Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

BALANCED SCORECARD

DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH


KAPITA SELEKTA MANAJEMEN

Oleh :
Angelia Janutirta

13.30.0082

Nathania Haryanti C.

14.D1.0024

Delisya F.Y

14.D1.0053

Sebagai Kelompok Pembahas

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif dalam
persaingan, produksi, pemasaran, mengelola Sumber Daya Manusia,
dan

penanganan

transaksi

B2C(Business-to-Customer)

maupun

B2B(Business-to-Business). Persaingan yang semakin ketat menekan


laba perusahaan, di era persaingan global.
Perubahan-perubahaan tersebut mendorong manajemen untuk
berupaya menyiapkan, menyempurnakan, atau mencari strategi-strategi
baru agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam
persaingan. Meningkatnya persaingan dalam bisnis memacu manajemen
untuk lebih memperhatikan keunggulan dan nilai.
Penilaian atau pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor
penting

dalam

perusahaan.

Sebagian

besar

mengukur kinerjanya dari Financial Perspective.

perusahaan

hanya

Sistem pengukuran

kinerja tersebut tidak lagi memadai bagi kebutuhan pengukuran kinerja


saat ini dimana lingkungan persaingan mengalami mobilitas.. Balanced
Scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran taktis atau operasional.
Perusahaan yang inovatif menggunakan Scorecard sebagai sebuah
sistem manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang.
1.2.

Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran kinerja?
1.2.2. Apa yang dimaksud dengan Balanced Scorecard?
1.2.3. Apa manfaat penggunaan Balanced Scorecard?
1.2.4.
Apa saja langkah-langkah menyusun Balanced Scorecard?
1.2.5. Bagaimana hubungan sebab-akibat antara empat perspektif
1.2.6.

1.3.

Balanced Scorecard?
Bagaimana Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan?

Tujuan dan Manfaat Penulisan


1.3.1.
Tujuan Penulisan
1.3.1.1.
Mengetahui mengenai pengukuran kinerja.
1.3.1.2.
Mengetahui pengertian Balanced Scorecard.
1.3.1.3.
mengetahui manfaat penggunaan Balanced Scorecard.

1.3.1.4.

Mengetahui

langkah-langkah

1.3.1.5.

Scorecard.
Mengetahui

hubungan

penyusunan

sebab-akibat

Balanced

antara

empat

perspektif Balanced Scorecard.


1.3.1.6.
Mengetahui empat perspektif Balanced Scorecard.
1.3.2.
Manfaat Penulisan
1.3.2.1. Bagi Penyusun
Melalui makalah ini, penulis diharapkan dapat
memperluas wawasan dan memahami materi terkait
Balanced Scorecard.
1.3.2.2.

Bagi Pembaca
Melalui makalah ini, diharapkan pembaca dapat
memperoleh pengetahuan baru atau lebih mendalam
terkait Balanced Scorecard.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja adalah sebagai penentu secara periodik
efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawan
berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya. Pengukuran kinerja dibutuhkan suatu penilaian kinerja yang

dapat digunakan menjadoi landasan untuk mendesain sistem


penghargaan agar personel menghasilkan kinerjanya yang sejalan
dengan kinerja yang diharapkan oleh organisasi. (Mulyadi, 2007:419)
2.2 Pengertian Balanced Scorecard
Beberapa ahli mengemukakan pendapat mengenai pengertian atau
definisi Balanced Scorecard, sebagai berikut :
Balanced Scorecard merupakan alat pengukur kinerja eksekutif yang
memerlukan ukuran komprehensif dengan empat perspektif, yaitu
perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis
internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. (Kaplan dan Norton,
1996)
Balanced Scorecard adalah suatu set dari target dan hasil dari
kinerja yang digunakan sebagai pendekatan untuk mengukur kinerja yang
diarahkan kepada gabungan faktor kritis dari tujuan organisasi. (Kaplan
and Young, 1997)
Balanced Scorecard adalah suatu alat sistem untuk memfokuskan
perusahaa, meningkatkan komunikasi antar tingkatan manajemen,
menentukan tujuan organisasi dan memberikan umpan balik yang terusmenerus guna keputusan yang strategis. (Anthony dan Govindarajan,
1997)
Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategik
atau lebih tepat dinamakan Strategic Based Responsibility Accounting
System yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam
tujuan operasional dan tolokukur kinerja perusahaan tersebut.Balanced
Scorecard

terdiri

dari

dua

kata

yaitu

balanced dan

scorecard.

Scorecard artinya kartu skor, maksudnya adalah kartu skor yang akan
digunakan untuk merencanakan skor yang diwujudkan di masa yang akan
datang, sedangkan Balanced artinya berimbang, maksudnya adalah untuk
mengukur kinerja seseorang atau organisasi diukur secara berimbang dari
dua perspektif yaitu keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan
jangka panjang, intern dan ekstern.(Mulyadi, 2005)
2.3 Manfaat Balanced Scorecard

Menurut Kaplan dan Norton (2000:122), manfaat Balanced


Scorecard bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
2.3.1 Balanced Scorecard mengintegrasikan strategi dan visi perusahaan
untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
2.3.2 Balanced Scorecard memungkinkan manajer untuk melihat bisnis
dalam perspektif keuangan dan non keuangan (pelanggan,
2.3.3

proses bisnis internal, dan belajar dan bertumbuh)


Balanced Scorecard memungkinkan manajer menilai apa yang
telah mereka investasikan dalam pengembangan sumber daya
manusia, sistem dan prosedur demi perbaikan kinerja perusahaan
dimasa mendatang.

