Anda di halaman 1dari 16

Pendahuluan

Assalamualiakum Warahmatullahhiwabarakatuh, setinggi-tinggikesyukuran kehadrat


Ilahi kerana dengan limpah kurnianya dapat sayamenyiapkan Kerja Kursus ini
dengan sempurna. Walaupun terdapatperkara yang tidak dapat dielakkan namun ia
tidaklan menjadi suatu masalah yang besar dalam menyiapkan tugasan ini.Namun
begitu kami tetap berusaha mencari dari pelbagaisumber dan hasilnya tugasan ini
dapat disiapkan atas usaha keras danjuga bantuan daripada rakan-rakan
sekumpulan dalammenyiapkannya. Disini saya ingin mengucapkankan ribuan
terimakasih kepada Encik sapawi kerana telah banyak membantu dalammemberi
panduan dan tunjuk ajar tentang pelaksanaannya.Saya amat berbangga kerana
dapat menyelesaikan tugasan initepat pada waktunya,akhir sekali saya ingin
mengucapkan jutaanterima kasih kepada semua yang terlibat secara langsung atau
tidaklangsung dalam menyiapkan tugasan ini tidak lupa juga pengajar pengajar ikm
yang kerana membantu kami memberi maklumat yang kami perlukan.Walaupun
menghadapi kesukaran mencari maklumat namun dengan bantuan pengajar dan
rakan saya dapat menyiapkan tugasan ini .

Pengenalan
Pengertian PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah computer elektronik yang mudah digunakan
(user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang
beraneka ragam
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah : system elektronik yang
beroperasi secara digital dan di desainuntuk pemakaian di lingkungan industri, dimana system
ini menggunakan memori yang dapat deprogram untuk penyimpanan secara internal instruksiinstruksi yang mengimplemen tasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan,
pencacahan dan operasi aritmatika untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul
I/O digital maupun analog.
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program
yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU),
yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi,
negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu system
kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang
yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian computer secara khusus.PLC ini
memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program
yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang
digunakan sudah dimasukkan.

Prinsip Kerja PLC


Prinsip kerja PLC secara singkat dapat ditunjukkan seperti pada gambar berikut :

Gambar1.1Diagram Blok Prinsip Kerja PLC


PLC dapat menerima data berupa sinyal analog dan digital dari komponen input device.
Sinyal dari sinyal input device dapat berupa saklar-saklar, tombol-tombol tekan, peralatan
pengindera dan peralatan sejenisnya. PLC juga dapat menerima sinyal analog dari input device
yang berupa potensiometer, putaran motor dan peralatan sejenisnya. Sinyal analog ini oleh
modul masukan dirubah menjadi sinyal digital.
Central Processing Unit (CPU) mengolah sinyal digital yang masuk sesuai dengan
program yang telah dimasukkan.Selanjutnya CPU mengambil keputusan keputusan yang
berupa sinyal dengan logika High (1) dan Low (0). Sinyal keluaran ini dapat langsung
dihubungkan ke peralatan yang akan dikontrol atau dengan bantuan kontaktor untuk
mengaktifkan peralatan yang akan dikontrol. Bagian PLC pada prinsipnya terdiri dari CPU
(Central Processing Unit), PM (Programming Memory), PD (Programming Device), modul
masukan keluaran dan unit catu daya.
Struktur PLC
o CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)
CPU berfungsi untuk mengambil instruksi dari memory, mendekodekannya dan
kemudian mengeksekusi instruksi tersebut. Selama proses tersebut CPU akan menghasilkan
sinyal kendali, mengalihkan data kebagian masukan atau keluaran dan sebaliknya, melakukan
fungsi aritmatika dan logika juga mendeteksi sinyal luar CPU.
o PROGRAMMING MEMORY (PM)
PM adalah bagian yang berfungsi untuk menyimpan instruksi, program dan data.
Program pada PLC ini dapat dilakukan dengan cara mengetik pada papan ketik (Keyboard) yang
sesuai dengan masing-masing PLC. Papan ketik ini sering juga disebut dengan Programming
Device.
o PROGRAMMING DEVICE (PD)
PD disebut juga Programming Device Terminal (PDT), adalah suatu perangkat yang
digunakan untuk mengedit, masukkan, memodifikasi dan memantau program yang ada didalam
memori PLC. Bagian bagian dari PDT adalah monitor dan papan ketik (keyboard).
Dalam PLC ada tiga (3) jenis Programming Device yaitu :

