Anda di halaman 1dari 9

Chlorpromazine

Merk Dagang
Cepezet Meprosetil Promactil Largactil

Bentuk sediaan
Tablet 25 mg, 100 mg, Injeksi 25mg/ml, 2ml

Indikasi
1. Mengendalikan mania, terapi shcizofrenia, mengendalikan mual dan muntah,
menghilangkan kegelisahan dan ketakutan sebelum operasi, porforia
intermiten akut,
2. Terapi tambahan pada tetanus. Cegukan tidak terkontrol,
3. Perilaku anak 1-12 tahun yang ekplosif dan mudah tersinggung dan terapi
jangka pendek untuk anak hiperaktif.

Mekanisme kerja
Memblok reseptor dopaminergik di postsinaptik mesolimbik otak. Memblok kuat efek
alfa adrenergik. Menekan penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa,
menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme
basal, temperatur tubuh, kesiagaan, tonus vasomotor dan emesis.

Dosis
Skizofrenia /psikosis :
Anak

Oral : 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam; Anak yang lebih tua
mungkin membutuhkan 200 mg/hari atau lebih besar;
Im, iv: 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam,
< 5 tahun (22,7 kg): maksimum 75 mg/hari

Dewasa :

Oral : 30-2000 mg/hari dibagi dalam 1-4 dosis, mulai dengan dosis
rendah, kemudian sesuaikan dengan kebutuhan.
Dosis lazim : 400-600 mg/hari,
Beberapa pasien membutuhkan 1-2 g/hari. im.,iv.: awal: 25 mg, dapt
diulang 25-50 mg , dalam 1-4 jam, naikkan bertahap
sampai maksimum 400 mg/dosis setiap 4-6 jam sampai
pasien terkendali;
Dosis lazim : 300-800 mg/hari.
Cegukan tidak terkendali : Oral, im.: 25-50 mg sehari 3-4 kali.

Mual muntah :
Anak

Oral :0,5 -1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam bila diperlukan;


Im, iv : 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam,
< 5 tahun (22,75 kg) : maksimum 40 mg/hari,
5-12 tahun (22,7-45,5 jg) : maksimum 75 mg/hari.

Dewasa

Oral : 10-25 mg setiap 4-6 jam,


im, iv., : 25- 50 mg setiap 4-6 jam.

Orang tua :
Gejala-gejala perilaku yang berkaitan dengan demensia :

Awal : 10-25 mg sehari 1-2 kali, naikkan pada interval 4-7 hari dengan
10-25 mg/hari, naikkan interval
Dosis, sehari 2x, sehari 3 kali dst
bila perlu untuk mengontrol respons dan efek samping; dosis
maksimum : 800 mg.

Kontraindikasi
Hipersensitifitas terhadap klorpromazin atau komponen lain formulasi, reaksi
hipersensitif silang antar fenotiazin mungkin terjadi, Depresi SSP berat dan koma.

Efek samping
Kardiovaskuler : hipotensi postural, takikardia, pusing, perubahan interval QT
tidak spesifik.
SSP : mengantuk, distonia, akathisia, pseudoparkinsonism, diskinesia tardif,
sindroma neurolepsi malignan, kejang.
Kulit : fotosensitivitas, dermatitis, pigmentasi (abu-abubiru).
Metabolik & endokrin : laktasi, amenore, ginekomastia, pembesaran payudara,
hiperglisemia, hipoglisemia, test kehamilan positif palsu.
Saluran cerna : mual, konstipasi xerostomia.
Agenitonitourinari : retensi urin, gangguan ejakulasi, impotensi.
Hematologi : agranulositosis, eosinofilia, leukopenia, anemia hemolisis,
anemia aplastik, purpura trombositopenia.
Hati : jaundice.
Mata : penglihatan kabur, perubahan kornea dan lentikuler, keratopati epitel,
retinopati pigmen.

Interaksi
Dengan Obat Lain :

Efek klorpromazin dapat ditingkatkan oleh delavirdin, fluoksetin, mikonazol,


paroksetin, pergolid, kuinidin, kuinin, ritonavir, ropinirol dan inhibitor
CYP2D6 lainnya.

Klorpromazin memperkuat efek penekan terhadap SSP dari analgesik


narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotik-sedatif.
Klorpromazin dapat meningkatkan efek amfetamin, betabloker tertentu,
dekstrometorfan,
fluoksetin, lidokain,
paroksetin,
risperidon,
ritonavir, antidepresan trisiklik dan substrat CYP2D6 lainnya.
Klorrpromazin dapat meningkatkan efek /toksiksitas antikolinergik,
antihipertensi,litium, trazodon, asam valproat. Penggunaan bersama
antidepresan trisklik dapat mengubah respons dan meningkatkan toksisitas.
Kombinasi dengan epinefrin akan dapat menimbulkan hipotensi. Kombinasi
dengan antiaritmia, cisaprid, pimosid, sparfloksacin dan obatobat yang
memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia.
Kombinasi dengan metoklopramid akan dapat meningkatkan resiko gejala
ekstrapiramidal.
Klorpromasin mungkin menurunkan efek substrat prodrug CYP2D6 seperti
kodein, hirokodon, oksikodon dan tramadol.
Klorpromasin mungkin dapat menghambat efek3/29/13 .::Medicatherapy::.Klorpromazin antiparkinson levodopa dan mungkin dapat menghambat efek
pressor epinefrin.

Dengan Makanan :

Etanol, valerian, St Johns wort, kava-kava, gotu kola dapat meningkatkan


efek depresi SSP.

Parameter monitoring
Gambaran vital : profil lipid, glukosa darah puasa/Hgb A1c, indeks berat badan, status
mental, skala normal gerakan yang tidak disadari, gejala ekstrapiramidal.

Stabilitas penyimpanan
Injeksi : hindari cahaya, larutan berwana sedikit kuning tidak menunjukkan hilangnya
potensi, tetapi bila perubahan warna jelas maka harus dibuang. Pengenceran larutan
dengan larutan NaCl fisiologis 1 mg/ml tetap stabil selama 30 hari.

Informasi pasien
Obat ini untuk mengobati gangguan emosi, mental dan kecemasan. Katakan ke dokter
bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Gunakan obat
sesuai anjuran dokter. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum
efek penuh dicapai.
Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari, jangan
meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. Bila digunakan
lebih dari satu dosis/tablet per hari, segera minum obat bila lupa, tetapi bila sudah
dekat dengan waktu minum kedua, tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis

reguler. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.


Konsultasikan dengan dokter bila anda memakan obat lain. Bila anda merasakan
reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan
dengan dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.

Haloperidol

Merk Dagang
Haloperidol , Dores, Govotil, Haldol, Halonace, Lodomer, Serenace,
Seradol, Quilez, Upsikis

Aksi Dan Farmakologi klinis:

Haloperidol adalah butyrophenone antipsikotik turunan dengan sifat-sifat yang


telah dianggap sangat efektif dalam pengelolaan hiperaktivitas, gelisah, dan
mania.
Haloperidol adalah neuroleptic yang efektif dan juga memiliki sifat
Antimuntah, tetapi memiliki kecenderungan untuk memprovokasi ditandai
efek ekstrapiramidal dan relatif lemah adrenolytic alfa-properti. Ini juga
menunjukkan anorexiant hipotermia dan efek dan mungkin terjadi tindakan
barbiturates, anestesi umum, dan obat-obatan depresan SSP lain.

Indikasi Dan Penggunaan Klinis:


Management of manifestasi psikosis akut dan kronis, termasuk skizofrenia
dan manik negara. Ini mungkin juga nilai dalam pengelolaan perilaku
agresif dan gelisah pada pasien dengan sindrom otak kronis dan
keterbelakangan mental dan dalam mengendalikan gejala Gilles de la
Tourettes syndrome.

Kontra-Indikasi:
Pada keadaan koma dan dalam kehadiran depresi SSP karena alkohol atau
obat depresan lainnya. Hal ini juga kontraindikasi pada pasien dengan
depresi berat negara, penyakit kejang sebelumnya, lesi ganglia basal, dan
dalam sindrom Parkinson, kecuali dalam kasus dyskinesias akibat

pengobatan levodopa. Tidak boleh digunakan pada pasien yang diketahui


sensitif terhadap obat, atau di pikun pasien dengan Parkinson yang sudah
ada gejala seperti. Anak-anak: Keamanan dan efektivitas pada anak-anak
belum ditetapkan, karena itu, haloperidol adalah kontraindikasi pada
kelompok usia ini.

Efek Samping
Insomnia, reaksi depresif, dan beracun negara confusional adalah efek
yang lebih umum ditemui. Mengantuk, kelesuan, pingsan dan katalepsia,
kebingungan, kegelisahan, agitasi, gelisah, euforia, vertigo, kejang grand mal, dan
eksaserbasi gejala psikotik, termasuk halusinasi, juga telah dilaporkan.

Stelazine (Trifluoperazine)
Merek Dagang
Stelzine, Stelosi 5

Efek Samping
Mengantuk, pusing, reaksi kulit, mulut kering, pandangan kabur, amenore
(tidak haid), menyusui, lemah otot, gejala-gejala ektrapiramidal yang
berhubungan dengan dosis, diskinesia tardiva (pada penggunaan jangka
panjang,
dosis
tinggi).
Jarang : sakit kuning kolestatik, diskrasia darah.

Kontra Indikasi
Keadaan komatose atau depresi susunan saraf pusat yang disebabkan
oleh pemakaian obat, diskrasia darah, depresi sumsum tulang, kerusakan
hati.

Clozapine
Indikasi
Penderita skizofrenia yg tdk memberi respon atau intoleransi thd
neuroleptik

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap clozapine dan komponen obat ini.

