Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

(A) Rizki Ramadhan (2005110224)


(B) Konstruksi ideologi surat kabar Media Indonesia dan Jurnal Nasional pada
berita isu konflik antarpartai Golkar dan Demokrat prapemilu presiden
2009 edisi Februari-Maret 2009
(C) ix + 144 halaman; 6 bagan; 8 tabel; 10 lampiran; 2008
(D) Kata Kunci: Analisis Framing; model Zhongdang Pan dan Gerald M.
Kosicki; Konstruksi ideologi media
(E) Tujuan:Untuk mengetahui latar belakang ideologi surat kabar Media
Indonesia dan Jurnal Nasional dalam mengkonstruksi berita isu konflik
antarpartai Golkar dan Demokrat.
Metode Penelitian: Analisis Framing model Zhongdang Pan dan Gerald
M. Kosicki.
Hasil Penelitian: Sintaksis pemberitaan di surat kabar Jurnal Nasional
secara tersirat lebih ke arah mendongkrak citra SBY serta Partai Demokra.
Sedangkan Surat kabar Media Indonesia memandang Partai Golkar di
lecehkan oleh Partai Demokrat dengan adanya pernyataan dari Mubarok.
Skrip pada sampel berita dari surat kabar Jurnal Nasional ditunjukkan pada
penonjolan unsur what dan who. Sedangkan pada surat kabar Media
indonesia skrip pada sampel berita ditunjukkan dengan penekanan pada
unsur why dan how. Tematik, tema yang diusung pada sampel penelitian
penulis di surat kabar Jurnal Nasional adalah tema yang mengangkat citra
SBY dan Partai Demokrat. Sebaliknya surat kabar Media Indonesia
memberikan porsi yang cukup banyak tentang pernyataan Mubarok.
Menurut Media Indonesia, hal itu merupakan pemicu awal konflik antar
Partai Golkar dan Demokrat. Retoris, unsur grafis sangat terlihat,
penebalan dan pembesaran huruf pada judul dan lead menandakan
penekanan yang dilakukan agar khalayak tahu apa yang terjadi dan
memiliki nilai penting di masyarakat. Dalam pemberitaannya Media
Indonesia dan Jurnal Nasional menekankan fakta dengan pemberian label
otoritas keilmuan pada narasumber yang diwawancarai.
Kesimpulan : Dari konstruksi terhadap berita yang dibuat dapat dilihat
ideologi yang dibentuk oleh kedua media tersebut. Media Indonesia dalam
konstruksinya tidak berimbang, lebih cenderung mendukung sikap politik
partai Golkar, sebaliknya Jurnal Nasional pemberitaannya cenderung
mendukung sikap politik partai Demokrat.
Saran: Supaya Media Indonesia dan Jurnal Nasional tetap dapat
menjalankan fungsinya sebagai media massa secara berimbang dan juga
dapat melihat semua kebijakan pemerintah yang patut dikritisi, namun
tetap mengedepankan pemberitaan yang obyektif. Terutama untuk
pemberitaan konflik.
(F) Buku: 11 (2002-2008), Sumber Lain: 3 (2009)