1. Special Purpose adalah perangkat Programming Device sejenis komputer yang khusus
digunakan untuk pemrograman PLC.
2. Keypad adalah peralatan sejenis dengan kalkulator yang khusus digunakan untuk pemrograman
PLC.
3. Personal Computer (PC) adalah perangkat Progamming Device yang digunakan dalam
pemrograman PLC dengan menggunakan komputer pribadi.
o MODUL INPUT / OUTPUT

Modul masukan atau keluaran adalah suatu peralatan atau


perangkat elektronika yang berfungsi sebagai perantara atau
penghubung (Interface) antara CPU dengan peralatan masukan /
keluaran luar.Modul ini terpasang secara tidak permanen atau mudah
untuk dilepas dan dipasang kembali ke dalam raknya.
Metode-metode pemograman pada PLC

Metode yang umum diberikan sebagai pilihan antara lain berupa metode
pemrograman dengan diagram logika tangga (ladder logic diagram),
mneumonic (statement list), dan atau diagram fungsi blok (function block
diagram). Adanya pilihan metode tersebut dimaksudkan agar pengguna
dapat dengan mudah membuat program sesuai dengan keahlian
maupun metode pemrograman yang disukai. Dan Berdasarkan Standart Internasional
IEC-61131-3, bahasa pemrograman PLC ada 5 macam.

1. Ladder Diagram
Salah satu metode pemrograman PLC yang sangat umum dipergunakan yaitu
pemrograman menggunakan ladder diagram (diagram tangga). Metode yang praktis dan cukup
mudah dimengerti. Diagram ini sendiri terdiri dari dua buah garis vertikal yang melambangkan
daya.Komponen-komponen rangkaian disambungkan sebagai garis-garis horisontal yang
merupakan anak tangga.Komponen-komponen yang dimaksud ditempatkan di antara kedua buah
garis vertical ada pun instruksi instruksi dasar dalam ladder diagram :
1. LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT)
LOAD adalah sambungan langsung dari line dengan logika pensakelarannya seperti
sakelar NO, sedangkan LOAD NOT logika pensakelarannya seperti sakelar NC.Instruksi ini

dibutuhkan jika urutan kerja pada sistem kendali hanya membutuhkan satu kondisi logic saja
untuk satu output. Simbol ladder diagram dari LD dan LD NOT .
2. AND dan AND NOT
Jika memasukkan logika AND maka harus ada rangkaian yang berada di depannya,
karena penyambungannya seri. Logika pensaklaran AND seperti sakelar NO dan AND NOT
seperti saklar NC. Instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali lebih dari satu
kondisi logic yang terpenuhi semuanya untuk memperoleh satu output. Simbol ladder
diagram dari AND dan AND NOT.
3. OR dan OR NOT
OR dan OR NOT dimasukkan seperti saklar posisinya paralel dengan rangkaian
sebelumnya.instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali membutuhkan salah
satu saja dari beberapa kondisi logic terpasang paralel untuk mengeluarkan satu output. Logika
pensaklaran OR seperti saklar NO dan logika pensaklaran NOT OR seperti saklar NC.
Simbol ladder diagram dari OR dan OR NOT .
4. Out Dan Out Not
Digunakan untuk mengeluarkan Output jika semua kondisi logika ladder diagram
sudah terpenuhi. . Logika pensaklaran OUT seperti sakelar NO dan logika pensaklaran OUT
NOT seperti sakelar NC. Simbol ladder diagram dari OUT dan OUT NOT
5. Timer (TIM) Dan Counter (CNT)
Timer
Timer berfungsi untuk mengaktifkan suatu keluaran dengan interval waktu yang dapat
diatur. Pengaturan waktu dilakukan melalui nilai setting (preset value). Timer tersebut akan
bekerja bila diberi input dan mendapat pulsa clock. Untuk pulsa clock sudah disediakan oleh
pembuat PLC.Besarnya nilai pulsa clock pada setiap timer tergantung pada nomor timer yang
digunakan. Saat input timer ON maka timer mulai mencacah pulsa dari 0 sampai preset value.
Bila sudah mencapai preset value maka akan mengaktifkan Outputyang telah ditentukan.

