket


RCA Connector sering disebut juga dengan Phono Connector ataupun A/V Jack. RCA Connector yang memiliki
kepanjangan Radio Corporation of America ini ditemukan pada awal tahun 1940-an dan pada umumnya
berfungsi sebagai Konektor untuk kabel pembawa signal Audio dan Video. Untuk membedakan Signal yang akan
dibawanya, biasanya Konektor RCA diberikan warna yang berbeda seperti Kuning untuk Signal Video, Merah dan
Putih untuk signal Stereo (Audio Kiri dan Audio Kanan).
Dibawah ini adalah gambar bentuk Konektor RCA (RCA Connector) beserta bentuk socketnya :

D Connector (Konektor D) dan Socket

D Connector atau D-Subminiature (D-Sub) merupakan Konektor yang paling sering ditemukan dalam Komputer.
Pemakaian D sebagai namanya karena bentuk konektor seperti huruf D yang sebenarnya adalah berfungsi
untuk menghindari terjadinya kesalahan pemasangan. Konektor D umumnya memiliki 2 baris atau 3 baris Pin.
Jumlah Pin pada Konektor D juga beragam mulai dari 9 Pin hingga 100 Pin. Konektor D yang paling sering
ditemukan pada Komputer adalah Konektor VGA (DE-15; 15 Pin) dan Konektor Komunikasi Serial RS-232 (DE-9;
9 Pin).
Berikut ini adalah gambar bentuk Konektor D (D Connector) berserta socketnya :

Phone Connector (Konektor Phone) dan Socket


Phone Connector atau sering juga disebut dengan Phone jack adalah Konektor yang pada umumnya digunakan
untuk konektor kabel yang menghantarkan signal Audio. Terdapat 3 ukuran Phone Connector yaitu (6.3mm),
1/8 (3.5mm) dan 3/32 (2.5mm). Phone Jack (Phone Connector) juga tersedia dalam bentuk Mono dan Stereo
dan bahkan sekarang sudah dapat ditemukan Phone Jack kombinasi yang terdiri dari Stereo, Mikropon dan
Tombol pengendali.

Aplikasi Phone Connector umumnya untuk Konektor Mikropon, Konektor Headphone, Konektor Earphone dan
lain sebagainya. Dibawah ini adalah contoh gambar bentuk Konektor Phone (Phone Connector) beserta

socketnya :

DC Connector (Konektor arus DC) dan Socket


Seperti namanya, DC Connector adalah Konektor yang diperuntukan kabel yang menghantarkan arus listrik DC.
DC Connector pada umumnya berbentuk Silinder dan memiliki polaritas Positif dan Negatif. Konekor Arus DC ini
banyak kita temukan diAdaptor seperti Adaptor Laptop, Adaptor Telepon dan lain sebagainya. Berikut ini adalah
gambar bentuk Konektor DC (DC Connector) beserta gambar bentuk socketnya :

Modular Connector
Modular Connector umumnya digunakan pada peralatan Telekomunikasi dan Komputer seperti kabel Telepon
dan juga Kabel LAN (Local Area Network). Modular Connector juga sering disebut dengan RJ Connector
ataupun Modular Phone Jack. Modular Connector yang sering digunakan untuk Network (Jaringan) computer

adalah Modular Connector Jenis RJ45 yang memiliki 8 Pin (8P8C) sedangkan untuk Telepon rumah sering
digunakan Modular Connector yang berjenis RJ11 (6P2C) atau RJ14 (6P4C).
Catatan : 8P8C = 8 Pin 8 Contact.
Berikut ini adalah gambar bentuk Konektor Modular (Modular Connector) beserta socketnya :

PCB Connector (Konektor PCB)


Selain konektor-konektor standar yang disebut diatas, terdapat juga konektor yang dipasang dalam PCB yang
menghubungkan satu rangkaian PCB dengan rangkaian PCB lainnya. Bentuk-bentuk konektor PCB tersebut
berbeda-beda tergantung perancangan PCB dan keperluannya. Konektor PCB tersebut rata-rata terpasang
didalam peralatan Elektronika dan tidak dapat dilihat oleh Konsumen pada umumnya. Berikut ini gambar
beberapa jenis konektor yang sering dipasang di PCB. Dibawah ini adalah gambar bentuk berbagai jenis
Konektor PCB (PCB

Connector) :

Konektor pada Sistem Televisi


(Connectors in Broadcast Television System)

