Anda di halaman 1dari 14

S E KO L A H T I N G G I A K U N TA N S I N E G A R A

AUDIT INTERN PEMERINTAH

Peraturan Pemerintah Nomor 60


Tahun 2008
Tentang

Sistem Pengendalian Intern


Pemerintah
Ali Mugiono
Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan
Gedung Juanda II Lantai 7, Jl. Dr. Wahidin No. 1 Jakarta Telp. 021-385 3855
+62818858716 - e-mail: alimugiono.itjen@gmail.com

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 SPIP
2003 Tentang Backgroun
Keuangan Negara:

alimugiono.itjen@gmail.com

UU no.17 /
Pasal 3 ayat (1): Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada
peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif,
transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa
keadilan dan kepatutan.
Penjelasan: Pengelolaan dimaksud dalam ayat ini mencakup
keseluruhan kegiatan perencanaan, penguasaan, penggunaan,
pengawasan, dan pertanggung-jawaban.

UU no.1 / 2004 Tentang Perbendaharaan Negara:


Pasal 58

(1) Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas


pengelolaan keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan
menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan
secara menyeluruh.
(2) Sistem pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan
dengan peraturan pemerintah.

UU no.15 / 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab


Keuangan Negara
Pasal 12
Dalam rangka pemeriksaan keuangan dan/atau kinerja, pemeriksa
melakukan pengujian dan penilaian atas pelaksanaan sistem
pengendalian intern pemerintah.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Pasal 1:

PP 60 / 2008 SPIP
Definition

1. Sistem Pengendalian Intern (SPI) adalah proses yang integral pada

tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan
dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas
tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien,
keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan.

2. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, yang selanjutnya disingkat SPIP,


adalah Sistem Pengendalian Intern yang diselenggarakan secara
menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
COSO-ICIF:
COSO-ICIF:Internal
Internalcontrol
controlisisaaprocess,
process,effected
effectedby
byan
anentitys
entitysboard
boardofofdirectors,
directors,

management
managementand
andother
otherpersonnel,
personnel,designed
designedtotoprovide
providereasonable
reasonableassurance
assuranceregarding
regarding
the
theachievement
achievementofofobjectives
objectivesininthe
thefollowing
followingcategories:
categories:Effectiveness
Effectivenessand
andefficiency
efficiencyofof
operations,
operations,Reliability
Reliabilityofoffinancial
financialreporting
reporting,Compliance
,Compliancewith
withapplicable
applicablelaws
lawsand
and
regulations
regulations. .

Guidelines
Guidelines for
for Internal
Internal Control
Control Standards
Standards for
for The
The Public
Public Sector-INTOSAI
Sector-INTOSAI

2004
2004
Internal
Internal control
control is
is an
an integral
integral process
process that
that effected
effected by
by an
an entitys
entitys management
management
and
and personal
personal and
and is
is designed
designed to
to address
address risk
risk and
and to
to provide
provide reasonable
reasonable assurance
assurance
that
that in
in pursuit
pursuit of
of the
the entitys
entitys mission,
mission, the
the following
following general
general objectives
objectives are
are being
being
achieved:Executing
achieved:Executing orderly,
orderly, ethical,
ethical, economical,
economical, efficient
efficient and
and effective
effective operations;
operations;
Fulfilling
Fulfilling accountability
accountability obligations;
obligations; Complying
Complying applicable
applicable laws
laws and
and regulations;
regulations;

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Pasal 2:

Mandate

PP 60 / 2008 SPIP

(1) Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien,


transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan
bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.
(2) Pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan berpedoman
pada SPIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 2:

Objectives

(3) SPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertujuan untuk


memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas
dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan
negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara,
dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

Component
Pasal 3
s
(1) SPIP terdiri atas unsur:

PP 60 / 2008 SPIP

a. lingkungan pengendalian;
b. penilaian risiko;
c. kegiatan pengendalian;
d. informasi dan komunikasi; dan
e. pemantauan pengendalian
intern.
(2) Penerapan unsur SPIP sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
menyatu dan menjadi bagian integral
dari kegiatan Instansi Pemerintah.
(integration of entity level and activity
level)
Penjelasan:
Unsur Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam Peraturan Pemerintah ini
mengacu pada unsur SPI yang telah dipraktekkan di lingkungan
pemerintahan di berbagai negara

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 SPIP
Lingkungan Pengendalian
(pasal 4alimugiono.itjen@gmail.com

