Anda di halaman 1dari 17

LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN(LPDP)

KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.

FORMULIR PENDAFTARAN
BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA JALUR AFIRMASI LPDP
PROGAM MAGISTER / DOKTORTAHUN 2014

Nama Lengkap

: Jafar Ridha SiharisSE

Jenis Kelamin

: Laki-Laki

Status

: Belum Menikah*)

Tempat/Tanggal Lahir : Labaluba, 08 Juli1989


AlamatLengkap

: Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kab.Muna

Provinsi

: Sulawesi Tenggara

Kabupaten/Kota

:Kota Raha/Kabupaten Muna

Kode Pos

: 93661 Telp rumah : -

Handphone:082217678950 Email: zubir.89unhalu@gmail.com


No KTP:7403240807890001
Mendaftar untuk Program Beasiswa Jalur Afrimasi dari kelompok*)
1. Warga negara dari daerah perbatasan dan tertinggal
2. Kementerian/ Lembaga Pemerintahan sektor strategis
3. Mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk Program Beasiswa Jalur Afirmasi top-up
4. Mahasiswa Berprestasi

*) Conteng yangsesuai

Mendaftar untuk Program Beasiswa Magister


Program Studi

: Magister Ilmu Ekonomi dan Bisnis

Perguruan Tinggi

: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung-Jabar

Rencana Perkuliahan :Bulan 27 Agustus Tahun 2014


Bidang Keilmuan

: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Lokasi Seleksi** : 1. Medan; 2.Jakarta; 3. Yogyakarta; 4. Surabaya; 5. Makassar 6.Bandung;


7. Banjarmasin; 8. Kota Jayapura; 9. Mataram (NTB) 10. Kota Jayapura
**) Pilih Salah Satu

Jika saudara mahasiswa Indonesia di luar negeri dan mendaftar untuk Program Beasiswa
Pendidikan Indonesia Jalur Afirmasi dana tambahan (top-up) silahkan isi berikut:
Tahun masuk Perguran Tinggi: ________________________
Semester/ status penulisan tesis/ disertasi :____________________
Lama tinggal di luar negeri: ________________________________
Rencana menyelesaikan studi (tulis berapa bulan/ tahun lagi): _____________________

Orang Tua:
Bapak:
Nama lengkap: La Gara Sihanda, S.Ag
Pekerjaan: Pegawai Negeri Sipil, pendapatan per-bulan: Rp. Rp.3.000.000
Alamat: Desa Kontumere Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. Sul-tra
Ibu:
Nama lengkap: Almarhumah Dominggas Kambu pendidikan terakhir: ____-_________
Pekerjaan (jika ada): _____-_____________pendapatan per-bulan (jika ada): _____-_______
Alamat (jika berbeda dengan yang di atas) : Kampung Kambuaftem,Distrik Aitinyo,Kabupaten
Maybrat Provinsi papua Barat

Riwayat Pendidikan:

SD/ MI/Paket A

Tahun
masuk/ lulus
1982/1988

SMP/ MTs/ Paket B

1988/1991

Jenjang Pendidikan

SMA/ MA/ Paket C

1992/1995

S-1

1995/1999

S-2*)

2005/2007

Nama Sekolah
/Perguruan Tinggi
SD Inpres di
Kabupaten
Sorong
SMP YPK
di Kabupaten
Sorong
SMA YPK
di Kabupaten
Jayapura
FE-UNCEN Jayapura

Bidang
Studi
-

MEP-FEB-UGM
Yogyakarta

Nilai/ IPK
31,33
37,80

IPS

44,89

IESP

3,51

Keuangan
Daerah

3,14

* Untuk pelamar beasiswa Doktor


Riwayat Pekerjaan
Institusi

Posisi

Tahun

Keterangan

Dinsos Pemprov PB

Staff

2004-2007

Aktif

Dinsos Pemprov.PB

Kasubag Keuangan

2007-2010

Pelantikan

DPPKAD

Ka Seksi Anggaran Belanja


Langsung

2010-2011

Pelantikan

DPPKAD

Kabid Peng.Asset Daerah

2011-2012

Pelantikan

BPKAD

Kabid Peng.Asset Daerah

2012-skrg

Pelantikan

Organisasi yang pernah diikuti (sejak SMP/ MTs/ Paket B)


(di lingkungan sekolah/ PT dan di luar sekolah/ PT)
SMP/ MTs/ Paket B:
No

Organisasi

Tahun

Kedudukan / Aktifitas

OSIS

1989-1990

Sie.Pendidikan&
Kerohanian

SMA/ MA/ Paket C:


No

Organisasi

Tahun

Kedudukan / Aktifitas

OSIS

1992

Koordinator Sie
Pendidikan

PerguruanTinggi:
No

Organisasi

Tahun

Kedudukan / Aktifitas

SENAT

1995-1999

Sie Pendidikan &


Kerohanian

HMJ(Himpunan Mahasiswa Jurusa)

1995-1999

Sie Pendidikan & Research

Organisasi di Luar Sekolah:


No

Organisasi
Mahasiswa

Tahun

Kedudukan / Aktifitas

GMKI(Gerakan
Indonesia)

Kristen

1995-1999

Anggota Komisariat FEUNCEN

PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen)


UNCEN

1995-1999

Anggota Komisariat
FE-UCEN

GMKI(Gerakan
Indonesia)

Kristen

1995-1999

Anggota Komisariat FEUNCEN

PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen)


UNCEN

1995-1999

Anggota Komisariat
FE-UCEN

Mahasiswa

Prestasi Lain Yang Diunggulkan:


Tingkat
(Sekolah/PT/Nasional, internasional)

Tahun

Prestasi

1998/199
9

Peringkat I Predikat Mahasiswa


Teladan berprestasi Utama Tingkat
Fakultas

1998/199
9

Predikat Mahasiswa
Teladan berprestasi Utama Tingkat
Universitas Cenderawasih

Universitas cenderawasih(UNCEN)

1999

Predikat kelulusan Sarjana Ekonomi


pada Jurusan IESP Cum laude

FAKULTAS EKONOMI &


UNIVERSITAS CENDERAWASIH

1998/199
9

Peringkat I Predikat Mahasiswa


Teladan berprestasi Utama Tingkat
Fakultas

Fakultas Ekonomi Universitas


Cenderawasih (UNCEN)

Bahasa Asing:

Fakultas Ekonomi Universitas


Cenderawasih (UNCEN)

Bahasa

Status/ Skor

Inggris

TOEFL atau IELTS : 500 (sertifikat terlampir)

Arab

TOAFL:

Lainnya (sebutkan)

Pengalaman Pelatihan/Kursus/Workshop
Tahun

Jenis Pelatihan/Kursus/ Workshop

2006

Kursus Dasar Keuangan Daerah

2008

Latihan Keuangan Daerah level bagi


level pimpinan peng.KEUDA
Diklat Struktural PIM Tk.IV
Diklat Struktural PIM Tk.III
Workshop & Seminar Nasional
memperingati 1 dasawarsa
Desentralisasi Fiskal

2009
2010
2011

Institusi
Penyelenggara
PSPIKD FE-UGM
& DEPKEU RI
PSPIKD FE-UGM
& DEPKEU RI
Bdn. DIKLAT PB
PKP2A LAN RI

Jangka Waktu
1 bulan
1 bulan
1 bulan
2 bulan

MEP-UGM

Pengalaman Penelitian
Tahun
Judul Penelitian
1999
Analisis permintaan konsumsi ayam potong di Kota
Jayapura
2007
Strategi pengelolaan keunagan Daerah berdasarkan
PP 58/2005 & Permendagri 13 2006
2010
Strategi pengembangan Produk Pariwisata di
Kab.Badung Prov.Bali(perbandingan di kab.Supiori)
2012
Studi Banding Pengelolaan Keuangan Daeah pada
Pemda kab.Tabanan Prov.Bali

3 hari

Sumber Dana
Penulisan
SKRIPSI( Pribadi)
Penulisan Tesis
(Pribadi)
Instansi Tempat
Tugas Pemda PB
DPPKAD
Kab.Maybrat PB

Karya Ilmiah: Buku/Jurnal/Makalah


Tahun

Penerbit/Jurnal/
Media

Judul

a. Buku
b. Jurnal
c. Makalah
Skripsi &
Tesis

Analisi konsumsi Ayam Potong di Kota Jayapura(S1) &


Strategi penerpan Peng.keuad.di kab.Manokwari
berdasarkan PP No.58/05 & Permendagri 13/06 ( S2)

