Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MANAJEMEN INDUSTRI

Nama

: Muhammad Fariz

NIM

: 121130276

Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian


1. Pengertian Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses
kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuantujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian
hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk
menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam
kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi
suatu ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta
penetapan tugas dan wewenang seseorang pendelegasian
wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.
2. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen
(unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi
menunjukkan
adanya
pembagian
kerja
danmenunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatankegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan
spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.
Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai
mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur
organisasi
terdiri
atas
unsur
spesialisasi
kerja,standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi
dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

3. Pengorganisasian sebagai Salah satu Fungsi Manajemen


Setelah kita telah mempelajari perencanaan sebagai salah
satu fungsi manajemen, tentunya kita harus mempelajari fungsi
manajemen lainnya. Salah satu fungsi manajemen adalah
mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi
manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian
berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada
dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia
maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu
tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang
dijalankan oleh setiap manajer atau orang-orang yang
menjalankan manajemendalam setiap organisasi.Fungsi
manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula
pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam
pengorganisasian seluruh sumber (resources) baik berupa
manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan
sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam
rangkai
pencapaian
tujuannya.
Pemahaman
tentang
pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen,akan
memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam
organisasi tidak akan selesai,tanpa diikuti oleh aktuasi yang
berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam
organisasi tersebut,agar secara terus-menerus dapat menjalankan
kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.

PENGARAHAN
Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberian
petunjuk, dan instruksi kepada bawahan agar mereka bekerja sesuai
dengan rencana yg telah ditetapkan. Pengarahan mencakup beberapa
proses operasi standar, pedoman dan buku panduan, bahkan
manajemen berdasarkan sasaran (management by objective)

Tujuan Pengarahan Menjamin Kontinuitas perencanaan


Membudayakan prosedur standar Menghindari kemungkinan yg tak
berarti Membina disiplin kerja (naiknya produktivitas kerja) Membina
motivasi yang terarah
Fungsi Pengarahan (Leading) Menggerakkan orang lain untuk
menyelesaikan pekerjaan Membina moral Memotivasi bawahan
Peran Komunikasi dlm pengarahan Sistem Komunikasi vertikal,
berlangsung dr atas maupun dr bawah. Sistem komunikasi horizontal,
antar departemen, unit dan bagian dlm satu hierarki. Sistem
komunikasi diagonal, laporan khusus secara langsung kepada sumber
yg membutuhkan.
Delapan Elemen penting Komunikasi Pengirim (sender atau
source) Penyandian (encoding) Pesan (message) Saluran (channel)
Penerima (receiver) Pengurai sandi Gaduh (noise) Umpan Balik
(feedback)
Faktor Pendukung Komunikasi Koordinasi, penyelaras atas
aktivitas secara teratur dan disatukan utk tujuan tertentu. Integrasi,
penggabungan bagian menjadi satu kesatuan yg bulat dan utuh.
Sinkronisasi, menyatukan berbagai aktivitas utk dilaksanakan secara
bersamaan.
Batasan Laporan (report) Laporan adalah pengenal informasi
nyata yg ditujukan kepada orang tertentu utk tujuan tertentu. Laporan
adalah setiap tulisan yg berisi hasil pengolahan data informasi.
Laporan adalah alat komunikasi ketika penulis membuat beberapa
kesimpulan atau rekomendasi mengenai fakta atau keadaan-keadaan
yg diselidiki.
Manfaat Laporan Pertanggung jawaban dan pengendalian.
Penyampaian Informasi Masukan pengambilan keputusan Alat
membina kerjasama dan koordinasi Alat pengembangan gagasan dan
tukar-menukar pengalaman.

