Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
Banyak dijumpai senyawa yang tersusun atas satu atom
pusat, biasanya logam atau kelompok atom seperti VO, VO2 dan
TiO serta sejumlah anion atau molekul netral yang mengelilingi
atom atau kelompok atom pusat. Senyawa semacam ini dikenal
sebagai senyawa koordinasi atau senyawa kompleks. Anion atau
molekul yang mengelilingi atom pusat atau kelompok atom ini
disebut ligan. Jika ditinjau dari system asam-basa Lewis, atom
pusat atau kelompok atom dalam senyawa koordinasi berperan
sebagai asam Lewis, sedangkan ligannya berfungsi sebagai basa
Lewis.
Cabang Ilmu Kimia yang mempelajari tentang senyawa
koordinasi

disebut

kimia

Koordinasi.

Sifat-sifat

senyawa

koordinasi dapat diprediksi dari sifat ion pusatnya, Mn+, dan


ligannya, L1, L2, dst. Jumlah muatan kompleks ditentukan
dari penjumlahan muatan ion pusat dan ligan yang membentuk
kompleks. Hal yang sangat spesifik dari senyawa ini adalah
adanya spesies bagian dari senyawa itu yang tidak berubah baik
dalam padatan maupun dalam larutan walaupun ada sedikit
disosiasi. Spesies tersebut dapat berupa non ionik, kation atau
anion tergantung pada muatan penyusunnya. Jika be3rmuatan
maka spesies itu disebut ion kompleks atau lebih sderhana
disebut spesies kompleks. Kompleks ini harus dibedakan dengan
garam rangkap. Sebagai contoh; dua senyawa 2KCl.HgCl2 (1)
dan 2KCl.HgCl2 (2). Nampaknya kedua senyawa ini mirip, tetapi
kenyataannya memiliki sifat yang berbeda. Senyawa (1) dalam
larutan menghasilkan tiga ion tiap molekul, sedangkan senyawa
(2) menghasilkan tujuh ion tiap molekul. Berdasarkan perbedaan

Kimia Mineral |

sifat ini, senyawa pertama dinamakan senyawa kompleks yang


secara

umum

dituliskan

K2[HgCl4]

dan

senyawa

kedua

dinamakan garam rangkap dan tetap dituliskan 2KCl.HgCl2.


Tetapi terkadang

tidak mungkin dapat dibedakan kedua

pengertian tersebut. Sebagai contoh garaqm ion Co2+. Data Xray difraksi menunjukkan bahwa empat ion klorida menempel
kuat secara tetrahedral pada ion kobalt sehingga rumusnya
ditulis K2[Co(Cl)4] tetapi setelah dilarutkan dalam air senyawa
itu bereaksi cepat dengan air menhasilkan warna pink. (Sehingga
kelakuannya sama dengan kelakuan garam rangkap )
K2[Co(Cl)4] + 6H2O 2K2+ + Co(H2O)6 2+ + 4Cl
Penjelasan dasar senyawa koordinasi telah dikemukakan
oleh seorang ahli kimia dari Denmark S.M. Jorgenson (18371914) dan seorang dari Swiss Alberd Werner (18661919).
Mereka telah mensintesis ribuan senyawa koordinasi dengan
cara mencampurkan antara lain larutan ion pusat jenuh dengan
larutan ligan jenuh. Dalam campuran itu akan terbentuk senyawa
koordinasi. Werner telah mengemukakan teori yang menjelaskan
tentang senyawa koordinasi dan mengkorelasikan dengan hasil
pengamatan. Senyawa-senyawa koordinasi yang dapat dijelaskan
menggunakan teori werner dikenal dengan kompleks Werner.
Werner mengembangkan pemikiran dari interaksi antara kation
dan anion untuk menjelaskan aktivitas kimia, konduktivitas listrik
dan isomer dalam senyawa. Walaupun Werner tidak memiliki
pembuktian tentang teori yang dia kemukakan tetapi teorinya
lebih

baik

memandang

dari

teori

bahwa

yang

dikemukakan

senyawa

koordinasi

Jorgensen

yang

dibentuk

oleh

pengikatan ligan.

