Anda di halaman 1dari 28

Teknik Budidaya Ikan Hias

Cara Budidaya
Ikan Discus
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih indukan
yang baik. Caranya dengan budidaya sejak kecil. Setelah
berumur 12-18 bulan, diskus ini akan memilih pasangannya
sendiri. Pasangan diskus inilah yang kita ambil dan
dipindahkan untuk dipijahkan.

Budidaya Ikan Discus


Persiapan Tempat
Pemijahan(Aquarium)

Isi air dengan kedalaman 25


cm kemudian masukkan
daun ketapang sebanyak 1
lembar dan 1 sendok garam
non yodium
Diamkan selama 3 hari

Aquarium
Suhu
Cm

Jumlah
Telur

75x35x35 28-30 C

50-350
Butir

Ph
5-6 Ppt

Cara Permilihan
IndukanBudidaya Ikan Discus

Ikan diskus merupakan ikan yang


memilih pasangannya sendiri,

Pemilihan indukan jantan betina


sebaiknya tempatkan beberapa ikan
discus pada satu aquarium

kemudian perhatikan beberapa ikan


discus yang selalu berenang
bersama-sama.

kemudian pisahkan
ikan discus
dengan ikan yang lain.

Untuk satu aquarium sebaiknya


tempatkan 4 ekor ikan discus dengan
perbandingan 1:1

Cara PemijahanBudidaya Ikan Discus


Masukkan

induk diskus yang berpasangan ke dalam

akuarium.
Pemberian Aerasi(filter)
Pasang paralon atau pot di dalam akuarium untuk
menempelkan telor.
Telor yang baik akan menetas setelah 60 jam.
Setelah telor menetas, bersihkan larvanya lalu pindahkan
ke tempat yang aman dan bersih beserta induknya.
Setelah 3-4 hari larva diskus ini sudah dapat berenang
dan mulai menggelayuti induknya sambil menghisap
lendir yang ada di sekujur tubuh induknya sebagai
makanan utama.
Diskus setelah berumur satu minggu baru bisa diberi
makan berupa kutu air atau larva artemia

Cara Pembesaran Budidaya Ikan Discus


Pindahkan

anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium


berukuran 100 X 50 X 35 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke
akuarium yang lebih luas lagi.

Agar

terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar


(induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)

Agar

ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami


seperti dapmia, cacing sutera, cacing super, jentik nyamuk, udang,
dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan
campuran dari jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.

Sebaiknya,

budidaya ikan diskus dilakukan secara kelompok. Budidaya


secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara
kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias

Pemijahan dan Perawatan


IkanCupang
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya
maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan, yaitu:
Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 30 Cm.
Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat untuk
burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat,
sekadarnya saja. Bila terlalu banyak, tanaman air berpotensi mengambil
oksigen terlarut yang ada dalam air.
Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu. Biarkan ikan tersebut
selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan tersebut akan membuat
gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah
dibuahi. Untuk memancing ikan cupang jantan membuat gelembung, bisa
juga dimasukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina
dimasukkan dalam gelas plastik bening dan benamkan kedalam wadah.

Setelah

indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina.


Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi di pagi hari sekitar pukul 710 atau sore hari sekitar pukul 4-6. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin,
sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar
dari hilir mudik orang dan suara bising.
Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang
bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang
jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi
dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina
tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak.
Nah, selama 3 hari kedepan burayak kecil tidak perlu diberi pakan jarena
masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan
berpuasa selama menjaga burayak.

Pemberian PakanCupang

Setelah tiga hari dari telur menetas, berikan pakan berupa


kutu air jenis Moina atau Daphnia. Pemberian pakan jangan
lebih banyak dari benih ikan karena kutu air berpotensi akan
mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
Dalam satu kali perkawinan biasanya ikan cupang akan
menghasilkan 400-1000 butir telur.

Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2


minggu
terhitung
sejak
menetas.
Pindahkanbenih
ikantersbeut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu
air yang lebih besar atau larva nyamuk.

Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis


kelaminnya dan sudah bisa dinikmati keindahannya.
Kemudian
pisahkan
ikan-ikan
tersebut
ke
wadah
pembesaran.

Cara Pembenihan Ikan


Arwana(Sclerophages formosus)

Persiapan Induk Ikan


Arwana(Sclerophages formosus)
Suhu
27-29 C

pH
6.8-7.5

Oksigen
>5

Umur Indukan
> 4 Tahun

Jumlah Telur
20-100

Bak PemijahanIkan Arwana(Sclerophages


formosus)
Masukan

sekitar 6 ikan arwana dalam kolam semen


berukuran 5x5 meter dengan kedalaman 50 cm.
Pasanglah jaring plastik mengelilingi kolam setidaknya
setinggi 75 cm dari permukaan air untuk mencegah
ikan melompat keluar.
Masukan
beberapa
akar
kayu
bakau
untuk
menciptakan kondisi alami di sudut kolam sebagai
daerah memijah. Material batu dan pasir sebaiknya
tidak digunakan karena akan menyebabkan luka pada
ikan. Daerah memijah sebaiknya terlindungi dari
cahaya langsung dan pastikan daerah tersebut bukan
daerah yang ramai, berisik, atau tempat lalu lalang
orang. Indukan dipelihara di kolam ini sampai ikan
mencapai kematangan atau siuap kawin dan memijah.

Budidaya Ikan Arwana

Kualitas Air Ikan


Arwana (Sclerophages formosus)

Kondisi air harus dibuat


semirip mungkin dengan lokasi
ikan-ikan ini berasal. Biasanya
pH berkisar antara 6.8 7.5
dan suhu 27-29 derajat celcius.
Penggantian
air
harus
dilakukan secara rutin setiap
hari, yaitu sekitar 30-35% dari
volume total. Ketinggian air
dijaga sekitar 50-75 cm.

PakanIkan Arwana(Sclerophages
formosus)

Pakan
yang
diberikan
merupakan gabungan diet
berupa pellet 32% protein dan
beragam pakan hidup berupa
ikan mas dan udang atau
potongan daging dan kepiting.
Pakan diberikan sekitar 2% dari
berat tubuh ikan setiap hari
dengan dibagi menjadi 2 kali
pemberian pakan.

Proses PemijahanIkan
Arwana(Sclerophages formosus)
Pemijahan

akan dimulai sekitar seminggu sampai sampai


sebulan sebelumnya. Saat malam hari, biasanya ikan akan
berenang di sekitar permukaan sambil mendesak sehingga
menciptakan cipratan air. Mereka saling melingkarkan
tubuh, mulut ke ekor masing-masing jenis.
Jika sudah tiba waktunya, ikan betina akan mengeluarkan
telur dan pada saat yang sama pejantan akan membuahi
dengan mengeluarkan sp[ermanya, kemudian memasukan
telur yang dibuahi tadi ke dalam mulutnya.
Telur berdiameter sekitar 8-10mm dan masih tampak
seperti kuning telur satu minggu setelah pembuahan.
Setelah menetas, anak-anak ikan ini masih berada di mulut
arwana jantan selama 7-8 minggu sampai kuning telurnya
benar-benar habis. Larva ini bebas dari induknya saat
ukuran tubuhnya sekitar 45mm.

Panen Larva ArwanaIkan


Arwana(Sclerophages formosus)
Waktu

inkubasi atau waktu yang dimulai dari pembuahan


sampai larva dilepaskan induknya adalah sekitar 8 minggu.
Untuk memperpendek waktu larva di mulut induknya dapat
dilakukan panen ikan secara paksa dengan membuka mulut
ikan jantan. Hal ini dilakukan 30 hari setelah pembuahan.
Ikan jantan diambil dengan menggunakan jala halus, kemudian
secara pelan-pelan rahang ikan dibuka dengan menekan secara
pelan rahang bawah ke arah bawah.
Terdapat dua orang yang bertugas membuka mulut ikan jantan.
Seorang memegang tubuh ikan, sementara orang kedua
memegang rahang ikan dan membukanya. Saat memegang
ikan, sebaiknya gunakan handuk basah supaya ikan jantan
tidak terluka karena meronta saat dibuka mulutnya.
Jumlah larva yang dihasilkan ikan ini berkisar antara 20-60 ekor,
tergantung pada jenis, genetis, dan ukuran ikan betina.