Penderita dengan riwayat granulositopenia / agranulositosis.

Kegagalan fungsi sumsum tulang.

Epilepsi yang tidak terkontrol.

Intoksikasi obat.

Kolaps sirkulasi dan atau depresi CNS karena berbagai sebab.

Gagal fungsi ginjal, hati dan jantung yang berat.

Efek Samping

Hematologi: granulositopenia, agranulositosis sering terjadi pada 18


minggu pertama pengobatan, penghentian obat harus segera
dilakukan pada agranulositosis yang dapat mengancam jiwa, karena
itu perhitungan WBC (white blood cell) merupakan hal yang harus
dilakukan.

Terhadap CNS: lelah, mengantuk, sedasi, pusing dan sakit kepala,


mulut kering, pandangan menjadi buram, gangguan pengaturan
temperatur, berkeringat merupakan efek samping yang dapat
terjadi.

Sistem cardiovaskuler: Tachycardia, hypotensi postural dengan atau


tanpa sinkope dapat terjadi pada awal minggu pengobatan.

Sistem saluran pencernaan: mual, muntah, konstipasi,ileus.

Over dosis: tanda-tanda dan gejala ; Drowsiness, lethargy,


arefleksia, coma, confusi, halusinasi, agitasi, delirium, kejang,
hypersalivasi,
mydriasis,
termolability,
hipotensi,
kolapse,
pneumonia
aspirasi,
dyspnea,
depresi
pernafasan.
Pengobatan: Bilas lambung, dengan atau pemberian karbon aktif
pada 6 (enam) jam pertama setelah pemberian obat.

Risperidone
Indikasi
Terapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang
lain, dengan gejala-gejala tambahan (seperti; halusinasi, delusi, gangguan
pola pikir, kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejalagejala negatif yang terlihat nyata (seperti; blunted affect, menarik diri dari
lingkungan sosial dan emosional, sulit berbicara). Juga mengurangi gejala
afektif (seperti; depresi, perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan
dengan skizofrenia.

Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap risperidone.

Efek Samping

Yang umum terjadi: insomnia, agitasi, rasa cemas, sakit kepala.

Efek samping lain: somnolen, kelelahan, pusing, konsentrasi


terganggu, konstipasi, dispepsia, mual/muntah, nyeri abdominal,
gangguan penglihatan, priapismus, disfungsi ereksi, disfungsi
ejakulasi, disfungsi orgasme, inkontinensia urin, rinitis, ruam dan
reaksi alergi lain.

Beberapa kasus gejala ekstrapiramidal mungkin terjadi (namun


insiden dan keparahannya jauh lebih ringan bila dibandingkan
dengan haloperidol), seperti: tremor, rigiditas, hipersalivasi,
bradikinesia,akathisia, distonia akut. Jika bersifat akut, gejala ini

biasanya ringan dan akan hilang dengan pengurangan dosis


dan/atau dengan pemberian obat antiparkinson bila diperlukan.

Seperti neuroleptik lainnya, dapat terjadineuroleptic malignant


syndrome (namun jarang), ditandai dengan hipertermia, rigiditas
otot, ketidakstabilan otonom, kesadaran berubah dan kenaikan
kadar CPK, dilaporkan pernah terjadi. Bila hal ini terjadi,
penggunaan
obat
antipsikotik
termasuk risperidone harus
dihentikan.

Kadang-kadang terjadi orthostatic dizziness, hipotensi termasuk


ortostatik, takikardia termasuk takikardia reflek dan hipertensi.

Risperidone dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi prolaktin


plasma yang bersifatdose-dependent, dapat berupa galactorrhoea,
gynaecomastia, gangguan siklus menstruasi dan amenorrhoea.

Kenaikan berat badan, edema dan peningkatan kadar enzim hati


kadang-kadang terjadi.

Sedikit penurunan jumlah neutrofil dan trombosit pernah terjadi.

Pernah dilaporkan namun jarang terjadi, pada pasien skizofrenik:


intoksikasi air dengan hiponatraemia, disebabkan oleh polidipsia
atau sindrom gangguan sekresi hormon antidiuretik (ADH); tardive
dyskinesia, tidak teraturnya suhu tubuh dan terjadinya serangan.

Triheksifenidil / Trihexyphenidyl (THP)


Indikasi

Parkinson

Gangguan ekstrapiramidal yg disebabkan obat SSP

Kontra Indikasi
Hipersensitifas terhadap triheksifenidil atau komponen lain dalam sediaan,
glaukoma sudut tertutup, obstrusksi duodenal atau pyloric, peptik ulcer,
obstruksi saluran urin, achalasia; myastenia gravis.

Efek Samping
Mulut kering, penglihatan kabur, pusing, cemas, konstipasi, retensi urin,
takikardi, dilatasi pupil, TIO meningkat, sakit kepala.

Arthan