Anda di halaman 1dari 12

Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik
menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau
poliatomik menjadi stabil. Dengan kata lain ikatan kimia adalah kemampuan suatu atom
bergabung dengan atom lain membentuk suatu senyawa.

Ikatan kimia dilakukan dengan melepas atau menerima electron, sehingga susunan electron
menjadi stabil (seperti susunan pada gas mulia)

Kecenderungan unsur unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas
mulia terdekat dengan istilah aturan oktet

Elektron yang berperan dalam pembentukkan ikatan kimia adalah electron valensi dari suatu
atom / unsur yg terlibat.

Ikatan kimia dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu ikatan ionik , ikatan kovalen dan
ikatan kovalen koordinasi

gambar ikatan kimia

1.

Ikatan ion

Ikatan ion merupakan sejenis interaksi elektrostatik antara dua atom yang memiliki
perbedaan elektronegatifitas yang besar

Ikatan ion terjadi apabila :


-

Ikatan antara unsur logam dan bukan unsur logam

Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil / rendah melepaskan
elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas
elektron besar menangkap elektron tersebut (membentuk anion)
-

Unsur logam melepaskan elektron sedangkan unsur non logam menerima elektron

Contoh : Ikatan ion yang membentuk senyawa KCl

KCl

K : 2.8.8.1

19

Cl : 2.8.7

17

Perhatikan jumlah elektron terluar pada susunan elektron dari kedua unsur diatas.
K akan melepaskan 1 elektron valensi
K -> K+

Cl menangkap 1 elektron valensi.


Cl >

Cl-

Dengan begitu didapat susunan elektron dari kedua elektron yang stabil ( elektron kulit
terluarnya berjumlah 8).

gambar ikatan ion

Pembentukan senyawa ionik sebagian berupa Siklus Born Haber


a)

Siklus Born Haber

gambar siklus Born-Haber

Pada pembentukkan senyawa ionik NaCl (s) dari Na ( s) dan Cl2 (s) diatas melibatkan
serangkaian proses yang dinamakan dengan siklus Born-Haber

Entalpi kisi ( Hkisi) merupakan perubahan entalppi standar yang menyertai pembentukan ion
ion gas dari padatan Kristal :

MX (s) > M+ (g) + X- (g)

= Hkisi

Semua entalpi kisi bernilai positif . Entalpi kisi berasal dari konstribusi energy elektrostatik
total kation dan anion yang ada pada padatan ionik.

Contoh Soal :
Tentukan silus Born-Haber dan kalor pembentukkan LiF bila diketahui :
Kalor penguapan Li (s) = + 155 kJ/mol
Kalor disosiasi F2 (g) = + 158 kJ/mol
Energi kisi LiF (s) = - 1.016 kJ/mol
Energi ionisasi K (g) = +520 kJ/mol
Afinitas elektron (g) = 328 kJ/mol

Solusi

Li(e) + F2 (g)

F (g)

Li ( g) ->

>

>

->

->

>

Li+(g)

Hfo = S + I +D + A + U
= ( 155 + 520 + 79 328 1016 ) kJ

LiF (g)

F-

= 590 kJ/mol

2.

Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi jika ada pemakaian pasangan elektron secara
bersama- sama oleh atom-atom yang berikatan, dikarenakan ketidak mampuan salah satu
atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron ( terjadi pada atom atom non logam).

Sifat sifat atom yang membentuk ikatan kovalen sebagai berikut :

Terbentuk diantara dua atom yang sama-sama ingin menangkap

elektron

Sesudah berikatan tiap atom harus dikelilingi 2 atau 8 elektron

Atom-atom yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda


keelektronegatifannya lebih
kecil dibandingkan ikatan ion.

