Anda di halaman 1dari 4

Gambar ini diambil pada Minggu, 24 Mei 2015.

Ciri-ciri yang dapat terlihat dari


gambar tersebut yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Menyerang pada bagian mata,


Pada kulit di sekitar mata terbentuk bintil-bintil cacar berwarna merah,
Semakin hari bintil semakin membesar,
Terdapat nanah pada bagian yang membengkak tersebut, dan
Luka cacar tersebut kemudian ditutupi oleh selaput berwarna keputihan.

Berdasarkan dari ciri-ciri yang dapat terlihat tersebut, dan berdasarkan teori maka
ayam tersebut menderita penyakit cacar unggas atau Avian pox. Cacar unggas
adalah penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus familia
poxviridae dan genus Avipoxvirus. Penyakit ini dapat menyerang ayam, kalkun,
burung kenari, burung puyuh, dan burung merpati. Penyebaran virus ini lambat
dengan pertumbuhan plotiteratif pada bagian tidak berbulu dan bercak perkejuan
di selaput lendir mulut. Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung melalui
kontak dengan luka di kulit, dan secara tidak langsung melalui udara, melalui
pakan tercemar virus, atau dapat juga ditularkan melalui vector gigitan serangga

misalnya adalah karena gigigtan yang disebabkan oleh nyamuk dan lalat
penghisap.
A. Media penularan
Penularan penyakit cacar unggas ini dapat melalui 4 media yaitu:
1. Wadah pakan / minum / tenggeran: Wadah pakan, wadah minum,
tenggeran, dan peralatan-peralatan di sekitar sangkar / kandang
juga bisa menjadi media penularan.
2. Nyamuk: Penularannya dapat terjadi ketika nyamuk mengigit
unggas yang terinfeksi (unggas yang sakit). Setelah menggigit,
nyamuk membawa dan menularkan virus ini selama 1 bulan atau
dapat juga lebih.
3. Serangga lain: serangga lain yang juga dapat menularkan penyakit
ini yaitu, lalat dan beberapa serangga lain yang juga mampu untuk
menularkan virus cacar unggas ini.
4. Unggas terinfeksi: Virus cacar unggas dapat ditularkan melalui
kontak langsung antara unggas yang terinfeksi dan unggas yang
sehat.

B. Gejala Klinis
1.

Masa Inkubasi sekitar 5-7 hari,

2.

Pada kasus yang ringan nafsu makan dan minum masih baik. Tetapi pada
kasus yang berat, penderita akan mengalami depresi, nafsu makan dan
minum turun,

3.

Bentuk kulit ditandai dengan adanya bungkul-bungkul cacar dengan


ukuran yang sangat bervariasi pada pangkal paruh, kelopak mata, kepala,
jengger, pial, kulit kaki dan jari kaki. Bungkul-bungkul tadi dapat

menutupi mata penderita. Bentuk ini biasanya dijumpai pada ayam muda.
4.

Bentuk difteritik terdapat lesi yang berupa material seperti keju pada
mukosa mulut, esophagus, larynx dan trachea.

C. Epidemologi
1.

Penyakit ini menyerag berbagai jenis unggas dan bangsa burung,

2.

Ayam muda, umur dibawah satu bulan sangat peka terhadap penyakit ini
dan sering berakhir dengan kematian (karena kesulitan makan).

D. Pencegahan dan Pengendalian


Pencegahan:
1.

Ayam yang menderita harus dipisahkan dari ayam yang sehat,

2.

Kandang dan peralatan yang tercemar dibersihkan dan disuci hamakan


dengan desinfektan atau disemprot dengan insektisida untuk mengurangi
populasi lalat, dan

3.

Melakukan vaksinasi cacar pada anak ayam.

Pengobatan:
Pada dasarnya tidak ada pengobatan untuk penyakit ini. Bungkul-bungkul cacar
dapat diangkat dan selanjutnya di tempat bekas bungkul diolesi yodium. Cara ini
dapat menolong.

DAFTAR PUSTAKA

https://johanmanery.wordpress.com/2011/01/13/penyakit-cacar-pada-unggasfowlpoxfowl-diphteria/ (diakses pada Minggu, 24 Mei 2015)


http://centralunggas.blogspot.com/2010/02/fowl-pox-cacarayam.html#ixzz3b3QIKnga (diakses pada Minggu, 24 Mei 2015)
http://centralunggas.blogspot.com/2010/02/fowl-pox-cacar-ayam.html (diakses
pada Minggu, 24 Mei 2015)
http://indonesiaindonesia.com/f/95464-penyakit-hewan-cacar-unggas-avian-pox/
(diakses pada Minggu, 24 Mei 2015)
http://omkicau.com/2013/02/22/avian-pox-cacar-unggas-patek-bisa-disembuhkanterutama-tipe-kering/ (diakses pada Minggu, 24 Mei 2015)