Anda di halaman 1dari 5

Adab Doa Nabi Ibrahim alaihissalam

225 Share
Saudariku, bukalah sejenak mushaf Al-Quran dan pergilah untuk menyelami surat AsSyuaraa ayat 78-81 dan ayat 83-86. Didalam surat itu terdapat doa Nabi Ibrahim
kepada sang pencipta Al-Khaliq. Betapa indahnya dan santunnya nabi kita
Ibrahim alaihissalam sang kekasih Allah ketika berdoa dan meminta kepada-Nya.
Nabi Ibrahim alaihissalam memulai doanya dengan memberikan lima
sanjungan kepada Sang Pengabul Permintaan.
Allah-lah yang telah menciptaka aku, dan Dialah yang memberi hidayah kepadaku, dan
Dialah zat yang memberi makanan untukku dan memberi minuman kepadaku, dan
apabila aku sakit maka Dia juga yang menyembuhkan sakitku, dan Allah-lah zat yang
mematikan aku, dan juga zat yang menghidupkan aku (kembali), dan Dia pulalah zat
yang aku berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan. (Qs. AsySyuara: 78-80)
Dalam ayat ini terdapat contoh bagaimana Nabi Ibrahim alaihissalam berdoa. Beliau
memulai doanya dengan memberikan lima sanjungan kepada sang Khaliq. Sanjungan
pertama mengatakan bahwa Allah adalah sang pencipta sekaligus sang pemberi
petunjuk (hidayah dalam masalah agama), yang kedua adalah Dia-lah yang memberikan
makanan dan minuman, yang ketiga adalah yang memberi kesembuhan dari berbagai
penyakit, yang keempat adalah yang menghidupkan dan mematikan dan yang kelima
adalah zat yang mengampuni dosa.
Kemudian beliau mengajukan lima permohonan.
Ya Allah berilah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku dari bagian orang-orang sholeh.
Dan jadikanlah untukku menjadi manusia yang dipuji-puji banyak orang pada generasi
setelahku. Ya Allah jadikan aku penghuni surga yang penuh kenikmatan. Dan ya Allah

ampunilah ayahku, sesungguhnya dia orang yang tersesat. Dan janganlah Engkau
hinakan aku pada hari manusia dibangkitkan. (Qs. Asy-Syuara 83-86)
Allah mengabulkan semua permohonan nabi Ibrahim kecuali satu saja.
Berkaitan dengan permohonan pertama yaitu meminta ilmu maka Allah berfirman dalam
surat An-Nisaa ayat 54 yang artinya, Maka sungguh telah kami berikan kepada
keluarga Ibrahim kitab suci yaitu ilmu. Demikian pula Allah telah berfirman dalam surat
Yusuf ayat 101 yang artinya, Sesungguhnya Ibrahim di akhirat termasuk orang-orang
yang sholeh. Kemudian permohonan yang kedua telah Allah jelaskan dalam surat
Shaafaat ayat 108 yang artinya, Dan kami tinggalkan Ibrahim pujian yang baik dan
ucapan yang baik bagi orang-orang setelahnya. Permohonan yang ketiga telah Allah
respon positif pula yaitu dalam surat Huud ayat 73 yang artinya, Rahmat Allah dan
keberkahan Allah untuk kalian wahai keluarga Ibrahim. Akan tetapi berkaitan dengan
permohonan yang keempat, Allah nyatakan tidak dapat dikabulkan yaitu diterangkan
dalam surat At-Taubah ayat 114 yang artinya Dan Ibrahim meminta maaf pada Allah
tentang permohonan ampunan untuk ayahnya. Maka tatkala telah jelas bagi Ibrahim
bahwa ayahnya adalah musuh Allah maka Ibrahim berlepas diri darinya.
Kesimpulan
Maka adab doa nabi Ibrahim alaihissalam yaitu:
Menyanjung dan memuji Allah sang pencipta alam semesta sebelum memulai
doanya. An-Nawawii dalam kitabnya al-Adzkaar menyebutkan bahwasanya perjalanan
Nabi dan Rasul serta orang-orang sholeh jika meminta hajat kepada Allah subhanahu wa
taalaa, sebelum berdoa mereka bersegera untuk berdiri di hadapan Robbnya, lalu
merapatkan telapak kaki mereka kemudian menghamparkan telapak tangan mereka dan
mereka meneteskan air mata di pipi mereka. Maka mereka memulai dari bertobat dari
maksiat dan membebaskan dari penyimpangan dari aturan syariat dan mereka
sembunyikan kekhusyuan dari hati mereka. Dan mereka merendahkan diri di hadapan
Allah subhanahu wa taalaa. Lalu mereka menyanjung sesembahan mereka,
mensucikan-Nya, dan mengagungkan-Nya, dan menyanjung dengan sanjungansanjungan yang menjadi hak-Nya. Baru setelah itu mereka bersemangat untuk berdoa.
Tidak menisbatkan keburukan pada Allah subhanahu wa taalaa. Sebagaimana
nabi Ibrahim tidak menisbatkan sakit yang merupakan ciptaan Allah kepada Allah. Hal ini
karena nabi Ibrahim merupakan hamba yang sangat santun, sopan serta beradab

