Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PEMBAHASAN
Pada anamnesis didapatkan data bahwa pasien berusia 20 tahun, datang
ke IGD akibat luka bakar api yang mengenai tungkai bawah, sedikit tungkai atas
dan wajah.
Pada pemeriksaan fisik, didapatkan bahwa tanda vital dalam batas
normal. Status generalis kepala, leher, thorax, abdomen didapatkan dalam batas
normal. Tidak didapatkan tanda-tanda syok pada pasien. Status lokalis luka bakar
derajat II pada tungkai bawah kanan dan kiri pasien. Bagian tungkai terlihat
merah, terdapat gelembung cairan (blister) dan terasa nyeri. Sedangkan pada
bagian wajah pasien terdapat luka bakar derajat I, terlihat merah dari sekitarnya,
namun tidak terbentuk gelembung cairan (blister), dan sedikit terasa nyeri.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa pemeriksaan laboratorium
dengan hasil Hb 14,2 g/dl (normal), Leukosit 17.200/ul (meningkat). Peningkatan
leukosit merupakan tanda-tanda infeksi.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang
yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pasien ini didiagnosa dengan luka bakar
suhu (api).
Penatalaksanaan yang dilakukan pada pasien ini adalah tindakan , IVFD
RL, kemudian pemberian injeksi ketorolac, injeksi cefotaxime. Tindakan
debridemen dilakukan untuk menghilangkan jaringan yang nekrosis. Pemberian
ketorolac untuk menghilangkan nyeri yang dialami pasien setelah operasi.
Pemberian cefotaxime sebagai antibiotik. Perawatan luka pada pasien dilakukan
dengan wound therapy dan penggantian verban.
Prognosis pada kasus ini, quo ad vitam bonam dan quo ad fungsionam
dubia ad bonam.