Anda di halaman 1dari 56

SGD 7 MODUL REPRODUKSI

LBM 1 Mual dan muntah dipagi hari

STEP 1
HPHT : hari pertama haid terakhir : menentukan kapan usia kehamilan
Bila HPHT 4 agustus, sekarang tgl 27 oktober berarti usia kehamilan 2
bulan 23 hari
HCG : Human Chorionic Gonadrothropin : Hormon yang disintesis oleh
plasenta yang berfungsi untuk mencegah ovulasi dan merangsang
pembentukan progesteron dan estrogen sehingga dapat mempertahankan
kehamilan. Dihasilkan oleh sel sinsiotropoblas di plasenta. juga untuk
mengatahui terjadinya tumor.
G1P0A0 : terminologi obsetri ginekologi untuk mnejelaskan rwayat
kehamilan. G=gravid = menjelaskan kehamilah keberapa. P= partus =
melahirkan berapakali dalm keadaan hidup. A= abortus= menjelaskan
melahirkan dalam keadaan meninggal berapa kali
ANC : Ante Natal Care pengawasan sebelum persalinan untuk mengetahui
pertumbuhan dan perkembangan janin. Minimal 4 kali selama kehamilan.
Amenorrhea sekunder (Suspect Gravid) : tidak haid terbagi jadi 2,
primer sekunder. Yang sekunder tidak haid lebih dari 3 bulan berturut2
namun sebelumnya pernah haid
Primer tidak haid sampai umur 14 tahun disertai tidak ada
pertumbuhan tanda kelamin sekunder, tdk haid sampai 16 tahun tapi
pertumbuhan kelamin sek
Menstruasi : pelepasan dinding rahim atau endometrium yang disertai
dengan perdarahan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat
kehamilan

STEP 2
1. Bagaimana anatomi histologi fisiologi dari sistem reproduksi wanita?
2. Bagaimana siklus menstruasi yang normal?

3. apa saja hormon yang berperan dalam menstruasi dan beserta


fungsinya?
4. Bagaimana fisiologi kehamilan?
5. Apa tanda tanda kehamilan?
6. Mengapa pasien mengalami amenorrhea?
7. Mengapa penderita mengeluh mual kadang disertai muntah di pagi
hari?
8. Mengapa pasien mengeluh payudara kencang membesar dan terasa
agak nyeri, serta disekitar kedua puting payudara tampak lebih
menghitam?
9. Mengapa didapatkan adanya hiperpigmentasi pada line alba?
10.
Mengapa selera makan pasien turun, cepat lelah, sering buang
air kecil, dan sering pilek?
11.
Mengapa pasien menjadi mudah tersinggung dan mudah marah?
12.
Apa hubungan riwayat menstruasi HPHT dengan keluhan pasien?
13.
Mengapa dokter menyarankan untuk pemeriksaan ANC secara
teratur? Bagaimana pemeriksaannya? (tujuan dan manfaat ANC)
14.
Mengapa pada pemeriksaan lab didapatkan tes HCG positif?
15.
Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisik?
16.
Makna dari diagnosis G1P0A0

STEP 3
1. Bagaimana anatomi histologi fisiologi dari sistem reproduksi wanita?
Anatomi. Secara organ organ internal 2 ovarium, 2 tuba falopi, uterus,
vagina
Ovarium di kanan kiri rongga pelvis, bentuknya memanjang dan pipih.
Punya 2 ekstremitas tubaria di cranial, uteri dikaudal, ...
2. Bagaimana siklus menstruasi yang normal?
Ada 3 fase
-

Fase folikuler : terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium, 3-30


folikel terangsang, hanya 1 yang tumbuh yang lain hancur.
Fase ovulasi : folikel matang dan keluarkan ovum, ovum biasanya
merasakan nyeri di pinggang bawah. Dapat disebut mittelschmerz
Fase luteal : terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama 14 hari.
Folikel yang pecah akan menutup dan membentuk korpus luteum yang
menghasilkan HCG dan progesteron

Hipotalamus mensintesis GnRH (dirangsang dari regresi dr peluruhan),


merangsang hipofisis anterior memproduksi FSH rangsang folikel

primordial hasilkan estrogen estrogen meningkat hambat hipofisis anterior


hasilkan FSH ,dan rangsang pengeluaran LH rangsang korpus luteum
hasilkan estrogen progesteron menyebabkan penebalan endometrium
folikel matang jadi folikel degraf ovulasi, diding endomentrium luruh
apabila tidak ada fertilisasi
Mens normal terdiri dari 30 ml cairan dan serosa. Setelah 4-7 hari akan
berhenti dan endometrium mengalami epitelisasi
3. apa saja hormon yang berperan dalam menstruasi dan beserta
fungsinya?
- GnRH gonadrotopin releasing hormon di produksi di hipotalamus.
Merangsang hipofisis anterior melepaskan hormon2 GnRH seperti FSH
dan LH
- FSH : folikel stimulating hormon di produksi di hipofisis anterior
berfungsi untuk pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel2
granulosa di ovarium
- LH : diproduksi sel sel kromofob di hipofisis anterior,meningkatkan dan
mempertahan kan fungsi korpus luteum pasca ovulasi untuk
menghasilkan progresteron
- Estrogen: diproduksi oleh sel theka interna folikel di ovarium , untuk
stimulasi perkembangan pada organ reproduksi wanita
- Progresteron : di produksi korpus luteum, untuk membuat terjadinya
perubahan sekretorik pada endometrium uterus yang mempesiapkan
endometrium uterus berada dalam keadaan optimal saat terjadi
implantasi (penempelan)
4. Mengapa pasien mengalami amenorrhea?
Pengertian : tidak haid terbagi jadi 2, primer sekunder. Yang sekunder tidak
haid lebih dari 3 bulan berturut2 namun sebelumnya pernah haid
Primer tidak haid sampai umur 14 tahun disertai tidak ada
pertumbuhan tanda kelamin sekunder, tdk haid sampai 16 tahun tapi
pertumbuhan kelamin sekunder
Etiologi amenorrhea primer : tidak menstruasi saat usia 16 tahun
Disfungsi dari hipotalamus
Kegagalan gonad
Agenesis vagina dan obstruksi saluran keluarnya
Sindrom feminisasi testis
Etiologi amenore sekunder : tidak menstruasi selama 6 bulan />= 3 siklus
menstruasi dmana sebelumnya normal

Disfungsi hipotalamus,
Amenore fisiologis dan patologis
Fisiologis masa pra pubertas , 3 bulan pasca persalinan, masa laktasi,
masa kehamilan, menopause
Patologis disfungsi hipotalamus, disfungsi hipofisis

Fisiologis primer terjadi karena hormon yang belum mencukupi pada


wanita berusia kurang dari 14-16 tahun
Fisiologis sekunder karena adanya korpus luteum yang menghasilkan
progesteron sehingga dinding endometrium tidak bisa luruh
5. Bagaimana fisiologi kehamilan?
6. Apa tanda tanda kehamilan? Tanda pasti dan tidak pasti
7. Mengapa penderita mengeluh mual kadang disertai muntah di pagi
hari?
Dengan HCG meningkat relaksasi otot polos dan otot uterus tekanan
darah menurun terjadi relaksasi relatif pada saluran pencernaan
peningkatan asam lamubng lambung kosong (di pagi hari) mual dan
muntah
Kenapa pagi hari? Terjadi peningkatan hcl dan motilitas lambung, lambung
kosong dalam waktu lama saat malam hari, sehingga pagi hari jadi mual
muntah
8. Mengapa pasien mengeluh payudara kencang membesar dan terasa
agak nyeri, serta disekitar kedua puting payudara tampak lebih
menghitam?
9. Mengapa didapatkan adanya hiperpigmentasi pada line alba?
10.
Mengapa selera makan pasien turun, cepat lelah, sering buang
air kecil, dan sering pilek?
11.
Mengapa pasien menjadi mudah tersinggung dan mudah marah?
12.
Apa hubungan riwayat menstruasi HPHT dengan keluhan pasien?
13.
Mengapa dokter menyarankan untuk pemeriksaan ANC secara
teratur? Bagaimana pemeriksaannya? (tujuan dan manfaat ANC)
14.
Mengapa pada pemeriksaan lab didapatkan tes HCG positif?

fertilisasi blastula dilapisi tropoblas menempel didinding uterus


tropoblas dilingkupi oleh sintio tropoblas hasilkan HCG
HCG bisa ditemukan di darah setelah 6-7 hari fertilisasi. Di urin bisa
ditemukan di hari ke 14 (pada test pack)
HCG dihasilkan oleh dinding endometrium uterus, dinding akan
berdiferensiasi menjadi plasenta, kemudian plasenta menggantikan
menghasilkan HCG
15.
16.

Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisik?


Makna dari diagnosis G1P0A0

STEP 4

1. Bagaimana anatomi histologi fisiologi dari sistem reproduksi


wanita?
Anatomi organ reproduksi wanita secara garis besar dibagi dalam dua golongan
yaitu: genetalia eksterna dan genetalia interna.
1.

Genetalia Eksterna (bagian luar)


Terbagi menjadi :
A. Pudendum femininum = vulva, terdiri atas
a. Mons Pubis
b. Labium majus pudendi
c. Labium minus pudendi
d. Vestibulum vaginae
e. Bulbus Vestibuli
f. Ostium Vagina
g. Gl. Vestibularis Mayor
h. Gl. Vestibularis Minor
B. Clitoris
C. Urethra feminina

a.
Mons veneris / mons pubis (daerah tumbuhnya rambut)/ comissura
Labiorum Anterior
Merupakan bagian yang menonjol (bantalan) berisi jaringan lemak dan sedikit
jaringan ikat yang terletak di atas shympisis pubis. Setelah pubertas kulit dari mons
veneris tertutup oleh rambut-rambut. Mons veneris berfungsi untuk melindungi alat
genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika.
b.

Labia Mayora (bibir besar) / Labium Majus Pudendi


Merupakan kelanjutan dari mons veneris berbentuk lonjong dan menonjol,
berasal dari mons veneris dan berjalan ke bawah dan belakang.Kedua bibir ini di
bagian bawah bertemu membentuk perineum (pemisah anus dengan vulva).
Permukaan ini terdiri dari :
1)
Bagian luar
: tertutup rambut, yang merupakan kelanjutan dari rambut
pada mons veneris.
2)
Bagian dalam : tanpa rambut, merupakan selaput yang mengandung
kelenjar sebasea (lemak)
Berfungsi untuk menutupi organ-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan
cairan pelumas pada saat menerima rangsangan.
c.

Labia Minora atau Nimfae (bibir kecil) / labium minus pudendi


Merupakan lipatan di bagian dalam bibir besar, tanpa rambut. Dibagian atas
klitoris, bibir kecil bertemu membentuk prepusium klitoridis dan di bagian
bawahnya bertemu membentuk frenulum klitoridis. Bibir kecil ini mengelilingi
orifisium vagina.
d.

Clitoris (kelentit/ jaringan yang berisi saraf)


Merupakan sebuah jaringan erektil kecil yang serupa dengan penis laki-laki.
Mengandung banyak urat-urat syaraf sensoris dan pembuluh-pembuluh darah
sehingga sangat peka. Letaknya anterior dalam vestibula. Berfungsi untuk
menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daeraherotik yang
mengandung pambuluh darah dan syaraf.
e.

Vestibulum Vaginae(muara vagina)


Merupakan ruangan yang terdapat di antara kedua labia minora. bagian atas
klitoris, bagian belakang (bawah) pertemuan kedua bibir kecil. Pada vestibulum
terdapat muara uretra, dua lubang saluran kelenjar Bartholini, dua lubang
saluran Skene. Berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang berguna untuk
melumasi vagina pada saat bersenggama.
f.
Kelenjar Bartholini (kelenjar lendir)
Merupakan kelenjar terpenting di daerah vulva dan vagina karena dapat
mengeluarkan lendir. Pengeluaran lendir meningkat saat hubungan seks, dan
salurannya keluar antara himen dan labia minora.
g.
Hymen (selaput dara)
Merupakan jaringan yang menutupi lubang vagina, bersifat rapuh dan mudah
robek. Himen ini berlubang sehingga menjadi saluran dari lendir yang dikeluarkan
uterus dan darah saat menstruasi. Bila himen tertutup seluruhnya disebut hymen
imperforata dan menimbulkan gejala klinik setelah mendapat menstruasi.
h. Lubang kencing (orifisium uretra externa)

Tempat keluarnya air kencing yang terletak dibawah klitoris. Fungsinya sebagai
saluran untuk keluarnya air kencing.
i.
Perineum (jarak vulva dan anus)
Terletak diantara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4cm.Terdapat otototot yang penting yaitu sfingter anus eksterna dan internaserta dipersyarafi
oleh saraf pudendus dan cabang-cabangnya.

Menurut Frank H. Netter, MD dokter yang pernah menulis buku berjudul The Human
Sexuality.ada beberapa macam bentuk selaput dara:
1.Annular hymen, selaput melingkari lubang vagina
2. Septate hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
3. Cibriform hymen, selaput yang ditandai beberapa lubang terbuka tetapi lebih
kecil dan jumlahnya lebih banyak.
4. Introitus. Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan
seks. Bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan
selaput dara.
Gbr. Macam-macam bentuk hymen:

2.
Genetalia Interna (bagian dalam)
Genetalia interna antara kandung terdiri dari :
a.

Vagina (liang senggama)


Merupakan saluran muskulo-membraneus yang menghubungkan uterus
dengan vulva. Jaringan muskulusnya merupakan kelanjutan dari muskulus sfingter
ani dan muskulus levator ani, oleh karena itu dapat dikendalikan. Vagina terletak di
antara kandung kemih dan rektum. Panjang bagian depannya sekitar 9 cm dan
dinding belakangnya sekitar 11 cm. Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan
melintang disebur rugae dan terutama di bagian bawah. Pada puncak (ujung)
vagina, menonjol serviks bagian dari uterus. Bagian serviks yang menonjol ke
dalam vagina disebut porsio. Porsio uteri membagi puncak vagina menjadi forniks
anterior (depan), forniks posterior (belakang),forniks dekstra (kanan), forniks
sinistra (kiri). Sel dinding vagina mengandung banyak glikogen yang menghasilkan
asam susu dengan PH 4,5. Keasaman vagina memberikan proteksi terhadap infeksi
Fungsi utama vagina adalah:
1) sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah pada waktu
haid dan sekret dari uterus.
2) sebagai alat persetubuhan.
3) sebagai jalan lahir pada waktu partus.
c.
Uterus (rahim)
Uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam
pelvis (panggul), antara rektum di belakang dan kandung kencing di
depan. Berfungsi sebagai tempat calon bayi dibesarkan. Bentuknya seperti buah
alpukat dengan berat normal 30-50 gram. Pada saat tidak hamil, besar rahim
kurang lebih sebesar telur ayam kampung. Diding rahim terdiri dari 3 lapisan :
1)
Peritoneum
Yang meliputi dinding uterus bagian luar, dan merupakan penebalan
yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe dan urat saraf. Bagian ini meliputi
tuba dan mencapai dinding abdomen (perut).
2)
Myometrium
Merupakan lapisan yang paling tebal, terdiri dari otot polos yang disusun
sedemikian rupa hingga dapat mendorong isinya keluar saat proses
persalinan.Diantara serabut-serabut otot terdapat pembuluh darah, pembulh lymfe
dan urat syaraf.
3)
Endometrium

Merupakan lapisan terdalam dari uterus yang akan menebal untuk


mempersiapkan jika terjadi pembuahan. Tebalnya sususnannya dan faalnya
berubah secara siklis karena dipengaruhi hormon-hormon ovarium. Dalam
kehamilan endometrium berubah menjadi decidua.
Fungsi uterus yaitu untuk menahan ovum yang telah di buahi selama
perkembangan. Sebutir ovum, sesudah keluar dari ovarium, diantarkan melalui tuba
uterina ke uterus. (pembuahan ovum secara normal terjadi di dalam tuba uterina).
Endometrium disiapkan untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi itu dan ovum
itu sekarang tertanam di dalamnya. Sewaktu hamil, yang secara normal
berlangsung selama kira-kira 40 minggu, uterus bertambah besar, dindingnya
menjadi tipis, tetapi lebih kuat dan membesar sampai keluar pelvis masuk ke dalam
rongga abdomen pada masa pertumbuhan fetus.
Pada waktu saatnya tiba dan mulas tanda melahirkan mulai, uterus
berkontraksi secara ritmis dan mendorong bayi dan plasenta keluar kemudian
kembali ke ukuran normalnya melalui proses yang dikenal sebagai involusi.
d. Tuba Uterina (saluran telur)
Tuba uterina atau saluran telur, terdapat pada tepi atas ligamentum latum,
berjalan ke arah lateral, mulai dari ostium tuba internum pada dinding rahim.Tuba
fallopi merupakan tubulo muskular, dengan panjang sekitar 12 cm dan diametrnya
3 dan 8 mm. Tuba fallopi terbagi menjadi 4 bagian:
1)
Pars interstitialis (intramularis), terletak di antara otot rahim, mulai dari
ostium internum tuba.
2)
Pars isthmika tuba, bagian tuba yang berada di luar uterus dan merupakan
bagian yang paling sempit.
3)
Pars ampularis tuba, bagian tuba yang paling luas dan berbentuk S
4)
Pars infundibulo tuba, bagian akhir tubae yang memiliki umbai yang disebut
fimbriae tuba.
Fungsi tuba fallopi sangat penting, yaitu untuk menangkap ovum yang dilepaskan
saat ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi,tempat
terjadinya konsepsi, dan tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi
sampai mencapai bentuk blastula, yang siap mengadakan implantasi.
b.

Ovarium (indung telur)


Ovarium adalah kelenjar berbentuk buah kenari, terletak di kanan dan kiri
uterus, di bawah tuba uterina, dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum
latum uteri. Ovarium berisi sejumlah besar ovum belum matang, yang disebut oosit
primer. Setiap oosit dikelilingi sekelompok sel folikel pemberi makanan. Pada setiap
siklus haid sebuah dari ovum primitif ini mulai mematang dan kemudian cepat
berkembang menjadi folikel ovari yang vesikuler (folikel Graaf).
Sewaktu folikel Graff berkembang, perubahan terjadi di dalam sel-sel ini, dan cairan
likuor folikuli memisahkan sel-sel dari membran granulosa menjadi beberapa lapis.
Pada tahap inilah dikeluarkan hormon estrogen. Pada masa folikel Graff mendekati
pengembangan penuh atau pematangan, letaknya dekat permukaan ovarium, dan
menjadi makin mekar karena cairan, sehingga membenjol, seperti pembengkakan
yang menyerupai kista pada permukaan ovarium. Tekanan dari dalam folikel
menyebabkannya sobek dan cairan serta ovum lepas melalui rongga peritoneal
masuk ke dalam lubang yang berbentuk corong dari tuba uterina. Setiap bulan
sebuah folikel berkembang dan sebuah ovum dilepaskan dan dikeluarkan pada saat
kira-kira pertengahan (hari ke-14) siklus menstruasi.

2. Bagaimana siklus menstruasi yang normal?

Hipotalamus

GnRH

Hipofisis Anterior

FSH

LH
OVARIUM

Folikel primordial

Korpus Luteum

Follikel de Graaf
Estrogen
Estrogen

Progesteron

Follikel de Graaf pecah

Ovum terlepas
( Ovulasi )
Sperma
(-)

Ovum di Ampula Tuba

Tdk terjadi fertilitas

Sperma ( + )

Fertilitas

ENDOMETRIUM
Deskuamasi Endometrium

Menstruasi

Penebalan Endometrium

Implantasi di Endometrium

Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai
pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus mentruasi ialah jarak antara
tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Panjang siklus
menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah
28 hari, tetapi variasinya cukup luas. Lama menstruasi biasanya antara 3-5 hari,
tetapi kadang bervariasi tiap individu. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33,2 16
cc. 5 Siklus menstruasi dibagi menjadi dua bagian yaitu siklus ovarium dan siklus
uterus. 3
a. Siklus ovarium
Ovarium mengalami perubahan-perubahan dalam besar, bentuk dan posisinya
sejak bayi dilahirkan hingga masa tua seorang wanita. Di samping itu, terdapat
perubahan-perubahan histologik yang disebabkan oleh rangsangan berbagai
kelenjar endokrin. 5

Gambar 2.2 Siklus ovarium


Fase Folikuler

Fase folikuler bermula setelah haid. Pada mulanya terdapat peningkatan


hormon perangsang folikel (FSH), yang merangsang pertumbuhan dan pematangan
folikel-folikel, dan transisi dari frekuensi kadar LH rendah ke yang tinggi. Sintesis
dan pelepasan LH dan FSH diatur oleh LH-RH (luteinizing hormome releasing
hormone). LH-RH dibuat dalam neuron di hipotalamus, dilepaskan ke dalam
pembuluh darah portal hipofisis, dan diangkut oleh aliran akoplasma ke bagian
depan kelenjar hipofisis. Rekrutmen folikel terjadi dalam 4 sampai 5 hari pertama
fase folikuler, dan pada hari ke 5 sampai 7 terjadi seleksi dari subuah folikel yang
dominant. Folikel-folikel yang tersisa bisa mengalami tambahan pertumbuhan yang
terbatas tetapi pada akhirnya akan mengalami atresia. Pematangan sebuah folikel
yang dominant terjadi antara hari ke 8 dan 12. Folikel yang dominan itu mencapai
diameter rata-rata 20mm beberapa hari sebelum lonjakan LH. 2,3,6
Folikel tersebut mengandung sel-sel teka dan sel-sel granulose. Sel-sel teka
memiliki reseptor LH dan bereaksi terhadap perangsangan LH dengan memproduksi
androgen, terutama androstenedion dan testosterone. Sel-sel granulose, yang
terletak di bagian dalam folikel, adalah penghasil utama estrogen. 2,3,6

Gambar 2.3 Pertumbuhan ovum dan proses ovulasi


Seringkali ovulasi terjadi antara hari ke-13 dan 15. Fase ovulasi mulai 2
sampai 3 hari sebelum gejolak pertengahan siklus dari LH ketika terjadi
peningkatan 17 -estradiol yang sejajar dengan kenaikan kecil dari progesterone,
17-hidroksiprogesteron, dan inhibin. Kenaikan progesterone merefleksikan proses
luteinisasi dari sel-sel granulose setelah penambahan dari reseptor-reseptor LH dan
yang membuat LH mampu untuk memulai biosintesis dari progesterone dan 17hidroksiprogesteron. Lonjakan LH dan FSH mulai tiba-tiba dan disertai sementara
oleh kadar 17 -estradiol puncak dan permulaan kenaikan yang cepat dari
progesterone 12 jam lebih awal. Durasi lonjakan LH berkisar 48 jam. Ovulasi terjadi
sekitar 36 jam setelah lonjakan LH dimulai. 3,6
Pertumbuhan Folikel
Pada saat seorang anak perempuan lahir, masing-masing ovum dikelilingi
oleh selapis sel-sel granulosa, dan ovum, dengan selubung sel granulosanya disebut
folikel primordial. Sepanjang masa kanak-kanak, sel-sel granulosa diyakini berfungsi
memberi makanan untuk ovum dan untuk mensekresi faktor yang menghambat
pematangan oosit, yang membuat ovum tetap dalam keadaan primordial, menahan

ovum sepanjang waktu ini dalam fase profase pembelahan meiosis. Kemudian,
sesudah pubertas, bila FSH dan LH dari kelenjar hipofisis anterior mulai disekresikan
dalam jumlah besar, seluruh ovarium, bersama dengan folikelnya, akan memulai
pertumbuhannya. 2,3

Gambar 2.4. Folikel primordial


Tahap pertama pertumbuhan folikel berupa pembesaran sedang dari ovum
itu sendiri, yang meningkat diameternya menjadi dua sampai tiga kali lipat,
kemudian diikuti dengan pertumbuhan lapisan sel-sel granulosa tambahan, dan
folikel menjadi apa yang disebut folikel primer. Sekurang-kurangnya beberapa
perkembangan ke tahapan ini dapat terjadi walaupun tidak ada FSH dan LH, tetapi
perkembangan melebihi titik ini tidak mungkin terjadi tanpa kedua hormon
tersebut. 2,3
Selama beberapa hari pertama sesudah dimulainya menstruasi, konsentrasi
FSH dan LH meningkat dari sedikit menjadi sedang, di mana peningkatan FSH
sedikit lebih besar dan lebih awal beberapa hari dari LH. Hormon-hormon, ini,
khususnya FSH, dapat mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer setiap bulan.
Efek awalnya adalah proliferasi yang berlangsung cepat dari sel granulosa,
menyebabkan lebih banyak sel-sel berbentuk kumparan yang dihasilkan dari
interstitium ovarium berkumpul dalam beberapa lapisan di luar sel granulosa,
membentuk kelompok sel kedua yang disebut teka. Teka terbagi menjadi dua
sublapisan: teka interna, sel-selnua mempunyai karakteristik epitelium yang mirip
dengan sel-sel granulosa dan membentuk suatu kemampuan untuk mensekresi
hormon steroid, yang mirip dengan kemampuan sel granbulosa untuk mensekresi
sejumlah kecil hormon-hormon yang berbeda. Lapisan luar, teka eksterna, berupa
kapsul jaringan ikat yang sangat vaskuler. Kapsul ini akan berkembang menjadi
kapsul dari folikel yang sedang tumbuh. 2,3

Gambar 2.5. Folikel primer


Sesudah tahap awal pertumbuhan proliferasi, yang berlangsung selama
beberapa hari, massa sel granulosa mensekresi cairan folikular yang mengandung
estrogen dalam konsentrasi yang tinggi. Pengumpulan cairan ini menyebabkan
munculnya antrum di dalam massa sel granulosa. Sekali antrum sudah terbentuk,
sel granulosa dan sel teka berproliferasi lebih cepat, laju kecepatan sekresinya
meningkat, dan masing-masing folikel yang tumbuh menjadi folikel antral. 2,3

Gambar 2.6. Folikel antral


Pertumbuhan awal dari folikel primer menjadi tahap antral dirangsang oleh
FSH sendiri. Kemudian peningkatan pertumbuhan secara besar-besaran terjadi di
dalam folikel antral, menuju ke arah folikel yang lebih besar yang disebut folikel
vesikular. Peningkatan pertumbuhan ini terjadi sebagai berikut: 2
1. Estrogen disekresikan ke dalam folikel dan menyebabkan sel-sel granulosa
membentuk jumlah reseptor FSH yang semakin banyak; keadaan ini
menyebabkan suatu efek umpan balik positif karena estrogen membut sel-sel
granulosa jauh lebih sensitif terhadap FSH yang disekresikan oleh hipofisis
anterior. 2
2. FSH dari hipofisis dan estrogen bergabung untuk memacu reseptor LH
terhadap sel-sel granulosa juga, sehingga LH dapat merangsang sel-sel ini
sebagai tambahan terhadap rangsangan oleh FSH dan membentuk
peningkatan sekresi folikular yang cepat. 2
3. Peningkatan jumlah estrogen dari folikel ditambah dengan peningkatan LH
dari kelenjar hipofisis anterior bersama-sama bekerja untuk menyebabkan
proliferasi sel-sel teka folikular dan juga meningkatan sekresi folikular. Oleh
karena itu, sekali folikel antral mulai tumbuh, pertumbuhan lebih lanjut
folikel-folikel tersebut terjadi dengan cepat. Diameter ovum sendiri juga
masih membesar tiga sampai empat kali lipat lagi, menghasilkan
peningkatan diameter total dari awal sampai menjadi 10 kali lipat, atau
peningkatan massa sebesar 1000 kali lipat. 2
Ketika folikel vesikular membesar, ovum sendiri tetap tertanam di dalam
massa sel granulosa yang terletak pada sebuah kutup dari folikel. Ovum bersama
dengan sel granulosa di sekelilingnya disebut kumulus ooforus. 1,2,3
Setelah pertumbuhan selama satu minggu atau lebih-tetapi sebelum terjadi
ovulasi-salah satu dari folikel mulai tumbuh melebihi semua folikel yang lain;
sisanya mulai berinvolusi, dan sisa folikel ini dikatakan mengalami atretik. Penyebab
atresia masih belum diketahui, tetapi diduga dikarenakan sebagai berikut: satusatunya folikel yang sangat berkembang daripada folikel yang lain juga
menyekresikan lebih banyak estrogen. Lebih jauh lagi, estrogen menyebabkan satu
efek umpan balik positif dalam folikel tunggal setempat tersebut karena FSH (1)
meningkatkan proliferasi sel granulosa dan sel teka, yang menimbulkan produksi
estrogen lebih lanjut dan siklus proliferasi sel yang baru, dan (2) kombinasi dari FSH
dan estrogen menyebabkan peningkatan jumlah reseptor FSH dan LH pada sel-sel
granulosa dan lebih banyak pada sel-sel teka, sehingga menghasilkan suatu siklus
umpan balik positif yang lain Efek-efek ini bersama-sama akan menyebabkan suatu
ledakan peningkatan kecepatan sekresi cairan dan hormon dalam folikel yang
berkembang dengan cepat ini. Pada waktu yang sama, sejumlah besar estrogen
yang berasal dari folikel ini bekerja pada hipotalamus untuk lebih menekan
kecepatan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior, diyakini dengan cara ini

dapat menghambat pertumbuhan dari folikel-folikel yang kurang berkembang, yang


belum memulai rangsangan umpan balik positifnya sendiri. Oleh karena itu, folikel
yang paling besar dapat melanjutkan pertumbuhannya karena pengaruh efek-efek
umpan balik positif intrinsik yang dimilikinya sementara semua folikel yang lain
berhenti tumbuh, dan berinvolusi. 1,2,3
Proses atresia ini penting karena hanya membuat satu folikel tumbuh sampai
cukup besar untuk berovulasi. Folikel tunggal tersebut mencapai ukuran 1 sampai
1,5 cm pada saat ovulasi dan disebut sebagai folikel yang matang. 2

Gambar 2.7. Folikel yang matang


Ovulasi
LH diperlukan untuk pertumbuhan akhir dari folikel dan ovulasi. Tanpa
hormon ini, bahkan walaupun FSH tersedia dalam jumlah besar, folikel tidak akan
berkembang ke tahap ovulasi. 2
Sekitar dua hari sebelum ovulasi, laju kecepatan sekresi LH oleh kelenjar
hipofisis anterior meningkat dengan pesat, menjadi 6 sampai 10 kali lipat dan
mencapai puncaknya 16 jam sebelum ovulasi. FSH juga meningkat kira-kira dua
sampai tiga kali lipat pada saat yang bersamaan, dan kedua hormon ini akan
bekerja secara sinergistik untuk mengakibatkan pembengkakan folikel yang
berlangsung cepat selama beberapa hari sebelum ovulasi. LH juga mempunyai efek
khusus terhadap sel granulosa dan sel teka, yang mengubah kedua jenis sel
tersebut menjadi lebih bersifat sel yang mensekresikan progesteron dan sedikit
mensekresikan estrogen. Oleh karena itu, sekresi estrogen mulai menurun kira-kira
1 hari sebelum ovulasi, sementara sejumlah kecil progesteron mulai disekresikan. 2,3
Pada lingkungan dimana terjadi folikel yang berlangsung cepat, berkurangnya
sekresi estrogen sesudah fase sekresi estrogen yang berlangsung lama, dan
dimulainya sekresi progesteron, terjadi ovulasi. 2,3
Sekresi LH dalam jumlah besar menyebabkan sekresi hormon-hormon steroid
folikular dengan cepat, yang mengandung sejumlah kecil progesteron untuk
pertama kalinya. Dalam waktu beberapa jam akan berlangsung dua peristiwa yang
diperlukan untuk ovulasi: 2
- Teka eksterna (kapsul folikel) mulai melepaskan enzim proteolitik dari lisosim
yang mengakibatkan pelarutan dinding kapsul dan akibatnya yaitu
melemahnya dinding, menyebabkan makin membengkaknya seluruh folikel
dan degenerasi dari stigma. 2
- Secara bersamaan, akan terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang
berlangsung cepat ke dalam dinding folikel, dan pada saat yang sama,
prostaglandin akan disekresi dalam jaringan folikular. 2
Kedua efek ini selanjutnya akan mengakibatkan transudasi plasma ke dalam
folikel, yang juga berperan pada pembengkakan folikel. Beberapa saat sebelum
ovulasi, dinding luar folikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat, dan
daerah kecil pada bagian tengah kapsul, yang disebut stigma, akan menonjol.
Dalam waktu 30 menit kemudian, cairan mulai mengalir dari folikel melalui stigma.
Sekitar 2 menit kemudian, ketika folikel menjadi lebih kecil karena kehilangan
cairannya, stigma akan robek cukup besar, dan cairan yang lebih kental yang

terdapat di bagian tengah folikel mengalami evaginasi keluar ke dalam abdomen.


Cairan kental ini membawa ovum bersamanya, yang dikelilingi oleh beberapa ratus
sel granulosa kecil yang disebut korona radiata. 2,,3

Gambar 2.8. Ovulasi


Ovulasi pada wanita yang mempunyai siklus seksual normal 28 hari, terjadi
14 hari sesudah terjadinya menstruasi. 1,2,3
Fase Luteal
Selama beberapa jam pertama sesudah ovum dikeluarkan dari folikel, sel-sel
granulosa dan teka interna yang tersisa berubah dengan cepat menjadi sel lutein.
Diameter sel ini membesar dua kali atau lebih dan terisi dengan inklusi lipid yang
memberi tampilan kekuningan. Proses ini disebut luteinisasi, dan seluruh massa dari
sel bersama-sama disebut sebagai korpus luteum. Suatu suplai vaskular yang
berkembang baik juga tumbuh ke dalam korpus luteum. 2,3
Sel-sel granulosa dalam korpus luteum mengembangkan sebuah retikulum
endoplasmik halus yang luas, yang akan membentuk sejumlah besar hormon
progesteron dan estrogen tetapi lebih banyak progesteron. Sel-sel teka terutama
lebih membentuk hormon androgen, androstendion dan testosteron daripada
hormon seks wanita. Akan tetapi, sebagian besar hormon tersebut akan dikonversi
oleh sel-sel granulosa menjadi hormon-hormon wanita. 2
Pada wanita normal, diameter korpus luteum tumbuh menjadi kira-kira
1,5cm, tahap perkembangan ini dicapai dalam waktu kira-kira 7 sampai 8 hari
setelah ovulasi, menjadi pada yang disebut korpus albikans; selama beberapa
minggu korpus albikan akan digantikan oleh jaringan ikat. 2,3
Perubahan sel-sel granulosa dan sel teka menjadi sel lutein sangat
bergantung pada LH yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior. Luteinisasi
sel-sel granulosa juga bergantung pada pengeluaran ovum dari folikel. Sebuah
hormon setempat yang masih belum ditemukan pada cairan folikel, yang disebut
faktor penghambat luteinisasi, berfungsi menahan proses luteinisasi sampai
sesudah ovulasi. Karena alasan inilah, korpus luteum tidak berkembang pada folikel
yang tidak berovulasi. 2
Korpus luteum adalah organ yang sangat sekretorik, yang mensekresi
sejumlah besar progesteron dan juga mensekresi estrogen. Sekali LH (terutama
yang disekresi selama ovulasi) bekerja pada sel granulosa dan sel teka untuk
menimbulkan luteinisasi, maka sel-sel lutein yang baru terbentuk kelihatannya
diprogram untuk meneruskan tahapan yang sudah diatur, yaitu (1). Proliferasi, (2).
Pembesaran, dan (3). Sekresi, kemudian diikuti dengan (4) degenerasi. Bahkan pada
keadaan tidak ada sekresi LH lebih lanjut oleh kelenjar hipofisis anterior, proses ini
masih tetap berlangsung, tetapi hanya selama 4 sampai 8 hari. Sebaliknya, adanya

Lh akan meningkatkan tingkat pertumbuhan korpus luteum, sekresinya bertambah


banyak, dan masa hidupnya bertambah lama. 1,2,3
Estrogen, khususnya, dan progesteron, dalam jumlah sedikit, yang disekresi
oleh korpus luteum selama tahap luteal dari siklus ovarium mempunyai efek umpan
balik yang kuat terhadap kelenjar hipofisis anterior dalam mempertahankan
kecepatan sekresi FSH maupun LH yang rendah. Selain dari itu, sel lutein juga akan
mensekresi sejumlah kecil hormon inhibin. Hormon ini menghambat sekresi kelenjar
hipofisis anterior, khususnya FSH. Sebagai akibatnya, konsentrasi FSH dan LH dalam
darah turun menjadi rendah, dan hilangnya hormon ini menyebabkan korpus luteum
berdegenerasi secara menyeluruh, suatu proses yang disebut involusi korpus
luteum. Involusi akhir terjadi pada hampir tepat 12 hari dari masa hidup korpus
luteum, yang merupakan hari ke-26 dari siklus seksual wanita normal, 2 hari
sebelum menstruasi dimulai. 1,2,3
Kurangnya sekresi estrogen, progesteron dan dihasilkannya inhibin dari
korpus luteum akan menghilangkan umpan balik negatif dari kelenjar hipofisis
anterior, memungkinkan kelenjar kembali meningkatkan sekresi FSH, dan setelah
beberapa hari kemudian sedikit meningkatkan jumlah LH. FSH dan LH akan
merangsang pertumbuhan folikel baru untuk memulai siklus ovarium yang baru.
Tetapi sebelum folikel-folikel ini dapat berlanjut secara bermakna, sejumlah kecil
sekresi progesteron dan estrogen akan menyebabkan menstruasi oleh uterus. 2,3
b. Siklus endometrium
Uterus terdiri dari 2 lapisan dasar; yang sebelah luar, tebal, miometrium yang
berotot, dan yang sebelah dalam, tipis, jaringan berkelenjar, endometrium.
Endometrium berespon terhadap estrogen dengan mengalami pembelahan mitosis
yang cepat dan pembentukan struktur kelenjar (endometrium fase proliferasi).
Setelah ovulasi, korpus luteum menghasilkan sejumlah besar progesterone, yang
bekerja terhadap endometrium untuk memperbesar ukuran kelenjar-kelenjar pada
endometrium dan meningkatkan pembuatan dan pengeluaran protein-protein dan
factor-faktor lain (endometrium fase sekresi) dalam persiapan untuk implantasi dan
kehamilan. Endometrium fase sekresi dipertahankan oleh sekresi estrogen dan
progesterone dari ovarium. Penurunan kadar perifer dari steroid-steroid ini
menyebabkan degenerasi dan nekrosis dari endometrium fase sekresi, dan
terjadilah menstruasi. 6,7