Memelihara BenihIkan
Arwana(Sclerophages formosus)

Larva yang sudah dihasilkan ikan arwana selanjutnya


diinkubasi di akuarium yang berukuran 90x45x45cm.
Pertahankan suhu air dalam akuraium pada kisaran 27-29
derajat celcius dengan heater dan beri aerator.
Untuk mencegah bakteri dan jamur dapat ditambahkan 2
ppm acrivlafin cair. Dengan cara pemeliharaan in vitro ini,
biasanya tingkat keberhasilan hidup anak arwana sekitar
90-100%.
Selama seminggu pertama, saat larva masih mempunyai
cadangan makanan berupa kuning telur, mereka hanya
tergolek di dasar aquarium. Saat kuning telurnya mulai
mengecil, mereka akan berusaha berenang.
Setelah 8 minggu. Ikan mulai berenang bebas karena
kuning telurnya sudah habis. Pada saat itu, panjang
tubuhnya sekitar 8,5 cm.

Membesarkan BenihIkan
Arwana(Sclerophages formosus)

Pada saat memasuki minggu ke 7, ikan sudah dapat


diberi pakan anakan ikan guppy atau cacing suter.
Pakan hidup diberikan supaya tidak terjadi saling
serang diantara calon karnivora tersebut.
Pada saat itu, sebaiknya air aquarium disifon setiap hari
dan diganti dengan air yang berkualitas sama dengan
di akuarium pemeliharaan benih.
Ikan yang sudah berukuran 10-12 cm dapat mulaiu
diberi pakan udang atau potongan daging. Untuk
menambah warnanya agar lebih cemerlang dan
merangsang sel chromatopora maka dapat diberikan
lampu sekitar 12 jam sehari.
Setelah 6-7 bulan, ikan akan mencapai ukuran sekitar
20-25 cm.

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Koi

Budidaya ikan koi

Memilih indukan
untuk budidaya ikan
koi
Ciri-ciri:

Umur ikan sudah cukup matang, lebih dari 2


tahun
Memiliki jenis yang sama atau mendekati,
misalnya kohaku dengan kohaku

Bentuk tubuh ideal, dari atas tampak seperti


torpedo

Gaya berengang tenang dan seimbang

Warna cemerlang dan kontras

Sehat, gerakannya gesit tidak banyak diam di


dasar kolam.

Indukan jantan dan betina telah matang gonad

Pemeliharaan indukan ikan


koi

Kolam Khusus indukan (kedalaman


1,5 meter, berukuran 4x5 meter.

Diisi 20 betina dan 40 jantan

Indukan betina dan jantan dipelihara


dikolam yang berbeda, manfaatnya
agar saat dipijahkan indukan tidak
perlu mengalami pemberokan lagi.

Pakan yang diberikan berupa pelet


berukuran 8 mm, Jumlah pakan yang
diberikan sekitar 3-5% dari bobot
tubuhnya dalam satu hari. Frekuensi
pemberian pakan 2-4 kali.

Pemijahan ikan koi


Tempat Pemijahan

Kolam terbuat dari semen dan permukaannya


diplester

ukuran kolam 3x6 m kedalaman 60cm dan


ketinggian air 40 cm

Kolam harus memiliki saluran masuk dan


keluar.Pada kedua saluran tersebut harus
dipasang saringan halus. Tujuannya agar tidak
ada hama penganggu yang masuk ke kolam dan
telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke
luar kolam.