Counter

Fungsi counter adalah mencacah pulsa yang masuk. Sepintas cara kerja counter dan
timer mirip. Perbedaannya adalah timer mencacah pulsa internal sedangkan counter mencacah
pulsa dari luar.
1. Jumlahnya bergantung dari masing-masing tipe PLC. Jika suatu nomor sudah dipergunakan
sebagai TIMER/COUNTER, maka nomor tersebut tidak boleh lagi dipakai lagi sebagai
TIMER/COUNTER yang lain.
2. Nilai TIMER/COUNTER bersifat menghitung mundur dari nilai awal yang ditetapkan oleh
program. Setelah hitungan tersebut mencapai angka nol, maka kontak NO TIMER/COUNTER
akan bekerja.
3. TIMER mempunyai batas hitungan antara 0000 sampai 9999 dalam bentuk BCD (binary Code
Decimal) dan dalam orde sampai 100 ms. Sedangkan COUNTER mempunyai orde angka BCD
dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999.
TIMER

COUNTER

Keterangan :

Keterangan :

N : Nomor T/C

CP : Pulsa

SV : Set Value

R : Reset

2. Function Block Diagram / Function Plan

Function Block Diagram , bahasa pemrograman ini menitikberatkan pada


hubungan antara variabel input dan output berupa gambar blok - blok diagram.
Dimana dalam blok - blok tersebut terdapat fungsi - fungsi tertentu.
3. Structure Text
Structure Text (ST), termasuk high level language umumnya
digunakan untuk beberapa prosedur yang kompleks menggunakan
bahasa yang baku untuk menyatakan kondisi step yang berbeda.
Bahasa yang digunakan mirip dengan bahasa pemrograman pada
Pascal.
4. Mnemonic / statement list

Instruction List (IL), low level language yaitu pemograman yang menggunakan
statement variabel (huruf) sebagai inputnyadan sangat efektif untuk aplikasi - aplikasi
yang kecil dimana terdapat perintah - perintah yang sudah baku. Bisa
menyajikan banyak input dan output
5. Sequential Function Chart
Sequential Function Chart, bahasa pemrograman ini dibuat dengan sistem
chart yang mempresentasikan tiap step ke dalam hubungan - hubungan transisi.
Di dalam chart terdapat urutan langkah - langkah, transisi, dan percabangan.
Dari beberapa bahasa pemrograman PLC di atas, yang sering saya gunakan adalah Ladder
Diagram. Selain mudah dipahami penggunaan Ladder Diagram juga mudah dipelajari.
Penggunaannya
dengan
simbol
simbol
menyerupai
anak
tangga
mempermudah user dalam menyusun program dan Tidak semua PLC support kelima
bahasa pemrograman diatas. Ada yang hanya support LD saja, ada juga yang support LD,
FBD,SFC,ST tergantung dari PLC yang kita pakai.

Isi isi

Kompenan
Pada kenyataannya PLC merupakan suatu mikrokontroller yang digunakan untuk
keperluan industri. PLC dapat dikatakan sebagai suatu perangkat keras dan lunak
yang dibuat untuk diaplikasikan dalam dunia industri.
Secara umum PLC memiliki bagian-bagian yang sama dengan komputer maupun
mikrokontroler, yaitu CPU, Memori dan I/O. Susunan komponen PLC dapat dilihat
pada gambar berikutPada kenyataannya PLC merupakan suatu mikrokontroller yang
digunakan untuk keperluan industri. PLC dapat dikatakan sebagai suatu perangkat
keras dan lunak yang dibuat untuk diaplikasikan dalam dunia industri.Secara umum
PLC memiliki bagian-bagian yang sama dengan komputer maupun mikrokontroler,
yaitu CPU, Memori dan I/O. Susunan komponen PLC dapat dilihat pada.Adapun
Penjelasan dari komponen-komponen pada PLC adalah Sebagai Berikut :

1. Central Processing Unit (CPU)


CPU merupakan bagian utama dan merupakan otak dari PLC.
CPU ini berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan PC atau Console,
interkoneksi pada setiap bagian PLC, mengeksekusi program-program, serta
mengatur input dan ouput sistem
2. Memori
Memori merupakan tempat penyimpan data sementara dan tempat menyimpan
program yang harus dijalankan, dimana program tersebut merupakan hasil
terjemahan dari ladder diagram yang dibuat oleh user. Sistem memori pada PLC
juga mengarah pada teknologi flash memory.
Dengan menggunakan flash memory maka akan sangat mudah bagi pengguna
untuk melakukan programming maupun reprogramming secara berulang-ulang.
Selain itu pada flash memory juga terdapat EPROM yang dapat dihapus berulangulang.
Sistem memori dibagi dalam blok-blok dimana masing-masing blok memiliki fungsi
sendiri-sendiri. Beberapa bagian dari memori digunakan untuk menyimpan status

