Anda di halaman 1dari 7

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN

PEMBERDAYAAN SANTRI DAN SANTRIWATI


UNTUK MENGATASI SKABIES PADA SANTRI DAN SANTRIWATI
MELALUI PENYULUHAN.DI DESA KEDIRI
KEC.KEDIRI KAB.LOBAR

BAB I
(PENDAHULUAN)
A. Latar Belakang
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang mengelilingi dan juga kondisi luar manusia
atau hewan yang menyebabkan atau memungkinkan penularan penyakit. Pemeliharaan
lingkungan yang bersih dan sehat tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan Djuanda,
(2007) Pemeliharaan lingkungan juga harus disertai dengan kesadaran individu maupun
masyarakat dan berperilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat adalah perilaku proaktif
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit,
melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan
masyarakat. Apabila lingkungan tidak terawat dengan baik serta kesadaran masyarakat
dalam berperilaku hidup sehat tidak dilaksanakan maka berbagai penyakit juga akan
ditimbulkannya, mulai dari penyakit yang menyerang sistem pernafasan, sistem
pencernaan dan sistem integumen seperti penyakit kulit skabies (Djuanda, 2007) Penyakit
skabies tersebar luas di seluruh dunia terutama pada daerah daerah yang erat sekali
kaitannya dengan lahan kritis, kemiskinan serta rendahnya sanitasi. Sebanyak 300 juta
orang pertahun didunia dilaporkan terserang scabies (WHO, 2009) Selain itu skabies
juga ditemukan pada semua negara dengan prevalensi yang bervariasi. Dibeberapa negara
yang sedang berkembang prevalensi penyakit skabies sekitar 6%-27% dari populasi
umum dan cenderung tinggi pada anak-anak dan remaja (Diyas, 2011)Menurut Depkes
RI prevalensi skabies di puskesmas seluruh indonesia pada tahun 2008 adalah 5,6%12,95% dan skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. Prevalensi

penyakit skabies tahun 2008 diberbagai pemukiman kumuh (TPA, rumah susun dan
pondok pesantren) di jakarta mencapai 6,20%, di Kab.Boyolali sebesar 7,36%, Pasuruan
sebesar 8,22%, dan di Semarang mencapai 5,80% (Siswono, 2008) Sedangkan di
Sulawesi selatan sendiri data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan tahun 2009, penyakit
kulit infeksi menempati urutan kedelapan dengan jumlah kasus 26.221, sedangkan pada
tahun 2010 menempati urutan keenam dengan jumlah kasus 39.853 dan pada tahun 2011
penyakit kulit infeksi menempati urutan kesepuluh dengan jumlah kasus 39.739,
sedangkan data dari pondok pesantren Nurul hakim tahun 2011 dari 1000 santri/wati
ditemukan sebanyak 500 santri yang pernah menderita skabies. Berdasarkan uraian diatas
maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui faktor faktor
yang berhubungan dengan kejadian skabies di pondok pesantren Nurul Hakim di wilayah
kerja Puskesmas kediri kab. Lombok barat
B. Permasalahan
Sanitasi yang kurang baik dan jumlah santri yang berbanding terbalik dengan fasilitas
(air, kamar mandi, tempat menjemur pakaian) dan kurangnya pengetahuan tentang
kesehatan mengakibatkan kurang berdayanya santri untuk melakukan personal hygiene,
sehingga diperlukan adanya pendekatan yang tepat terhadap pengelola ponpes untuk
menyediakan fasilitas yang menunjang kesehatan terkait tentang personal hygiene dan
pendekatan terhadap santri untuk membiasakan hidup bersih dan sehatsecaara mandiri
C. Fokus Pemberdayaan
Fokus pemberdayaan adalah santri dan santriwati di pondok pesantren nurul hakim di
wilayah kerja puskesmas kediri kecamatan kediri dengan tujuan agar santri dan santriwati
secara mandiri mampu
1. Berprilaku hidup besih dan sehat
2. Menjemur kasur setiap minggunya

D. Populasi Target
1. Primer
Para santri dan santriwati lingkungan ponpes nurul hakim
2. Sekunder
Pondok pesantren ( pengelola pondok pesantren, usadtz, ustadzah )
3. Tersier
Kader kesehatan ( klinik pondok ) dan tenaga kesehatan klinik