Beberapa jenis konektor yang akan kita bahas berikut adalah


konektor yang biasa digunakan pada sistem televisi. Kita
dapat menjumpainya pada studio televisi atau pemancar
televisi, namun beberapa diantaranya juga biasa kita
temui pada pesawat televisi (penerima) yang kita miliki
jika kita menambahkan perangkat lain seperti vcd/dvd
player, sound system, video game, dll.
Konektor-konektor ini saya jumpai pada salah satu studio tv lokal di Malang, Jawa Timur,
kemudian saya mencari referensi tentang konektor-konektor tersebut.
Konektor RCA
Nama RCA berasal dari singkatan Radio Corporation of America yaitu perusahan yang pertama
kali memperkenalkan desain konektor ini pada tahun 1940-an yang saat itu digunakan untuk
menghubungkan mono phonograph player dengan amplifier.
Konektor jenis RCA ini mungkin yang paling sering kita lihat. Konektor ini biasa digunakan
pada kabel yang membawa sinyal audio dan video (analog). Kita dapat melihatnya pada
perangkat vcd/dvd player ataupun video game ketika dihubungkan ke tv. Konektor ini dapat
melewatkan sinyal dengan frekuensi 0-100 MHz.

Konektor RCA untuk video komposit (kuning)


digunakan pada
dan audio stereo (merah dan putih)
Diameter: 0,9cm

Socket RCA (pada gambar


output video YPbPr)

Bentuk konektor ini seperti terlihat pada gambar. Male connector terdiri dari colokan logam di
tengah dan dikelilingi ring. Bungkus ring biasanya terbuat dari karet dan bersegmen agar bersifat
fleksibel. Female jack terdiri dari lubang di tengah dan dikelilingi ring logam. Ring pada female
jack memiliki diameter sedikit lebih kecil dan ukurannya sedikit lebih panjang dibanding ring
pada male connector, sehingga jika keduanya dihubungkan akan terbentuk sambungan yang
erat.
Setiap kabel dengan konektor RCA ini membawa satu jenis sinyal seperti sinyal video komposit,
komponen-komponen sinyal audio (left/mono, right, dsb.), komponen sinyal video analog (Y, Pb,
Pr), dsb.

Hal ini akan menjadi rumit ketika kita harus memasang atau melakukan instalasi konektor ini ke
perangkat yang menggunakan banyak komponen sinyal. Tentunya setiap konektor harus
dipasangkan tepat pada jack-nya masing-masing. Untuk memudahkan persoalan ini maka telah
dibuat kode warna yang telah umum dipakai. Misalnya untuk sinyal video komposit
menggunakan warna kuning, sinyal audio left/mono warna putih, right warna merah, dsb. Untuk
lebih rincinya bisa dilihat di wikipedia .

Konektor BNC
Konektor BNC (Bayonet Neill-Concelman) termasuk tipe konektor RF yang digunakan untuk
kabel coaxial. Konektor ini digunakan pada radio, televisi, dan peralatan elektronik lainnya yang
menggunakan frekuensi radio, test instrument, sinyal video, dan pernah juga populer sebagai
konektor untuk jaringan komputer. Konektor BNC dibuat untuk menyesuaikan dengan
impedansi karekteristik kabel baik yang bernilai 50 ohm atau 75 ohm. Konektor ini biasanya
digunakan untuk frekuensi dibawah 3 GHz dan tegangan dibawah 500 volt.

Konektor BNC tipe RF Coaxial


Diameter: 1,45 cm (male), 1,11cm (female)

Konektor BNC digunakan untuk koneksi sinyal antara lain:


- sinyal video interface analog dan serial digital
- antena radio amatir
- peralatan elektronik penerbangan / aviation electronics (avionics)
- peralatan tes
Konektor BNC merupakan alternatif dari konektor RCA ketika digunakan untuk transmisi sinyal
video komposit. Konektor ini banyak ditemui pada studio televisi atau studio rekaman. Konektor
BNC memiliki kelebihan dalam hal penyesuaian impedansi (matching impedance) dibanding
konektor RCA.
Konektor S-Video
Sesuai namanya Separate Video (S-Video), konektor ini merupakan tipe konektor untuk
transmisi video analog. Pada skema video analog, informasi video dibagi menjadi dua komponen
yaitu luma (luminance, "Y"), dan chroma (chrominance, "C"). Luminance membawa informasi
tingkat gelap terang pada gambar (terlihat seperti pada tv hitam putih), sedangkan chrominance
membawa informasi warna.

