Anda di halaman 1dari 2

Denmark Perkenalkan Sistem Pengolahan Sampah

denmark-perkenalkan-sistem-pengolahansampah
Depok, 14/10 (ANTARA) - Perusahaan pengolahan sampah asal Denmark
memperkenalkan sistem pengolahan sampah yang dapat menghasilkan nilai
lebih dengan cara yang mudah.
"Sistem pengolahan sampah ini realistis untuk diterapkan di Indonesia.
Khususnya sampah organik dan cocok untuk wilayah di perkotaan," kata
Managing Director Aikan Hendrik Mortensen di Balai Kota Depok, Jumat.
Menurut dia, di Indonesia yang paling banyak dihasilkan adalah sampah basah
yang tidak dapat dibakar sehingga cocok jika menggunakan sistem pengolahan
sampah dari Denmark tersebut.
"Sistem ini sangat praktis, kokoh, dan fleksibel karena menggunakan sistem
moduler," katanya.
Mortensen menjelaskan proses mulai dari sampah datang, kemudian ada mesin
pemilah khusus, sampah organik dan plastik dipisahkan, sampah organik
dicampur ranting dan daun untuk campuran.
Selanjutnya sampah tersebut dimasukan ke tempat atau ruangan kedap, air dari
pembusukan atau lipid menghasilkan gas yang dapat dipergunakan untuk bahan
bakar.
"Suhu, PH, dan kelembaban diatur sedemikian rupa dengan menggunakan
sistem komputer," ujarnya.
Proses pengolahan sampah tersebut terbuat dari beton yang sangat kuat, ketika
proses pengolahan dari awal sampai akhir semua dalam keadaan tertutup
sehingga minim bau, dan kalaupun ada bau yang dihasilkan adalah bau organik.
Dikatakannya cara kerja mesin tersebut canggih dan dapat mengolah sampah
hingga 60 ton sampah per jam, semua dilakukan dengan sistem komputerisasi,
bahkan dapat dikendalikan langsung dari Kopenhagen.
Hasil dari pengolahan sampah tersebut siap dipakai utntuk memupuk tanaman.
Semua sistem tersebut dapat dihadirkan dan dibangun di Kota Depok. Kota
Depok tidak lagi membangun tempat pembuangan sampah tetapi membangun
pabrik sampah, Eco Park yang menghasilkan kompos, listri, dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan Unit
Pengolahan Sampah (UPS) yang sudah dibangun sudah benar, jika saat ini
menggunakan bakteri aerobik, sistem yang dibawa Denmark menggunakan
bakteri anaerobik.
"Pendekatan pengolahan ini merupakan satu langkah maju dari yang sudah kami
bangun," katanya.
Ia mengatakan produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut sama
tetapi hanya efek samping yang dihasilkan berbeda. "Bedanya sistem UPS yang
sudah ada tidak menangkap metan," ujarnya.
Menurut dia, proyek ini menggunakan pendekatan kerja sama tiga Pihak, jadi
pemerintah akan diuntungkan karena tidak mengeluarkan anggaran yang terlalu
besar namun proporsional dan lebih efisien.
Wali Kota berharap pada 2012 akan diadakan proses pembebasan lahan, kerja
sama dengan Pekerjaan Umum (PU) dan proses administrasi, jika prosesnya
cepat sekitar pertengahan 2012 proses pembangunan dilakukan di dekat TPA
Cipayung.

Feru Lantara

Di kota yang penduduknya sangat padat ini, limbah rumah tangga yang berbentuk
cairan tidak bisa dialirkan ke dalam got begitu saja, namun semuanya harus
tersambung ke pipa milik pemerintah. Tokyo terkenal dengan sistem transportasi
umum bawah tanahnya atau yang biasa disebut Subway. Bayangkan saja kalau
seandainya semua warga bisa menggali dan membuat lubang kamar mandinya sendiri,
stasiun dan jalur kereta api yang letaknya dibawah tanah tentu bisa bau bahkan
bangunan bisa jebol kebawah. Membuat bangunan rumah atau gedung di sini juga
cendrung membutuhkan waktu lama, hanya untuk urusan bawah tanah seperti pipa
air, limbah dll.