Anda di halaman 1dari 4

Pedoman Rujukan Penyakit Demam Dengue

A. Pengertian
Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus Dengue. Virus Dengue memiliki 4 jenis serotype: DEN-1,
DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi salah satu serotype akan menimbulkan antibody
terhadap serotype yang bersangkutan, namun tidak untuk serotype lainnya,
sehingga seseorang dapat terinfeksi demam Dengue 4 kali selama hidupnya.
Indonesia merupakan Negara yang endemis untuk Demam Dengue maupun
Demam Berdarah Dengue.
Pola demam Demam dengue (dengan atau tanpa perdarahan) biasanya
adalah demam bifasik akut antara 2-7 hari, bisa atan tanpa dengan nyeri
kepala, nyeri retroorbital, mialgia/atralgia, ruam, gusi berdarah, mimisan, nyeri
perut, mual/muntah, hematemesis dan dapat juga melena.

B. Tujuan
Tujuan dari manual rujukan khusus penyakit demam dengue ini adalah
sebagai kendali mutu dan biaya terhadap pengobatan yang diberikan pada
pasien dengan kondisi tersebut, sehingga mendapatkan tatalaksana yang
efektif dan efisien

C. Kebijakan dan Prinsip Dasar


Kebijakan rujukan kasus demam dengue dari puskesmas ke Rumah Sakit harus
sesuai dengan prinsip rujukan yang diatur dalam PMK no 1 tahun 2012 pasal
9, tentang sistem rujukan. Pasal tersebut mengatakan bahwa faskes dapat
melakukan rujukan vertikal apabila pasien membutuhkan pelayanan
kesehatan spesialistik atau sub spesialistik dan perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena
keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan, tidak berdasarkan
indikasi sosial. Rujukan ulangan juga dapat diberikan kembali apabila terapi
oleh dokter spesialis di rumah sakit belum selesai.
puskesmas harus dapat menangani kasus demam dengue sesuai dengan PMK
no 5 tahun 2014. Namun rujukan dapat diberikan apabila kondisi klinis pasien
dan terapi cairan 15 mg/kgBB/jam tidak menunjukkan adanya perbaikan klinis
bukan berdasarkan angka trombosit maupun hematokrit.
Pemeriksaan serial laboratorium per 6 jam dibutuhkan jika kondisi klinis pasien
tidak stabil, sehingga apabila tidak mampu melakukan hal tersebut maka
rujukan vertikal dapat dipertimbangkan. Penting juga untuk diketahui adalah
konseling kepada keluarga dimana memberi pengertian kepada pasien dan
keluarganya tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya tersebut,
dimana akan ada fase demam seperti pelana kuda, sehingga pasien dapat
mengerti pengobatan belum selesai dan terapi hanya bersifat suportif serta

untuk mencegah perburukan penyakit yang dapat terjadi kapanpun. Untuk


detail proses kapan melakukan rujukan dapat dilihat pada bagian kriteria
rujukan.

Evaluasi 3 4 Jam

D. Kriteria Rujukan
Prinsip dalam pemberian terapi pada pasien demam dengue
adalah
pengawasan cairan, serta permeriksaan serial darah yang berkelanjutan,
karena kegawatan dapat terjadi sewaktu-waktu. Berikut adalah guideline
pengobatan DB sesuai dengan PMK no 5 tahun 2014 untuk puskesmas yang
memiliki rawat inap, mengenai panduan praktek klinis bagi dokter di
puskesmas yang dikombinasikan dengan indikasi rujukan.
RUJUKAN
Tidak diperlukan pada saat fase ini

RUJUKAN
Tidak diperlukan saat ini

WASPADA
Pantau ketat kondisi pasien, monitoring tanda vital, rujukan tidak perlu bila pengawasan b
Bila membaik

SEGERA MERUJUK
5% defisit cairan
Apabila ditemukan tanda-tanda syok perdarahan, Nadi , TD ,
urin , kejang, penkes, hemel,segera stabilisasi dan merujuk agar tidak sampai pada fase irreve
Terapi awal cairan infus kristaloid
6-7ml/kgBB/jam

PERBAIKAN
Hct dan Nadi, TD , urin

TANPA PERBAIKAN
Hct dan Nadi ,
TD 20mmHg, urin

Kurangi infus kristaloid menjadi 5ml/kgBB/jam


Infus Kristaloid ditambah menjadi
10 ml/kgBB/Jam

PERBAIKAN

TANPA PERBAIKAN

15 ml/kgBB/Jam

PERBAIKAN
KONDISI MENURUN
E. Tata Cara
Pelaksanaan Rujukan
Kasus Demam Dengue

Muncul Tanda Syok


Sebelum dirujuk pada fasilitas kesehatan lain, maka pasien haruslah
memenuhi kriteria untuk dirujuk seperti yang tertera pada halaman
sebelumnya, seperti tidak adanya perbaikan kondisi setelah pemberian terapi
cairan
15 cairan
ml/kgBB/Jam
sertaTatalaksana
ditemukan adanya
tanda-tanda shock seperti
Terapi
dihentikan
Syok Perdarahan
Nadi yang 24-48
tetap jam
tinggi, TD mulai menurun, dan produksi urin berkurang, atau
faskes tidak mampu untuk melakukan pemeriksaan darah serial berulang
setiap 6 jam atau melakukan pengawasan serta perawatan ketat pada pasien.
Setelah kriteria terpenuhi maka dokter di puskesmas harus mengisi surat
rujukan sebanyak 3 rangkap yang berisi :
1. Identitas jelas pasien beserta jaminan kesehatan yang digunakan serta
tanggal rujukan
2. Mencantumkan Nama Rumah Sakit tujuan dan poliklinik yang dituju.
Rumah sakit tujuan untuk pasien demam dengue haruslah rumah sakit
yang memiliki dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis
anak bila pasien masih tergolong anak-anak. Pasien demam dengue
yang ditemukan di poliklinik puskesmas, sebaiknya dipondokkan dulu
untuk dilakukan stabilisasi sebelum dirujuk untuk kasus yang perlu
dirujuk. Perawatan hanya dilakukan oleh puskesmas bila tersedia
fasilitas rawat inap.
3. Hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang yang sudah dilakukan
4. Mencantumkan tindakan serta terapi sementara yang telah diberikan
5. Mencantumkan tanda tangan dokter yang merujuk
Pada kasus demam dengue, rujukan harus didampingi oleh tenaga medis
dengan ambulan transport yang memadai, setelah sebelumnya dokter
menghubungi pihak rumah sakit tujuan, untuk dipastikan pasien tersebut
mendapatkan kamar.
Apabila rumah sakit tujuan penuh dan tidak memiliki ruang, maka dokter
harus mencarikan rumah sakit alternatif lain yang mampu menangani kasus
tersebut, tanpa memandang jaminan kesehatan yang digunakan.
Apabila setelah diusahakan dan tetap tidak mendapatkan ruang di 3 rumah
sakit tujuan, maka dokter harus menjelaskan kepada seluruh keluarga yang
datang untuk menandatangani surat pernyataan untuk dititipkan sementara di
puskesmas tersebut meskipun fasilitas dan tenaga untuk melakukan
pengawasan terbatas, sehingga saat terjadi kegawatan tidak ada pihak yang
merasa dirugikan. Setelah ditandatangani, Dokter dapat melanjutkan
penanganan pada pasien lain yang mungkin sudah menunggu sembari
sesekali mengecek kondisi pasien. Penting untuk diketahui adalah tidak boleh
merujuk tanpa adanya konfirmasi ke rumah sakit tujuan.