Kriteria Laporan Benar dan Objektif Jelas dan terandal Efektif


(singkat, tepat, padat dan jelas) Tegas dan taat asas (konsisten) Tepat
waktu Lengkap Tepat sasaran

1. Pengertian Pengarahan Dalam Manajemen Umum


Para

ahli

banyak

berpendapat

kalau

suatu

pengarahan

merupakan fungsi terpenting dalam manajemen. Karena merupakan


fungsi terpenting maka hendaknya pengarahan ini benar-benar
dilakukan dengan baik oleh seorang pemimpin.
Pengertian pengarahan sendiri yaitu kegiatan untuk menggerakkan
atau mengarakan oarang lain supaya bisa dan dapat bekerja dengan
baik dalam upaya mencapai tujuan yang di inginkan.
Seorang menejer yang baik hendaknya sering memberi
masukan-masukan kepada anggotanya karena hal tersebut dapat
menunjang prestasi kerja anggota. Seorang anggota juga layaknya
manusia biasa yang senang dengan adanya suatu perhatian dari yang
lain, apabila perhatian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja
mereka.
Dari definisi diatas terdapat suatu cara yang tepat untuk
digunakan yaitu:
1) Melakukan orientasi tentang tugas yang akan dilakukan
2) Memberikan petunjuk umum dan khusus
3) Mempengaruhi anggota, dan
4) memotivasi

Salah satu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi pengarahan


dengan cara memotivasi bawahan adalah:
a) Motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di
tengah-tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan
bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan.
b) Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi
dengan tujuan pribadi dari para anggota organisasi.
c) Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional
organisasi dalam memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa
perangsang atau insentif.
A. Motivasi
Motivasi sebagai bagian penting dari fungsi pengarahan
mempunyai beberapa pengertian, menurut Mc. Ceiied(1961) bahwa
dalam diri indifidu terdapat kebutuhan-kebutuhan pokok yang
mendorong tingkah lakunya. Adapun kebutuhan pokok menurut
maslow ada 5 yaiturasa aman, kebutuhan sosial,kebutuan akan
prestasi, dan kebutuhan mempertinggi kapitas kerja.
Sedangkan menurut Harsey dan Blancat(1982)motivasi pada
dasarnya adalah kebutuhan , keinginan, dorongan, atau gerakan hati
dalam diri seseorang.
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil suatu kesimpulan
mengenai pengertian motivasi, yaitu suatu keadan yang membuat

motif bergerak sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki oleh masingmasingindifidu.


Pemahaman motivasi bukan hal yang mudah, karena motivasi
meupakan sesuatu yang ada dalam diri seseorng dan tidak nampak
dari luar. Motivasi ini akan dapat turlihat melalui prilaku seseorang.
Oleh karena itu ada beberapa pendekatan mengenai motivasi, antara
lain:
a) Pendidikan Tradisional
Pendakatan ini diperoleh oleh bapak manajemen frederick
W.Tajlor menurut pendekatan ini, motivasi seseorang didorong oleh
keinginannya untuk memperoleh gaji. Jadi seseorang akan bergerak
apabila ada stimulus berupa uang sebagai upah atas apa yang mereka
lakukan dalam hal ini manajemen dianggap lebih tau dibandingkan
dengan karyawan, karena pada umumnya karyaman yang malas tidak
mau bekerja akan lebih bersemangat untuk bekerja apabila ada
stimulus berupa uang tersebut.
b) Pendekatan hubungan manusiawi(human relation)
Salah satu tokoh dalam pendekatan ini adalah Elton Mijo.
Pendekatan ini mendorong motivasi seseorang dengan cara sosial,
misalnya dengan adanya pengajian rutin mingguan, arisan bulanan
dan sebagainya. Yang bisa mendorong mereka untuk bisa berinteraksi
dengan orang lain. Pendekatan ini memperbaiki pendekatan
tradisional, karena aspek sosial seseorang tidak hanya pada uang.

