Anda di halaman 1dari 4

NAMA

: NI MADE INTEN KUSUMA DEWI

NIM

: 1411105039

JURUSAN

: ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

BROKOLI
Brokoli (Brassica olaracea L.var italica) merupakan salah satu famili dari
Brassicaceae yang termasuk dalam tanaman sayuran suku kubis-kubisan dan berasal dari
daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke
Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.
Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun
rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut
dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna
hijau, sedangkan kembang kol putih. Brokoli mengandung fitokimia yang baik seperti
glukosinolat, senyawa fenolik, serat dan senyawa antioksidan. Brokoli banyak dikonsumsi
dalam bentuk olahan atau dimasak menjadi aneka sayur dan dikonsumsi dalam bentuk
mentah atau segar. Brokoli juga dapat dimanfaatkan untuk diet dalam bentuk sari brokoli
karena kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Berikut ini nilai gizi dari brokoli mentah dengan berat 100 gr
Total energi yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total lemak yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Kandungan lemak jenuh sebesar yang terkandung pada brokoli dalam 100

142 kJ, 34 kkal


0,37 g
0,039 g

gram bahan :
:
Kandungan lemak tak jenuh ganda yang terkandung pada brokoli dalam 100

0,038 g

gram bahan :
Kandungan lemak tak jenuh tunggal yang terkandung pada brokoli dalam

0,011 g

100 gram bahan :


Kandungan kolesterol yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total protein yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total karbohidrat yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total serat yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total gula yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total sodium yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0 mg
2,82 g
6,64 g
2,6 g
1,7 g
33 mg

Total kalium yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :
Total folat yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

316 mg
63 mg

Total niacin yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0.639 mg

Total asam pantotenat yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,573 mg

Pyridoxine yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0.175 mg

Riboflavin yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,117 mg

Thiamin yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,071 mg

Vitamin A yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

623 IU

Vitamin C yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

89,2 mg

Vitamin E yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,17 mg

Vitamin K yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0.41 mg

Kalsium yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan : Tembaga

47 mg

yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0.049 mg

Besi yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,73 mg

Magnesium yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

21 mg

Mangan yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0.210 mg

Selenium yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

2,5 mg

Zinc yang terkandung pada brokoli dalam 100 gram bahan :

0,41 mg

Sumber:
Sari, Kristanti Novita. 2014. Kandungan Serat, Vitamin C, Aktivitas Antioksidan dan
Organoleptik Keripik Ampas Brokoli (Brassica oleracea var. italica) Panggang.
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; Semarang

NAMA

: NI MADE INTEN KUSUMA DEWI

NIM

: 1411105039

JURUSAN

: ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

KECAPI (SENTUL)
Kecapi (Santol - Setol - wild mangosteen (Sandoricum koetjape, syn. S. indicum and
S. nervosum) merupakan buah yang agak rumit dimakan, karena kulitnya begitu liat dan kuat.
Tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan
Filipina, di mana tanaman buah ini menjadi popular dan tersebar diman-mana, ditanam secara
luas dan mengalami naturalisasi. Pohon ini ditanam terutama karena ingin mendapatkan
buahnya yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap
dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu dan dijadikan manisan atau
marmalade. Buah kecapi bertipe buah buni, berbentuk bulat pipih, berdiameter 5-6 cm,
berwarna kuning keemasan, berbulu halus; daging buah bagian luarnya tebal dan keras,
berwarna merah daging dan rasanya agak asam; daging buah bagian dalam lunak, berwarna
putih, rasanya asam sampai manis, biasanya melekat pada biji.
Kandungan Gizi buah Kecapi per 100 g bagian yang dapat dimakan mengandung:
Total kalori yang terkandung dalam kecapi sebesar 247 kJ/100 g
Total air yang terkandung dalam kecapi sebesar 83,9 g
Total protein yang terkandung dalam kecapi sebesar 0,7 g
Total lemak yang terkandung dalam kecapi sebesar 1 g
Total karbohidrat yang terkandung dalam kecapi sebesar 13,7 g
Total serat yang terkandung dalam kecapi sebesar 1,1 g
Total abu yang terkandung dalam kecapi sebesar 0,7 g
Total kalsium yang terkandung dalam kecapi sebesar 11 mg
Total fosfor yang terkandung dalam kecapi sebesar 20 mg
Total besi yang terkandung dalam kecapi sebesar 1,2 mg
Total kalium yang terkandung dalam kecapi sebesar 328 mg
Total vitamin C yang terkandung dalam kecapi sebesar 14 mg.
Sumber:

Suryani, Erma. 2011. Isolasi dan Elusidasi Struktur Senyawa Triterpenoid dari Ekstrak
EtilAsetat Kulit Batang Tumbuhan Kecapi (Sandoricum Koetjape Merr). Program Studi
Kimia Pascasarjana Universitas Andalas. Padang