Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

W DENGAN KASUS GANGGUAN POLA TIDUR


DI WISMA KRISAN PANTI SOSIAL LANJUT USIA (PSLU) BLITAR DI
TULUNGAGUNG

I.

BIODATA
Menurut pengkajian yang saya lakukan, pasien bernama Tn.W usia 65 tahun
alamat asal desa Rejoagung, kabupaten Tulungagung. Tn.W masuk ke Panti Sosial
Lanjut Usia (PSLU) Blitar di Tulungagung sejak tanggal 11Maret 2015. Sampai
saat ini lama pasien tinggal di panti sosial adalah 7 bulan. Menurut pasien, pasien
tinggal di panti sosial ini karena telah di masukkan oleh seseorang bernama Tn.K,
namun sampai saya melakukan pengkajian saya belum pernah menemui satu
anggota keluarga yang menjenguk Tn.W di panti.

II.

POLA PERSEPSI KESEHATAN/PENGELOLAAN PEMELIHARAAN


KESEHATAN
Menurut pengkajian yang saya lakukan, pasien tidak pernah mengeluhkan apa
yang dia rasakan, dia nampak selalu ceria dan semangat. Pasien hanya sering
bercerita dan membicarakan hal yang sama secara terus menerus dan berulangulang kepada semua orang yang mengajaknya berbicara. Pada masalalu pasien
juga tidak pernah mempunyai riwayat penyakit apapun.
Pasien perokok . Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan dari resep dokter
apalagi mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas.
Pasien suka makan asin, manis, namun tidak untuk pedas dan makanan yang
bertekstur keras. Kadang pasien makan makanan yang mengandung purin dan
lemak, sesuai dengan menu yang telah di berikan oleh bagian konsumsi di panti
sosial ini.
Harapan pasien tinggal di panti yaitu agar ada yang merawatnya dan untuk
mencari ketenangan. Pengetahuan pasien tentang penyakitnya juga tidak terlalu
baik, pasien tidak tahu tentang penyakitnya, pasien tidak tahu bagaimana cara
mencegah penyakitnya, dan pasien tidak tahu bagaimana cara memelihara
keamanan dan kesehatannya saat ini.
Sehingga pasien membutuhkan bantuan untuk itu semua.
Kesimpulan : Pasien kurang pengetahuan tentang penyakitnya

III.

AKTIVTAS LATIHAN

Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari di ukur menurut Indeks


Barthel ada 10 poin yaitu didapatkan interpretasi sebagai berikut :
Pasien dapat melakukan kegiatan makan secara mandiri tanpa bantuan atau di
suapi oleh orang lain. Selain itu pasien dapat memenuhi kebutuhan ADL secara
mandiri baik mandi, BAB, BAK dll Skoring yang di dapat yaitu 90 jadi
kesimpulannya pasien dapat memnuhu kebutuhanya secara mandiri tanpa bantuan
orang lain
Kesimpulan : mandiri
IV.

NUTRISI DAN METABOLIK


Menurut pengkajian yang saya lakukan, pasien tidak mengalami gangguan
pemenuhan nutrisi. Hanya saja pasien membutuhkan makanan yang tidak keras
namun lembek karena pasien sudah ompong, pasien sudah tidak memliki
keseluruhan gigi bagian atas maupun bagian bawah.
Pasien tidak melakukan diit apapun, makan secukupnya sesuai porsi 3x dalam
satu hari, nafsu makannya juga tidak mengalami gangguan. Cairan yang masuk
hanya air putih, teh, kadang juga kolak pisang.
Kesimpulan : Pasien tidak mengalami gangguan pemenuhan nutrisi

V.

ELIMINASI
Untuk eliminasi, dalam minggu ini pasien buang air besar (BAB) sudah 3x,
pasien tidak konstipasi atau mengalami kelainan lainnya. Buang air kecil (BAK)
kurang lebih 3x dalam satu hari, pasieen dapat memenuhi kebutuhanya sendiri
Kesimpulan : Pasien tidak mengalami gangguan eliminasi

VI.

TIDUR-ISTIRAHAT
Kebiasaan tidur pasien <6 jam dalam satu hari , pasien sering terbangun pada
malam hari karena merasakn nyeri pada persendian sehingga pola tidurnya tidak

VII.

efektif
Kesimpulan : pasien mengalami gangguan pola tidur
KOGNITIF-PERSEPTUAL
Berdasarkan observasi yang saya lakukan keadaan mental pasien masih dalam
batas normal, pasien tidak mengalami kacau mental dan sebagainya. Pasien
mengalami kesulitan bicara karena memang sudah tidak meiliki gigi atas dan
bawah, pasien sudah ompong sehingga terkadang lidah menjulur keluar dan itu
membuat pasien sulit bicara. pasien tidak memiliki masalah emosional,
kemampuan memahami bahasa cukup baik meskipun kurang.
Fungsi intelektual pasien mengalami kerusakan berat. Di ukur dari hasil
jawaban pasien ketika diberikan pertanyaan dari poin-poin pertanyaan menurut
SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner). Pasien bisa menyebutkan

