Anda di halaman 1dari 9

Multiple Sclerosis

Disusun Oleh :
1.Nabila Karima
2.Tifani Karima
3.Retno Indah Yulianti
4.Winarti
5.Eka fatmawati

Pengertian Multiple Sclerosis


MS adalah salah satu penyakit sistem syaraf pusat (otak dan
jaringan syaraf sum-sum tulang belakang) akibat kerusakan
myelin. Myelin adalah materi yang melindungi syaraf,
berfungsi seperti lapisan pelindung pada kabel listrik dan
memudahkan syaraf untuk mengirim impulsnya dengan
cepat. Kecepatan dan efisiensi pengiriman impuls inilah yang
memungkinkan sebuah gerakan tubuh yang halus, cepat,dan
terkoordinasi dilakukan hanya dengan sedikit upaya.
Pada MS, kerusakan myelin (demyelinasi) menyebabkan
gangguan kemampuan serabut syaraf untuk menghantarkan
pesan ke dan dari otak. Lokasi terjadinya kerusakan myelin
(plak atau lesi) tampak seperti area (parut/luka) yang
mengeras: pada MS, parut-parut/luka-luka ini tampak pada
otak dan tulang belakang.

Penyebab
Penyebab sklerosis multipel masih belum
diketahui, tetapi diduga adanya virus atau
antigen asing yang memicu timbulnya
reaksi autoimun. Tubuh akan menghasilkan
antibodi untuk melawan mielinnya sendiri,
antibodi ini menyebabkan peradangan dan
kerusakan pada selubung saraf.

Gejala-Gejala Multipel
Sclerosis
Gejala -gejala multiple sclerosis bervariasi dari satu
orang ke orang lain serta dapat berubah dari waktu ke
waktu pada orang yang sama. Gejala awal yang paling
umum antara lain:
Kelemahan otot
Penurunan koordinasi gerakan
Penglihatan kabur atau tidak jelas
Sakit pada mata
Penglihatan ganda
Seiring penyakit MS berkembang, gejala-gejalanya dapat
termasuk kekakuan otot (spastisitas), rasa sakit,
kesulitan mengendalikan buang air kecil, atau
mengalami masalah kognisi.

Faktor Resiko Multipel Sklerosis


Para pakar menduga bahwa penyakit ini kemungkinan
dipicu oleh faktor-faktor berikut:
1. Usia.
MS umumnya menyerang saat seseorang berusia 15
hingga 60 tahun.
2. Jenis kelamin.
Jumlah penderita MS wanita dua kali lebih banyak
daripada pria.
3. Faktor genetik atau keturunan.
Jika memiliki anggota keluarga inti (orang tua atau
saudara kandung) yang mengidap MS, risiko Anda
untuk menderita penyakit yang sama akan meningkat.

4. Pengaruh infeksi tertentu.


Terdapat beberapa virus yang diduga
berhubungan dengan MS, misalnya virus
Epstein-Barr atau EBV.
5. Pengaruh kondisi autoimun tertentu.
Penderita penyakit tiroid, diabetes tipe 1, atau
penyakit inflamasi usus diduga memiliki risiko
lebih tinggi untuk mengidap MS.
6. Merokok.
Zat-zat kimia dalam asap rokok berpotensi
memengaruhi sistem kekebalan tubuh
seseorang sehingga risiko MS serta penyakitpenyakit lain akan meningkat.

Diagnosa
Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada
dan dari hasil pemeriksaan fisik. Beberapa
pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara
lain :
Pemeriksaan laboratorium, untuk membedakan
sklerosis multipel dengan penyakit lainnya yang
mirip.
MRI, bisa menunjukkan daerah otak yang
mengalami gangguan.
Pemeriksaan stimulasi saraf. Pada penderita
sklerosis multipel responnya lebih lambat karena
terdapat gangguan dalam penghantaran sinyal di
sepanjang saraf yang selubungnya telah hilang.

Pengobatan
Pengobatan untuk mengurangi gejala akut
adalah pemberian obat untuk menekan sistem
imunitas tubuh. Latihan rutin (misalnya
dengan sepeda statis, berjalan berenang atau
peregangan) bisa mengurangi kekakuan otot
dan membantu menjaga kesehatan jantung,
otot dan psikis. Terapi fisik bisa membantu
mempertahankan keseimbangan, kemampuan
berjalan dan daya jangkau otot serta
mengurangi kekakuan dan kelemahan otot.

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH