Anda di halaman 1dari 3

Seorang Petani Miskin

Seorang petani

: 75 tahun

Keluhan

: mudah pusing
Kelemahan
Lelah ketika dia beraktifitas
Dia merasa tidak enak badan sejak 3 bulan yang lalu
Padahal dia mengkonsumsi nutrisi makanan yang cukup
tidak ada kelainan di BAB dan BAK

pemeriksaan fisik

: kondisi pasien komposmentis


TD : 110/80 mmHg
Suhu

: 36,5 oC

Nadi: 105 x/ menit


RR : 26 x/ menit
Mata

: konjungtiva pucat (+)

Lidah

: papil lidah atropi

Thorax : suara ventrikel normal


Jantung : iktus kordia terlihat kuat , perbatasan jantung
melebar , intensitas denyut jantung auskultasi I dan II
meningkat, murmur sistol (+) derajat 3 di semua lokasi
proyeksi jantung dinding dada
Pada pemeriksaan terakhir hemoglobin : 3,8 mg%
Rumah sakit dan konsultasi dengan dokter penyakit dalam,
pasien menjalani seri pemeriksaan untuk menegakkan
diagnosis pasti, sehingga dia dapat penanganan yang
tepat.

Step 1
1.
2.
3.
4.

Komposmentis =
Murmur sistol =
Hemoglobin =
Konjugtiva pucat =

Step 2
1. Mengapa pasien mengalami mudah pusing?
2. Mengapa pasien mengalami fatigue?
3. Mengapa pasien mengalami lelah pada saat beraktifitas?
4. Apa pengaruh umur pasien 75 tahun dengan keluhan pasien?
5. Apa pengaruh mekanan pasien nutrisi cukup dengan sakit yang dialami
pasien?
6. Apa pengaruh normal/tidaknya BAK dan BAB pasien dengan
keluhannya?
7. Apakah normal pemeriksaan fisik pasien
a. Tensi 110/80 mmHg
b. Suhu 36,5 oC
c. Nadi 105x/menit
d. RR 26x/menit
8. Mengapa konjugtiva pasien pucat?
9. Bagaimana mekanisme papil lidah atropi?
10.
Apa pengaruh suara vasikuler normal dengan keluhan pasien?
11.
Apa pengaruh perbatasan jantung melebar?
12.
Bagaimana cara pada auskultasi I dan II meningkat?
13.
Bagaimana mekanisme murmur sistol derajat 3 pada semua
proyeksi jantung dinding dada?
14.
Apa penyebab murmur sistol derajat 3 pada semua proyeksi
jantung dinding dada?
15.
Apa pengaruh hemoglobin dengan keluhan pasien?
16.
Apakah normal Hb 3,8 mg %?
17.
Mengapa dokter spesialis penyakit dalam menyuruh pasien
untuk check up lg?
18.
Diagnosis banding
19.
Definisi
20.
Etiologi
21.
Patofisiologi
22.
Pathogenesis
23.
Manifestasi klinis
24.
Factor resiko
25.
Diagnosis
26.
Pemeriksaan penunjang

27.
Tatalaksana
28.
Komplikasi
29.
Prognosis
30.
Pencegahan
31.
Edukasi pada pasien
32. Keterangan penyakit lain dari diagnosis banding