hari/tanggal/bulan/tahun, pasien tidak tahu nama presiden Indonesia saat ini yang
dia tahu hanya presiden Megawati saja. Pasien tahu nama Ibunya, dimana dia
tinggal sekarang, dan berapa umurnya. Sehingga fungsi intelektual pasien
mengalami keruskan ringan.
Kemampuan kognitif pasien juga tidak mengalami gangguan kognitif , dilihat
dari lampiran form 4 yaitu Identifikasi Aspek Kognitif dengan menggunakan
MMSE (Mini Mental Status Exam), diddapatkan interpreasi sebagai berikut :
Pasien bisa menyebutkan dengan benar hari/tanggal/bulan/tahun, apa nama
negara kita, tidak bisa berhitung, dan bisa menirukan gambar yang telah di
contohkan. Kesimpulannya pasien mengalami tidak ada gangguan kognitif.
Pada aspek kecemasan menurut Pengkajian Kecemasan (Geriatric Anxiety
Scale), pasien tidak mengalami kecemasan sama sekali. Berdasarkan lampiran
form 5 di dapatkan interpretasi sebagai berikut :
Pasien menjawab semua poin pertanyaan dengan jawaban tidak pernah
dengan nilai total 7 jadi kesimpulannya pasien memiliki level minimal kecemasan.
Pada pengukuran skala depresi menurut Geriatric Depression Scale (Short Form
lampiran 6) di dapatkan kesimpulan bahwa pasien hanya mengalami penuruan
fungsi penglihatan, namun untuk pendengaran dan lainnya pasien masih dalam
batas normal.
Kesimpulan : Pasien mengalami depresi

VIII.

PERSEPSI DIRI/KONSEP DIRI


Dalam aspek ini pasien mempunyai ancaman dalam kesembuhan penyakitnya,
hal ini di dasari karena pasien selalu atau terus menerus mengingat dan bercerita
hal yang sama tentang masalalu nya.
Namun untuk poin ancaman perubahan penampilan/kehilangan anggota badan,
penurunan harga diri, ancaman kematian, atau masalah keuangan, pasien tidak
begitu memikirkannya.
Kesimpulan : Pasien tidak memiliki gangguan persepsi diri/konsep diri

IX.

POLA KOPING/TOLERANSI STRES


Koping dan toleransi stress dapat diatasi karena pasien sudah merasa nyaman
dengan keadaanya saat ini.
Kesimpulan : Pola koping/toleransi stres pasien efektif

X.

SEKSUALITAS/REPRODUKSI
Tidak terkaji

XI.

PERAN-HUBUNGAN
Peran Tn.W saat ini adalah sebagai lansia yang tinggal di Panti Sosial Lanjut Usia
(PSLU) Blitar di Tulungagung.
Yang mendukung pasien saat ini adalah sesama warga di dalam panti,
pegawai/karyawan panti, dan mahasiswa praktikan.
Interaksi pasien dengan orang lain bagus, pasien tidak menutup diri dan juga tidak
mengisolasi diri.
Untuk pengkajian fungsi sosial dengan APGAR KELUARGA DENGAN
LANSIA di dapatkan kesimpulan pasien suadah tidak memperduliakn lagi akan

XII.

urusan keluarganya
NILAI-KEYAKINAN
Keyakinan/agama yang di anut pasien adalah agama Islam yang tidak memiliki
pantangan dalam agamanya. Pasien tidak ingin dikunjungi seorangahli agama.
Keyakinan pasien terhadap penyakitnya, pasien sudah tidak perduli dengan
keadaannya saat ini di dalam panti dan pasien tidak juga mengalami depresi
spiritual.

XIII.

PENGKAJIAN FISIK, DIAGNOSTIK DAN PENGOBATAN


A. KEADAAN UMUM
Tanda-tanda vital :
Nadi : 80x/menit
Suhu : 365C
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
RR
: 22x/menit
B. PERNAPASAN
Keadaan pernapasan pasien masih dalam batas normal, tidak batuk, bunyi
napas bersih (vesikuler), bunyi jantung dalam batas normal. Nadi teraba, tidak
ada pembesaran vena jugularis.
C. METABOLIK-INTEGUMEN
Untuk integumen pasien bersih, ada luka atau lesi pada lutut kanan , suhu
kulit dalam batas normal tidak hiperhidrosis, tidak mengalami kelainan juga
tidak sianosis.
Pada abdomen terdengar bising usus, tidak ada abdomen, tidak ada nyeri tekan
dan tidak teraba tumor/massa.
D. NEURO/SENSORI
Reflek pupil masih baik pada kedua mata kanan dan kiri, penglihatan sudah
mengalami penurunan
Keseimbangan menurut skala Pengkajian Keseimbangan (TINETTI
BALANCE) didapatkan skore 24 yang artinya keseimbangan pasien baik,

pasien memiliki tidak masalah resiko tinggi cedera (jatuh). Sehingga butuh
bantuan untuk melakukan beberapa aktivitas.
Kesimpulan : Pasien memiliki resiko jatuh rendah
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Karena pasien tidak mengalami suatu penyakit medis, maka pasien tidak
mempunyai hasil dari tes laboratorium.
F. DAFTAR PENGOBATAN SEKARANG (diresepkan)
Pasien sedang tidak sakit jadi tidak ada resep obat dari dokter atau tim medis.