2.4 Langkah-langkah Menyusun Balanced Scorecard


Langkah-langkah

Balanced

Scorecard

meliputi

empat

proses

manajemen baru. Pendekatan ini mengkombinasikan antara tujuan


strategi jangka panjang dengan peristiwa jangka pendek. Keempat proses
tersebut menurut (Kaplan dan Norton, 1996), antara lain :

2.4.1 Menerjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan.


Untuk menentukan ukuran kinerja, visi organisasi dijabarkan
dalam tujuan dan sasaran. Visi adalah gambaran kondisi yang akan
diwujudkan oleh perusahaan di masa datang. Tujuan juga menjadi
salah

satu

landasan

bagi

perumusan

strategi

untuk

mewujudkannya. Dalam proses perencanaan strategik, tujuan ini


kemudian dijabarkan dalam sasaran strategik dengan ukuran
pencapaiannya.
2.4.2 Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan
ukuran strategis balanced scorecard.
Dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan kepada tiap
karyawan apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai apa
yang menjadi keinginan para pemegang saham dan konsumen.
Hal ini bertujuan untuk mencapai kinerja karyawan yang baik.
2.4.3 Merencanakan, menetapkan sasaran, menyelaraskan berbagai
inisiatif rencana bisnis.
Memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana
bisnis danrencana keuangan mereka. Balanced scorecard sebagai
dasar untuk mengalokasikan sumber daya dan mengatur mana
yang lebih penting untuk diprioritaskan, akan menggerakkan kearah
tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.
2.4.4 Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis
Proses keempat ini akan memberikan strategis learning
kepada perusahaan. Dengan balanced scorecard sebagai

pusat

sistem, maka perusahaan melakukan monitoring terhadap apa


yang telah dihasilkan perusahaan dalam jangka pendek.

2.5 Hubungan Sebab-Akibat


Strategi adalah seperangkat hipotesis mengenai hubungan sebabakibat. Rantai sebab-akibat harus meliputi empat perspektif Balanced
Scorecard.

Sebagai

contoh,

Return-On-Capital-Employed

(ROCE)

menjadi sebuah ukuran scorecard dalam perspektif financial. Faktor


pendorong ukuran ini dapat berupa pembelian ulang dan penjualan
kepada pelanggan yang lebih luas dari yang ada saat ini dan (loyalitas
pelanggan). Penyerahan barang tepat waktu sering dinilai tinggi oleh
pelanggan, sehingga perusahaan perlu berusaha untuk meningkatkan
ketepatan agar pelanggan memiliki loyalitas tinggi. Oleh karena itu,
Financial

Customer

ROCE

Customer Loyalty
On Time Delivery

Internal Bussiness

Learning & Growth

Process Quality

Process Cycle Time

Employee Skills

Gambar 1. Hubungan antara empat Perspektif dalam Balanced Scorecard

loyalitas pelanggan dan penyerahan barang tepat waktu disertakan dalam


Balanced Scorecard (perspektif pelanggan) karena mempunyai pengaruh
kuat terhadap ROCE.
Untuk memenuhi penyerahan barang tepat waktu, perusahaan
perlu mengupayakan waktu siklus yang pendek dalam berbagai proses
operasi dan proses internal yang bermutu tinggi, faktor-faktor yang
menjadi ukuran scorecar dalam prespektif internal. Cara perusahaan
mengurangi waktu siklus proses internal adalah dengan melatih dan
meningkatkan keahlian para pekerja operasional, suatu tujuan yang dapat
disertakan pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan
demikian, seluruh rantai hubungan sebab-akibat tercipta dari keempat

perpektif BSC. Hasil dari rantai hubungan sebab-akibat ini yang kemudian
arti strategi unit bisnis kepada seluruh perusahaan.

2.6 Empat Perspektif Balanced Scorecard

Gambar 2. Kerangka Kerja Balance Scorecard untuk Penerjemahan Strategi ke dalam


Kerangka Operasional

2.6.1 Perspektif Financial


Menurut Kaplan (Kaplan, 1996) pada saat perusahaan
melakukan pengukuran secara finansial, maka hal pertama yang
harus dilakukan adalah mendeteksi keberadaan industri yang
dimilikinya. Kaplan menggolongkan tiga tahap perkembangan
industri yaitu;

growth, sustain,

dan harvest.Dari tahap-tahap

perkembangan industri tersebut akan diperlukan strategi-strategi


yang berbeda-beda. Dalam perspektif finansial, terdapat tiga aspek
dari strategi yang dilakukan suatu perusahaan; (1) pertumbuhan
pendapatan
organisasi