Kimia Mineral |

BAB II
PENGERTIAN LIGAN
PENGERTIAN LIGAN
Senyawa kompeks (koordinasi) dibentuk dari gabungan
asam basa Lewis yang berupa logam atau ion logam dan basa
Lewis yang berupa molekul netral atau ion negatif. Di dalam
senyawa kompleks basa Lewis dikenal dengan nama LIGAN.
Ligan (ligand)

adalah

setiap atom atau

molekul yang

melekat pada atom pusat, biasanya unsur logam, dalam sebuah


koordinasi atau senyawa kompleks.
Ligan merupakan basa Lewis yang memiliki pasangan
elektron bebas misalnya ligan NH3, H2O dan Cl- atau memiliki
pasangan

elektron

misalnya

ligan

C2H2 (asetilena),

C2H4 (etilena) dan C6H6 (benzena). Suatu ligan dapat memiliki


elektron yang tidak berpasangan disamping pasangan elektron .
Misalnya

ligan

C5H5 (siklopentadiena),

C3H5 (alil)

dan

NO

(nitrosil).
Di dalam ligan terdapat atom donor yaitu atom yang
memiliki pasangan elektron bebas atau atom yang terikat
melalui ikatan . Melalui atom donor tersebut suatu ligan
melakukan ikatan kovalen koordinasi dengan atom pusat yang

Kimia Mineral |

ada. Berdasarkan jumlah atom donor yang dimilikinya ligan


dapat

dikelompokkan

sebagai

ligan

monodentat,

bidentat,

tridentat, dan seterusnya.


Ligan yang memiliki lebih dari satu atom donor yaitu ligan
bidentat, tridentat, dan seterusnya seringkali disebut sebagai
ligan polidentat. Pada ligan yang memiliki dua atau lebih atom
donor.

BAB III
PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS
( LIGAN )

Kimia Mineral |

BAB IV
JENIS-JENIS LIGAN

Kimia Mineral |

Kimia Mineral |

Kimia Mineral |

Berdasarkan pada jenis ikatan koordinasi yang terbentuk,


ligan dapat dikelompokkan sebagai berikut;
1. Ligan yang tidak mempunyai elektron sesuai untuk ikatan
dan orbital kosong sehingga ikatan yang terbentuk hanya
ikatan , seperti H- , NH3, SO3 2- atau RNH2.
2. Ligan yang memiliki dua atau tiga pasang elektron bebas
yang selain membentuk ikatan , juga dapat membentuk
ikatan dengan ion logam, seperti; N3- , O2- , F- , Cl- , Br- ,
I- , OH- , S2- , NH2 - , H2O, R2S, R2O dan NH2.
3. Ligan yang memiliki orbital -antiikatan kosong dengan
tingkatan energy rendah yang dapat menerima elektron
yang orientasinya sesuai dari logam, seperti; CO, R3P,
R3As, Br- , I- , CN- , Py dan acac.
4. Ligan yang tidak ada pasangan elektron bebasnya, tetapi
memiliki elektron ikatan-, seperti alkena, alkuna, benzene
dan anion siklopentadienil.
5. Ligan yang dapat membentuk dua ikatan dengan dua
atom logam terpisah dan kemudian membentuk jembatan.
Sebagai contoh; OH- , Cl- , F- , NH2 - , CO, SO4 2- dan O2- .

Kimia Mineral |

Berikut adalah tabel nama-nama ligan dan rumus kimianya,

NAMA SENYAWA

NAMA LIGAN

SINGKATAN ATAU
RUMUS KIMIA

Asetonitril

Asetonitril

MeCN

etilenadiamina

etilenadiamina

en

piridina

piridina

py

2,2-bipiridina

2,2-bipiridina

bpy

1,10-fenantrolina

1,10-fenantrolina

phen

trifenilfosfina

trifenilfosfina

PPh3

trifenilstibina

trifenilstibina

SbPh3

trisikloheksilfosfina

trisikloheksilfosfina

Pcy3

Amonia

amina

NH3

Hidrogen sulfida

sulfan

H2S

Hidrogen telurida

telan

H2Te

Karbon monoksida

karbonil

CO

Nitrogen
monoksida

nitrosil

NO

BAB V

Kimia Mineral |

JENIS-JENIS ATOM LIGAN


Jenis-jenis Atom Ligan Atom-atom yang secara langsung kontak
dengan ion logam dalam kompleks, selain logam-logam itu sendiri
yang membentuk M-M, adalah non-logam dan metalloid dari golongan
IV, V, VI dan VII pada tabel periodik unsur.
Berdasarkan

pembentukan

kompleks

dengan

atom

yangt

berbeda, Pearson telah mengelompokkan ligan dan juga logam


kedalam atom keras (hard) dan lunak (soft). Ion logam dengan orbital d
hampir kosong atau terisi penuh elektron tidak dapat digunakan untuk
pembentukan ikatan (logam alkali, alkali tanah, Al, Ga, Ir, Sn, Pb, Ti,
Zn, Mg, Y, Sc, La, V, dst) disebut asam keras atau logam kelas (a), dan
ligan yang membentuk kompleks secara kuat dengan logam-logam itu
disebut basa keras atau basa kelas (a). Sebaliknya logam-logam
dengan orbital d-nya hampir penuh elektron yang dapat membentuk
ikatan dengan ligan yang dapat menerima elektron orbital itu dalam
orbital kosong yang sesuai disebut logam lunak atau asam kelas (b),
sedangkan ligannya disebut ligan atau basa lunak atau basa kelas (b).
Sebagai contoh; Cu(I), Hg(II), Pd(II), Pt(II), PR3 dst.

JENIS-JENIS ATOM LIGAN

Kimia Mineral |

10

BAB VI
LIGAN MONODENTAT
Monodentat (Unidentat)
Ligan

monodentat

adalah

ligan

yang

hanya

mampu

menyumbangkan satu pasang elektron bebas saja atau dengan


kata lain hanya dapat membentuk satu ikatan kovalen koordinasi
dengan

ion

logam

pusat.

Kebanyakan

ligan

ini

adalah

monodentat, misalnya Cl-, Br-, H2O, NH3, dan OH-. Walaupun ion
atau molekul ini memiliki lebih dari satu pasang elektron bebas
tetapi yang dapat disumbangkan ke ion logam pusat hanya satu
pasang (mono : satu, dent : gigi).
Kebanyakan ligan adalah anion atau molekul netral yang
merupakan donor elektron. Beberapa ligan monodentat yang
umum adalah F-, Cl-, Br-, CN-, NH3, H2O, CH3OH, dan OH-.

Kimia Mineral |

11

BAB VII
Kimia Mineral |

12

LIGAN BIDENTAT
Ligan bidentat mempunyai dua atom donor dan keduanya
dapat digunakan untuk mengikat ion atau atom pusat (mampu
menyumbangkan dua pasang elektron bebas).

BAB VIII
LIGAN TRIDENTAT

Kimia Mineral |

13

Dien atau dietilentriamin adalah salah satu contoh ligan


tridentat, yaitu ligan yang dapat menyumbangkan 3 pasang
elektron pada ion logam pusat.

BAB IX
LIGAN POLIDENTAT
Polidentat (Multidentat)

Kimia Mineral |

14

Suatu molekul yang dapat menyumbangkan lebih dari tiga


pasang

elektron

bebas

disebut

polidentat,

misalnya

etilendiamintetraasetat (EDTA)

BAB X
KESIMPULAN

Kimia Mineral |

15

Senyawa kompleks dibentuk dari gabungan antara atom


atau ion pusat dengan ligan melalui ikatan kovalen
koordinasi. Atom atau ion pusat berfungsi sebagai asam
Lewis sedangkan ligan sebagai basa Lewis.

Di dalam ligan terdapat atom donor yaitu atom yang


memiliki pasangan elektron bebas.

Melalui atom-atom donor tersebut suatu ligan mengadakan


ikatan kovalen koordinasi dengan atom atau ion pusat yang
ada.

Berdasarkan banyaknya atom donor yang ada pada suatu


ligan,ligan

digolongkan

menjadi

bidentat,

tridentat,kuadridentat,

ligan

monodentat,

pentadentat,

dan

seterusnya.

Ligan polidentat dapat membentuk senyawa sepit atau


senyawa kelat.

Kimia Mineral |

16

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/175254397/Ligan
https://www.scribd.com/doc/134470579/Buku-Koordinasi
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/19
6802161994022-SOJA_SITI_FATIMAH/Kimia_Anorganik_IICoordination_Compleks/Ligan.pdf

Kimia Mineral |

17