c) pendekatan human resburse management


Pendekatan ini lebih beda dari pendekatan diatas , kalau kedua
pendekatan di atas tadi lebih menonjolkan manager, tapi kalau
pendekatan ini berpendapat bahwa kepentingan anggota harus
diperhitungkan dan pekerjaan itu sendiri dapat memberi motivasi
terhadap anggota yg bersangkutan. Di sini tugas manager tidak hanya
mendorong anggotanya untuk patuh padanya baik melalui intensif
uang maupunmelalui penyediaan kebutuhan sosial.
Dari berbagai pendekatan di atas sudah jelas bahwa motivasi dalam
pengarahan merupakan faktor penting yang mendukung prestasi kerja,
namun demikian motivasi bukanlah satu-satunya pendukung utama
terhadap prestasi kerja. Prestasi kerja seseorang juga tergantung pada
faktor lalu yaitu kemampuan dan persepsi peranan. Diantara kunci
prestasi kerja yaitu kemampuan yang baik, prestasi peranan yang
tepat dan motivasi yang tinggi.
Kesimpulan:
Dari berbagai keterangan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan,
antara lain:
1. Pengarahan yaitu kegiatan untuk menggerakkan atau mengarakan
oarang lain supaya bisa dan dapat bekerja dengan baik dalam upaya
mencapai tujuan yang di inginkan.
2. Motivasi yaitu suatu keadan yang membuat motif bergerak sesuai
dengan kebutuhan yang dimiliki oleh masing-masingindifidu.

2. Fungsi Pengarahan dalam manajemen


Pengarahan (Direction) adalah keinginan untuk membuat orang
lain mengikuti keinginannyadengan menggunakan kekuatan pribadi
atau kekuasaan jabatan secara efektif dan padatempatnya demi
kepentingan

jangka

panjang

perusahaan.

Termasuk

didalamnyamemberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan


dengan nada yang bervariasi mulai darinada tegas sampai meminta
atau bahkan mengancam.
Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan
baik.Para ahli banyak berpendapat kalau suatu pengarahan merupakan
fungsi terpenting dalammanajemen. Karena merupakan fungsi
terpenting maka hendaknya pengarahan ini benar- benar dilakukan
dengan baik oleh seorang pemimpin. Seorang manajer yang baik
hendaknya sering memberi masukan-masukan kepadaanggotanya
karena hal tersebut dapat menunjang prestasi kerja anggota. Seorang
anggota juga layaknya manusia biasa yang senang dengan adanya
suatu perhatian dari yang lain,apabila perhatian tersebut dapat
membantu meningkatkan kinerja mereka.
Dari definisi diatas terdapat suatu cara yang tepat untuk
digunakan yaitu:
1. Melakukan orientasi tentang tugas yang akan dilakukan
2. Memberikan petunjuk umum dan khusus
3. Mempengaruhi anggota, dan
4. memotivasi

Salah satu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi pengarahan


dengan cara memotivasi bawahan adalah:
a) Motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di
tengah-tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan
bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan.
b) Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi
dengan tujuan pribadi dari para anggota organisasi.
c) Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional
organisasi dalam memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa
perangsang atau insentif.
Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir
tindakan-tindakan agar betul- betul dilaksanakan. Oleh karena
tindakan-tindakan

itu

dilakukan oleh

orang,

maka pengarahan

meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia


yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
Pengarahan (leading) adalah untuk membuat atau mendapatkan
para karyawan untukmelakukan apa yang diinginkan, dan harus
mereka lakukan. Dikenal sebagai leading, directing, motivating atau
actuating.
Pengarahan memiliki beberapa karakteristik:
1. Pervasive Function, yaitu pengarahan diterima pada berbagai
level organisasi. Setiapmanajer menyediakan petunjuk dan inspirasi
kepada bawahannya.
2. Continous Activity,

pengarahan

berkelanjutan disepanjang masaorganisas.

merupakan

aktivitas

3. Human factor, fungsi pengarahan berhubungan dengan


bawahan dan oleh karena itu berhubungan dengan human factor.
Human factor adalah perilaku manusia yang kompleksdan tidak bisa
diprediksi.
4. Creative Activity, fungsi pengarahan yang membantu dalam
mengubah rencana ke dalamtindakan. Tanpa fungsi ini, seseorang
dapat menjadi inaktif dan sumber fisik menjadi tak berarti.
5. Executive Function, Fungsi pengarahan dilaksanakan oleh
semua manajer dan eksekutif pada semua level sepanjang bekerja
pada sebuah perusahaan, bawahan menerima instruksihanya dari
atasannya.

