Anda di halaman 1dari 9

Medan Elektromagnetik

Analisa Vektor dan Sistem Koordinat

Oleh :
Janice Jessica Indrayani

(1404405018)

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
2015

Analisa Vektor dan Sistem Koordinat

1. Pendahuluan
Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Dalam mempelajari
medan elektromagnetik analisa vektor sangat diperlukan, karena analisa vektir
merupakan dasar dari mata kuliah medan elektromagnetik.
Dalam makalah ini akan membahas tentang scalar dan vektor, komponenkomponen vektor, vektor unit, penjumlahan dan pengurangan vektor, perkalian
dan pembagian vektor, perkalian titik (dot)dua buah vektor, perkalian silang
(cross) dua buah vektor, sistem koordinat kartesia, sistem koordinat tabung, sistem
koordinat bola.
2. Skalar dan vektor
Besaran skalar adalah besaran fisis yang tidak mempunyai arah dan dapat
dinyatakan secara tepat hanya oleh sebuah bilangan. Contohnya adalah jarak,
usaha, energi, daya, massa jenis, luas, volume, tekanan, dll.
Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Contohnya
adalah gaya, kecepatan, percepatan, momentum, impuls, momen gaya, kuat
medan listrik, dan kuat medan magnet.
3. Komponen-komponen vektor
Komponen sebuah vektor adalah proyeksi vektor itu pada garis dalam ruang
yang diperoleh dengan menarik garis tegak lurus dari kepala vektor tersebut ke
garis tadi. Gambar dibawah menunjukkan vektor A yang berada pada bidang xy.
Vektor ini mempunyai komponen Ax dan Ay. Secara umum komponen-komponen
ini dapat bernilai positif atau negatif. Jika adalah sudut antara vektor A dengan
sumbu x, maka :

Gambar 1. Komponen Vektor A


Dimana A adalah besar dari vektor A, sehingga komponen-komponen vektor
A dapat diperoleh :
Ax = A cos

Ay = A sin

Tetapi jika kita telah mengetahui komponen Ax dan Ay, serta sudut , maka
besar vektor A dapat diperoleh dengan menggunakan teorema Pythagoras :
A=
4. Vektor Unit
Vektor satuan adalah vektor yang besarnya satu satuan. Dalam sistem
koordinat terdapat 3 macam vektor satuan yaitu:
a. Vektor satuan dalam arah sumbu x diberi simbol
b. Vektor satuan dalam arah sumbu y diberi simbol
c. Vektor satuan dalam sumbu z diberi simbol k
vektor arah /vektor satuan : adalah vektor yang besarnya 1 dan arahnya
sesuai dengan yang didefinisikan. Misalnya dalam koordinat kartesian : i, j, k.
yang masing masing menyatakan vektor dengan arah sejajar sumbu x, sumbu y
dan sumbu z.
5. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor
Bila Vektor A = Axax + Ayay + Azaz
dan B = Bxax + Byay + Bzaz , maka :
Penjumlahan dan Pengurangan vektor
A + B = (Ax + Bx) ax + (Ay + By) ay + (Az + Bz ) az
A - B = (Ax - Bx) ax + (Ay -By) ay + (Az - Bz ) az
Hukum Asosiatif, distributif, dan komutatif
A + (B + C) = (A + B) + C
k (A + B) = kA + kB
(k1 + k2)A = k1A + k2A
A+B=B+A
6. Perkalian Vektor
Perkalian vektor dengan skalar
Contoh perkalian besaran vektor dengan skalar dalam fisika : F = ma, p =
mv, dsb dimana m : skalar dan a,v : vektor.
Bila misal A dan B adalah vektor dan k adalah skalar maka, B = k A
Besar vektor B adalah k kali besar vektor A sedangkan arah vektor B sama
dengan arah vektor A bila k positip dan berla-wanan bila k negatip. Contoh : F =
qE, q adalah muatan listrik dapat bermuatan positip atau negatip sehingga arah F
tergantung tanda muatan tersebut.
7. Pembagian vektor
Rumus pembagian
a. Dalam bentuk vektor:
mb+na
p=
m+n