dan

kombinasi

bisnis,

(2)

pendapatan

penurunan

yang

biaya

dan

dimiliki

suatu

peningkatan

produktivitas, (3) penggunaan aset yang optimal dan strategi


investasi.
2.6.2 Perspektif Customer

Dalam perspektif customer ini mengidentifikasi bagaimana


kondisi customer mereka dan segmen pasar yang telah dipilih oleh
perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor mereka. Segmen
yang telah mereka pilih ini mencerminkan keberadaan customer
tersebut sebagai sumber pendapatan mereka. Dalam perspektif ini,
pengukuran dilakukan dengan lima aspek utama (Kaplan,1996:67);
yaitu
Pengukuran pangsa pasar, pengukuran terhadap besarnya
pangsa pasar perusahaan mencerminkan proporsi bisnis dalam
satu area bisnis tertentu yang diungkapkan dalam bentuk uang,
jumlah customer, atau unit volume yang terjual atas setiap unit

produk yang terjual.


Customer retention,

pengukuran

dapat

dilakukan

dengan

mengetahui besarnya persentase pertumbuhan bisnis dengan

jumlah kostumer yang saat ini dimiliki oleh perusahaan.


Customer acquisition, pengukuran dapat dilakukan melalui
persentase jumlah penambahan kostumer baru dan perbandingan

total penjualan dengan jumlah kustomer baru yang ada.


Customer satisfaction, pengukuran terhadap tingkat kepuasan
pelanggan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik
diantaranya adalah : survei melalui surat (pos), interview melalui

telepon, atau personal interview.


Customer profitability, pengukuran terhadap customer profitability
dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Activity Based-

Costing (ABC).
2.6.3 Perspektif Proses Bisnis Internal
Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran
terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik
manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang
dapat memberikan kepuasan tertentu bagi customer dan juga para
pemegang saham. Dalam hal ini perusahaan berfokus pada tiga
proses bisnis utama yaitu: proses inovasi, proses operasi, proses
pasca penjualan.
2.6.4 Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

Perspektif yang terakhir dalam Balanced Scorecard adalah


perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kaplan (Kaplan,1996)
mengungkapkan betapa pentingnya suatu organisasi bisnis untuk
terus

memperhatikan

karyawannya,

memantau

kesejahteraan

karyawan dan meningkatkan pengetahuan karyawan karena dengan


meningkatnya tingkat pengetahuan karyawan akan meningkatkan
pula kemampuan karyawan untuk berpartisipasi dalam pencapaian
hasil ketiga perspektif di atas dan tujuan perusahaan.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Balanced Scorecard adalah metode yang cukup fleksibel
diterapkan perusahaan yang ingin tidak hanya sekedar mengukur
aspek finansial semata, namun ingin mengetahui parameter
pendukung

kesuksesan

finansial

organisasi

dimasa

datang,

sehingga sustainabilitas organisasi dapat lebih terjamin. Dengan


Balanced Scorecard para manajer perusahaan akan mampu
mengukur bagaimana unit bisnis mereka melakukan penciptaan nilai
saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan
masa yang akan datang.
Balanced Scorecard menerjemahkan visi dan misi serta
strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja (indikator),
sehingga strategi dapat dipahami, dikomunikasikan dan diukur,
dengan demikian, berfungsi untuk semua kegiatan dalam organisasi.

Balanced Scorecard memungkinkan untuk mengukur apa yang telah


diinvestasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem
dan prosedur, demi perbaikan kinerja di masa depan. Melalui metode
yang sama dapat dinilai pula apa yang telah dibina dalam intangible
assets seperti merk dan loyalitas pelanggan.

DAFTAR PUSTAKA
Kaplan, Robert S. dan David P. Norton. 2000. Balanced Scorecard:
Menerapkan strategi menjadi aksi. Jakarta: Erlangga.
http://www.academia.edu/9243704/makalah_akuntansi_manajemen_tenta
ng_balance_scorecard diakses 5 September 2015
http://rahmatsuharjana.blogspot.co.id/2013/03/balanced-scorecardsebagai-pengukuran.html diakses 5 September 2015
https://www.google.co.id/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=http://dion.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/f
iles/14159/BALANCED
%2BSCORECARD.doc&ved=0CC8QFjAEahUKEwjb0ZmF2eHHAhVDGY
4KHQcUDo0&usg=AFQjCNFXsDgCNBCfnosgYgYm-kQ55HUzZA
diakses 5 September 2015
http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&sqi=2&ved=0CD8QFjAFahUK
Ewiam4vqxuLHAhWIB44KHVfABqo&url=http%3A%2F
%2Frepository.widyatama.ac.id%2Fxmlui%2Fbitstream%2Fhandle
%2F10364%2F894%2Fcontent%25202.pdf%3Fsequence
%3D2&usg=AFQjCNFmuNqdmy0w5AFLBkF0p1GILB5MNw&sig2=uw7_v

E9ryEhsxos5YzXXYQ&bvm=bv.102022582,d.c2E
2015

diakses 5 September