BAB II
(PERENCANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN)
A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dengan kejadian scabies di
wilayah kerja puskesmas kediri.
2. Tujuan Khusus
Berdasarkan latar belakang diatas untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit
Scabie, maka kami menyusun rumusan masalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi hubungan PHBS dengan penyakit Scabie.
2. Mengidentifikasi tentang penyebab dan gejala penyakit Scabies di ponpes
3. Menganalisis tentang gambaran perilaku hidup bersih dan sehat santri pada
tatanan ponpes kaitannya dengan menggunakan air bersih.
4. Untuk mendapatkan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat santri pada
tatanan ponpes kaitannya mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
5. Untuk mendapatkan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat santri pada
tatanan ponpes kaitannya dengan menggunakan jamban sehat.
6. Untuk mendapatkan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat santri pada
tatanan ponpes kaitannya dengan memberantas jentik nyamuk di rumah.
7. Untuk mendapatkan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat santri pada
tatanan ponpes kaitannya dengan melakukan aktivitas fisik setiap hari.
B. Metode / Kegiatan
Bentuk kegiatan yang dilakukan pada perogram pemberdayaan santri/santriwati dan
pengelola ponpes dalam mengatasi masalah scabies.
Melalui pendekatan
C. Sumber Daya Manusia dan Hambatan
1. Pemetaan Wilayah
Hasil survey yang menderita penyakit kulit scabies
2. Pengkajian Masalah (Analisis SWOT)
a. Strength
1. Adanya klinik remaja
2. Adanya tenaga kesehatan klinik (dokter)
b. Weaknes
1. Air bersih yang kurang memadai

2. Tempat menjemur pakaian yang kurang memadai


3. Tingkat pengetahuan yang rendah tentang kesehatan
c. Opportunity
1. Lokasi ponpes dekat dengan puskesmas
2. Santri/santriwati yang kooperatif
d. Threat
1. Jumlah santri yang banyak memungkinkan untuk saling bertukar
pakaian
2. Sumber air menggunakan diesel memungkinkan jika mati lampu tidak
ada air
3. Pengenalan Masalah
Kebersihan dan pola personal hygiene sangatlah hal yang mendasar dalam
kehidupan sehari-hari
4. Prioritas Masalah
D. Rencana Pelaksanaan
1. Pembentukan Kelompok
Kelompok-kelompok yang sudah ada di ponpes yang dapat diberdayakan untuk
program ini adalah :
1) Pengurus Klinik ibnu sina
2) Kelompok pengajian
3) Organisasi santri
4) Pengurus pondok (mudabbir)
5) Asatidz dan asatidzah
2. Penyamaan Persepsi Materi Pemberdayaan
Penyamaan persepsi dilakukan dengan cara CSS ( Community Self Survey)
mengenai permasalahan scabies pada santri dan santriwati yang meliputi besarnya
permasalahan yang dihadapi, faktor-faktor penyebab dan cara-cara efektif untuk
penanggulangannya. Penyamaan persepsi ini dilakukan dengan mengundang
seluruh kelompok-kelompok diatas terkait dengan perawatan scabies pada santri
dan santriwati.
3. Kemitraan dan Pendampingan
Kemitraan dan pendampingan diharapkan dari pengurus (mudabbir) dan asatidz
dan asatidzah sebagai pendukung, motivator dan konsultan agar pelaksanaan
program tetap berjalan sesuai dengan arahan yang tepat
4. Jadwal Kegiatan Program

No

Jadwal

Waktu Kegiatan

Kegiatan

Bulan 1

Bulan 2

I
1.

Persiapan

2.

Pelaksanaan

3.

Pelaporan

II

III

IV

II

III

IV

E. Rencana dan Evaluasi


1. Monitoring
Monitoring dilakukan selama kegiatan penyuluhan dan demonstrasi berlangsung
untuk memantau tingkat kehadiran peserta dan kemampuan peserta untuk turut
memahami apa itu scabies, apa penyebabnya, bagaimana cara mencegah maupun
menanggulanginya. Monitoring dilakukan oleh penyuluh/tenaga kesehatan beserta
kader klinik. Segala temuan yang ada dari hasil monitoring akan dibahas sebagai
pertimbangan ke arah perbaikan dan diupayakan solusi bersama dari pondok
pesantren untuk mengatasi masalah yang muncul agar program tetap berlangsung
dengan lancar dan semakin baik.
2. Evaluasi
Evaluasi hasil dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, aspek yang
dievaluasi meliputi kemampuan pengurus (mudabbir) dalam memahami apa yang
dimaksud diare, apa penyebabnya, dan memantau perubahan jumlah kasus scabies
di klinik dan puskesmas

TUGAS KELOMPOK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATA
PEMBERDAYAAN SANTRI DAN SANTRIWATI
UNTUK MENGATASI SKABIES PADA SANTRI DAN SANTRIWATI
MELALUI PENYULUHAN.DI DESA KEDIRI
KEC.KEDIRI KAB.LOBAR

DISUSUN OLEH:
Darman Zulfikar

NIM (P07120313 005)

Heri Kuswandi P.

NIM (P07120313 016)

Muliani

NIM (P07120313 032)

Ni Wayan Suliastini

NIM (P07120313 038)

Yuli Putri Utami

NIM (P07120313 039)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MATARAM
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D.IV KEPERAWATAN MATARAM
2014

Anda mungkin juga menyukai