Sebagai perbandingan, pada composit video (kualitas lebih rendah dari analog video) informasi
video ditransmisikan dalam satu komponen/kanal. Sedangkan pada component video (kualitas
lebih tinggi dari analog video) informasi video dikodekan menjadi tiga komponen (luminance
"Y", warna biru "Pb", dan warna merah "Pr").

Female S-Video

Male S-Video

Pada gambar konektor S-Video female, keterangan 4 pin adalah sebagai berikut:
- Pin 1 (GND) Ground untuk Y
- Pin 2 (GND) Ground untuk C
- Pin 3 (Y) Luminance
- Pin 4 (C) Chrominance
Konektor S-Video khusus digunakan untuk transmisi video analog, dan tidak bisa membawa
sinyal audio bersamaan dalam satu kabel.
Kelebihan konektor S-Video ini adalah kualitas yang baik untuk transmisi video, karena
informasi video dipisah menjadi dua komponen (Luma dan Chroma) maka bandwidth-nya lebih
besar jika dibandingkan dengan video komposit yang menggabung komponen luma dan chroma
sehingga bandwidth harus dipakai bersama.
Konektor FireWire
FireWire merupakan sebutan untuk interface IEEE 1394 yang diproduksi oleh Apple. Interface
IEEE 1394 adalah serial bus interface standard untuk komukasi kecepatan tinggi dan transfer
data isochronous real-time.
Konektor FireWire sering digunakan pada personal computer, digital audio, digital video,
otomotif dan aplikasi aeronotik (penerbangan).

Konektor FireWire 400 alpha 4 sirkuit (kiri) dan 6 sirkuit (kanan)

Pada studio televisi konektor ini biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang
keluarannya berupa sinyal digital (seperti ADC, kamera digital, dll) dengan personal computer.
Apple sendiri bermaksud menggunakan FireWire untuk menggantikan parallel SCSI bus dalam
hal menyediakan koneksi untuk perangkat audio & video digital. Firewire merupakan serial bus
yang berarti bahwa informasi ditransmisikan satu bit pada satu waktu. Pada parallel bus,
transmisi data memanfaat lebih banyak koneksi fisik (lebih banyak pin), sehingga kurang efisien,

lebih mahal, dan tentunya lebih berat.


Untuk menghubungkan FireWire dengan personal computer (PC) maka pada PC harus terdapat
port yang sesuai untuk FireWire. Jika tidak ada maka harus ditambahkan port tersebut dengan
memasangnya pada slot PCI expansion card.

Sepasang port FireWire 400 alpha 6 sirkuit pada expansion card.

FireWire dapat menghubungkan hingga 63 peripheral dalam suatu jaringan dengan topologi tree
ataupun daisy-chain. Dia memungkinkan komunikasi perangkat secara peer-to-peer (seperti
komunikasi antara scanner dengan printer) terjadi tanpa memerlukan sistem memori atau CPU
tersendiri. FireWire mendukung fitur plug-and-pay seperti pada USB.
Sepintas FireWire ini mirip dengan USB, tetapi FireWire memiliki beberapa perbedaan dengan
USB sebagai berikut:
USB 2.0 (diperkenalkan pada tahun 2001) dinyatakan memiliki signalling rate (480 Mbps) yang
lebih besar dibanding generasi awal FireWire 400 (400Mbps, ada sejak 1995). Akan tetapi pada
kondisi di lapangan S400 FireWire dapat bekerja melebihi USB 2.0 pada suatu transfer data
yang sama. Pada kondisi nyata USB PC host jarang mampu mempertahankan transfer data
melebihi 280 Mbps, umumnya hanya mampu 240 Mbps. Hal ini dikarenakan USB masih
mengandalkan PC host untuk menangani beberapa protocol low level pada USB, sedangkan
FireWire nyaris tidak memerlukannya. Bahkan high level protocol pun dapat dijalankan tanpa
membebani atau menginterupsi CPU host termasuk operasi buffer-copy.
FireWire juga memiliki dua bus data untuk setiap segment bus network (sirkuit terdapat pada
dua sisi), sedangkan USB hanya memiliki satu. Hal ini memungkinkan FireWire untuk
melakukan komunikasi dua arah pada waktu yang bersamaan, sedangkan USB hanya bisa
melakukan komunikasi satu arah pada satu waktu.