6. Delegated Function, pengarahan seharusnya adalah suatu


fungsi yang berhadapan dengan manusia. Atasan harus dapat
mengetahui bahwa perilaku manusia merupakan suatu hal tidakdapat
diprediksi

dan

alami

sehingga

atasan

seharusnya

dapat

mengkondisikan perilaku seseorang ke arah tujuan yang diharapkan.


Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa :
1. Orientasi
Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi
yang perlu supaya kegiatan dapatdilakukan dengan baik.
2. Perintah
Merupakan permintaan dri pimpinan kepada orang yang
berada di bawahnya untukmelakukan atau mengulangi suatu
kegiatan tertentu pada keadaan tertentu.

3. Delegasi
wewenang Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan
melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya
kepada bawahannya. Kemampuan seorang manajer untuk
memotivasi

dan

mempengaruhi,

mengarahkan

dan berkomunikasi akan menentukan efektifitas manajer. Dan


ini bukan satu-satunya factor yang mempengaruhi tingkat
prestasi seseorang. Manajer yang dapat melihat motivasi
sebagai suatusystem akan mampu meramalkan perilaku dari
bawahannya.
Motivasi

seperti

akan mempengaruhi,

yang

mengarahkan

telah

disebutkan

dan berkomunikasi

diatas,
dengan

bawahannya, yang selanjutnya akan menentukan efektifitas manajer.


Ada dua factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang,
yaitu: kemampuaan individu dan pemahaman tentang perilaku untuk
mencapai prestasi yang maksimal disebut prestasi peranan. Dimana
antara motivasi, kemampuan dan presepsi peranan merupakan satu
kesatuanyang saling berinteraksi.
1. Model Tradisional
Tidak lepas dari teori manajemen ilmiah yang dikemukakan
oleh Frederic Winslow taylor. Model ini mengisyaratkan
bagaimana manajer menentukan pekerjaan-pekerjaan yang
harusdilakukan dengan system pengupahan intensif untuk
memacu para pekerjaan agarmemberikan produktivitas yang
tinggi.

2. Model Hubungan Manusiawi


Elton Mayo dan para peneliti hubungan manusiawi lainnya
menentukan bahwa kontrak-kontrak soisal karyawan pada
pekerjaannya adalah penting, kebosanan dan tugas yang rutin
merupakan pengurang dari motivasi. Untuk itu para karyawan
perlu dimotivasi melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan
social dan membuat mereka berguna dan penting dalam
organisasi.
3. Model Sumber Daya Manusia
McGregor Maslow, Argyris dan Lkert mengkritik model
hubungan manusaiwi bahwa seorang bawahan tidak hanya
dimotivasi

dengan memberikan

untukmencapai

kepuasan,

tapi

uang
juga

atau

keinginan

kebutuhan

untuk

berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti dalam arti


lebih menyukai pemenuhan kepuasan dari suatu prestasi kerja
yang baik, diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk
pembuatan

keputusan

dan

pelaksanaan

tugas.

Fungsi

pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk


meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal
serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan
lain sebagainya.
Pengarahan pada dasarnya akan berkaitan dengan
1. Faktor individu dalam kelompok
2. Motivasi dan kepemimpinan
3. Kelompok kerja dan,
4. Komunikasi dalam organisasi

Pengendalian
A. Pengertian Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan suatu istilah yang
umum dan makin banyak digunakan dalam berbagai variasi
kepentingan dan pengertian. Kadang-kadang digunakan untuk
pemeriksaan rutin intern, misalnya pada penyusunan kembali
pembukaan.
Biasanya interprestasi yang lebih sempit ini ternyata
merupakan salah satu kegiatan daripada struktur pengendalian
manajemen yang luas itu.

Ada berbagai macam definisi mengenai pengendalian


manajemen. Berikut ini akan disajikan beberapa definisi
tersebut:

Menurut Arief Suadi, Ph.D :


Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk
menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Atau:

Proses untuk mempengaruhi orang lain dalam sebuah


perusahaan agar secara efektif dan efisien mencapai tujuan
perusahaan melalui strategi tertentu.
1)

Menurut

Anthony,

Dearden

dan

Bedford

Pengendalian Manajemen adalah semua metode,


prosedur dan strategi organisasi, termasuk sistem
pengendalian manajemen yang digunakan oleh
manajemen untuk menjamin bahwa pelaksanaan
sesuai dengan strategi dan kebijakan perusahaan.2
Selain definisi-definisi di atas, berikut ini juga akan
disajikan definisi-definisi dari sistem pengendalian
manajemen.