dari input dan output, sementara bagian memori yang lain digunakan untuk
menyimpan variable yang digunakan pada program seperti nilai timer dan counter.
PLC memiliki suatu rutin kompleks yang digunakan untuk memastikan memori PLC
tidak rusak. Hal ini dapat dilihat lewat lampu indikator pada PLC.
3. Catu Daya PLC
Catu daya (power supply) digunakan untuk memberikan tegangan pada PLC.
Tegangan masukan pada PLC biasanya sekitar 24 VDC atau 220 VAC. Pada PLC yang
besar, catu daya biasanya diletakkan terpisah.
Catu daya tidak digunakan untuk memberikan daya secara langsung ke input
maupun output, yang berarti input dan output murni merupakan saklar. Jadi
pengguna harus menyediakan sendiri catu daya untuk input dan output pada PLC.
Dengan cara ini maka PLC itu tidak akan mudah rusak.
4. Rangkaian Input PLC
Kemampuan suatu sistem otomatis tergantung pada kemampuan PLC dalam
membaca sinyal dari berbagai piranti input, contoh sensor. Untuk mendeteksi suatu
proses dibutuhkan sensor yang tepat untuk tiap-tiap kondisi. Sinyal input dapat
berupa logika 0 dan 1 (ON dan OFF) ataupun analog.
Pada Jalur Input terdapat rangkaian antarmuka yang terhubung dengan CPU.
Rangkaian ini digunakan untuk menjaga agar sinyal-sinyal yang tidak diinginkan
tidak langsung masuk ke dalam CPU. Selain itu juga rangkaian ini berfungsi sebagai
tegangan dari sinyal-sinyal input yang memiliki tegangan kerja yang tidak sama
dengan CPU agar menjadi sama. Contoh Jika CPU menerima input dari sensor yang
memiliki tegangan kerja sebesar 24VDC maka tegangan tersebut harus dikonversi
terlebih dahulu menjadi 5VDC agar sesuai dengan tegangan kerja CPU.

Rangkaian ini digunakan untuk menjaga agar sinyal-sinyal yang tidak diinginkan
tidak langsung masuk ke dalam CPU. Selain itu juga rangkaian ini berfungsi sebagai
tegangan dari sinyal-sinyal input yang memiliki tegangan kerja yang tidak sama
dengan CPU agar menjadi sama.
Contoh Jika CPU menerima input dari sensor yang memiliki tegangan kerja sebesar
24VDC maka tegangan tersebut harus dikonversi terlebih dahulu menjadi 5VDC
agar sesuai dengan tegangan kerja CPU.
Rangkaian ini disebut dengan rangkaian Opto-Isolator yang artinya tidak ada
hubungan kabel dengan dunia luar. Cara kerjanya yaitu ketika bagian input
memperoleh sinyal, maka akan mengakibatkan LED menjadi ON sehingga phototransistor menerima cahaya dan akan menghantarkan arus ON sehingga
tegangannya drop di bawah 1 Volt. Hal ini akan menyebabkan CPU membaca logika
0. Begitu juga sebaliknya.
5. Rangkaian output PLC
Suatu sistem otomatis tidak akan lengkap jika sistem tersebut tidak memiliki jalur
output. Output sistem ini dapat berupa analog maupun digital. output analog
digunakan untuk menghasilkan sinyal analog sedangkan output digital digunakan
untuk menghubungkan dan memutuskan jalur, misalnya piranti output yang sering
dipakai dalam PLC adalah motor, relai, selenoid, lampu, dan speaker.
Seperti pada rangkaian input PLC, pada bagian output PLC juga dibutuhkan suatu
antarmuka yang digunakan untuk melindungi CPU dari peralatan eksternal.
Antarmuka output PLC sama dengan antarmuka input PLC.
6. Penambahan I/O PLC
Setiap PLC pasti memiliki jumlah I/O yang terbatas, yang ditentukan berdasarkan
tipe PLC. Namun dalam Aplikasi seringkali I/O yang ada pada PLC tidak mencukupi.
Oleh sebab itu diperlukan perangkat tambahan untuk menambah jumlah I/O yang
tersedia. Penambahan jumlah I/O ini dinamakan dengan expansin Unit.

