Anda di halaman 1dari 4

VARIABEL INTERVENING (Intervening Variable)

http://teorionline.wordpress.com/

A. Definisi :

A variable which is postulated to be a predictor of one or more


dependent variables, and simultaneously predicted by one or more
independent variables. Synonym : mediating variable. (1)
A variable (as memory) whose effect occurs between the
treatment in a psychological experiment (as the presentation of a
stimulus) and the outcome (as a response), is difficult to anticipate or
is unanticipated, and may confuse the results (2)
Menurut Tuckman (dalam Sugiyono, 2007) variabel intervening
adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara
variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan
yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini
merupakan variabel penyela / antara variabel independen dengan
variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
“A mediating variable is one which specifies how (or the
mechanism by which) a given effect occurs between an independent
variable (IV) and a dependent variable (DV).” (Holmbeck, 1997, p.
599).

Dari definisi ini, intervening (mediator) dikatakan memberikan


pengaruh di antara IV dan DV. Dapat merubah hasil, persamaannya
adalah mediator variabel / variabel perantara, sulit untukj diantisipasi,
dll. Dimananakah posisinya ?? yaitu di tengah.

Perhatikan penjelasan berikut (cth variabel diambil dari buku Prof.


Sugiyono, 2007) :

Penghasilan  gaya hidup  harapan hidup


(IV) (intervening) (DV)

Dari gambar anak panah dapat diketahui bahwa :


1. Penghasilan mempengaruhi gaya hidup.
2. Gaya hidup mempengaruhi harapan hidup
3. Karena adanya variabel gaya hidup ini maka hubungan yang
terjadi antara penghasilan (X) ke harapan hidup (M) menjadi
hubungan yang tidak langsung karena diperantarai gaya hidup
(Y)
Dalam gambar dapat dijelaskan sebagai berikut :

Direct (langsung) 3
X-Y

X Y Direct (langsung) 2
M -Y

Direct (langsung) 1 M Indirect (tdk langsung)


X-M X-M-Y

Ket : X penghasilan, M gaya hidup dan Z harapan hidup

http://teorionline.wordpress.com/download-jurnal-statistik-
penelitian/

B. PERBEDAAN VARIABEL MEDIATOR DENGAN MODERATOR

Ditinjau dari definisinya, variabel mediasi (intervening) dan


moderator sama-sama mempengaruhi hubungan independen terhadap
dependen, lalu dimana perbedaannya ??
Untuk menjelaskan hal ini saya kembali mengambil contoh dalam buku
Prof. Sugiyono (2007:40-41) mengenai variabel dan paradigma
hubungan.

Model Mediasi

Penghasilan Gaya Hidup Harapan


Hidup
Model Moderasi

Penghasilan Gaya Hidup

Budaya
Lingkungan

Perhatikan dua model di atas ..ada dua perbedaan mendasar yaitu :


1. Variabel mediator berada dalam satu jalur hubungan, moderator
di luar
2. Variabel mediator dipengaruhi IV dan mempengaruhi DV,
moderator lebih banyak tidak
3. dan...ciri khas variabel mediator (terutama dalam penelitian
sosial/keperilakuan) adalah mudah berubah, misal mood, emosi,
rasa puas, benci, sedih, dll. Sedangkan moderator lebih susah
berubah seperti kepribadian, usia, masa kerja, budaya, dll.

Lalu Perhatikan contoh berikut ini :

Hubungan Antara Stres dan Kepribadian Terhadap Kinerja

Stressor Stres yang Kinerja


dirasakan
Level individu
Level Kelompok
Level
ekstraorganisasi

Kepribadian Tipe A / B,
Locus of control, Usia,
pendidikan, dll
Sumber : diadaptasi sebagian dari Kreitner dan Kinicki, (2005)
Apa yang bisa disimpulkan dari model di atas :
1. Pertama, stressor (penyebab stres) berakibat terhadap stres
yang dirasakan. Stessor ditempatkan sebagai penyebab
(independen), dan stres yang dirasakan ditempatkan sebagai
mediator (M).
2. Kedua, pada hubungan antara stressor dan stress yang
dirasakan ini akan sangat dipengaruhi oleh salah satunya tipe
kepribadian (misal tipe A). Mengapa demikian ??
Dalam kaitannya dengan pengalaman stres tersebut,
beberapa ahli menyatakan bahwa kepribadian tipe A lebih
mudah terkena stres. Hal ini dikarenakan pola perilaku tipe A
cenderung lebih agresif dan ambisius (Johns, 1996). Sikap
permusuhan individu tipe A juga lebih mudah muncul, dan
mereka merasakan sangat pentingnya waktu. Pada umumnya,
kepribadian tipe A ini tipe orang yang tidak sabar, sangat
kompetitif, serta pikiran mereka dipenuhi oleh masalah-masalah
pekerjaan (Gibson, 1996:356).
Dengan demikian, meski sumber stressnya sama..stres
yang dirasakan oleh setiap orang akan berbeda tergantung
kepada tipe kepribadian yang dimilikinya.
3. Lalu, stres yang dirasakan ini akan mempengaruhi perilaku
pegawai (yang dalam hal ini dikonsepkan sebagai kinerja).
Hubungan ini kembali dinaik turunkan oleh variabel moderator
tipe kepribadian. Tipe kepribadian A yang dicirikan pribadi yang
terburu-buru, berorientasi pada angka, meski dipercaya lebih
mudah terserang stress namun bukti empiris membuktikan
mereka memiliki kinerja lebih tinggi dibanding tipe kepribadian
B.

Referensi :
(1) http://www.microsiris.com/
(2) http://dictionary.reference.com/
Gibson, dkk. 1996. Organisasi Perilaku, Struktur dan Proses. Jakarta :
Binarupa Aksara.
Kreitner dan Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba
empat
Paul Jose. 2008. Workshop on Statistical Mediation and Moderation :
Statistical Mediation. Victoria University of Wellington, 27 March, 2008.
SASP Conference
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta