Anda di halaman 1dari 3

HASIL DISKUSI

NILAI
NASIONALISME
KELOMPOK IV
1. Mujal Hendra (8)
2. Fikriadi (9)
3. Syarifah Fitria Ulfa (3)
4. Rima Mellia (4)
5. Rina Hidayah (39)
6. Selvi Winarni (22)
7. Idawani (20)
8. Siska Murti (26)

NILAI NASIONALISME DARI FILM PENDEK


TENTANG KABUPATEN BANTAENG
1. Menetapkan anggaran pembangunan yang tepat sasaran demi
kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarkat

Tindakan tesebut mencerminkan sikap sebagai pembuat dan pelaksana


kebijakan publik. Sikap sebagai pelayan publik yang mengutamakan
masyarakat serta perekat pemersatu bangsa dimana rakyat merasa
diperhatikan pemerintah sehingga lolalitas/rasa persatuan meningkat.
Contohnya dengan melakukan pembangunan rumah sakit umum yang
tidak hanya melayani masyarakat bantaeng, tetapi juga masyarakat
disekitar, melakukan penyediaan sarana ambulans sehingga masyarakat
lebih cepat tiba di tempat pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat.

2. Bupati Bantaeng menerapkan cara kerja yang cenderung melayani


daripada dilayani

Perubahan paradigma pemerintah yang diaplikasikan oleh pemimpin daerah


bantaenng ini merupakan esensi dari sikap dan perilaku aparatur negara
sebagai pelayan publik. Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa bupati
bantaeng sudah menginternalisasikan nilai pelaksana kebijakan publik. Hal
ini dibuktikan salah satunya dengan meluangkan waktu untuk
berkomunikasi dengan masyaakat tanpa diikat oleh aturan protokoler.

3. Dedikasi Bupati Bantaeng untuk mewakafkan diri


untuk rakyat dan Pemkab Bantaeng.
Pada tindakan ini terlihat jelas rasa nasionalisme dalam
bentuk sikap sebagai pelayan publik dan pemersatu
bangsa. Selain itu juga merupakan aplikasi dari
pelaksanaan nilai-nilai agama yaitu menjaga amanah yang
telah diembankan kepadanya.

4. Merampingkan struktur pemerintahan dengan melebur


tiga dinas menjadi pelayanan satu atap, yaitu Dinas
Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan.

Dengan tindakan ini, maka alokasi anggaran untuk dinas


menjadi lebih kecil sehingga anggaran pembangunan
menjadi lebih meningkat. Selain itu, proses administrasi bisa
diperpendek dan lebih mengedepankan pelayanan publik.
Hal itu merupakan cerminan dari pembuat/pelaksana
kebijakan publik dan pelayan publik.