Sebelum di isi air, kolam harus dijemur dan


dikeringkan terlebih dahulu. Di endapkan 24 jam

Ikan koi senang menempelkan telurnya pada


media yang ada dalam kolam. sediakan kakaban
yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan
tumbuhan air. Untuk memperkaya kadar oksigen
pasang aerotor pada kolam pemijahan.

Proses Pemijahan

Setelah kolam pemijahan siap, masukkan


indukan ikan koi betina terlebih dahulu.
Pemijahan biasanya berlangsung malam
hari, sehingga induk betina bisa dimasukkan
pada sore hari. Biarkan indukan betina
beradaptasi dengan kondisi kolam agar tidak
stres.

Setelah 2 hingga 3 jam, indukan jantan bisa


dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah
indukan jantan yang dimasukkan 3 hingga 5
ekor.

Setelah proses pemijahan selesai, segera


angkat indukan-indukan tersebut dari kolam
pemijahan. Apabila induka dibiarkan di
kolam dikhawatirkan akan memakan telurtelur tersebut. Biarkan telur-telur yang ada
di kolam untuk menetas.

Penetasan Larva

Pada keadaan normal, suhu sekitar 27-30


derajat celcius, telur akan menetas dalam
waktu 48 jam. Setelah telur menetas
kakaban atau tanaman air bisa diangkat.
Larva yang baru menetas masih
menyimpan persedian makanan yang bisa
bertahan hingga 3-5 hari.

Pakan yang bisa diberikan pada burayak


umur 5 hari adalah kuning telur yang telah
direbus.

Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu


Cacing sutera bisa diberikan bila ukuran
burayak sudah mencapai 1,5 cm.
Pemberian pakan tersebut berlangsung
hingga burayak berumur 3 minggu. Setelah
itu, ikan dipindahkan ke kolam
pendederan.

PENDEDERAN

Kolam pendederan adalah kolam


untuk memelihara ikan koi hingga
berumur 3 bulan. Pada umur ini
biasanya ukuran ikan koi telah
mencapai 15 cm. Ukuran kolam 34
dengan kedalaman 40 cm bisa
menampung 250-300 ekor anak ikan
koi.

Pada fase ini, pelet sudah bisa


diberikan
sebagai
pakan
ikan.
Berikan
pelet
berukuran
kecil
berukuran 250 mikron. Satu ons
pelet cukup untuk 1000 ekor ikan
koi. Pemeberian pakan dilakukan 2
kali sehari. Untuk membentuk warna
berikan sesekali cacing sutera atau
udang artemia.

Setelah anak ikan berumur 3 bulan,


bisa diberikan pelet kasar sesuai
takaran. Berikan pelet hingga ikan
kenyang. Bila dalam tempo 5 menit
pakan tidak dimakan dan tersisa di
kolam berarti ikan sudah kenyang.

Penyortiran ikan koi

Ikan koi sudah bisa dilakukan sejak ikan berumur 1 bulan Atau
kalau ingin lebih aman, lakukan setelah ikan berumur 3 bulan.
Faktor-faktor penyortiran didasarkan pada ukuran badan,
bentuk dan kualitas warna. Ikan koi digolongkan berdasarkan
ukurannya, kecil dengan yang kecil dan ukuran besar dengan
yang besar.
Sedangkan bentuk badan dipilah dari bentuk yang tidak bagus.
Bentuk badan yang bagus harus proporsional. Badannya
membulat seperti peluru tidak terlalu panjang. Siripnya
simetris dan gerakannya tenang tapi mantap.
Pemilahan juga dilakuan terhadap ikan yang warnanya cerah
dan memiliki garis batas yang tegas. Koi yang baik memiliki
batas warna yang kontras. Tidak ada gradasi warna pada
batas-batasnya. Untuk seleksi lebih lanjut terdapat standar
internasional kualitas ikan koi berdasarkan jenisnya.

Cara Pembenihan Budiaya Ikan Mas Koki


Mutiara

Pemilihan Induk

Induk yang baik untuk dipijahkan sudah


berumur+ 8 bulan, dengan ukuran
minimum sebesar telur itik.