Pasal 4

12)
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menciptakan dan memelihara
lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif
untuk penerapan SPI dalam lingkungan kerjanya, melalui:
a. penegakan integritas dan nilai etika;
b. komitmen terhadap kompetensi;
c. kepemimpinan yang kondusif;
d. pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan;
e. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat;
f. penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang
pembinaan SDM;
g. perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah
yang efektif; dan
h. hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah
Penjelasan:
terkait.
Pimpinan
Instansi Pemerintah dan seluruh pegawai harus menciptakan
dan memelihara lingkungan dalam keseluruhan organisasi yang
menimbulkan perilaku positif dan mendukung terhadap pengendalian
intern dan manajemen yang sehat.
Yang dimaksud dengan lingkungan pengendalian adalah kondisi dalam
Instansi Pemerintah yang memengaruhi efektivitas pengendalian intern.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

)
7
3-1

PP 60 / 2008 SPIP
Penilaian Risiko

alimugiono.itjen@gmail.com

1
l
Pasal 13
a
s
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan penilaian risiko.
(Pa 1)
2) Penilaian risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. identifikasi risiko; dan
b. analisis risiko.
3) Dalam rangka penilaian risiko sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan:
a. tujuan Instansi Pemerintah; dan
b. tujuan pada tingkatan kegiatan,
dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Penjelasan:
Pengendalian intern harus memberikan penilaian atas risiko yang
dihadapi unit organisasi baik dari luar maupun dari dalam.
Yang dimaksud dengan penilaian risiko adalah kegiatan penilaian
atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan
sasaran Instansi Pemerintah.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 -Kegiatan Pengendalian SPIP


8
1
Pasal 18
l
a
s
(1)
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan
a
(P pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari
alimugiono.itjen@gmail.com

) tugas dan fungsi Instansi Pemerintah yang bersangkutan.


0
4

(2) Penyelenggaraan kegiatan pengendalian sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) sekurang-kurangnya memiliki karakteristik sebagai
berikut:
a.kegiatan pengendalian diutamakan pada kegiatan pokok Instansi
Pemerintah;
b.kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian
risiko;
c. kegiatan pengendalian yang dipilih disesuaikan dengan sifat
khusus Instansi Pemerintah;
d.kebijakan dan prosedur harus ditetapkan secara tertulis;
e.prosedur yang telah ditetapkan harus dilaksanakan sesuai yang
ditetapkan secara tertulis; dan
Penjelasan:
Kegiatan
f. pengendalian
kegiatan pengendalian
membantu memastikan
dievaluasi bahwa
secaraarahan
teratur
pimpinan
untuk Instansi
Pemerintah
dilaksanakan.
Kegiatan
pengendalian
harus
efisien
dan efektif
dalam
memastikan
bahwa
kegiatan
tersebut
masih
sesuai
dan berfungsi
pencapaian
tujuanyang
Organisasi.
seperti
diharapkan.
Yang dimaksud dengan kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan
untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 SPIP
Informasi dan Komunikasi

alimugiono.itjen@gmail.com

Pasal 41
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib mengidentifikasi, mencatat, dan
mengkomuni-kasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat.
Pasal 42
(1) Komunikasi atas informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41
wajib diseleng-garakan secara efektif.
(2) Untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), pimpinan Instansi Pemerintah harus
sekurang-kurangnya:
a. menyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana
komunikasi; dan
b. mengelola, mengembangkan, dan memperbarui sistem informasi
Penjelasan:
Informasi
secara
terus
menerus.
harus
dicatat
dan dilaporkan kepada pimpinan Instansi Pemerintah dan
pihak lain yang ditentukan. Informasi disajikan dalam suatu bentuk dan sarana
tertentu serta tepat waktu sehingga memungkinkan pimpinan Instansi
Pemerintah melaksanakan pengendalian dan tanggung jawabnya.
Yang dimaksud dengan informasi adalah data yang telah diolah yang dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas
dan fungsi Instansi Pemerintah.
Yang dimaksud dengan komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau
informasi dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan umpan balik.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