2)

Menurut

Arief

Suadi,

Ph.D.

Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebuah


sistem yang terdiri dari beberapa anak sistem yang
berkaitan, yaitu : pemrograman, penganggaran,
akuntansi, pelaporan dan pertanggungjawaban untuk
membantu manajemen mempengaruhi orang lain
dalam sebuah perusahaan agar mau mencapai tujuan
perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan
efisien.
3)

Menurut

Anthony,

Dearden

dan

Bedford

Sistem Pengendalian Manajemen adalah struktur dan

proses yang sistematis serta terorganisir yang


digunakan

manajemen

di

dalam

pengendalian

manajemennya.
4)

Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan


bahwa:
- Pengendalian manajemen adalah semua usaha
perusahaan yang mencakup metode, prosedur dan
strategi perusahaan yang mengacu pada efisiensi dan
efektivitas operasional perusahaan, agar dipatuhinya
kebijakan

manajemen

serta

tercapainya

tujuan

perusahaan.
- Sistem pengendalian manajemen adalah struktur
dan prosedur-prosedur yang saling berkaitan dan
disusun dengan skema yang utuh dan menyeluruh,
untuk membantu manajemen di dalam melakukan
pengendaliannya.
Dengan kata lain, sistem pengendalian manajemen adalah sarana
bagi pengendalian manajemen yang akan menunjang pelaksanaan
pengendalian di dalam perusahaan.
Di atas telah disebutkan bahwa pengendalian manajemen
adalah proses untuk mempengaruhi orang lain dalam perusahaan agar
secara efektif dan efisien mencapai tujuan perusahaan. Penentuan
tujuan perusahaan dan strategi untuk mencapainya dilakukan dalam
suatu proses yang dinamakan Perencanaan Strategis.

Perencanaan strategis adalah suatu proses untuk menentukan


tujuan perusahaan, dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh
karena perencanaan strategis tidak dapat lepas dari lingkungannya,
maka perencanaan strategis dapat juga dikatakan sebagai reaksi
perusahaan terhadap lingkungan.
B. Tujuan dan Fungsi Manajemen
Tujuan pengendalian manajemen adalah untuk memotivasi dan
memberi semangat kepada para anggota organisasi, dan selanjutnya
mencapai tujuan organisasi. Ini merupakan proses mendeteksi dan
memperbaiki

kesalahan-kesalahan

ketidakberesan

yang

yang

disengaja,

tidak

seperti

disengaja
pencurian

dan
atau

penyalahgunaan sumber daya.


Karena fokusnya pada manusia dan implementasi rencana,
pertimbangan psikologis menjadi dominan dalam pengendalian
manajemen. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi, meyakinkan,
mendesak, memberi semangat, dan memberi kritik adalah bagian
penting dalam proses ini.
Adapun fungsi pengendalian manajemen adalah pengukuran
dalam perbaikan terhadap pelaksanaan tujuan dan rencana perusahaan
dapat dicapai. Pengendalian manajemen juga dapat berfungsi untuk
mengembangkan

dan

merevisi

norma-norma

(standard)