Konektor FireWire 400 alpha 6 sirkuit dan 4 sirkuit.

Pada konektor FireWire 400 aplha 6 sirkuit terlihat ada 2 bus (terdapat sirkuit pada 2 sisi).
Konektor RF
Konektor RF merupakan konektor elektrik yang dirancang untuk bekerja pada frekuensi radio
pada rentang multi-megahertz. Konektor ini umumnya digunakan pada kabel coaxial dan
desainnya sesuai dengan shielding yang dimiliki kabel coaxial, sehingga dapat meminimalkan
efek perubahan impedansi saluran transmisi pada bagian sambungan. Desain konektor ini juga
memungkinkan sambungan yang dihasilkan cukup kuat dengan mekanisme pengikatan (sekrup,

bayonet, braces, pushpull), dan pegasan untuk menghasilkan kontak listrik berhambatan rendah
dengan permukaan emas pada bayonet.

Konektor RF tipe N Male

Konektor ini mempunyai banyak tipe standard, salah satunya adalah konektor BNC, dan tipe
yang lain diantaranya 7/16 DIN connector 50 ohm, konektor N (Neil), C (Concelman), F (75
ohm), TNC, konektor UHF, dan lain-lain.
Konektor UHF disebut juga konektor coaxial Amphenol, yang merupakan desain konektor RF
pada era perang dunia II, yang pada saat itu UHF mengacu pada frekuensi lebih dari 30 MHz.
Pada perang dunia II konektor ini digunakan sebagai konektor video pada aplikasi RADAR, dan
kemudian berkembang penggunaannya pada aplikasi RF (radio frequency).

Konektor UHF

Konektor berikut ini yang umum digunakan untuk


mentransmisikan sinyal audio.
Konektor TRS
TRS merupakan singkatan dari tip, ring, dan slave yang merupakan tiga kontak pada konektor
ini. Konektor TRS berbentuk silinder yang umumnya digunakan untuk mentransmisikan sinyal
audio analog. Konektor ini juga disebut audio jack, phone jack, phone plug, dan jack plug.

Konektor TRS 3,5 mm

Konektor ini memiliki banyak variasi yang dapat dibedakan berdasarkan susunan kontaknya (tip,
ring, dan slave), juga memiliki beragam ukuran sesuai dengan keperluan pemakaiannya.

Jack dari kiri ke kanan:


2,5 mm mono (TS),
3,5 mm mono (TS),
3,5 mm stereo (TRS),
6,35mm (1/4 in) stereo (TRS)

Konektor TRS dengan ukuran 2,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) banyak
dipakai pada handsfree headset ponsel, iPod, iPhone, portabel mp3 player, dan perangkat audio
portabel yang lain.

iPod versi lama menggunakan TRS (kiri)


iPhone mengunakan TRRS (tengah)
Mikropon tan tombol pengatur (kanan)
iPod versi baru juga menggunakan TRRS

Konektor TRS dengan ukuran 3,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) umum
dipakai pada kamera digital, camcorder, portabel DVD player, dsb. Konektor TRS (3 kontak)
dipakai untuk mono audio plus video, sedangkan TRRS (4 kontak) dipakai untuk stereo audio
plus video.

Konektor TRS 3,5 mm dan Konektor TRRS 3,5 mm

Personal computer (PC) dan laptop juga menggunakan konektor TRS 3,5 mm ini untuk line in
(stereo), line out (stereo), headphone/loudspeaker out (stereo), mikropon input (mono).
Konektor TRS ukuran 6,35 mm (1/4 inchi) digunakan untuk perangkat dengan kerja lebih berat

(heavy duty). Seperti pada instrumen amplifier, loudspeaker/sound system, gitar listrik,
keyboard listrik, dsb.

Konektor TS 1/4 inchi untuk heavy duty

Penjelasan tentang tip, ring, dan slave adalah sebagai berikut:

Keterangan gambar:
1. Slave: biasanya sebagai ground
2. Ring: pada sinyal stereo sebagai kanal Right, pada sinyal mono sebagai kutub negatif, pada
sumber sinyal mono sebagai power supply.
3. Tip: pada sinyal stereo sebagai kanal Left, pada sinyal balanced mono sebagai kutub positif,
pada sinyal unbalanced mono sebagai saluran sinyal.
4. Insulating ring (isolator)
Konektor XLR
Konektor XLR merupakan konektor elektrik yang utamanya dapat dijumpai pada peralatan
audio dan video profesional serta peralatan penerangan panggung. Bentuknya bundar dan
memiliki pin antara 3 sampai 7 buah. Konektor XLR ditemukan oleh James H. Cannon pendiri
Cannon Electric di Los Angeles, California, karena itu konektor ini juga disebut konektor
Cannon.

