Anda di halaman 1dari 5

PENGKAJIAN KLIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL

Identitas Klien
Nama
: .. (L/P)
Umur
: ..
Pendidikan: ...................................
Agama
: ...................................
Status
: ...................................
Alamat
:
Pekerjaan :
Jenis Kel. :
No RM :

Tanggal Dirawat:.

Tanggal Pengkajian
Ruang Rawat
Sumber Informasi

:..
: ......
: .......................

Alasan Masuk
Kaji alasan klien masuk ke RS. Biasanya klien datang ke rumah sakit karena
klien merasa sendiri dan lebih senang sendiri, menganggap tidak mempunyai orang
yang berarti di dunia ini.

Faktor Predisposisi
Kaji faktor predisposisi yang mungkin terjadi pada klien dengan isolasi sosial.
Biasanya klien dengan isolasi sosial memiliki faktor predisposisi:
-

masalah saat masa perkembangannya (misal saat masak anak-anak klien di


remehkan oleh orang tuanya) sehingga kaji secara mendalam saat masa
pertumbuhannya mulai masa bayi, anak, remaja, dewasa muda, dewasa tengah

sampai dewasa akhir


masalah komunikasi dalam keluarga (misal klien selalu di kritik oleh anggota

keluarga lain)
masalah dalam sosial dan budayanya (misal klien dengan penghasilan rendah di

kucilkan dari lingkungan sekitarnya)


masalah secara biologisnya (misal dalam anggota keluarga klien ada yang
mengalami masalah yang sama)

Fisik
TTV klien dengan isolasi sosial biasanya masih cenderung normal. Saat dilakukan
pemeriksaan fisik, tekanan darah klien yaitu 100/60 mmHg, Nadi klien 90 X/menit,
Suhu 36,2 C dan pernapasan 20 X/menit. Biasanya tubuh klien terlihat kurang terawat
karena klien lebih senang sendiri sehingga kurang berminat dalam menjaga kebersihan
tubuhnya. Rambut tampak kusam tak terawat, kulit kering, kuku tampak kotor.

Psikososial
-

Data tentang genogram, status klien dalam keluarganya, klien tinggal dengan
siapa, serta bagaimana perawatan yang dilakukan pada klien ketika masih di

rumah.
Data konsep diri, kaji gambaran tentang diri klien (biasanya klien tidak memiliki
cita-cita, pandangan, dan harapan di masa depannya), kaji juga peran klien di
rumahnya (biasanya peran klien sangat minimal tanpa ada kegiatan yang bisa

membangun dirinya)
Data hubungan sosial (Biasanya klien akan merasa sendiri sehingga tidak dekat

dengan anggota keluarga yang lain.)


Data spirtual (kaji agama, kepercayaan klien serta kegiatan ibadah klien,
biasanya klien menganggap dirinya sendiri sehingga mengacuhkan kebutuhan
untuk ibadahnya, klien juga menjauh dari kegiatan sosial sehingga tidak ikut
kegiatan keagamaan di lingkungan rumahnya)

Status Mental

Kaji penampilan klien (biasanya klien akan tampak kurang rapi karena klien
kurang memperhatikan penampilannya, klien cenderung acuh dengan kebersihan

tubuhnya)
Kaji pembicaraan klien (biasanya klien dengan isolasi sosial pola bicaranya akan
cenderung kurang tegas karena rasa percaya dirinya kurang sehingga klien akan

cenderung diam tidak mau berbicara dengan orang lain)


Kaji aktivitas motorik klien (biasanya klien akan tampak lesu tanpa tenaga

karena klien tidak memiliki semangat utuk berhubungan dengan orang lain)
Kaji perasaan klien (biasanya klien akan selalu merasa sedih karena merasa
dirinya tak berarti diam dan tidak banyak berbicara), biasanyan klien juga
tampak perubahan ekspresi yang tiba-tiba seolah-olah melihat sesuatu namun

klien tidak mengkomunikasikannya kepada orang lain


Kaji interaksi selama wawancara (biasanya klien hanya banyak diam dan sulit
untuk diajak berinteraksi, baik dengan perawat maupun dengan anggota

keuarganya)
kaji daya ingat klien (biasanya klien masih mengingat pengalaman masa lalunya
namun untuk mengkajinya perlu kesabaran karena biasanya klien akan sangat

sulit untuk diajak berkomunikasi)


kaji tingkat konsentrasi dan berhitung (biasanya klien masih bisa berkonsentrasi
walaupun terkadang klien sesekali terlihat menyimpan rasa takutnya terhadap
orang lain )

Kebutuhan Persiapan Pulang


Untuk kebutuhan persiapan pulang klien biasanya memerlukan bantuan baik itu
makan, BAB/ BAK, Mandi, Berpakaian, Istirahat dan tidur, Penggunaan obat,

pemeliharaan kesehatan, aktivitas didalam rumah dan diluar ruangan dapat dilakukan
dengan bantuan dari keluarganya.

Mekanisme Koping
Mekanisme koping tergantung pada setiap klien bisa koping adaptif dan
maladaptif. Namun pada klien isolasi sosial umumnya koping yang dilakukan kurang
adaptif, karena sering menyendiri, tidak mau bergaul dan merasa malu jika bergaul
dengan orang lain.

Masalah Psikososial dan lingkungan


Kaji masalah psikososial dan lingkungan yang ada pada klien.
-

Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik (misal

lingkungan klien acuh pada klien )


Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik (misal

klien minder terhadap tetangga di lingkungan rumahnya)


Masalah dengan pendidikan, spesifik (misal klien hanya

lulusan SD sehingga merasa malu)


Masalah dengan pekerjaan, spesifik (misal klien baru di

PHK sehingga merasa cemas)


Masalah dengan perumahan, spesifik (misal lingkungan

perumahan klien memang biasanya hidup individual)


Masalah ekonomi, spesifik (misal klien cemas karena
pendapatan setiap harinya kurang untuk memenuhi

kebutuhan hidupnya)
Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik (misal

pelayanan kesehatan jauh)


Masalah lainnya

Pengetahuan Kurang Tentang


Biasanya keluarga merasa bingung dengan penyakit yang di alami klien keluarga
hanya tahu kalau klien mengalami stress. Keluarga juga tidak tahu apa yang harus

dilakukan untuk mengatasi kebingungan dan kesedihannya yang dia lakukan adalah
berdoa agar klien segera sembuh.