Anda di halaman 1dari 21

Insisi abses

maksilofasialis
I Gede Hendra Sucipta

ABSES MAKSILOFASIALIS
Abses suatu kantong berisi kumpulan
pus terlokalisir akibat proses supurasi
pada suatu jaringan yang disebabkan
oleh bakteri piogenik
Abses
maksilofasial

terjadi
di
superficial
hingga
propunda
dari
muskulus platysma, tampak tandatanda radang yang hebat

Ruang Anatomi dimana pus menumpuk :


Submandibular
Sublingual
Buccal
Submasseteric
Parotis
Palatal
Infratemporal

Ruang dmn
pus
menumpuk :
Submandibul
ar
Sublingual
Buccal
Submasseteri
c
Parotis
Palatal
Infratemporal

Etiologi
Bakteri
(stapilococcus,
E.coli,
streptococcus,
pseudomonas,
mycobacteria) masuk ke bawah kulit
pada area yang luka
Bakteri menyebar dari suatu infeksi di
bagian tubuh lain
Daerah yang terinfeksi mendapat aliran
darah yang kurang
Gangguan sistem kekebalan tubuh

Gejala
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Adanya massa
Nyeri tekan
Teraba hangat
Pembengkakan
Kemerahan
Demam

DIAGNOSA BANDING
SELULITIS MAKSILOFASIAL

Insisi Abses Maksilofasial


Suatu tindakan drainase pada abses yang mengenai
daerah maksilofasialis

Tujuan insisi abses

1. Mencegah terjadinya perluasan infeksi ke jaringan


lain
2. Mengeluarkan
eksudat
purulent/pus
untuk
mempercepat penyembuhan
3. Mengurangi rasa sakit
4. Menurunkan jumlah populasi mikroba beserta
toksinnya

Prinsip insisi abses


Menghindari pembuluh darah besar
Insisi di lakukan pada bagian superfisial
pada titik terendah akumulasi untuk
pengeluaran pus sesuai gravitasi
Memilih
daerah
insisi
berdasarkan
pertimbangan estetik

Pemeriksaan Penunjang
Pungsi percobaan dan kultur pus

Persiapan
Anamnesa,
pemeriksaan
fisik
dan
pemeriksaan penunjang
Penjelasan kepada penderita dan keluarga
mengenai tindakan operasi serta resiko
(informed consent)
Persiapan alat dan kelengkapan operasi
Antibiotik profilaksis (broad spectrum luas)

Persiapan Alat dan Bahan

Lidokain 2%
Betadine
alkohol
Spuit
Pisau insisi (skalpel)
Pinset sirurgis
Klem jaringan
Jarum dan benang

Teknik operasi
1. Pasien posisi supine berbaring diatas meja operasi
dengan anestesi local atau anestesi umum
2. Desinfeksi menggunakan betadine atau alcohol 70%
3. Lapangan operasi di persempit menggunakan doek/linen
steril
4. Irisan disesuaikan dengan garis langer pada tempat yang
fluktuasi maksimal sepanjang 2 cm, hingga menembus
kapsul abses

5. Dengan klem bengkok abses di buka secara tumpul


sehingga nanah yang terkumpul dapat keluar melalui
luka insisi
6. Lakukan kultur dan sensitifitas untuk kuman
penyebabnya
7. Di pasang drain yang di fiksasi pada kulit
8. Operasi selesai

Komplikasi

Trismus
Fistel
Sepsis
Trombosis sinus kavernosus

Perawatan pasca bedah


Injeksi antibiotik (broad spectrum luas) di
lanjutkan sampai 5 hari
Oral hygiene yang baik
Latihan buka mulut supaya tidak trismus
Rawat luka dengan kompres larutan garam faali
(Nacl 0,9%)
Evaluasi sumber infeksi misalnya (gigi)
Periksa penyakit penyerta (diabetes mellitus)

FOLLOW UP
Rawat luka tiap 3 hari sampai infeksi sembuh

Terimakasih