yang

memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman


serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam

menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan yang sebenarnya


terhadap norma standard.
Disini pengendalian manajemen mencoba agar pelaksanaan
sesuai dan cocok dengan rencana atau standard. Juga dalam fungsi ini,
controller dapat membantu. Dia tidak memaksakan pengendalian,
kecuali dalam departemennya sendiri, tetapi dia menyediakan
informasi yang akan digunakan oleh pimpinan fungsional untuk
mencapai pelaksanaan yang diharuskan.
Kegiatan dalam bidang pengendalian ini menghabiskan waktu
yang cukup banyak. Sebagian informasi disediakan dari jam ke jam
atau dari hari ke hari. Data lain disiapkan dari minggu ke minggu atau
dari bulan ke bulan, sesuai dengan kebutuhan keadaan. Sebagai
contoh, pada perusahaan yang lebih besar, informasi per jam atau per
hari tentang pelaksanaan belum mungkin berguna, atau biaya-biaya
pengolahan per minggu mungkin dibutuhkan.
Dalam pendekatan masalah-masalah yang berhubungan dengan
fungsi pengendalian manajemen, suatu pandangan yang luas biasanya
akan banyak membantu. Hasil akhir dari fungsi pengendalian tidak
hanya berupa suatu laporan atau prestasi kerja, melainkan seharusnya
juga mencakup pertimbangan pertimbangan berikut ini :

1. Bantuan terhadap norma-norma untuk pengendalian.

2. Evaluasi terhadap norma standard, termasuk analisa yang


berhubungan dengan hal itu.
3. Pelaporan tentang prestasi pelaksanaan jangka pendek yang
sesungguhnya dibandingkan dengan kerja yang telah distandardkan.
Pengembangan trend dan hubungan-hubungan untuk membantu para
pimpinan operasional.
4. Memastikan bahwa melalui tujuan yang berkesinambungan, sistem
dan prosedur dapat menyediakan data yang diperlukan dan yang
paling berguna atas basis yang paling praktis dan ekonomis.
Disini jenis pengendalian yang baik adalah yang melihat ke depan. Ini
harus diingat oleh manajemen apabila dia berpartisipasi dalam fungsi
pengendalian manajemen dengan memberikan pemikiran yang terus
menerus terhadap langkah-langkah yang mungkin perlu diambil
sebelum

dimulai

tindakan

operasi

untuk

menjamin

adanya

pelaksanaan yang sesuai dengan norma atau yang diinginkan. Ini


dapat

dinamakan

sebagai

preventive

control

(pengendalian

preventive).

Fungsi Pengendalian/pengawasan merupakan suatu unsur


manajemen untuk melihat apakah segala kegiatan yang dilaksanakan
telah sesuai dengan rencana yang digariskan dan disamping itu
merupakan hal yang penting pula untuk menentukan rencana kerja
yang akan datang.
Konntz dan ODonnell (1964), mengartikan bahwa pengendalian
atau pengawasan adalah pengukuran atau perbaikan terhadap

pelaksanaan kerja bawahan agar rencana-rencana yang telah dibuat


untuk mencapai tujuan organisasi dapat terselenggara dengan baik.
Dalam uraian tersebut menggambarkan bahwa pengendalian atau
pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang
akan dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan berupa;
pelaksanaan, dan bila mana perlu melakukan perbaikan-perbaikan,
sehingga pelaksanaannya sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

George R. Terry, menyatakan bahwa pengawasan adalah proses


penentuan apa yang akan dicapai , yaitu standar, apa yang sedang
dihasilkan, yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila perlu
mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan
sesuai rencana, yaitu sesuai standar. Juga merumuskam pengendalian
(controlling) sebagai suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan
yang telah akan dilaksanakan.

Menurut Sukanto Reksohadiprodjo, pengawasan pada hakikatnya


merupakan usaha memberi petunjuk pada para pelaksana agar mereka
selalu bertindak sesuai dengan rencana. Lebih lanjut dikatakan bahwa
pengawasan terdiri dari penentuan-penentuan standar, supervise
kegiatan atau pemeriksaan, pembandingan hasil dengan standar serta
mengoreksi kegiatan atau standar.

Menurut Winardi (1990; 380) dalam bukunya Azas-azas Manajemen,


dikatakan bahwa prinsip pengawasan efektif membantu usaha-usaha
kita untuk mengatur pekerjaan yang direncanakan untuk memastikan
bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut berlangsung sesuai dengan
rencana. Sementara itu Harold Koontz dan Cyril ODonnell (1988;
558)mengemukakan
Azas-azas/Prinsip-prinsip
Pengendalian
/pengawasan sebagai berikut :