terhadap Robb-nya, sehingga dapat dilihat pada doa diatas bahwa nabi Ibrahim tidak
menisbatkan sakit kepada-Nya. Beliau berkata Dan jika aku sakit, maka Alallah yang
menyembuhkan aku, tidak berkata dan Ia lah Zat yang maha memberi sakit.
Walaupun senyatanya hal ini adalah benar, bahwasanya Allah-lah yang menciptakan
kebaikan dan keburukan. Namun, hendaklah seorang hamba mengetahui dapat bersikap
sopan, santun dan beradab terhadap Robb-nya.
Allah telah memuliakan umat ini dengan mengajari umat ini doa semisal doa nabi
Ibrahim. Allah turunkan surat al-Fatihah untuk umat Muhammad shallallaahhu alaihi wa
sallamyang Allah mulai surat ini dengan sanjungan dan pengagungan sampai waiyaaka
nastain,sedangkan sisanya adalah doa. Maka surat al-Fatihah adalah dalil diantara adab
berdoa adalah menyanjung Allah dahulu baru berdoa dan meminta kepada Allah.
Duhai saudariku, seorang muslimah yang sholihah selalu memperhatikan amal dan
perbuatan yang ia lakukan. Terlebih lagi dalam masalah berdoa. Hendaknya kita
beradab dalam melakukan doa kepada Rabb Kita Tuhan Pencipta Alam Semesta,
Penguasa Hari Pembalasan, dengan mencontoh doa yang telah Allah ceritakan dalam AlQuran. Semoga Allah beri taufik kepada kita semua agar dapat mengamalkan ilmu yang
telah kita dapat ini.
Penyusun: Ummu Zubaidah Putrisia Hendra Ningrum Adiaty
Murojaah: Ust. Aris Munandar
Maroji:

Al-Quran Al-Karim

Syarah Hisnul Muslim min Adkaari Alkitaabi wa Assunnati, buah karya Said bin Ali
bin Wahf Al-Qathani dengan pensyarah Majdi bin Abdul Wahab Ahmad. hal. 22-23

Rekaman Kajian Sabtu-Minggu pagi Syarah Hisnul Muslim oleh Ustadz Aris
Munandar dengan penyelenggara takmir Masjid Al-Ashri Pogung Rejo

***
Artikel muslimah.or.id

225 Share

Artikel Terkait:

Adab Salam dan Shalawat

Adab-Adab Makan

Petunjuk Nabi Dalam Shalat Ied

Adab Berpakaian Bagi Muslimah

Adab Menguap dan Bersin

Bertamu Dengan Cara Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

8 komentar Kirim ke teman 12,266

Artikel sebelumnya: Proposal Kajian Ust Yazid bin Abdul Qadir Jawaz Yogyakarta [6 Juni 2010]

Artikel selanjutnya: Kajian Umum Lampung (23 Mei 2010): Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc,
MENGENAL PRINSIP AQIDAH IMAM SYAFII

Kirim Komentar

Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu
sebelum ditampilkan.
Name (wajib)

Email (wajib)

Website (optional)

Komentar:

Kirim

Notify me of follow up comments via e-mail

8 Komentar

hawa mahabbah May 16, 2010, 9:47


Subhanaallah. syukran ya ukhty..
entry yg menarik.
Alhamdulillah. la haula wala quwwata illa billah..

Ummu Rumman May 16, 2010, 22:20


Like this, Ummu Zubaidah
Ditunggu tulisan-tulisan yg berikutnya.
Barokallohu fiik ^^

Muslim Pati May 17, 2010, 16:08


Barakalahufikum

Salsabila Az-Zahro May 23, 2010, 20:50


Subhanallah, artikel yang menarik. berkaitan dengan masalah doa, ana pernah merasa sangat gamang dan
malu untuk meminta sesuatu yang nilai permintaan itu tidak sebanding dengan kadar ketaatan ana pada Allah
Tabaraka Wataala. jadi berdoa itu hanya sebentar dan yang ana minta hanya terbatas pada hal-hal yang
menurut ana sesuai saja. namun kemudian manhaj ini menyadarkan ana bahwa ibadah berdasarkan rasa cinta,
rasa harap dan takut. dengan memperbesar rasa pengharapan ana tidak meninggalkan rasa takut pada Allah
Taala, terlebih kecintaan pada Allah Taala harus diatas segalanya. Syukron Muslimah.or.id semoga perjuangan
anti dirahmati dan diridhoi Allah Taala.