BAHASA PENGATURCARAAN
Proses pengaturcaraan PLC adalah merupakan aktiviti merancang seperti membina dan
memasukkan aturcara untuk melaksanakan tugasan yang dikehendaki.
Berikut adalah bahagian-bahagian yang perlu ada di dalam sesuatu aturcara PLC.

Mula
Memulakan sesuatu operasi
Mod Operasi
Menentukan kedudukan asal peranti masukan/keluaran dan juga
kedudukan mula.

Keadaan Reset
Mengawal operasi mula/henti secara manual atau secara automatik di
dalam aturcara.

Operasi/Turutan Proses
Merekabentuk aturcara seperti yang dikehendaki oleh tugas.

Isyarat Keluaran
Memicu peralatan keluaran.

Status Keluaran
Memaparkan lampu penunjuk atau penggera.

Tamat
Menghentikan operasi.

4.1

BAHASA-BAHASA PENGATURCARAAN
Terdapat LIMA bahasa pengaturcaraan yang dikenali di peringkat antarabangsa iaitu :
Rajah Tangga ( Ladder Diagram)
Senarai Arahan ( Instruction List)
Teks Struktur ( Structured Text)
Carta Fungsi Turutan ( Sequential Functional Chart)
Fungsi Rajah Blok ( Function Block Diagram)

4.1.1

Rajah Tangga (Ladder Diagram)

Rajah tangga merupakan bahasa pengaturcaraan jenis grafik yang ditukar dari
rajah litar pendawaian kawalan geganti. Rajah tangga mengandungi landasan sesentuh dari kiri
ke kanan rajah ( rujuk rajah 4.1.1 ). Sesentuh landasan ini disambung kepada elemen penyuisan
sedia buka ( normally open NO ) atau penyuisan sedia tutup
( normally closed NC ) menerusi laluan arus dan gelung elemen.
Rajah tangga juga menunjukkan litar kawalan dan memaparkan fungsi serta kombinasi operasi
turutan bagi setiap cabang pada baris mendatar secara berasingan.

4.1.2

Senarai Arahan (Instruction List)

Merupakan bahasa jenis penghimpun berteks. Ianya dibina dari suruhan kawalan yang
mengandungi pengendali (operator) dan kendalian (operand). Berikut adalah contoh aturcara
yang menggunakan bahasa senarai arahan.
LD
AND
ST

A
B
C

4.1.3 Teks Struktur (Structured Text)


Merupakan bahasa jenis penghimpun berteks yang mengandungi ungkapan dan suruhan. Contoh
penggunaan bahasa ini adalah seperti berikut :
Cylinder out = (Input A OR Input B) AND Output C
4.1.4

Carta Fungsi Turutan (Sequential Function Chart)

Merupakan jenis bahasa grafik ( rujuk rajah 4.1.4 ). Elemen-elemennya terdiri daripada langkah,
peralihan, pilihan dan cabang selari. Setiap langkah menunjukkan status proses aturcara kawalan
yang aktif atau tidak aktif. Satu langkah mengandungi tindakan yang berdasarkan kepada
peralihan. Tindakan pula mengandungi struktur turutannya sendiri.

4.1.5

Rajah Fungsi Blok (Function Block Diagram)

Merupakan jenis bahasa grafik. Elemen-elemen yang terdapat di dalam rajah fungsi ini
digambarkan secara grafik fungsi dan blok fungsi
( rujuk rajah 4.1.5 ). Elemen-elemen ini disambungkan dengan garisan aliran
isyarat dan dihubungkan secara terus kedalam rangkaian.

4.2

ASAS RAJAH TANGGA


Sebuah Rajah Tangga terdiri daripada satu garis menegak di sebelah kiri dan kanan yang
dinamakan bus bar dan juga garis mendatar ke kanan yang dinamakan garis-garis arahan (
instruction lines ).
Di sepanjang garis-garis arahan terdapat kombinasi-kombinasi logik keadaan (conditions) yang
akan menentukan bila dan bagaimana arahan-arahan di sebelah kanan sekali akan dilaksanakan.
Contoh Rajah Tangga ditunjukkan seperti di Rajah 4.2.a di bawah.