a. Prinsip tercapainya tujuan (principle of assurance of objective),


Pengendalian harus ditujukan ke arah tercapainya tujuan, yaitu
dengan mengadakan perbaikan (koreksi) untuk menghindarkan
penyimpangan/deviasi dari perencanaan.
b. Prinsip efisiensi pengendalian (principle of efesience of control)
Pengendalian efisiensi ini bertujuan untuk menghindarkan deviasideviasi dari perencanaan sehingga tidak menimbulkan ha-hal lain
yang diluar dugaan.
c. Prinsip tanggung jawab pengendalian (Principle of control
responbility) Pengendalian hanya dapat dilaksanakan apabila managr
dapat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana.
d. Prinsip pengendalian terhadap masa depan (principle of future
control) Pengendalian yang efektif harus ditujukan ke arah
pencegahan, penyimpangan, perencanaan yang akan terjadi, baik
sekarang maupun pada masa yang akan datang.
e. Prinsip pengendalian langsung (principle of direct control) Tehnik
control yang paling efektif adalah mengusahakan adanya bawahan
yang berkualitas baik.
f. Prinsip refleksi perencanaan (principle of reflection of plan)
Perencanaan harus disusun dengan baik, sehingga dapat
mencerminkan karakter dan susunan perencanaan.

g. Prinsip penyesuaian dengan organisasi (principle of organizational)


Pengendalian harus dilaksanakan sesuai dengan struktur organisasi.
Manager dan bawahannya merupakan sasaran untuk melaksanakan
rencana.

h. Prinsip pengendalian individual (principle of individually of


control) Pengendalian dan tehnik pengendalian harus sesuai dengan
kebutuhan manajer.
i. Prinsip standar (principle of standar) Control yang efektif dan
efesien memerlukan standar yang tepat sebagai tolak ukur
pelaksanaan dan tujuan yang akan dicapai.
j. Prinsip pengawasan terhadap strategis (principle of strategic point
control) Pengendalian yang efektif dan efesien memerlukan perhatian
yang ditentukan factor-faktor yng strategis.
k. Prinsip perkecualian (the exception principle) Perkecualian ini
dapat terjadi keadaan tertentu ketika situasi berubah.
l. Prinsip pengendalian fleksibel (principle of flexibility of control)
Pengendalian harus luwes untuk menghindarkan kegagalan
pelaksanaan rencana.
m. Prinsip peninjauan kembali (principle of review) System control
harus ditinjau berkali-kali agar system yang digunakan berguna untuk
mencapai tujuan.
n. Prinsip tindakan (principle of action) Pengendalian dapat dilakukan
apabila ada ukuran-ukuran rencana orgnisasi, staffing, dan directing.
Pengendalian dapat dilakukan melalui tahap-tahap yang telah
ditentukan berdasarkan perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
Pendapat tentang pengendalian banyak dilakukan oleh para ahli,
antara lain menurut pendapat Hasibuan (1990; 225), proses
pengendalian atau control dapat dilakukan melalui tahap-tahap
sebagai berikut :
a. Menentukan standar-standar atau dasar untuk melakukan control;
b. Mengukur pelaksanaan kerja;

c. Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan menentukan


deviasi
d. Melakukan tindakan-tindakan perbaikan jika terdapat
penyimpangan (deviasi) agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan
rencana.

DAFTAR PUSTAKA
http://rachmabuana.blogspot.co.id/2013/11/pengertianpengorganisasian-organizing.html

diakses pada 22 september 2015 pukul 10.48


https://gianarrowin.wordpress.com/pengarahan/
diakses pada 22 september 2015 pukul 10.50
https://ardiiblog.wordpress.com/pengarahan-dalammanajemen/
diakses pada 22 september 2015 pukul 10.52
http://www.academia.edu/6229572/FUNGSI_Pengarahan_DAL
AM_MANAJEMEN
diakses pada 22 september 2015 pukul 10.54
http://skripsitesisdisertasi.com/pengertian_pengendalian_manaj
emen
diakses pada 22 september 2015 pukul 10.56
http://www.kompasiana.com/ndull/fungsi-controllingpengendalian-pengawasan-dalam-manajemenpendidikan_54f79c3ea33311601c8b4590
diakses pada 22 september 2015 pukul 10.58