Pilih induk yang berkepala kecil dengan


tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun
rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor
dan sirip akan kelihatan tegak.

Cara Pemijahan

Bak/aquarium yang telah bersih diisi


dengan air yang telah diendapkan +
24 jam, kemudian letakkan eceng
gondok untuk melekatkan telurnya.

Pilihlah induk yang telah matang


telur, masukkan kedalam bak pada
sore hari. Bila pemilihan induk
dilakukan dengan cermat, biasanya
keesokan harinya telur sudah
menempel pada akar eceng gondok.

Karena telur tidak perlu dierami,


induk dapat segera dipindahkan ke
kolam penampungan induk, untuk
menunggu sampai saat pemijahan
erikutnya. Jika perawatannya baik,
maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk
sudah dapat dipijahkan kembali.

Untuk mendapatkan keturunan yang


berwarna, maka calon induk yang akan
dipijahkan berwarna polos. Gunakan
induk jantan berwarna putih dan betina
berwarna hitam atau hijau lumut atau
sebaliknya.

Pembesaran

Pemeliharaan Benih

Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur


lebih dari 1 bulan sampai induk.

Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi


makanan kutu air yang telah disaring.

Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar


matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat
dikurangi atau dihilangi.

Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba


diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu
air, sampai benih keseluruhannya mampu
memakan cacing rambut baru pemberian kutu air
dihentikan.

Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar +


1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m.
Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2
minggu dengan dibagi 2.

Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali,


juga dengan air yang telah diendapkan.

Makanan yang diberikan berupa cacing rambut.


Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum
(secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih
tersisa, segera diangkat/dibersihkan.

Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai


berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan,
karena masih mempunyai persediaan makanan
pada yolk sac-nya (kuning telur).

Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka


sebainya setelah benih berumur + 1 minggu
dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.

Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan


pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian
air gunakan air yang telah diendapkan lebih
dahulu.

Cara Pembenihan Ikan Guppy

Ciri Indukan Ikan


Guppy

Ciri-ciri induk jantan yaitu mempunyai


benjolan di bagian belakang sirip
perutnya,
warnanya
lebih
cerah,
tubuhnya lebih ramping, kepalanya
lebih besar, dan sirip punggungnya
lebih panjang.
ciri-ciri yaitu tidak mempunyai benjolan
di bagian belakang sirip perutnya,
warnanya
kurang
cerah,
bentuk
tubuhnya lebih gemuk, bentuk kepala
agak runcing, dan sirip punggungnya
biasa saja.

Proses Pembibitan Ikan


Guppy

Indukan-indukan kita masukan jadi satu


ke kolam atau tempat pemijahan yang
telah disediakan.

pilih satu jantan dan 2 betina lalu


ditaruh di akuarium biarkan selama
seminggu atau lebih

Saat tubuh ikan membulat sekali dan


gravid spot ikan( jalur keluar anaknya)
sudah turun, ciri ( bagian anus ikan
terlihat mirip kotak menyudut)

Pisahkan Jantan dan biarkan betina


agar melahirkan anaknya (jauhi dari
keramaian)

Proses Pemeliharaan Bibit dan


Pembesaran Ikan

Setelah sekitar 4 hari baru kita mulai memberi


mereka pakan berupa kuning telur rebus dan
infusoria (Pembuatan infusoria ini sebaiknya
dilakukan seminggu sebelum membiakkan guppy)
Setelah 1 minggu baru bisa diberi kutu air yang
telah disaring terlebih dahulu.
Pakan bisa kita ganti dengan cacing setelah ikan
mencapai ukuran panjang 2 atau 3 cm supaya
kebutuhan nutrisi mereka tetap tercukupi.
Kemudian ketika ikan sudah mencapai panjang 5
atau 7 cm maka kita bisa memberikan pakan cuk
agar pertumbuhan ikan semakin baik.

Anda mungkin juga menyukai