Ikatan kovalen terbagi atas dua macam berdasarkan kepolarannya antara lain :

a)

Ikatan Kovalen Polar

Ikatan kovalen polar terjadi jika pasangan elektronnya yang dipakai bersama-sama, tertarik
lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan (berdasarkan atas keelektronegatifan unsurnya
berbeda).
Elektron akan tertarik lebih kuat ke atom yang elektronegatif lebih besar (cenderung
menangkap elektron)

Contoh :

Gambar Ikatan Kovalen Polar

b)

Ikatan Kovalen Non Polar

Ikatan kovalen non polar terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama, sama kuat ke
semua atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi dengan syarat dua atom yang berikatan
mempunyai keelektronegativitas yang sama.
Pada molekul yang simetris seperti CaCl2, BaCl2 , AlCl3 dan CCl4 polaritas masing masing
ikatan akan saling meniadakan sehingga molekul tersebut bersifat non polar.
Contoh :

Gambar Ikatan Kovalen nonpolar

3.

Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen dengan pasangan elektron yang digunakan
secara bersama hanya berasal / disumbangkan oleh salah satu atom

Gambar Ikatan Kovalen Koordinasi


Berikut Tabel perbedaan antara ikatan ionik , kovalen dan kovalen koordinasi

Perbedaan
Proses Pembentukkan

Ionik
Serah terima elektron
antar atom

Kovalen
Penggunaan bersama
pasangan elektron
dimana tiap atom
menyumbang elektron
X. + .Y X:Y

Penggunaan bersama
pasangan elektron yang
hanya berasal dari salah
satu atom
X: + Y X:Y

Atom yang terlibat


Logam + Nonlogam
Titik leleh & Titik Didih Tinggi

Nonlogam + Nonlogam
Rendah

Kealrutan

Sukar larut dalam air


namun larut dalam
pelarut organic

Daya Hantar Listrik

Nonlogam + Nonlogam
Rendah ( kecuali pada
padatan kovalen seperti
intan )
Larut dalam air namun Sukar larut dalam air
sukar larut dalam
namun larut dalam
pelarut organik seperti pelarut organik
aseton, alcohol,eter dan
Benzena
Lelehan dan larutannya Tidak dapat
menghantarkan listrik menghantarkan listrik
(namun ada beberapa
larutannya yg
menghantarkan listrik)

Kovalen Koordinasi

Tidak dapat
menghantarkan listrik
(namun ada beberapa
larutannya yg
menghantarkan listrik)

Contoh

NaCl , LiF, CaO,


CaBr2 , AlCl3

HF, H2O, PCl3 , BCl3 ,


CO2

NH4+ , SO4-2 , POCl3,


H3NBF3 , SO3

Kesimpulannya Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh adanya perbedaan


keelektronegatifan antara atom atom yang berikatan dan bentuk molekul. Suatu senyawa
akan dikatakan polar apabila selisih keelektronegatifan antara atom penyusunnya semakin
besar. Selain itu ketidaksimetrisan bentuk molekul juga menyebabkan senyawa bersifat polar.
Adanya muatan elektron yang tidak seimbang antar atom dalam senyawa polar
mengakibatkan terjadinya suatu kutub (dipol). Oleh karena itu, pasangan elektron yang
digunakan untuk membentuk ikatan kovalen polar lebih kuat tertarik pada salah satu atom.
Sebaliknya suatu senyawa dikatakan bersifat nonpolar jika terbentuk dari atom sejenis atau
senyawa yang distribusi muatannya simetris contoh H 2 atau CH4. Harga elektronegatifitas
atom atom dalam molekul nonpolar sama, sehingga muatan elektronnya terdistribusi secara
merata. Oleh karena itu molekul nonpolar tidak membentuk kutub. Pasangan elektron
senyawa nonpolar mengakibatkan bentuk molekul simetris sehingga dipol dipol ikatannya
saling meniadakan.

4.

Ikatan Hidrogen

Ikatan Hidrogen adalah ikatan yang terbentuk karena adanya gaya tarik menarik atom yang
elektronegatifitasnya sangat besar, ikatan ini merupakan ikatan antar molekul yang sangat
polar, ikatan ini lebih kuat daripada ikatan van der walls dan mempunyai arah yang jelas
seperti atom F,O, dan N terhadap atom H. Contohnya : NH3 , H2O dan HF
Dengan adanya ikatan hidrogen menyebabkan terjadinya keadaan sebagai berikut :

Air mempunyai Mr kecil akan tetapi mempunyai titik didih yang tinggi (
setiap senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen mempunyai titik didih yang tinggi ).

Molekul air lebih berdekatan ( jarak antara molekul ) dibandingkan


molekul es (padat), yang akan mengakibatkan es mengapung di atas air.

Gambar Ikatan Hidrogen

Ikatan Hidrogen merupakan ikatan antar molekul yang sangat polar dan mengandung atom
hidrogen. Dalam keadaan cair atom hidrogen dalam molekul air yang parsial positif ( +)
ditarik oleh pasangan elektron atom O molekul lain yang elektronegatif, sehingga terbentuk
ikatan hidrogen.
Ikatan Hidrogen jauh lebih kuat daripada gaya-gaya van der walls. Zat yang mempunyai
ikatan hidrogen memerlukan energy yang besar untuk memutuskannya. Oleh karena itu titik
didih dan titik lelehnya sangat tinggi.

5.

Ikatan Van der Walls

Ikatan van der walls adalah gaya tarik menarik antarmolekul (antar kutub) dalam senyawa
yang berikatan kovalen. Gaya ini merupakan gaya antarmolekul yang sangat lemah
Mencakup interaksi dipole dipole (pada senyawa polar) dan interaksi dipole
terimbas/terinduksi (pada senyawa polar dan non polar). Sedangkan interaksi dipole
sementara (pada senyawa non polar) biasa disebut dengan gaya dispersi London.
Semakin besar Mr suatu senyawa (semakin banyak jumlah partikel yang saling tarik) ikatan
van der walls akan semakin kuat, sehingga energy yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan
antarmolekul semakin besar. Akibatnya titik leleh dan titik didih senyawa tersebut akan
semakin besar.
Pada ikatan Van der walls dibagi menjadi 2 bagian yaitu gaya London dan gaya tarik dipol
1. Gaya London
Gaya London ditemukan oleh Fisikawan Jerman yang bernama Fritz London. Gaya London
(gaya dispersi) merupakan gaya tarik menarik antar molekul nonpolar akibat adanya dipol
terimbas yang ditimbulkan oleh perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital lain
membentuk dipol sesaat. Gaya London mengakibatkan molekul nonpolar bersifat agak polar.

Kemudahan suatu molekul menghasilkan dipol sesaat yang dapat mengimbas ke molekul
sekitarnya disebut polarisabilitas. Polariabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif
(Mr) dan bentuk molekul. Jika massa molekul relatif semakin besar maka molekul semakin
mudah mengalami polarisasi sehingga gaya London semakin kuat. Dengan massa molekul
relatif yang sama besar molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi
dibandingkan dengan molekul yang kecil, kompak dan simetris. Semakin mudah mudah
molekul mengalami polarisasi semakin tinggi titik didih dan titik lelehnya. Oleh karena itu
jika masa molekul relatif zat semakin besar maka titik didih dan titik lelehnya semakin tinggi.
Namun gaya London relatif lemah sehingga apabila suatu zat yang molekulnya hanya
mengalami tarik menarik berdasarkan gaya London saja maka titik didih dan titik lelehnya
lebih rendah dibandingkan zat lain yang mengalami tarik-menarik tidak hanya berdasarkan
gaya London saja (Mr hampir sama).

2. Gaya Tarik Dipol


Gaya Tarik Dipol adalah suatu molekul molekul polar yang cenderung menyusun diri
dengan cara saling mendekati kutub positif dari suatu molekul dengan kutub negatif molekul
yang lain.
Semakin besar momen dipol yang dimiliki oleh suatu senyawa, semakin besar gaya tarik
menarik dipol yang dihasilkan. Gaya ini lebih kuat dibandingkan dengan gaya London. Oleh
karena itu, molekul yang mengalami gaya tarik dipol memiliki titik didih dan titik leleh yang
lebih tinggi daripada molekul yang mengalami gaya London (Mr hampir sama).
Gaya Tarik dipol terdiri atas 5 jenis yang berbeda antara lain :

Gaya Dipol Dipol

Gaya ini akan terjadi jika sesama senyawa kovalen polar saling berinteraksi. Senyawa
kovalen polar memiliki 2 dipol yaitu dipol positif (+) dan dipol negatif (-). Interaksi antara
dipol (-) dari satu molekul dengan dipol (+) dari satu molekul yang lain akan menimbulkan
gaya tarik yang relatif lemah.
Kekuatan gaya tarik dipol dipol ini akan semakin besar jika molekul molekul mengalami
penataan dengan ujung (+) suatu molekul mengarah keujung (-) dari molekul yang lain.