Pasangan-pasangan garisan menegak di sepanjang garisan cabang dipanggil keadaan


(conditions). Keadaan-keadaan ini terdiri daripada dua iaitu :
i. Keadaan Sedia Buka ( normally open - NO )

ii. Keadaan Sedia Tutup ( normally closed NC ) (

Nombor-nombor pada setiap keadaan menentukan bit operasi setiap arahan. Setiap arahan dalam
Rajah Tangga samaada ON atau OFF bergantung kepada status bit operasi yang telah ditentukan.
Keadaan normally open adalah ON jika bit operasi adalah ON dan akan OFF jika bit
operasi adalah OFF.
Keadaan normally closed adalah ON jika bit operasi adalah OFF dan akan OFF jika bit
operasi adalah ON.

4.3

ISTILAH-ISTILAH ASAS
4.3.1

Keadaan Perlaksanaan (Execution Conditions)

Kombinasi logik antara keadaan-keadaan ON dan OFF mewujudkan keadaan


terkumpul bagi sesuatu arahan yang ingin dilaksanakan. Keadaan inilah yang dinamakan
Keadaan Perlaksanaan. Rujuk Rajah 4.3.1.
Arahan akan berada dalam Keadaan Perlaksanaan (Execution Conditions) ON
apabila X0 adalah ON, X1 adalah OFF dan X2 adalah ON.
4.3.2

Bit Operasi (Operand Bits)

Bit operasi bagi setiap arahan boleh terdiri daripada mana-mana bit dalam kawasan-kawasan
ingatan ( memory ) IR, SR, HR, TC atau TR. Ini bermakna keadaan-keadaan ( conditions ) dalam
Rajah Tangga boleh ditentukan oleh bit I/O, bendera ( flags ), bit kerja ( work bits ), pemasa /
pembilang
(
timers
/
counters
)
dan
lain-lain.
Jadual
4.3.2
menunjukkan peta ingatan yang merujuk kepada PLC jenis OMRON SYSMAC CQM1H.
Jadual 4.3.2 Jadual Ingatan PLC
KAWASAN DATA

Kawasan

BIT

FUNGSI

IR00000 - IR01515

Digunakan sebagai bit masukan

IR10000 IR11515

Digunakan sebagai bit keluaran.

IR21600 IR21915

Bit ini tidak mempunyai fungsi yang.


khusus. Boleh digunakan secara
bebas dalam program.

Input
Kawasan IR
Kawasan
Output

Kawasan
Kerja

Kawasan SR

SR24400 SR25507

Kawasan TR

TR 0 TR 7

Bit ini digunakan untuk menyimpan


secara sementara status ON / OFF
pada cabang-cabang program

Kawasan HR

HR 0000 HR 9915

Bit ni digunakan untuk menyimpan


data dan mengekalkan status ON /
OFF bila kuasa dimatikan.

Kawasan Timer/Counter

4.3.3

TC 000 TC 511

Bit ini melakukan fungsi yang


tertentu seperti bendera (flags) dan bit
kawalan.

Nombor yang sama digunakan untuk


timer dan counter. TC000 ke TC002
dgunakan utk. `interval timer

Blok Logik ( Logic Blocks )

Cara keadaan memberi tindakbalas terhadap sesuatu arahan adalah ditentukan


oleh perhubungan diantara keadaan-keadaan (conditions) yang ada pada garisan arahan yang
menghubungkan mereka. Sebarang kumpulan keadaan yang terbentuk untuk menghasilkan satu
keputusan logik dinamakan blok logik. Rujuk rajah 4.3.3.

4.3.4

Blok Arahan ( Instruction Block )

Satu blok arahan adalah terdiri daripada semua arahan-arahan yang terdapat di
dalam satu blok . Blok itu diperolehi dengan melukis satu garis mendatar tanpa memotong
garisan yang menegak dan sebaliknya. Rujuk rajah 4.3.3.
4.4

KOD MNEMONIK

Rajah Tangga tidak boleh dibaca oleh Konsol Pengaturcaraan. Oleh itu Rajah Tangga perlu
ditukar kepada kod mnemonik. Kod mnemonik memberikan maklumat yang sama seperti Rajah
Tangga dan boleh ditaip secara terus pada Konsol Pengaturcaraan.
Jadual 4.4 Contoh Kod Mnemonik
ALAMAT

ARAHAN

OPERASI / DATA

00000

LD

X0

00001

OR

X1

00002

AND

X3

00003

AND LD

00004

OUT

Y0

00005

TMY

00

K20

00006

CNT

002

#0010

00007

END