Konektor XLR male dan female

Standard yang digunakan konektor XLR untuk aplikasi sinyal balanced audio adalah sebagai
berikut:

Keterangan pin:
1. Ground chasis
2. Terminal kutub positif (hot plug)
3. Terminal kutub negatif (cold plug)

di posting dari berbagai sumber

Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar
tidak
salah
dalam
membelinya.
See
more
at:
http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf
Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar
tidak
salah
dalam
membelinya.
See
more
at:
http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf

Mengenal Universal Serial Bus (USB)


Posted by Foxtron Group 0 komentar
USB merupakan port standar yang ada di komputer saat ini, setiap komputer yang kita beli
saat ini selalu dilengkapi dengan USB. Konektor-konektor USB tersebut dapat ditancapkan
berbagai perangkat mulai dari mouse sampai printer dengan mudah dan cepat. Sistem
operasi saat ini juga sangat mendukung keberadaan USB, mulai versi windows XP ke atas
bahkan sudah terdapat installer berbagai perangkat USB yang include dalam satu paket
program windows tersebut.

Tujuan diciptakan USB adalah untuk mempermudah pengguna komputer untuk


mengkoneksikan ke perangkat lain. Beberapa contoh perangkat yang telah dibuat dalam
versi port USB
antara
lain:
1.
Printer
2.
Scanner
3.
Mouse
4.
Joystick
5.
Camera
Digital
6.
Webcam
7.
Modem
8.
Dan
lain
sebagainya.
Kabel
Konektor
USB
Menyambungkan perangkat USB pada komputer sangatlah mudah. Kita hanya perlu
mencari port USB pada bagian belakang casing komputer kita, kemudian tancapkan
konektor USB perangkat yang mau kita pasang ke konektor USB komputer kita. Sangat
mudah
bukan???

Jika perangkat yang kita tancapkan adalah perangkat baru yang belum pernah terinstall
sebelumnya, maka sistem operasi komputer anda secara otomatis akan mencoba
mengenalinya dengan . Jika perangkat tersebut sebelumnya sudah terinstall di komputer
maka
kita
dapat
langsung
menggunakan
perangkat
tersebut.
auto detectdriver

Banyak jenis perangkat USB dilengkapi dengan kabel konektor USB sendiri. Ada 2 jenis
konektor USB yang berada dipasaran perangkat elektronika maupun komputer yaitu
konektor USB tipe A dan tipe B (lihat pada gambar di atas) USB standar menggunakan
konektor jenis A dan jenis B untuk mempermudah konsumen.

- See more at: http://etutorialkomputer.blogspot.com/2011/02/mengenal-universal-serial-bususb.html#sthash.yqHSxkX0.dpuf


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Reaksi:
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

1 komentar:

1.
Tommi Putra19 Mei 2014 21.20
like it
Balas
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

SOCIAL PROFILES

Popular Posts
Archives

Mengenal Jenis kabel Koneksi


Selamat siang sobat, kali ini saya mencoba posting jenis-jenis kabel konektor. Mungkin sobat
mengenal dan fungsi kabel masing-masing jenis....

Riwayat Usang Rimau


Penulis belum menemukan dan belum banyak referensi dari cerita rakayat ini. Usang Rimau
adalahtokoh dari Desa Mernajat dan merupakan asa...

Adzan Yang Berbeda


Adzan secara lughawi (etimologi); Menginformasikan semata-mata. Sedangkan secara istilah
(terminologi) adalah; Menginformasikan (meberit...

Pernak Pernik Meranjat


Apa itu Meranjat ? Ada apa dengan Meranjat ? Apa saja yang ada di Meranjat ? Dimana Meranjat ?
Sekelumit pertanyaan yang mungkin ...