Gaya Dipol Sesaat.

Jenis gaya ini umumnya dimiliki oleh senyawa kovalen nonpolar. Berbeda dengan senyawa
kovalen polar, senyawa kovalen nonpolar tidak memiliki dipole. Gaya ini terjadi akibat
adanya pergerakan elektron mengelilingi inti atom secara acak, sehingga pada suatu saat
elektron elektron tersebut akan mengumpul pada salah satu sisi atom dari molekul. Dipol
yang terjadi ini akan segera menghilang atau berpindah tempat (sisi) seiring dengan
berputarnya elektron.

Gaya Dipol Dipol Terinduksi (gaya imbas)

Jika suatu molekul polar berdekatan dengan molekul nonpolar maka molekul polar dapat
menginduksi molekul nonpolar, akibatnya molekul nonpolar tersebut akan memiliki dipol
terinduksi / dipol sesaat karena elektron elektronnya akan mengumpul pada salah satu sisi
molekul ( terdorong atau tertaik ).
Gaya dipol dipol terinduksi (gaya imbas) adalah suatu dipol dari molekul polar akan saling
tarik menarik dengan dipol terinduksi dari molekul nonpolar.

Gaya Ion Dipol

Gaya jenis ini terjadi antara senyawa ion dan senyawa kovalen polar. Ketika dilarutkan dalam
senyawa kovalen polar, senyawa ion ini akan terionisasi menjadi kation dan anion. Kation
akan tarik-menarik dengan dipol negatif sedangkan anion akan tarik-menarik dengan dipol
positif.

Gaya Ion Dipol Sesaat

Mekanisme terjadinya gaya ini dikarenakan kombinasi dari proses terjadinya gaya dipol
dipol terinduksi dengan gaya ion dipole. Jika ion dari senyawa ion berdekatan dengan
molekul nonpolar maka ion tersebut dapat menginduksi dipol molekul nonpolar. Dipol
terinduksi molekul nonpolar yang dihasilkan akan berikatan dengan ion.
Jenis gaya seperti ini memegang peranan penting dalam sirkulasi darah di dalam tubuh. Ion
Fe2+ dalam haemaglobin akan mengalami gaya ion dipol sesaat dengan molekul O 2. Kation
Fe2+ akan menginduksi molekul O2 yang bersifat nonpolar, kemudian dipol terinduksi yang
dihasilkan akan berikatan dengan kation Fe2+.

6.

Ikatan Logam

Ikatan Logam adalah ikatan yang terbentuk karena elektron-elektron pada logam dapat
bergerak bebas membentuk awan elektron yang mengikat logam-logam bermuatan positif.
Awan elektron yang dapat bergerak bebas ini dapat menghantarkan arus listrik.
Atom logam mempunyai sedikit valensi sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan
membentuk ion positif, dikarenakan kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak
ruang kosong) sehingga memungkinkan elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom
yang lain.
Mobilitas (pergerakan) elektron dalam logam sedemikian bebas sehingga elektron valensi
logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak
tetap pada posisinya akan tetapi senantiasa berpindah pindah dari satu atom ke atom
lainnya.
Gambar Ikatan Logam yang terbentuk.

Gambar ikatan Logam

7.

Ikatan Valensi

Ikatan valensi yaitu ikatan yang terbentuk melalui tumpang tindih (overlap) orbital valensi
antara atom satu dengan atom lainnya. Orbital yang mengalami overlap harus memiliki hanya
satu elektron dengan spin yang berlawanan. Overlapping terjadi apabila orientasi ( bentuk)
orbital sesuai.
Overlapping orbital p dapat terjadi dalam dua orientasi yang berbeda yaitu overlapiing mukamuka dan badan-badan. Overlapping antar muka menghasilkan ikatan dan overlapping
antar badan menghasilkan ikatan