Gambar 9. Siklus Menstruasi Normal

Pada masa reproduksi dan dalam keadaan tidak hamil, selaput lender uterus
mengalami perubahan-perubahan siklik yang berkaitan erat dengan aktivitas
ovarium. Dapat dibedakan 4 fase endometrium dalam siklus haid, yaitu: 1
a. Fase menstruasi atau deskuamasi
Kira-kira 2 hari sebelum akhir siklus menstruasi, korpus luteum tiba-tiba
berinvolusi dan hormon-hormon ovarium, estrogen dan progesteron menurun
dengan tajam sampai kadar sekresi yang rendah, kemudian terjadi menstruasi.
Menstruasi disebabkan oleh berkurangnya estrogen dan progesteron secara tibatiba, terutama progesteron, pada akhir siklus ovarium bulanan. Efek pertama adalah
penurunan rangsangan terhadap sel-sel endometrium oleh kedua hormon ini, yang
diikuti dengan cepat oleh involusi endometrium sendiri menjadi kira-kira 65% dari
ketebalan semulan. Kemudian selama 24 jam sebelum terjadinya menstruasi,
pembuluh darah yang berkelok-kelok mengarah ke lapisan mukosa endometrium,
akan menjadi vasospastik, mungkin disebabkan oleh efek involusi, seperti
pelepasan bahan vasokonstriktor dan prostaglandin yang terdapat dalam jumlah
sangat banyak pada saat ini. Vasospasme dan hilangnya rangsangan hormonal
menyebabkan dimulainya proses nekrosis pada endometrium, khususnya dari
pembuluh darah. Sebagai akibatnya, darah akan merembes ke lapisan vaskuler dari
endometrium, dan daerah perdarahan akan bertambah besar dengan cepat dalam
waktu 24 sampai 36 jam. Perlahan-lahan, lapisan nekrotik bagian luar dari
endometrium terlepas dari uterus pada daerah perdarahan tersebut, sampai, kirakira 48 jam setelah terjadinya menstruasi, semua lapisan superfisial dari
endometrium sudah berdeskuamasi. Massa jaringan deskuamasi dan darah di
dalam kavum uteri, mungkin ditambah efek kontraksi dari prostaglandin, akan
merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan dikeluarkannya isi uterus. 1,2,3,7
Selama menstruasi normal, 40 ml darah dan tambahan 35 ml cairan serus
dikeluarkan. Cairan menstruasi normalnya tidak membentuk bekuan, karena
fibrinolosin dilepaskan bersama dengan bahan nekrotik endometrium. 1,2
Dalam waktu 4 sampai 7 hari sesudah dimulainya menstruasi, pengeluaran
darah akan berhenti, karena pada saat ini endometrium sudah mengalami
epitelisasi kembali. 1,2

Gambar 2.10. Fase Menstruasi


b. Fase regenerasi
Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsurangsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh
dari sel-sel epitel endometrium. Pada waktu ini tebal endometrium 0,5 mm.
Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung 4 hari. 1

c. Fase proliferasi
Dibawah pengaruh estrogen, yang disekresi dalam jumlah lebih banyak oleh
ovarium selama bagian pertama siklus ovarium, sel-sel stroma dan sel epitel
berproliferasi dengan cepat. Permukaan endometrium akan mengalami epitelisasi
kembali dalam waktu 4 sampai 7 hari sesudah terjadinya menstruasi. Kemudian,
selama satu setengah minggu berikutnya, yaitu sebelum terjadi ovulasi, ketebalan
endometrium sangat meningkat karena jumlah sel stroma bertambah banyak dan
karena pertumbuhan kelenjar endometrium serta pembuluh darah yang progresif ke
dalam endometrium. 2,7 Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal
3,5mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai ke hari ke-14 dari siklus
menstruasi. 1
Kelenjar endometrium, khususnya dari daerah serviks, akan mengsekresi mukus
yang encer mirip benang yang akan terususun di sepanjang kanalis servikalis,
membentuk saluran yang membantu mengarahkan sperma ke arah yang tepat
menuju ke dalam uterus. 2

Gambar 2.11. fase Proliferasi


Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase, yaitu:
Fase proliferasi dini (early proliferation phase)
Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini
dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel,
terutama dari mulut kelenjar. Kelenjar-kelenjar kebanyakan lurus, pendek dan
sempit. Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi; sel-sel kelenjar
mengalami mitosis. Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase
menstruasi dimana terlihat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar
yang berbentuk kuboid. Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas
mitosis, sel-selnya berbentuk bintang dan dengan tonjolan-tonjolan
anastomosis. Nukleus sel stroma relative besar sebab sitoplasma relatif sedikit.
1,7

Fase proliferasi madya (midproliferation phase)


Fase ini berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. fase ini merupakan
bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak
dan tinggi. Kelenjar berlekuk-lekuk dan bervariasi. Sejumlah stroma mengalami
edema. Tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nucleus).
1,7

Fase proliferasi akhir (late proliferation phase)


Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenal
dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Inti epitel
kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Stroma bertumbuh aktif dan padat. 1,7
d. Fase sekresi

Selama sebagian besar separuh akhir siklus menstruasi, setelah terjadi ovulasi,
progesterone dan estrogen disekresi dalam jumlah yang besar oleh korpus luteum.
Estrogen menyebabkan sedikit proliferasi sel tambahan pada endometrium Selama
fase siklus endometrium ini, sedangkan progesterone menyebabkan pembengkakan
yang nyata dan perkembangan sekretorik dari endometrium. Kelenjar makin
berkelok-kelok; kelebihan substansi sekresinya bertumpuk di dalam sel epitel
kelenjar. Juga sitoplasma dari sel stroma bertambah banyak, deposit lipid dan
glikogen sangat meningkat dalam sel stroma, dan suplai darah ke dalam
endometrium lebih lanjut akan meningkat sebanding dengan perkembangan
aktivitas sekresi, sedangkan pembuluh darah menjadi sangat berkelok-kelok. Pada
puncak fase sekretorik, sekitar 1 minggu setelah ovulasi, ketebalan endometrium
sudah menjadi 5 sampai 6 mm. 1,2,3
Perubahan endometrium ini bertujuan untuk menghasilkan endometrium yang
sangat sekretorik, yang mengandung sejumlah besar cadangan nutrisi yang dapat
membentuk kondisi yang cocok untuk implantasi ovum yang sudah dibuahi. 1,7
Sekali
zigot berimplantasi di dalam endometrium, sel-sel trofoblas pada
permukaan blastokista yang berimplantasi mulai mencerna substansi yang
disimpan endometrium, juga menyediakan jumlah persediaan nutrisi yang semakin
besar untuk embrio2.

Gambar 2.12. Fase sekresi


Fase sekresi dibagi atas:
Fase sekresi dini
Dalam fase ini endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya karena
kehilangan cairan. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan, yakni:
a. Stratum basale, yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan
dengan lapisan miometrium; lapisan ini tidak aktif, kecuali mitosis pada
kelenjar. 1
b. Stratum spongiosum, yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti pons.
Ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berlekuk-lekuk
dan hanya sedikit stroma diantaranya. 1
c. Stratum kompaktum, yaitu lapisan atas yang padat. Saluran-saluran kelenjar
sempit, lumennya berisi secret, dan stromanya edema. 1
Fase sekresi lanjut
Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. Dalam fase ini terdapat peningkatan
dari fase sekresi dini, dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh
darah yang berlekuk-lekuk dan kaya dengan glikogen. Fase ini sangat ideal untuk
nutrisi dan perkembangan ovum. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah. Sel stroma
menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan.

3. apa saja hormon yang berperan dalam menstruasi dan beserta


fungsinya?
HORMON HORMON SIKLUS HAID
a.

FSH (Follicle Stimulating Hormone) dikeluarkan oleh hipofise lobus depan

b.

Estrogen dihasilkan oleh ovarium

c.

LH (Luteinizing Hormone) dihasilkan hipofise, dan

d.

Progesteron dikeluarkan oleh indung telur.


Ciri khas kedewasaan manusia ialah adanya perubahan perubahan siklik pada alat kandungan sebagai
persiapan untuk kehamilan.Lamanya siklus haid yang normal adalah selama 28 hari ditambah atau dikurangi
dua sampai tiga hari.Pada siklus haid endometrium dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang
telah dibuahi setelah ovulasi, dibawah pengaruh hormone hormone ovarium yaitu estrogen dan
progesterone.Adanya ovulasi diikuti oleh pembentukan korpus luteum yang mengeluarkan hormone
progesterone.
Pada tiap siklus haid FSH (follicle stimulating hormone) dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis yang
menimbulkan beberapa folikel primer yang dapat berkembangdalam ovarium, umumnya hanya satu tapi
kadang kadang bisa lebih dari satu, yang kemudian berkembang menjadi folikel de graaf yang
menghasilkan hormone estrogen. Estrogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium yaitu menyebabkan
endometrium tumbuh atau berploriferasi.Bila estrogen sudah tercukupi akan menekan produksi FSH,
sehingga lobus anterior hipofisis dapat mengeluarkan hormone gonadotropin yang kedua yaitu LH
(luteinizing hormone). Dibawah pengaruh LH folikel de graaf menjadi lebih matang,mendekati permukaan
ovarium dan kemudian terjadilah ovulasi( ovum dilepaskan oleh ovarium ). Pada ovulasi ini kadang kadang
terdapat sedikit perdarahan yang akan merangsang peritoneum di pelvis, sehingga timbul rasa sakit yang disebut
intermenstrual pain, dan dapat diikuti sedikit peradarahan vagina. Setelah terjadi ovulasi, terbentuklah korpus
rubrum( berwarna merah oleh perdarahan), yang akan menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini
menghasilkan hormone progestron.
Bila

tidak

ada

pembuahan(

tidak

ada

sperma

membuahi

ovum)korpus

luteum

akan

berdegenerasiestrogen dan progestron turun menimbulkan efek pada arteri yang berkeluk keluk
di endometrium, dan terjadi dilatasi dan statisdengan hiperemia yang diikuti spasme dan iskemia. Sesudah
itu terjadi degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium yang sudah nekrosis, proses tersebut
disebut haid atau menss.Bila mana terjadi pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut
akan dipertahankan.

Sumber : Sinopsis Obsetri , PatFis Silvya, Ilmu Kebidanan

Hormon Gonadotropin
GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi
hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon
gonadotropin (FSH / LH ).

LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)


Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi
memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga
mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase
luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum
pascaovulasi
dalam
menghasilkan
progesteron.
Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase

siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan
singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH.
Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di
ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis). Pelepasannya
periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak
ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel
granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.

Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating


Hormone (FSH) dan Lutheineizing Hormone (LH)
Hipothalamus mengeluarkan GnRH dengan proses sekresinya setiap 90-120
menit melalui aliran portal hipothalamohipofisial. Setelah sampai di hipofise
anterior, GnRH akan mengikat sel gonadotrop dan merangsang pengeluaran FSH
(Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Lutheinizing Hormone)
Waktu paruh LH kurang lebih 30 menit sedangkan FSH sekitar 3 jam. FSH dan
LH berikatan dengan reseptor yang terdapat pada ovarium dan testis, serta
mempengaruhi fungsi gonad dengan berperan dalam produksi hormon seks steroid
dan gametogenesis .
Pada wanita selama masa ovulasi GnRH akan merangsang LH untuk
menstimulus produksi estrogen dan progesteron. Peranan LH pada siklus
pertengahan (midcycle) adalah ovulasi dan merangsang korpus luteum untuk
menghasilkan progesteron. FSH berperan akan merangsang perbesaran folikel
ovarium dan bersama-sama LH akan merangsang sekresi estrogen dan ovarium .
Selama siklus menstruasi yang normal, konsentrast FSH dan LH akan mulai
meningkat pada hari-hari pertama. Kadar FSH akan lebih cepat meningkan
dibandingkan LH dan akan mencapai puncak pada fase folikular, tetapi akan
menurun sampai kadar yang yang terendah pada fase preovulasi karena pengaruh
peningkatan kadar estrogen lalu akan meningkat kembali pada fase ovulasi.Regulasi
LH selama siklus menstruasi, kadarnya akan meninggi di fase folikular dengan
puncaknya pada midcycle, bertahan selama 1-3 hari, dan menurun pada fase luteal
.
Sekresi LH dan FSH dikontrol oleh GnRH yang merupakan pusat control untuk
basal gonadotropin, masa ovulasi dan onset pubertas pada masing-masing individu.
Proses sekresi basal gonadotropin ini dipengaruhi oleh beberapa macam proses:
a. Episode sekresi (Episodic secretadon)
Pada pria dan wanita, proses sekresi LH dan FSH bersifat periodik, dimana
terjadinya secara bertahap dan pengeluarannya dikontrol oleh GnRH .
b. Umpan balik positif (Positive feedback)
Pada wanita selama siklus menstruasi estrogen memberikan umpan balik
positif pada kadar GnRH untuk mensekresi LH dan FSH dan peningkatan
kadar estrogen selama fase folikular merupakan stimulus dari LH dan FSH
setelah pertengahan siklus, sehingga ovum menjadi matang dan terjadi
ovulasi. Ovulasi terjadi hari ke 10-12 pada siklus ovulasi setelah puncak kadar

LH dan 24-36 jam setelah puncak estradiol. Setelah hari ke-14 korpus luteurn
akan mengalami involusi karena disebabkan oleh penurunan estradiol dan
progesteron sehingga terjadi proses menstruasi.
c. Umpan balik negatif (Negative Feedback)
Proses umpanbalik ini memberi dampak pada sekresi gonadotropin. Pada
wanita terjadinya kegagalan pernbentukan gonad primer dan proses
menopause disebabkan karena peningkatan kadar LH dan FSH yang dapat
ditekan oleh terapi estrogen dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan pemeriksaan FSH dan LH adalah untuk melihat fungsi sekresi hormon
yang dikeluarkan oleh hipotalamus dan mekanisme fisiologis umpan balik dari organ
target yaitu testis dan ovarium. Kadar FSH akan meningkat pada hipogonadism,
pubertas prekoks, menopause, kegagalan diferensiasi testis, orchitis, seminoma,
acromegalli, sidroma Turner. Serta menurun pada keadaan insufisiensi hipotalamus,
disfungsi gonad, anovulasi, insufisiensi hipofise, dan tumor ovarium. Faktor yang
mempengaruhi kadarnya adalah obat-obatan seperti steroid, kontrasepsi oral,
progesteron, estrogen, dan testoteron.

Gambar 1. Umpan balik positif dan negatif dalam pengaturan sekresi hormonal
sistem HPO
Harga normal LH dan FSH bervariasi tergantung dari usia, jenis kelamin dan siklus
ovulasi pada pasien wanita. Kadarnya akan rendah sebelum pubertas dan jika
sesudahnya akan meningkat.
Berikut harga normal kadar hormon FSH dan LH pada pria dan wamita berdasarkan
usia dan keadaan.
Wanita (dlm rentang umur)
FSH (ng/L)

< 8 tahun
8 12 tahun
12 14 tahun
14 18 tahun

0,6
1,2
1,7
2,2

0,8
2,4
2,8
3,0

Dewasa
Midcycle
2,6 - 24
Kehamilan
Tak terdeteksi
Premenopause
1,1 5,3
Pasca menopause
11,0 - 66
(Disadur dari Greenspan dan Strewler, 1997)
HORMON SEKS STEROID
Hormonsteroid disintesis dari kolesterol yang berasal dari sintesis asetat, dari
kolesterol ester pada janingan steroidogenik, dan sumber makanan. Sekitar 80%
kolesterol digunakan untuk sintesis hormon seks steroid . Pada wanita, ovum yang
matang akan mensintesis dan mensekresi hormone steroid aktif. Ovarium yang
normal merupakan sumber utama dari pembentukan Pada wanita menopause dan
kelainan ovarium estrogen dihasilkan dari precursor androgen pada jaringan lain.
Selain itu ovariurn juga memproduksi progesterone selama fase luteal pada siklus
menstruasi, testoteron dan androgen dalam jumlah sedikit. Korteks adrenal juga
memproduksi hormon testoteron dan androgen dalam jumlah yang sedikit yang
digunakan bukan hanya untuk prekursor estrogen tetapi langsung dikeluarkan ke
jaringan perifer.
1. Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium
secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal
melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai
organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu
pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan
tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik)
pengganti.

Estrogen terdiri dari tiga jenis hormon yang berbeda, yaitu estron, estradiol, dan
estriol. Pada wanita normal, estrogen banyak diproduksi oleh folikel selama proses
ovulasi dan korpus luteum selama keharmilan. Pada saat keluar dari sirkulasi,
hormon steroid berikatan dengan protein plasma. Estradiol berikatan dengan
transpor globulin yang dikenal dengan seks hormone binding globulin (SHBG) dan
berikatan lemah dengan albumin, sedangkan estrone berikatan kuat dengan
albumin. Sirkulasi estradiol secara cepat diubah menjadi estrone di hepar dengan
bantuan 17-hidroksisteroid dehidrogenase. Sebagian estrone masuk kernball ke
sirkulasi, dan sebagian lagi dimetabolisme menjadi __ hidroksiestrone yang
dikonversi menjadi estriol .
Pada awal siklus ovulasi - produksi estradiol akan menurun sampai titik
terendah, tetapi karena pengaruh hormon FSH estradiol akan mulai meningkat.
Sebelum fase mid cycle kadar estradiol dibawah 50 pg/mL, tetapi akan terus
meningkat sejalan dengan pematangan ovum. Estradiol akan mencapai puncaknya
sebesar 250-500 pg/mL pada hari ke 13-15 siklus ovulasi. Pada fase luteal, kadar
estrogen akan menurun sampai 125 pg/mL. Progesteron yang dihasilkan oleh
korpus luteum bersarna-sarna dengan estrogen akan memberikan umpanbalik
negatif pada hipotalamus dan hipofise antenior. Kadar dibawah 30 pg/mL
menunjukan keadaan oligomenore atau amenore sebagai indikasi kegagalan gonad.
Hormon estradiol dipenganihi oleh ritme sirkadian yaitu adanya variasi diurnal pada
wanita pasca menopause yang diperkirakan. karena adanya variasi pada kelenjar
adrenal.
Hormon estrogen yang dapat diperiksa yaitu estrone (El), estradiol (E2), dan
estriol (E3). Pemeriksaan estadiol dipakal , untuk mengetahui aksis hipotalamushipofise-gonad (ovarium dan testis), penentuan waktu ovulasi, menopause dan
monitoring pengobatan fertilitas. Waktu pengambilan sampel untuk pemeriksaan
estradiol adalah pada fase folikular (preovulasi) dan fase luteal
Kadar estrogen meningkat pada keadaan ovulasi, kehamilan, pubertas prekoks,
ginekomastia, atropi testis, tumor ovarium., dan tumor adrenal. Kadarnya akan
menurun pada keadaan menopause, disfungsi ovarium, infertilitas, sindroma turner,
amenorea akibat hipopituitari, anoreksia nervosa, keadaan stres, dan sindroma
testikular ferninisasi pada wanita. Faktor interfeernsi yang meningkatkan estrogen
adalah preparat estrogen, kontrasepsi oral, dan kehamilan. Serta yang menurunkan
kadarnya yaitu obat clomiphene.

Hormone
Estradiol

Jenis kelamin
Wanita
< 8 Tahun
8 12 Tahun
12 14 Tahun
14 16 Tahun
Fase folikular
Preovulasi
Luteal
Pasca menopause

Unit konvesional
(pg/mL)
<7
8 18
16 34
20 68
20 100
100 350
100 350
10 30

Estriol

Kehamilan
30 32 mgg
33 35 mgg
36 38 mgg
39 40 mgg
Tidak hamil

(ng/mL)
2 12
3 19
5 27
10 30
<2

Estrone

Wanita
(ng/mL)
Fase folikular
30 100
Ovulasi
> 150
Luteal
90 150
(Disadur dari Greenspan dan Strewler, 1997)

2. Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian
diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi)
pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada
keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
Progesteron bersama-sama dengan estrogen memegang peranan penting di
dalam regulasi seks hormon wanita. Pada wanita, pregnenolon diubah menjadi
progesteron atau 17a- hidroksipregnenolone dan perubahan ini tergantung dari fase
ovulasi dimana progesteron disekresi oleh korpus luteum dalam jumlah yang besar.
Progesteron juga merupakan prekursor untuk testoteron dan estrogen, pada saat
terjadi metabolisme 17-hidroksiprogesteron menjadi dehidroepiandrosteron yang
dikonversi menjadi 4 andr ostenedion dengan bantuan enzim 17 hidroksilase
pregnenolon .
Pada awal menstruasi dan fase folikular kadar progesteron sekitar 1 ng/mL.
Pada saat sekresi LH, konsentrasi progesteron dapat bertahan selama 4-5 hari di
dalam plasma dan mencapai puncaknya yaitu sebesar 10-20 ng/mL selama fase
luteal. Pengukuran progesteron di dalam plasma dapat digunakan untuk memonitor

keadaan ovulasi. Jika konsentrasi progesteron lebih dari 4-5 ng/mL mungkin sudah
terjadi ovulasi .
Progesteron berperan di dalam organ reproduksi termasuk kelenjar mamae
dan endometrium serta peningkatkan suhu tubuh manusia. Organ target
progesteron yang lain adalah uterus, dimana progesteron membantu implantasi
ovum. Selama kehamilan progesteron mempertahankan plasenta, menghambat
kontraktilitas uterus dan mempersiapkan mamae untuk proses laktasi.
Pada umumnya pemeriksaan kadar progesteron dilakukan untuk pemeriksaan
fungsi plasenta selama kehamilan, fungsi ovarium pada fase luteal, dan monitoring
proses ovulasi. Pada pemeriksaaan ini sampel diambil satu sampai dua kali pada
fase luteal. Kadamya meningkat pada kehamilan, ovulasi, kista ovarium, tumor
adrenal, tumor ovarium, mola hidatidosa. Dan menurun pada keadaan amonorea,
aborsi mengancarn, dan kematian janin. Faktor yang mempengaruhi pemeriksaan
hormon progesteron adalah penggunaan steroid, progesteron, dan kontrasepsi oral.

Hormone

Jenis Kelamin

Unit konvesional

Progesteron

Wanita

(ng/mL)

Fase folikular

0,3 0,8

Fase luteal

4 20

(Disadur dari Greenspan dan Strewler, 1997)


3. Testoteron
Pada wanita yang normal, ovarium akan memproduksi testoteron dalam jumlah
yang sedikit yaitu kurang dari 300 ng selama 24 jam. Testoteron berperan dalam
proses pertumbuhan rambut selama masa pubertas. Penigkatan testoteron yang
berlebih akan menyebabkan amenorea, pertumbuhan rambut dan kelenjar sebasea
yang berlebih . Kadar androgen meningkat pada hirsustisme, amenorea
hipotalamus, dan turnor sel sertoll. Dan menurun pada andropause, sindrom
klinefelter, aplasia sel leydig, dan criptorchidism .
Berikut gambar yang akan menjelaskan tentang sintesis hormon steroid dan
siklus ovulasi pada wanita normal

Gambar 2. Siklus ovulasi pada wanita normal

Hubungan umpan balik hormon gonadotropin dan hormon steroid pada wanita
dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3. Hubungan umpan balik hormon hormon gonadotropin dan hormone


seks steroid pada wanita
4. Prolaktin
Prolaktin terdiri dari 199 pasang asam. amino hormon polipeptida dengan berat
molekul 23.000 Dalton dan disintesis serta disekresi oleh laktotrop yang terdapat
pada hipofise anterior. Sama seperti hormon hipofise anterior yang lain, prolaktin
juga dikontrol oleh hypothalamic-releasin .factors. Sekresi prolaktin terutama
dihambat
oleh
dopamin
yang
disekresi
oleh
neuron
dopaminergik
tuberoinfundibular.
Prolaktin akan merangsang pengeluaran ASI pada saat sesudah melahirkan.
Selama kehamilan prolaktin akan banyak disekresi dan dipengaruhi oleh bormon
lain seperti estrogen, progesteron, human placenta lactogen (HPL), dan cortisol
untuk merangsang pertumbuhan mamae. Setelah melahirkan, kadar estrogen dan
progesteron akan menurun sehingga kadar prolaktin akan meningkat dan
merangsang mamae untuk mengeluarkan ASI. Kadar prolaktin akan meningkat pada
fetus dan bayl baru lahir terutama pada usla bulan pertama .
Dalam keadaan fisiologis, prolaktinemia dapat terjadi pada saat kehamilan, ibu
menyusui, tidur, stres, dan, konsumsi protein tinggi dan olah raga. Keadaan
patologis yang menyebabkan hiperprolaktinemi adalah tumor pituitari,
adenomapituitari, - gagal ginjal, akromegali, dan anoreksia nervosa. Dan kadarnya
menurun dalam keadaan osteoporosis, ginekomasti, nekrosis hipofise, dan
hirsutism. Pada wanita, hiper-protaktinemia dapat menyebabkan memendeknya
fase luteal sehingga dapat menyebabkan anovulasi, amenorea, bahkan infertil.
Fluktuasi prolaktin lebih nyata pada wanita premenopause dibandingkan pasca
menopause. Pemeriksaan prolaktin akan memberikan fluktuasi hasil yang berbeda
pada masing-masing individu. Pengambilan sampel sebaiknya dilakukan 3-4 jam
setelah pasien bangun tidur.

Faktor interferensi yang mempengaruhi pemeriksaan prolaktin adalah


penggunaan steroid, kontrasepsi oral, progesteron, metil dopa, fenotoazid,
antidepresan, morfin, haloperidol, levodopa, dan ergot alkaloid.
Berikut kadar prolaktin pada pria maupun wanita
Jenis kelamin
Usia, keadaan
Konvesional unit (ng/mL)
Wanita
Bayi baru lahir
< 500
Bayi 1-5 bulan
6 14
Anak anak
48
Dewasa
Fase folikular
< 20
Fase Luteal
< 40
(Disadur dari Greenspan dan Strewler, 1997)
5. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas
(plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu
(sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar
1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000
mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan
produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal.
Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat
dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack,
dsb).
6. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan
produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut
mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental
Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa
laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH
hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi
gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa
amenorhea.

4. Mengapa pasien mengalami amenorrhea?


AMENORRHEA

Klasifikasi
Amenorrhea primer adalah di mana seorang perempuan yang sudah berusia
sampai 14 tahun belum juga mengalami haid. Keadaan ini seringkali diakibatkan
oleh kelainan yang didapat sejak lahir, baik kelainan genetik, misalnya pada
sindroma Turner maupun kelainan karena adanya abnormalitas pada proses

perkembangan alat-alat reproduksi, misalnya pada penyakit agenesis Tuba Muller


yang menyebabkan tidak adanya rahim pada tubuh penderita.
Penyebab amenore primer:
1. Tertundanya menarke (menstruasi pertama)
2. Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina,
adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi
vagina terlalu sempit/himen imperforata)
3. Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia
nervosa, bulimia, dan lain lain)
4. Kelainan bawaan pada sistem kelamin
5. Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya
mengandung 1 kromosom X)
6. Obesitas yang ekstrim
7. Hipoglikemia
8. Disgenesis gonad
9. Hipogonadisme hipogonadotropik
10. Sindroma feminisasi testis
11. Hermafrodit sejati
12. Penyakit menahun
13. Kekurangan gizi
14. Penyakit Cushing
15. Fibrosis kistik
16. Penyakit jantung bawaan (sianotik)
17. Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal
18. Hipotiroidisme
19. Sindroma adrenogenital
20. Sindroma Prader-Willi
21. Penyakit ovarium polikista

22. Hiperplasia adrenal kongenital

Amenorrhea sekunder adalah tidak haid lebih dari tiga bulan setelah kejadian
haid sebelumnya.Penyebabnya antara lain adalah

1) Kehamilan
2) Kecemasan akan kehamilan
3) Penurunan berat badan yang drastis
4) Olah raga yang berlebihan
5) Lemak tubuh kurang dari 15-17%extreme
6) Mengkonsumsi hormon tambahan
7) Obesitas
8) Stres emosional
9) Menopause
10) Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar
hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)
11) Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)
12) Prosedur dilatasi dan kuretase
13) Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman
(pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan).

Sumber : Sinopsis Obsetri , PatFis Silvya, Ilmu Kebidanan


-

Amenorea fisiologis (normal) : seorang wanita sejak lahir sampai mencapai


menarch, terjadi pada kehamilan dan menyusui sampai batas tertentu dan
setelah menopouse.

Amenorea patologis :
Amenorea primer :

Tidak mengalami menstruasi sejak kecil, penyebabnya kelainan anatomis alat


kelamin diantaranya tidak terbentuknya rahim, tidak ada liang vagina atau
gangguan hormonal
Amenorea sekunder :
Pernah mengalami menstruasi dan selanjutnya berhenti lebih dari tiga bulan,
penyebabnya kemungkinan gangguan gizi dan metabolisme, gangguan
hormonal, terdapat tumor alat kelamin, atau terdapat penyakit menahun.
Sumber : Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.
Arcan

Manifestasi klinis

Gejalanya bervariasi, tergantung kepada penyebabnya.


Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas, maka tidak akan ditemukan
tanda-tanda pubertas seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut kemaluan
dan rambut ketiak sert perubahan bentuk tubuh.
Jika penyebabnya adalah kehamilan, akan ditemukan morning sickness dan pembesaran
perut.
Jika penyebabnya adalah kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut
jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab.
Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat (moon face), perut buncit dan lengan serta
tungkai yang kurus.-->kelebihan kortisol
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore:
a. Sakit kepala
b. Galaktore (pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang
menyusui)
c. Gangguan penglihatan (pada tumor hipofisa)
d. Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti
e. Vagina yang kering
f. Hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan, yang mengikuti pola pria),
perubahan suara dan perubahan ukuran payudara
Diagnosis
Anamnesis
Menanyakan tentang kesehatan umum pasien
Memastikan apakah dia mengalami gangguan makan dan olah raga
Apakah dia ada gangguan psikis atau medis
Pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan vagina
Pemeriksaan pelvic dengan USG
Hormone assay :
- FSH dan LH diluar rentang labolatorium normal, yang dikonfirmasi dengan pengukuran
-

berulang kali, menunjukan kegagalan ovarium primer.


Prolaktin, peninggian kadar prolaktin dua kali pengukuran atau lebih menunjukan
hyperprolaktenemia, hingga wajib dilakukan pemeriksaan hipofisis dengan CT scan

TSH dan T4 serum


17-beta-estradiol, dapat dilakukan dengan pemeriksaan progesterone stimulating test
Progesterone stimulating test bertujuan untuk menentukan apakah uterus member

respon thdp penarikan progesteron.


Sinar X atau CT Scan

(Dasar-Dasar Obstetric dan Ginekologi edisi 6, Derek Llewellyn-Jones)

5. Bagaimana fisiologi kehamilan?


6. Apa tanda tanda kehamilan? Tanda pasti dan tidak pasti
Tanda dan gejala kehamilan
Tanda dan gejala kehamilan menurut Prawiroharjo (2008) dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1) Tanda tidak pasti kehamilan
a) Amenorea (tidak dapat haid)
Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Dengan diketahuinya tanggal hari
pertama haid terakhir supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan akan terjadi, dengan
memakai rumus Neagie: HT 3 (bulan + 7).
b) Mual dan muntah
Biasa terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Sering terjadi pada pagi hari
disebut morning sickness.
c) Mengidam (ingin makanan khusus)
Sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
d) Pingsan
Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat. Biasanya hilang sesudah kehamilan 16 minggu.
e) Anoreksia (tidak ada selera makan)
Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi.

f) Mamae menjadi tegang dan membesar.


Keadaan ini disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara.
g) Miksi sering
Sering buang air kecil disebabkan karena kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan
hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali karena kandung kemih ditekan oleh
kepala janin.
h) Konstipasi atau obstipasi
Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid yang dapat menyebabkan
kesulitan untuk buang air besar.
i) Pigmentasi (perubahan warna kulit)
Pada areola mamae, genital, cloasma, linea alba yang berwarna lebih tegas, melebar dan bertambah gelap terdapat
pada perut bagian bawah.
j) Epulis
Suatu hipertrofi papilla ginggivae (gusi berdarah). Sering terjadi pada triwulan pertama.
k) Varises (pemekaran vena-vena)
Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena. Penampakan
pembuluh darah itu terjadi disekitar genitalia externa, kaki dan betis, dan payudara

2) Tanda kemungkinan kehamilan


a) Perut membesar
Setelah kehamilan 14 minggu, rahim dapat diraba dari luar dan mulai pembesaran perut.
b) Uterus membesar
Terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi dari rahim. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahwa
uterus membesar dan bentuknya makin lama makin bundar.
c) Tanda Hegar
Konsistensi rahim dalam kehamilan berubah menjadi lunak, terutama daerah ismus. Pada minggu-minggu pertama
ismus uteri mengalami hipertrofi seperti korpus uteri. Hipertrofi ismus pada triwulan pertama mengakibatkan ismus
menjadi panjang dan lebih lunak.
d) Tanda Chadwick
Perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva, vagina, dan serviks. Perubahan warna ini disebabkan
oleh pengaruh hormon estrogen.
Ada vagina livid : tanda kebiruan pada vagina, servix dan ....
e) Tanda Piscaseck
Uterus mengalami pembesaran, kadangkadang pembesaran tidak rata tetapi di daerah telur bernidasi lebih cepat
tumbuhnya. Hal ini menyebabkan uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan
pembesaran

f) Tanda Braxton-Hicks
terasa saat 32-36 minggu
Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda khas untuk uterus dalam masa hamil. Pada keadaan uterus yang
membesar tetapi tidak ada kehamilan misalnya pada mioma uteri, tanda Braxton-Hicks tidak ditemukan.
Pada usia kehamilan:
g) Teraba ballotemen
Merupakan fenomena bandul atau pantulan balik. Ini adalah tanda adanya janin di dalam uterus.
h) Reaksi kehamilan positif
Cara khas yang dipakai dengan menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air
kencing pertama pada pagi hari. Dengan tes ini dapat membantu menentukan diagnosa kehamilan sedini mungkin.

3) Tanda pasti kehamilan


a) Gerakan janin yang dapat dilihat, dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin.
b) Denyut jantung janin
1) Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec
2) Dicatat dan didengar dengan alat doppler
3) Dicatat dengan feto-elektro kardiogram
4) Dilihat pada ultrasonograf.

c) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen

Diagnosa banding kehamilan


Diagnosa banding kehamilan menurut Manuaba (2007, p. 127), meliputi:
1) Hamil palsu
Dijumpai tanda dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tes biologis tidak menunjukkan
kehamilan.
2) Tumor kandungan atau mioma uteri
Terdapat pembesaran rahim tetapi tidak disertai tanda hamil, bentuk pembesaran tidak merata dan perdarahan
banyak saat menstruasi.
3) Kista ovarium
Terjadi pembesaran perut tetapi tidak disertai tanda hamil, datang bulan terus berlangsung, lamanya perbesaran perut
dapat melampaui umur kehamilan, dan pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan tes negatif.
4) Hematometra
Terlambat datang bulan dapat melampaui umur kehamilan, perut terasa sakit setiap bulan, terjadi tumpukan darah
dalam rahim, tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukkan hasil yang positif.
5) Kandung kemih yang penuh
Dengan melakukan kateterisasi, maka pembesaran perut akan menghilang.
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/109/jtptunimus-gdl-5413-3-babii.pdf
Tanda tidak pasti kehamilan:
1. Pembesaran uterus
2. Pada pemeriksaan dalam dijumpai :
Tanda Hegar
Pada minggu-minggu pertama istmus uteri mengadakan hipertropi sehingga lebih
panjang dan lebih lunak. Pada VT jika 2 jari tangan dalam diletakkan pada forniks
posterior dan tangan yang satunya pada dinding perut depan diatas simpisis, maka
istmus uteri sedemikian lunaknya, seolah-olah corpus uteri tidak berhubungan
dengan serviks.
Tanda Brackston Hicks
Kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada waktu pemeriksaan.
Maka kadang-kadang corpus uteri yang lunak menjadi lebih keras. Hal tersebut
disebabkan karena timbulnya kontraksi.
Tanda Piscasek
Uterus membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas kejurusan tersebut.
Sehingga pertumbuhan uterus tidak rata, uterus lebih cepat tumbuh didaerah
implantasi dari blastosit dan daerah insersi plasenta.
Tanda Goodell
Pelunakkan serviks dikarenakan pembuluh darah dalam serviks bertambah dan
karena timbulnya oedema dari serviks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar serviks.
Jaringan ikat pada serviks banyak mengandung kolagen, akibat kadar estrogen
meningkat, menyebabkan hipervaskularisasi maka kosistensi serviks menjadi lunak.

Tanda Chadwicks

Peningkatan vaskularisasi yang menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina,
vulva dan serviks akibat meningkatnya hormon estrogen. Warna portio pun tampak livide.
3. Teraba Balotement
Adalah gerakan janin yang belum engaged, teraba pada minggu ke 16-18. Balotement
adalah tehnik mempalpasi suatu struktur terapung dengan menekan perlahan struktur
tersebut dan merasakan pantulannya. Jari pemeriksa dalam vagina mendorong dengan
lembut kearah atas, janin terdorong keatas kemudian janin turun kembali dan jari
merasakan benturan lunak.
4. Pemeriksaan Tes Biologis Kehamilan positif

Tanda pasti kehamilan:

Teraba bagian-bagian janin dan dapat dikenal bagianbagian janin

Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin

Dapat dirasakan gerakan janin

Pada pemeriksaan dengan sinar Rotgen tampak kerangka janin.

Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat
diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin

Cunningham, Mac Donald, Gant, 2002,Wiliam Obstetric, Edisi 21, EGC, Jakarta.

7. Mengapa penderita mengeluh mual kadang disertai muntah di


pagi hari?

Penyebab Mual dan Muntah Saat Hamil Muda adalah


Meningkatnya hormon Esterogen. Meningkatnya hormon ini membuat kadar
asam lambung meningkat, hingga muncullah keluhan rasa mual. Jika frekuensi
mual muntah lebih sering di pagi hari, itu karena jarak antara waktu makan
malam dengan makan pagi cukup panjang. Akibatnya, perut kosong
mengeluarkan asam lambung yang membuat ibu merasa lebih mual.
Faktor HCG. HCG adalah Human Chorionic Gonodotrophin yang dihasilkan
plasenta di awal kehamilan diduga merupakan penyebab timbulnya rasa mual.
Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic
gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi
untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari
indung telur, yang berdampak pada kehamilan agar sehat dan lancar.
Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa
mual. Fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan
tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-14 minggu. Pada saat ini
biasanya mual-muntah akan berhenti.
Berubahnya metabolisme glikogen hati. Inilah yang diduga sebagai biang keladi
pemicu keluhan mual dan muntah.Namun keluhan ini akan lenyap saat terjadi
kompensasi metabolisme glikogen dalam tubuh.
Faktor psikologis dimana seorang ibu yang tengah hamil muda, belum siap
hamil, atau malah tidak menginginkan kehamilan lazimnya akan merasa
sedemikian tertekan. Perasaan tertekan inilah yang semakin memicu mual dan
muntah.

Teori lain mengatakan, sel-sel plasenta (villi korialis) yang menempel pada dinding
rahim awalnya ditolak oleh tubuh karena dianggap sebagai benda asing. Reaksi
imunologik inilah yang memicu terjadinya reaksi mual-mual.
Gallup berteori bahwa mual muntah disebabkan oleh bayi yang ada dalam
kandungan itu sendiri. Bayi ini terbuat dari sejumlah materi yang dianggap 'asing'
oleh tubuh sehingga memunculkan respons negatif dari tubuh seperti nyeri, pening,
mual dan muntah.

8. Mengapa pasien mengeluh payudara kencang membesar dan


terasa agak nyeri, serta disekitar kedua puting payudara
tampak lebih menghitam?
Tegang&membesar:
payudara dan putingnya menjadi lebih lembut sekitar tiga pekan setelah
pembuahan (saat haid terlambat sekitar seminggu). Mungkin payudara terasa
bengkak, dan agak membesar serupa dengan saat menjelang haid. Hal ini
pengaruh dari meningkatnya hormone estrogen, progesterone, dan
somatomamotropin.Estrogen

menimbulkan

hipertropi

system

saluran

pada mamae, sedangkan progesterone menambah sel - sel asinus pada


mamae

sehingga

mempengaruhi
perubahan

sel

dalam

laktaglobulin,

dan

mamae

sel,
hal

sel

lebih
asinus

sehingga
ini

diduga

padat,
dan

dan

somatomamotropin

menimbulkan

terjadi

pembuatan

mempengaruhi

perubahan

kasein,

dan

permukaan

kulit

mamae.
Payudara terasa kencang bulan ke2 kehamilan krn estrogen&progesteron
meningkat. (Ilmu Kebidanan,Ed.4, PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,hal179). pertama krn adanya
estrogen
1. menyebabkan perkembangan stroma payu dara,
2. pertumbuhan sistem duktus yg luas, dan
3. deposit lemak pd payudara.
4. Lobulus danalveoli payudara sedikit berkembang di bawah pengaruh estrogen
sendiri. Tetapi
progesteron
1. meningkatkan perkembangan lobulus&alveoli payudara,
2. mengakibatkan sel2 alveolar berproliferasi, membesar, dan
3. menjadi bersifat skretorik.(Fisiologi, Guyto&Hall, hal1070). Pada bulan
pertama kolustrum keluar, tp ASI tdk keluar karena adanya prolakctine
inhibiting hormon(Ilmu Kebidanan,Ed.4, PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo, hal-174)

Nyeri payudara adalah umum dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Baik
pria maupun wanita bisa mengalami nyeri payudara, meskipun alasan untuk rasa
sakit bisa berbeda. Dalam banyak kasus, nyeri payudara adalah gejala kehamilan,
pubertas dan kondisi normal lainnya yang tidak menjadi alasan untuk diwaspadai.
Namun nyeri payudara yang berlangsung terus adalah alasan untuk mencari
perhatian medis, karena mungkin merupakan tanda awal dari kista atau tumor.
Masa pubertas
Banyak anak perempuan mengalami nyeri payudara sebagai bagian normal dari
tumbuh dewasa. Menurut sebuah situs pendidikan, jenis nyeri dapat disebabkan
oleh kadar hormon yang berubah dan menyesuaikan tubuh untuk menjadi dewasa.
Seiring kadar estrogen meningkat selama pubertas, payudara dapat menjadi lebih
lembut untuk disentuh. Anak laki-laki dapat mengalami nyeri payudara secara
periodik juga. Meskipun anak laki-laki tidak mengalami lonjakan estrogen sama
seperti anak perempuan, mereka mengalami perubahan hormon pengalaman yang
dapat memicu ketidaknyamanan payudara.
PMS
Alasan lain untuk nyeri payudara dapat perubahan reguler yang terjadi seiring
tingkat hormon berfluktuasi selama siklus menstruasi wanita. Sementara tingkat
estrogen dan progesteron naik dan turun selama bulan terjadinya mens, payudara
dapat menjadi bengkak dan sakit. Ini mungkin dialami pada satu atau kedua
payudara.
Kehamilan
Selama kehamilan, payudara dapat meningkat dalam ukuran. Diindikasikan
bahwa wanita hamil sering merasa nyeri payudara karena perubahan hormonal dan
seiring saluran susu mulai memperluas dan mengisi dalam persiapan untuk
kelahiran anak. Bagi banyak wanita, bengkak dan nyeri payudara mungkin tanda
pertama kehamilan mereka.
Kista
Pada beberapa kasus, nyeri payudara dapat menjadi indikasi adanya kista. Kista
payudara cukup umum, terutama seiring wanita tumbuh dewasa. Seringkali,
pertumbuhan kecil ini jinak dan bisa dihilangkan dengan operasi kecil jika sakit
terus berlanjut. Kista dan pertumbuhan dianggap jinak jika mereka tidak bertambah
ukuran dan belum menginvasi jaringan yang berdekatan.

Kanker
Dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri payudara bisa menjadi indikasi dari
kanker. Perempuan harus sangat menyadari kehadiran setiap benjolan atau
perubahan bentuk atau ukuran payudara mereka. Selain itu, setiap perubahan
ukuran atau bentuk puting juga harus dicatat dan diperiksa oleh dokter.
Pemeriksaan payudara bulanan secara mandiri direkomendasikan untuk semua
wanita yang melewati usia pubertas

DISMENOREA
Adalah nyeri pada perut bagian bawah sebelum dan sesudah haid dapat bersifat
kolik terus.1
Dismenorea dibagi atas:
1. Dismenorea primer
2. Dismenorea sekunder
Dismenorea primer
Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang
nyata. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya

setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus-siklus haid pada bulan-bulan
pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoar yang tidak disertai
dengan rasa nyeri.
Wanita dengan dismenorea primer mempunyai produksi prostaglandins
endomterial lebih tinggi dibandingkan wanita yang asimptomatik. Sebagian besar
dari pelepasan prostaglandin selama menstruasi terjadi pada 48 jam pertama, yang
mana bertepatan dengan intensitas terbesar dari gejala. 5 Selama kontraksi aliran
darah endometrium berkurang dan merupakan korelasi yang baik dengan aliran
darah yang minimal dan nyeri kolik yang maksimal. Kadar prostaglandin dan
leukotrien meningkat pada meningkat pada darah menstruasi dan jaringan uterus
wanita dengan dismenorrhea sebanding dengan kadar sistemik vasopressin.
(Margaret, 2006)
Prostaglandin F2i (PGF2i) merupakan agen yang bertanggung jawab pada
dismenorea. Prostaglandin selalu menstimulasi kontraksi uterus, dimana
prostaglandin E menghambat kontraksi pada uterus yang tidak hamil. Otot uterus
pada baik yang wanita normal dan dismenorea sensitif terhadap PGF 2i, tetapi
jumlah PGF2i yang diproduksi adalah faktor utama yang membedakan. 5
Penanganan pada dismenorrea primer
Pemberian Analgetik: NSAIDs diberikan 1-2 hari menjelang haid dan diteruskan
sampai hari kedua atau ketiga siklus haid. 13
Terapi hormonal juga telah banyak digunakan. Tujuannya untuk menghasilkan siklus
haid yang anovulatorik, sehingga nyeri haid dapat dikurangi. Biasanya diberikan
Progesteron (Didrogesteron 10mg, 2 kali 1, Medroksiprogesteron asetat 5mg/hari)
diberikan mulai dari hari ke-5 sampai ke-25 siklus haid. 13
Dismenorea Sekunder
Adalah nyeri haid yang terjadi kemudian, biasanya terdapat kelainan dari alat
kandungan.
Etiologi : Adenomyosis, myomas, infection, cervical stenosis.
Penanganan pada dismenorrhea sekunder
Bila ada kelainan organik ditangani secara kausal. Pada kasus-kasus yang menolak
tindakan operatif, maka untuk sementara dapat dicoba pengobatan medikamentosa
seperti pada dismenorrea primer. Pemberian analog GnRH selama 6 bulan sangat
efektif menghilangkan nyeri haid yang disebabkan endometriosis.

9. Mengapa didapatkan adanya hiperpigmentasi pada line alba?


Estrogen dan progesterone memegang peranan penting.
Estrogen pertumbuhan system ductus dan jaringan payudara
Progesterone perkembangan system Lobulus-Alveolus kelenjar susu
sensasi nodular pada payudara.
Human Chorionic Somatomammotropin : merupakan hormone yg
dihasilkan placenta, mulai disekresikan kira2 minggu kelima kehamilan.
pembesaran payudara yg disertai rasa penuh dan tegang serta sensitive
terhadap sentuhan ( dalam 2 bulan pertama kehamilan ), pembesaran
punting susu dan pengeluaran kolostrum ( sejak usia kehamilan 12 minggu ).
Selain itu estrogen dan progesterone efek stimulasi melanosit
hiperpigmentasi di beberapa bagian eg: punting susu, areola
disekitarnya serta umumnya pada linea mediana abdomen,
payudara, bokong, paha.

Chloasma gravidarum hiperpigmentasi pada daerah wajah ( dahi, hidung,


pipi, dan leher).

10. Mengapa selera makan pasien turun, cepat lelah, sering


buang air kecil, dan sering pilek?
Cepat lelah:
Hormon somatomamotropinpenurunan sensifitas insulin dan glukosa tubuh. Jumlah glikosa
fetus tinggi karena untuk pertumbuhan.
Metab saat kehamilanpeningkatan sekresi hormon. Energinya dipakai untuk aktivitas lebih
juga untuk janinGD turunTD turunproduksi darah meningkatbutuh ATP lebih banyak.
Peningkatan produksi hormon kehamilan terutama HPL (Human Placenta Lactogen) akan
meingkatkan resistensi sel terhadap insulin sehingga muncul kondisi diabetes.
Cunningham, F. Gary, Gant, Norman F., Leveno, Kenneth J., Gilstrap III, Larry C.Hauth, John
C., Wenstrom, Katharine D., Obstetri Williams Edisi 21,
Jakarta : EGC, 2005

LELAH
peningkatan sekresi hormon (tiroksin, korteks adrenal, seks)mengakibatkan
metabolisme basal meningkat 15 kalishg butuh energi lebih untuk aktivitas otot
dan badan terasa kepanasan

BAK
1. cardiac 0utput meningkat (pada kehamilan minggu ke 5) Renal Bloood
Flow meningkat Glomerulus Filtration Rate meningkatproduksi urin
meningkat.
2. kandung kemih tertekan oleh uterus yg mulai membesar shg
menimbulkan sering BAK.
(Ilmu Kebidanan,Ed.4, PT. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo,hal-185)

Karena VU pada bulan bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yg


mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh
karena uterus yg membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan
gejala bisa timbun karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan
kembali VU.