Jika P adalah titik tengan AB maka nilai perbandingan m : n adalah 1:1


sehingga diperoleh p =

b. Dalam bentuk koordinat


mxB+ nxa
xp =
yp =
m+ n

1
( a+b ) .
2

my B+ ny a
m+n

zp =

mz B+ nz a
m+n

8. Perkalian titik (dot) dua buah vektor


Perkalian titik dari dua buah vektor A dan B dituliskan sebagai A B
(dibaca A titik B). Perkalian titik A B didefinisikan sebagai suatu scalar yang
sama dengan hasil kali dari besar kedua vektor dengan kosinus sudut apitnya.
Sesuai definisinya maka
A B = A B cos dan
AB= BA
Beberapa hal penting dalam perkalian titik
Selain hokum komutatif, perkalian titik juga memenuhi hokum distribusi
A (B + C) = A B + A C
Jika kedua vektor A dan B saling tegak lurus, sudut apit = 900,
sedangkan cos maka, A B = AB cos = 0
Jika kedua vektor A dan B searah, yaitu = 00, sedangkan cos = 1,
maka A B = AB,
Jika B = A maka diperoleh, A B = A2 atau B B = B2
Jika kedua vektor A dan B berlawanan arah, yaitu =1800, sedangkan
cos 1800 = -1, maka, A B = AB
9. Perkalian silang (cross) dua buah vektor
Perkalian silang dari dua buah vektor A dan B dituliskan sebagai A x B
( dibaca A silang B ). Perkalian silang A x B didefinisikan sebagai suatu vektor
yang tegak lurus pada bidang di mana A dan B berada, dan besarnya sama dengan
hasil kali dari besar kedua vektor dengan sinus sudut apitnya. Jadi,
Jika

C = A x B maka C = AB sin
Beberapa hal penting dalam perkalian silang
1. Nilai 00 1800, sedangkan nilai sin pasti positif, maka nilai C dalam
C = A x B sin selalu positif.
2. Perkalian silang bersifat anti komutatif
AxB=BxA

3. Jika vektor A dan B saling tegak lurus yaitu sudut apit =900 sedangkan
sin 900 = 1, maka
|A x B|= A B
4. Jika vektor A dan B segaris kerja, dapat searah ( = 00) atau berlawanan
arah ( = 1800), sedangkan sin 00 = sin 1800 = 0 maka
AxB=0
10. Sistem Koordonat Kartesian
Koordinat kartesian digunakan untuk menyatakan suatu benda yang
memiliki bentuk siku seperti garis lurus, bidang datar siku dan ruang siku-siku.
Bentuk siku akan mudah digambarkan dalam koordinat kartesius baik 2 dimensi
atau 3 dimensi.
Koordinat katesius 3 dimensi digunakan untuk menggambarkan suatu objek
baik 1 dimensi, 2 dimensi maupun 3 dimensi. Koordinat kartesius 3 dimensi
mempunyai sumbu koordinat yaitu sumbu x, y, z. unutuk lebih jelasnya silahkan
perhatikan gambar berikut:

Gambar 2. koordinat kartesian 3 dimensi


Vektor adalah suatu besaran yang mempunyai nilai dan arah. Dalam sistem
koordinat kartesian ditulis dala simbol:
A = a^ x Ax+ a^ y Ay+ a^ z Az

Gambar 3. vektor satuan dalam sistem koordinat


Ax = harga vektor pada sumbu x
Ay = harga vektor pada sumbu y
Az = harga vektor pada sumbu z

Vektor satuan adalah vektor yang mempunyai harga absolut (panjang) satu,
hal itu bisa diperoleh dengan cara membagi vektor itu dengan nilai absolutnya:

A
A

a^ A =

a^

= vektor satuan delam arah

= vektor A

= nilai (harga absolut vektor tersebut

Dari

A =

( A + A
2
x

a^

2
y

+ A 2z )

Ax+

dapat kita lihat bahwa a^

x,

a^

a^

y
y,

Ay+ a^
a^

Az dan pengertian vektor satuan,

masing-masing adalah vektor satuan

dalam arah sumbu x, y dan z.