CATEGORIES

Historis (5)

Kesehatan (5)

Kuliner (5)

Legenda (1)

Religi (4)

Sains (5)

Sport (5)

Tokoh (1)

Wisata (3)

AUDIO DASAR No.1: Mengenal Kabel Audio dan


Konektornya
0 comments
Seorang sound enginer yang baik, tidak hanya harus tahu mengoperasikan Software Audionya, tapi
juga harus memahami perlengkapan/peralatan fisik audio seperti kabel, mic dan mixer. Tidak hanya
itu saja, juga harus bisa men-setting studionya sedemikian rupa seperti tata letak speaker dan
peralatan untuk take vocal.
Pada tutorial ini kita terlebih dahulu akan membahas tentang Kabel Audio yang sering kita gunakan
serta bagaimana cara menyambung antar jenis kabel audio tersebut. Akan sangat bermanfaat untuk
pembaca yang belum tahu tentang kabel audio.

Gambar di atas adalah hanya konektor kabel audio, bukan kabelnya :)


Kabel audio berbeda dengan kabel listrik, karena kabel audio ini berfungsi untuk meng-hantarkan
sinyal-sinyal audio ke komputer/software kita. Jernih tidaknya sinyal audio juga tergantung dari
pemilihan, sambungan, dan konfigurasi kabel ini.
Ada dua macam kabel:
1.Single Core
2.Double core
1.Single Core
Kabel jenis ini digunakan untuk unbalanced audio, apa itu unbalanced audio??? please
seehttp://www.mediacollege.com/audio/balanced/
Bisa dibilang bahwa unbalanced audio adalah sinyal-sinyal audio yang tidak seimbang, banyak noise
dan lain sebagainya.
Dengan menggunakan kabel ini untuk 'unbalanced audio' maka kita bisa mendapatkan audio yang
optimal.
Gambar 1:

Outer insulation = Karet Kabel


Shield = Serabut
Core = kabel/tembaga
Biasanya untuk kabel jenis seperti ini kita bisa menggunakan core nya sebagai left, sedangkan shield
nya sebagai right atau sebaliknya.
Dalam elektronika, core digunakan sebagai +ve dan shield digunakan sebagai ve ???? luh, apa lagi
ini??
ini hanyalah kutup positif dan kutup negatif untuk arus DC.
Positive = positi(ve) = +ve
Negative = negati(ve) = -ve
2.Double Core
Kabel jenis ini digunakan untuk balanced audio (lihat penjelasan sebelumnya).
Gambar 2:

Outer insulation = karet kabel


Shield = serabut
Core = kabel/tembaga
Nah, kalo kabel seperti ini core +ve bisa sebagai left, core ve bisa sebagai right atau sebaliknya
sedangkan shield bisa digunakan sebagai ground nya.
Diatas adalah jenis kabelnya, sedangkan untuk konektor kabel audio, terdapat beragam jenis, berikut
adalah yang sering kita gunakan:
1.Konektor XLR
2.Konektor jack 6.5 mm, 3.5 mm, 2.5 mm
3.Konektor RCA
Berikut merupakan penjelasan setiap konektor:
1.Konektor XLR
Konektor XLR sering digunakan sebagai colokan untuk kabel mic, dan colokan pada mixer untuk
tempat mic.
Gambar 3:

Nah, gambar di atas biasanya kita lihat pada MIC kan? Dan kita bisa lihat pada MIXER kan??
Sebetulnya konektor XLR tidak hanya 3 pin saja, melainkan ada yang 4 pin, 5 pin dan sebagainya.
Tetapi secara umum yang sering kita gunakan adalah konektor 3 pin. Setiap pin pasti ada numbernya,
coba perhatikan konektor XLR anda yang FEMALE, pasti ada numbernya.
Berikut merupakan penjelasan number dari konektor XLR (3 pin)
Pin 1 = ground = shield
Pin 2 = +ve = (bisa digunakan sebagai left/right)
Pin 3 = -ve = (bisa digunakan sebagai left/right)
Yang lupa tentang +ve dan ve silahkan lihat penjelasan di atas :)
2.Konektor Jacks 6.5 mm, 3.5 mm, 2.5 mm
Konektor ini biasanya di sebut sebagai Jack saja.
Lihat gambar 4:

Nah, kalo gambar di atas sering lihat kan??? Mulai dari jack mixer sampai jack kecil earphone yang
sering kita tancapkan di hape :)
Jack ini tergantung ukuran, 6.5mm jack yang sering kita tancapkan di mixer disebut juga dengan 1/4"
jack (baca seperempat inchi). Yang 2.5mm biasanya yang kita tancapkan di handphone sebagai
konektor ke earphone/headphone.
Jack inipun ada yang mono ada juga yang strereo (lihat gambar di atas). Untuk bagian bagian jack
seperti Tip, Ring, Sleeve akan kita bahas pada bagian cara menyambung konektor di bawah artikel
ini.
4.Konektor RCA
Konektor ini biasanya digunakan untuk CD-VCD , DVD PLAYER, home stereo, maupun video
recorder.
Lihat gambar 5:

Nah, sampai di sini sudah ada gambaran kan tentang konektor dan kabel audio?? Sekarang sebagai
seorang sound enginer, kita akan dihadapkan pada permasalahan kecil yang kadang merepotkan
juga. Yaitu menyambung kabel antar konektor. Hal ini penting karena di lapangan kita akan sering
menjumpai sambung putus kabel karena kurang kesiapan kita menyiapkan kabel kabel yang
dibutuhkan.
Oleh karena ini kita akan membahas juga cara menyambung antar konektor.
A.Menyambung XLR ke Jack 1/4" Mono
Lihat gambar 6:

Kita akan menyambung konektor XLR ke jack 1/4" mono. Bagian bagian Jack mono adalah Tip dan
Sleeve. Perhatikan gambar di atas.
Bagian XLR:
*Pin 1 (ground) = warna hitam
*Pin 2 (Left) = warna merah
*Pin 3 (right) = warna biru
Bagian Jack:
*Tip (+ve) = left
*Sleeve (-ve) = Ground , Right
Untuk menyambungkannya, kita gabungkan saja Left ke Tip, Right ke Sleeve, sedangkan ground bisa
di hubungkan ke salah satunya, pada gambar ground dihubungkan dengan Right (hitam dengan biru).
Lalu bagaimana cara menyambungkannya? Tentu anda dapat menggunakan Solder :)
B.Menyambung XLR ke 1/4 Jack Stereo.
Lihat gambar 7:

Nah, setelah tadi kita membahas sambungan pada Jack Mono, sekarang kita akan membahas
tentang Jack Stereo. Perhatikan gambar di atas:
Bagian konektor XLR:
*Pin 1 = Ground = Warna Hitam
*Pin 2 = Left = Warna Merah
*Pin 3 = Right = Warna Biru
Bagian konektor JACK:
*Tip = +ve = sebagai Left
*Ring = -ve = sebagai Right
*Sleeve = Ground
Untuk menyambungkannya, kita dapat menghubungkan pin 1 (ground , hitam) ke sleeve, pin 2
(merah, left) ke tip, dan pin 3 (biru, right) ke sleeve. Untuk menyambungkannya anda dapat
menggunakan solder.

C.Menyambung XLR ke 1x RCA.


Lihat gambar 8:

Nah, gambar di atas, kita mencoba menghubungkan XLR ke 1 RCA. Maksud dari 1 RCA ini apa sih??
Maksudnya ya 1 XLR ke 1 RCA :)
Bila kita beli kabelnya kan pasti ada yang 1 konektor jack 1 RCA, ada yang 1 Konektor Jack 2 RCA :)
Yang kita bahas ini adalah yang hanya 1 RCA.
Perhatikan gambar, cara menhubungkannya sama dengan XLR dengan Jack. Bagian RCA pun sama
seperti bagian Jack.
D.Menyambung XLR ke 2x RCA.
Lihat gambar 9:

Nah, kalo gambar yang ini kita menghubungkan XLR ke 2 RCA sebagai LEFT dan RIGHT. Perhatikan
gambar:
*Pin 1 (ground, hitam) hubungkan paralel ke Sleeve dari masing masing RCA.
*Pin 2 (left, merah) hubungkan ke TIP dari RCA 1.
*Pin 3 (right, biru) hubungkan ke TIP dari RCA 2.
Sekarang tinggal merekatkan dengan solder saja, mudah bukan??
E.Menyambung Stereo Jack ke 2 RCA
Lihat gambar 10:

Gambar di atas adalah cara menyambung konektor JACK dengan konektor RCA. Perhatikan gambar:
*Tip (left, merah) dari Jack dihubungkan ke Tip dari RCA 1
*Ring (right, biru) dari jack dihubungkan ke Tip dari RCA 2
*Sleeve (hitam, ground) dari jack dihubungkan ke Sleeve dari masing masing RCA secara paralel
Mudah bukan??? Demikian penjelasan jenis jenis kabel audio dan cara menyambungnya, mudah
mudahan bermanfaat dan jangan lupa bookmark, like, share :)

Anda mungkin juga menyukai