Anda di halaman 1dari 3

Ruang lingkup sosiologi

Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini
dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang
berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta
kelompok dengan kelompok di lingkungan masyarakat.
Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal,
misalnya antara lain:
1. Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan
dengan produksi distribusi dan sumber-sumber kekayaan alam.
2. Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian berkaitan
dengan apa yang dialami warganya.
3. Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis misalnya
usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai
dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan
kejadian sejarah sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian
proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok atau beberapa peristiwa
dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh riwayat suatu
negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya
suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan
negara dimasa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua
lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam
kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan
manusia serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada maka
selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme,
masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut
dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap
analisis sosiologi.
Sedangkan sosiologi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu Socius yang
berarti kawan, teman sedangkan Logos berati ilmu pengetahuan. Ungkapan ini
dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul Cours
De Philosophie Positive karangan August Comte (1798-1857). Walaupun
banyak definisi tentang sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang
masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai
hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya.

Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan


perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangun.
Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang
tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat dikontrol secara kritis
oleh orang lain dan umum. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku
bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, dan sosial.
Sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari individu
kelompok dan lembaga sosial yang membentuk masyarakat secara umum. Ini
tentu saja batasan sosiologi yang sangat sederhana, tetapi paling mudah
dimengerti secara awam. Sekedar pengenalan awam berikut akan dijelaskan
secara selintas ruang lingkup kajian sosiologi tersebut.
Sesungguhnya, ruang lingkup kajian sosiologi sebagai ilmu sangatlah
luas, mencakup hampir semua bidang kehidupan masyarakat, baik bidang
ekonomi politik agama, pendidikan, kebudayaan, tentu saja dilihat dari
perspektif (asumsi teoritis dan metodologis) sosiologi.
Setidaknya ada sejumlah elemen penting yang menjadi perhatian ahli
sosiologi dalam mempelajari masyarakat. Elemen-elemen tersebut tercakup
kepada lima area sosial, yakni: karakteristik penduduk, prilaku sosial, lembaga
sosial, lembaga sosial, elemen budaya dan perubahan sosial. Karakteristik
penduduk akan menentukan pola-pola hubungan sosial dan truktur sosial yang
tercipta dalam kehidupan sosial dimana penduduk bertempat tinggal.
Prilaku sosial dipelajari secara komprehensif dalam sosiologi. Dalam
teori psikologi sosial banyak dibahas tentang prilaku kelompok, sikap
kompromitas, kepemimpinan, moral kelompo dan bermacam-macam bentuk
prilaku lainnya. Juga dipelajari interaksi sosial, konflik sosial gerakan sosial
dan perang. Disini juga dipelajari tentang konsep status dan peran, peran (role)
adalah harapan sosial terhadap status (position) yang disandang seseorang di
tengah masyarakat (lingkungan).
Lembaga sosial adalah kumpulan hubungan-hubungan sosial di
masyarakat yang membentuk fungsi sosial khusus. Lembaga sosial tersebut
misalnya organisasi bisnis, pemerintah, rumah sakit, masjid atau pesantren atau
sekolah.Masing-masing lembaga memiliki keterkaitan langsung dengan
masyarakat yang eksisis, demikian juga antara lembaga-lembaga sosial
terhadap hubungan timbal balik, yang saling pengaruh mempengaruhi satu
sama lain. Lembaga sosial yang dianggap paling penting adalah: keluarga,
ekonomi, politik, pendidikan, dan agama.
Elemen budaya membantu menyatukan dan mengatur kehidupan sosial.
Ini memberikan orang-orang landasan umum dalam komunikasi dan saling

pengertian. Elemen budaya mencakup: seni, tradisi, bahasa, pengetahuan dan


niali-nilai agama. Ahli sosiologi melakukan studi terhadap pengaruh masingmasing elemen tersebut terhadap kondisi karakter dan prilaku sosial.
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kondisi atau pola
prilaku dalam masyarakat. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan sosial, seperti mode invensi, revolusi, perang, atau sejumlah masalah
penduduk lainnya. Tetapi teknologi memainkan pera yang sangat penting dalam
perubahan sosial masyarakat, terutam sejak revolusi industr di Eropa. Secara
umum perubahan sosial dapat dibagi dua (dilihat dari sumber terjadinya
perubahan), yakni perubahan internal (dalam) dan perubahan eksternal (luar).