11. Sistem Koordinat Tabung

Gambar 4. sistem koordinat tabung


Vektor pada titik P( r1, 1, z1) terdiri dari 3 vektor satuan :
Vektor satuan ar yang arahnya menjauhi titik asal, dan normal pada
bidang permukaan bidang tabung
Vektor satuan a, mempunyai arah yang sama dengan arah
bertambahnya .
Vekor satuan az dalam koordinat kartesian = vektor satuan dalam
koordinat tabung.
Ketiga vektor satuan tersebut saling tegak lurus, karena masing masing
vektor arahnya normal pada salah satu dari tiga bidang yang saling tegak lurus,
Dalam koordinat tabung ada bentuk 3 bentuk diferensial :

diferensial garis: l = r , r dan z


diferensial luas : A = rr , r z , dan r z
diferensial volume : V = rr z.
Transformasi dalam koordinat kartesian ke tabung

Gambar 5. Sistem koordinat tabung


Andaikan titik dalam koordinat kartesian (x, y,z) dan koordinat tabung
(,,z), maka rumus untuk mencari tabung ke kartesian adalah:
x cos
y sin
zz

Dan rumus untuk mencari kartesian ke tabung adalah:

x2 y2
y

tan 1
zz

360 0

Apabila vektor A dinyatakan dalam komponen vektor :


Koordinat kartesian : A = Ax ax + Ay ay + Azaz
Koordinat tabung : A = A a + A a + Az az
Untuk mendapatkan komponen vektor dalam koordinat tabung perlu
perkalian titik antara kedua vektor satuan.
ax

a
Cos

a
-Sin

az
0

ay
az

Sin
0

Cos
0

0
1

12. Sistem Koordinat Bola


Koordinat Bola terdiri dari : r, , dan
1.
r : jarak dari titik asal ke titik yang ditinjau ialah r
2.
: sudut antara sumbu z dan garis yang ditarik dari titik asal ke
titik yang ditinjau.
3.
: sudut antara sumbu x dengan garis proyeksi dari garis yang
menghubungkan titik asal dengan titik yang ditinjau pada bidang z =
0.
Permukaan dalam koordinat bola :
1.
Permukaan r = tetapan
2.
Permukaan = tetapan ialah sebuah kerucut dan setiap titik
perpotongan permukaan bola dan kerucut selalu saling tegak lurus
3.
Permukaan = tetapan ialah sebuah bidang datar yang melalui
garis = 0 (atau sumbu z).

Gambar 6. Sistem koordinat Bola


Vektor satuan dalam koordinat bola :
Vektor satuan ar memiliki arah ke luar titik asal, normal terhadap
permukaan bola
Vektor satuan a, normal terhadap permukaan kerucut, terletak pada
bidang datar dan menyinggung permukaan bola.
Vekor satuan a = vektor satuan dalam koordinat tabung, normal
terhadap bidang datar dan menyinggung permukaan kerucut dan
permukaan bola.
Ketiga vektor satuan tersebut saling tegak lurus, karena masing masing
vektor arahnya normal pada salah satu dari tiga bidang yang saling tegak lurus.
Elemen volume diferensial dalam koordinat bola memperhatikan pertambahan r,
, dengan r, dan . Ketiga bentuk diatas merupakan diferensial garis, untuk
diferensial luas dan volume dapat dinyatakan sbb:
Diferensial garis: l = r , r dan r sin r

Diferensial luas = r r , r sin r dan r2 sin .


Diferensial Volume = r2 sin r .
Andaikan titik dalam koordinat kartesian (x, y,z) dan koordinat tabung
(r,,), maka rumus bola ke kartesian adalah:

x = r sin cos
Dan rumus kartesian ke bola adalah:
y = r sin sin

r 0

r x2 y2 z2
cos 1

z
x y2 z2
2

tan 1

y
x

180 0

360 0

Apabila vektor A dinyatakan dalam komponen vektor :


Koordinat kartesian : A = Ax ax + Ay ay + Az
Koordinat Bola : A = Ar ar + A a + A a
Memperoleh komponen vektor dalam koordinat bola perlu perkalian titik
antara kedua vektor satuan.

ax
ay
az

ar
sin cos
sin cos
cos

a
cos cos
cos sin
sin

a
-sin
cos
0

13. Daftar Pustaka


http://nuttigekennis.blogspot.co.id/2015/01/vektor_3.html
http://fisikazone.com/vektor/
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0C
BsQFjAAahUKEwiIzOf1i5vIAhUSbY4KHTW6DtE&url=http%3A%2F
%2Fdosen.narotama.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads
%2F2012%2F12%2FBAB-I-ANALISISVEKTOR.doc&usg=AFQjCNF8F8lCLxNOaWL6L6YsBeN7zHIofg&si
g2=Lwrq0V_DR0AUwlfC0aGXLw
http://fisikazone.com/besaran-skalar-besaran-vektor/