PP 60 / 2008 SPIP
Pemantauan

Pasal 43
(1)Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan pemantauan SPI.
(2)Pemantauan SPI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
melalui pemantauan berkelanjutan, evaluasi terpisah, dan tindak
lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya.
Pasal 44
Pemantauan berkelanjutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat
(2) diselengga-rakan melalui kegiatan pengelolaan rutin, supervisi,
pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain yang terkait dalam
pelaksanaan tugas.
Penjelasan:
Pemantauan harus dapat menilai kualitas kinerja dari waktu ke waktu
dan memastikan bahwa rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya dapat
segera ditindaklanjuti.
Yang dimaksud dengan pemantauan pengendalian intern adalah
proses penilaian atas mutu kinerja SPI dan proses yang memberikan
keyakinan bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera
ditindaklanjuti.
Yang dimaksud dengan pemantauan berkelanjutan adalah penilaian
atas mutu kinerja SPI secara terus menerus dan menyatu dalam
kegiatan Instansi Pemerintah.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH
alimugiono.itjen@gmail.com

PP 60 / 2008 SPIP

Pasal 45
(1) Evaluasi terpisah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (2)
diselenggarakan melalui penilaian sendiri, reviu, dan pengujian
efektivitas SPI.
(2) Evaluasi terpisah dapat dilakukan oleh APIP atau pihak eksternal
pemerintah.
(3) Evaluasi terpisah dapat dilakukan dengan menggunakan daftar uji
pengendalian intern sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.
Penjelasan:
Yang dimaksud dengan evaluasi terpisah adalah penilaian atas mutu
kinerja SPI dengan ruang lingkup dan frekuensi tertentu berdasarkan pada
penilaian risiko dan efektivitas prosedur pemantauan yang berkelanjutan.
Evaluasi terpisah Instansi Pemerintah dilakukan dengan
mempertimbangkan lingkup dan frekuensi evaluasi, metodologi, dan
sumber daya.
Dalam melakukan evaluasi terpisah, apabila diperlukan, evaluator dapat
menggunakan metode atau alat lain yang sesuai seperti pembandingan
(benchmarking), kuesioner, bagan arus (flowchart), dan teknik kuantitatif.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 SPIP
Penguatan Efektivitas Penyelenggaraan
Pasal 47
SPIP
alimugiono.itjen@gmail.com

(2) Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas SPI sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dilakukan:
a. pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi
Instansi Pemerintah termasuk akuntabilitas keuangan negara; dan
b. pembinaan penyelenggaraan SPIP.

Penjelasan
Pengawasan intern merupakan salah satu bagian dari kegiatan
pengendalian intern yang berfungsi melakukan penilaian independen
atas pelaksanaan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Lingkup
pengaturan pengawasan intern mencakup kelembagaan, lingkup
tugas, kompetensi sumber daya manusia, kode etik, standar audit,
pelaporan, dan telaahan sejawat.
Pembinaan penyelenggaraan SPIP meliputi penyusunan pedoman
teknis penyelenggaraan, sosialisasi, pendidikan dan pelatihan, dan
pembimbingan dan konsultansi SPIP, serta peningkatan kompetensi
auditor aparat pengawasan intern pemerintah.

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 Assignment # 04 (Indiviual)SPIP

alimugiono.itjen@gmail.com

1. The Government Regulation No.60 year 2008 (PP60/2008)


stated that mandate to implement internal control for the
government activities is in order to achieve financial
management effectivity, efficiency, transparency, and
accountability. By using the 3 categories of COSO-ICIF
objectives, describe a relationship between GR 60/2008 and
COSO-ICIF.
2. In the subject of monitoring as mentioned in PP60/2008, what
are the differences between On Going Monitoring and
Separated Evaluation.
3. Concerning control activities, there are 3 types of controls:
Preventive, Detective, and Corrective Control. Explain and
construct a comparison between them.
4. What benefit will the organization get by implementing COSO
ICIF and/ or PP60/2008?
5. Regarding the scope of controls, there are 2 types of control

AUDIT INTERN
PEMERINTAH

PP 60 / 2008 Assignment # 04a (Group)SPIP

alimugiono.itjen@gmail.com

Regarding activity/transactional level control, your group are demanded


to evaluate one set of activity which is relevant in a tax office. Use a
Simplified Risk Control Matrix (RCM), then propose an evaluation test.
Ste
p
No.

Step
Description

Output

- Explain the - Describ


step of
e
procedure
output
- Person
(name,
involved
unit)
- Criteria
(operator,
supervisor,
involve
etc)
d
- Time and
how many
often the
procedure
operated

Risk

Exixting
Control

Criteria
of
Evaluatio
n

- Potential
Risk could
be happen
(if any)
- Source of
risk and
cause
- Desciption
of impact
- Risk
Category

- Explain the
existing
control (if
any)
- Type of
control
- Person
involved
- Application
used

Explain
how to
decide
whether
the
existing
control is
sufficient

Test
Proposed