Anoreksia (tidak ada nafsu makan)


Anoreksia (tidak ada nafsu makan), pada bulan- bulan pertama karena akibat ketidak
seimbangan hormone dalam tubuh tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi.
Hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk dua orang, sehingga
kenaikan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.
Fisiologi Kehamilan, dr. Yasmini, Sp.OG (Bag. ObsGin FK UII

Sering pilek:
Perubahan imun maternal menyebabkan terjadinya toleransi janin termasuk
penurunan imunitas seluler umum.
Heffner LJ, Schust DJ. At a Glance Sitem reproduksi: Adaptasi maternal pada
kehamilan. 2nd ed. Jakarta: Erlangga; 2008
Ibu hamil sangat peka thd terjadinya infx. dari berbagai mikroorganisme.
Secara fisiologik sitem imun pada ibu hamil menurun, kemungkinan sebagai
akibat dari toleransi sistem imun ibu thd bayi yang merupakan jaringan semialogenik.
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo

11. Mengapa pasien menjadi mudah tersinggung dan mudah


marah?
12. Apa hubungan riwayat menstruasi HPHT dengan keluhan
pasien?
13. Mengapa dokter menyarankan untuk pemeriksaan ANC
secara teratur? Bagaimana pemeriksaannya? (tujuan dan
manfaat ANC)
Pengertian
Pemeriksaan kehamilan adalah ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya
pada dokter, obgin, dokter umum, bidan, perawat atau dukun terlatih dalam suatu
komunikasi seperti di Indonesia da pusat-pusat kesehatan seperti Puskesmas dan
BKIA di mana seorang ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya(Mochtar,
Rustam, 1998 : 470)
Pengertian ANC (Antenatal Care)
ANC adalah pengawasan sebelum peralinan terutama ditujukan pada
pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim(Manuaba, Ida Bagus, 1998 : 129)
Tujuan ANC
1. Memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang janin

1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
a.
b.
c.
d.
e.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu


dan bayi.
3. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat, penyakit secara umum,
kebidanan dan pembedahan.
4. Persiapan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun
bayinya dengan trauma seminimal mungkin
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifasnya berjalan normal dan pemberian ASI
ekslusif
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar
dapat tumbuh kembang secara normal
Kebijakan program ANC
Kunjungan sebaiknya dilakukan paling sedikitnya 4 kali selama kehamilan
1x pada triwulan I
1x pada triwulan II
2x pada triwulan III
Pelayangan / Asuhan Standar Minimal 7T
Timbang BB
Ukur tekanan darah
Ukur tinggi fundus uteri
Pemberian imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap
Pemberian tablet FE minimum 90 tablet selama kehamilan
Tes terhadap PMS
Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
Cara pemeriksaan kehamilan
Anamnesa meliputi :
Identitas diri dan keluarga
Riwayat kehamilan yang sekarang
Riwayat obstetri yang lalu
Riwaya penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga
Riwayat sosial ekonomi
Pemeriksaan kehamilan meliputi :
Pemeriksaan umum
Pemeriksaan fisik
Palpasi
Auskultasi
Perkusi
Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan vulva
Pemeriksaan dengan spekulum
Pemeriksaan labolatorium
Darah
Urine
Diagnosa atau ikhtisar pemeriksaan meliputi :
Hamil atau tidak hamil
Primi atau multi
Tuanya kehamilan
Anak hidup atau mati
Anak tunggal atau kembar
Letak atau posisi janin

7. Intra uterin atau ekstra uterin


8. Keadaan jalan lahir
9. Keadaan umum penderita
Prognosa atau ramalan meliputi :
- Setelah pemeriksaan selesai maka atas dasar pemeriksaan kita harus bisa
daoat membuat prognosa kehamilan, artinya petugas berusaha meramalkan
apakah persalinan di perkirakan akan berjalan dengan biasa, sulit atau
berbahaya
- Ramalan ini perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di
RSUD (persalinan ), rumah bersalin, atau dirumah saja apakah proses
persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seoramg bidan dan apa
saja yang harus disediakan supaya persalinan dapat berlangsung dengan
selamat bagi sang ibu /sang anak.

14.
15.

Mengapa pada pemeriksaan lab didapatkan tes HCG positif?


Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisik?

GEJALA dan TANDA KEHAMILAN


dr.Bambang Widjanarko, SpOG
Fak.Kedokteran UMJ Jakarta
Diagnosa kehamilan ditegakkan atas dasar :
1. Riwayat amenorea
2. Pembesaran uterus
3. Tes kehamilan positif
Keluhan subyektif lain yang mungkin terjadi selama kehamilan : mual dan muntah
serta rasa berat pada payudara.
Manifestasi kehamilan dapat dibagi menjadi :

Dugaan kehamilan (presumptive)

Kemungkinan kehamilan (probable)

Diagnosa pasti kehamilan (positive)

DUGAAN KEHAMILAN
Presumptive Diagnosis
Gejala:

1. Amenorea :

Berhentinya menstruasi disebabkan oleh kenaikan kadar estrogen dan


progesteron yang dihasilkan oleh corpus luteum

Mempunyai arti penting dalam dugaan kehamilan hanya bila siklus haid
sebelumnya berlangsung secara teratur dan spontan.

Selain kehamilan, amenorea juga dapat terjadi akibat : ketegangan


emosional, penyakit menahun, obat-obat opioid dan dopaminergik,
penyakit endokrin dan tumor ginekologi tertentu.
2. Mual dan muntah:

50% diderita oleh ibu hamil, mencapai puncak pada 8 12 minggu

Keluhan semakin berat pada pagi hari (morning sickness)

Derajat keluhan dipengaruhi oleh ketegangan emosi

Hiperemesis gravidarum : mual muntah disertai dengan dehidrasi dan


ketonuria sehingga mengganggu aktivitas keseharian pasien. Keadaan ini
memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit
Terapi emesis gravidarum sedang:

Makan sedikit dan sering

Dukungan emosional

Vitamin B6 dosis tinggi dan Vitamin prenatal

Anti muntah diberikan sebagai pilihan akhir

Keluhan mual disebabkan oleh kenaikan kadar hCG dimana pada trimester I
kadar hCG dapat mencapai 100 mIU/ml
3. Perubahan pada payudara:

Mastodinia (rasa tegang pada payudara).


Pembesaran kelenjar sebaseus sirkumlakteal (Montgomery tubercle) pada
kehamilan 6 8 minggu akibat stimulasi hormonal.
Sekresi kolustrum setelah kehamilan 16 minggu.

. Quickening. Persepsi gerakan janin pertama kali (pada multigravida 14 16


minggu; pada primigravida 18- 20 minggu)
5. Perubahan pada traktus urinarius:

Iritabilitas vesika urinaria, sering berkemih dan nocturia

Infeksi traktus urinarius


Tanda:
1. Kenaikan suhu basal kenaikan suhu basal persisten selama 3 minggu.
2. Perubahan pada kulit:

Chloasma gravidarum: setelah kehamilan 16 minggu kulit didaerah


muka menjadi gelap dan menjadi semakin gelap bila terkena sinar matahari.

Linea nigra: warna puting susu dan linea alba menjadi gelap akibat adanya
rangsangan oleh melanophore akibat peningkatan kadar MSH-melanocyte
stimulating hormon.

striae gravidarum/ stretchmark: striae pada payudara dan abdomen akibat


separasi jaringan kolagen yang terlihat sebagai jaringan parut iregular. Diperkirakan
akibat pengaruh hormon adrenocorticosteroid dan nampak pada kehamilan
lanjut.
Spider telengangiectasis : kelainan kulit akibat tingginya kadar estrogen
sirkulasi yang juga dapat terlihat pada kegagalan hepar.

KEMUNGKINAN KEHAMILANProbable Diagnosis


1. Gejala: Gejala sama dengan yang sudah dijelaskan
2. Tanda
Organ panggul
Terjadi sejumlah perubahan pada organ panggul yang dapat dirasakan oleh dokter
saat melakukan pemeriksaan vagina.

1. Chadwicks sign: kongesti pembuluh darah yang menyebabkan


perubahan warna servik dan vagina yang kebiruan
2. Leukorea: peningkatan sekresi vagina yang terdiri dari sel epitel dan
peningkatan sekresi lendir servik akibat rangsangan hormon. Lendir
servik yang disapukan pada objek glas dan dibiarkan mengering tidak
memperlihatkan gambaran daun pakis tapi gambaran granular.
3. Ladins sign: pada minggu ke 6 terjadi pelunakan uterus dibagian
mid-line anterior sepanjang uterocervical junction

Hegars sign: Meluasnya daerah isthmus yang menjadi lunak, sehingga


pada pemeriksaan vaginal corpus uteri seolah terpisah dari bagian servik.
Keadaan ini dijumpai pada kehamilan 6-8 minggu.

Von Fernwalds sign: perlunakan fundus uteri yang iregular diatas lokasi
implantasi pada kehamilan 4 5 minggu. Bila kejadian ini terjadi pada bagian cornu
(Piskaceks sign) maka harus dibedakan dengan adanya leiomioma uteri atau
kelainan uterus lain. Pada kehamilan 10 minggu, uterus menjadi simeteris dan
berukuran dua kali lipat.
1. Perubahan pada tulang dan ligamentum panggul: selama kehamilan tulang
panggul dan struktur ligamen mengalami sedikit perubahan. Terjadi relaksasi
ringan pada sendi simfsis pubis.
2. Pembesaran abdomen

Terjadi pembesaran abdomen secara progresif dari kehamilan 7 sampai 28 minggu.


Pada minggu 16-22, pertumbuhan terjadi secara cepat dimana uterus keluar
panggul dan mengisi rongga abdomen.
3. Kontraksi uterus

Oleh karena uterus membesar, bentuk uterus menjadi globular dan sering
mengalami dextro-rotasi. Kontraksi uterus tanpa rasa sakit (Braxton Hicks
contraction) mulai muncul pada kehamilan 28 minggu dan biasanya menghilang
bila dibawa berjalan-jalan. Kontraksi uterus tersebut menjadi semakin kuat
mendekati saat persalinan.
4. Balotemen
Pada kehamilan 16 20 minggu, dengan pemeriksaan bimanual dapat terasa
adanya benda yang melenting dalam uterus ( tubuh janin ).
MANIFESTASI POSITIF KEHAMILAN
Diagnosa kehamilan pasti didasarkan pada temuan objektif yang tidak selalu dapat
ditemukan pada trimester pertama.
A. Detik jantung janin

Detik jantung janin dapat terdengar dengan menggunakan fetoskop pada ibu
yang bertubuh langsing pada kehamilan 17 18 minggu.

Dengan tehnik Doppler, detik jantung janin dapat terdengar pada kehamilan
10 minggu.
B. Palpasi bagian janin

Bentuk tubuh janin sering dapat diperiksa melalui palpasi abdomen pada
kehamilan lebih dari 28 minggu.
Gerakan janin dapat dirasakan setelah kehamilan 18 minggu
C. Ultrasonografi

Tehnik ini sangat bermanfaat bagi pemantauan viabilitas janin.

Aktivitas jantung dapat dilihat pada kehamilan 5 6 minggu

Ekstrimitas janin terlihat pada kehamilan 7 8 minggu

Gerakan jari tangan terlihat pada kehamilan 9 10 minggu

16.

Makna dari diagnosis G1P0A0

DAFTAR PUSTAKA
1. Wiknjosastro, Hanifa. Ilmu Kandungan.2008.Jakarta : PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo: 46-50; 55-64
2. Guyton & Hall. Fisiologi Wanita Sebelum Kehmilan; dan Hormon-Hormon
Wanita; Kehamilan dan Laktasi. Dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 1997.
Jakarta; EGC: 1284-97; 1305-12.
3. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Kelainan haid dalam Ginekologi.
Bandung. Elstar Offset. 1981 : 31-39
4. Badziad, Ali.Endokrinologi Ginekologi edisi kedua.2003.Jakarta: Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
5. Greenspan, F.S dan Strewler, G.D. Appendix. In Francis S.G and GordonJ. S
(eds), Basic and Clinical Endocrinology. 5th ed. 1997 London: Prentice-Hall
International Inc
6. Anwar, Ruswana. 2005. Sintesis, Fungsi Dan Interpretasi Pemeriksaan
Hormon Reproduksi. Bandung : Fakultas Kedokteran Unpad
7. Ilmu Kebidanan, Hanifa Wiknjosastro 1992
8. Ilmu Kebidanan, Sarwono Prawirohardjo, Sp. OG, 2006
9. Dasar Dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6, Derek Llewelyn-Jones
10.Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH. Editor : Dr. Delfi Lutan, DSOG. Sinopsis
Obstetri Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi. Jilid 1. Edisi 2 . EGC.
11.Hanifa W.2007.Ilmu Kebidanan.Jakarta : YBP-SP
12.Kapita Selekta kedokteran .FKUI.jilid 1 edisi3.
13.www.medicastore.com