Konferensi dan Seminar


Tahun

Judul Kegiatan

Penyelenggara

2006

Implementasi Perubahan
PPIKD MEP-UGM
UU Pengelolaan keuangan
Negara & Daerah
2011
Seminar
Nasional
1 MEP-UGM & DEPKEU
dasawarsa Desentralisasi
Fiskal
Penghargaan
Tahun
1994

Bentuk Penghargaan

Panitia/Peserta/
Pembicara
Pesertq
Peserta

Pemberi

Piagam Penghargaan Pekan Apresiasi Museum Negeri Ka.Dinas


Papua
Kebudayaan
Provinsi Papua

1996

1999

Piagam penghargaan Panel diskusi terbuka arah


pembangunan industry kecil di irian jaya pada akhir
pelita VI
Piagam Penghargaan Sebagai Mahasisa teladan
berprestasi utama tingkat Universitas Cenderawasih

SENAT MHS
FE-UNCEN

Rektor UNCEN

Pernyataan
Dengan ini saya menyatakan bahwa informasi yang saya tulis dalam formulir pendaftaran serta
lampiran yang menyertainya adalah benar.Apabila informasi yang saya berikan tidak benar,
saya bersedia dinyatakan gugur sebagai calon.
Bandung,9 Juni 2014

PEMERINTAH KABUPATEN MAYBRAT


SEKRETARIAT DAERAH
Jalan Susumuk-Ayawasi No 01 Kmurkek.; Telp ., Fax Kode Pos 98311

SURAT REKOMENDASI
Yang bertanda tangan di bawah ini
Nama
: Drs.Agustinus Saa,M.Si
NIP
: 010 210 748
Pangkat/Gol
: Pembina Utama Madya/IVd
Jabatan
: Sekretaris Daerah
Instansi
: Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat Prov.Papua Barat
Alamat Lembaga
: Jl.Susumuk - Ayawasi no.01 Kumurkek Distrik Aifat Maybrat
Telp./Fax
: E-mail :
Memberi rekomendasi kepada:
Nama
NIP
Pangkat/Gol
Jabatan
Instansi
Alamat

: Sellvyana Sangkek,SE,M.Si
: 19741009 200412 2 001
(bagi yang PNS)
: Penata Tk.I / IIId
(bagi yang PNS)
: Kabid Pengelolaan Asset Daerah
(bagi yang bekerja)
: BPKAD Kabupaten Maybrat
(bagi yang bekerja)
: Jl.Susumuk - Ayawasi no.01 Kumurkek Distrik Aifat Maybrat
(instansi bagi yang bekerja dan rumah bagi yang belum)

Isi rekomendasi meliputi:


1. Berapa lama Saudara telah mengenal Pelamar? Sejak Bulan Maret tahun 2010 dimana
yang bersangkutan dilantik dalam jabatan struktural eselon IVa sebagai Kepala sub Bidang
Anggaran Belanja Langsung pada Bidang Penganggaran Daerah DPPKAD Kab.Maybrat;
dan selanjutnya yang bersangkutan di promosikan dan dilantik dalam Jabatan struktural
eselon IIIb sebagai kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah DPPKAD Kabupaten
Maybrat pada tanggal 5 April 2011-sekarang
2. Dalam kapasitas apa Saudara berinteraksi dengan Pelamar?Dalam kapasitas sebagai
atasan dan bawahan (staff) di kantor
3. Berikan informasi tentang aktifitas dan prestasi Pelamar yang perlu
diperhatikandan.Yang bersangkutan mempunyai kemampuan yang handal dan
dapat diandalkan guna ikut berperan aktif terutama dalam hal memberikan
kontribusi positif dan berarti tentang kebijkan daerah terutama dibidang
pengelolaan keuangan dan asset daerah.
4. Berikan alasan merekomendasikan Pelamar. Adapun alasan dan pertimbangan
mendasar diberikan rekomendasi kepada pelamar adalah :
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya manusia (SDM) bagi putra terbaik asal
daerah kab.Maybart dalam bidang akademisi khususnya dibidang
pengelolaan keuangan daerah,pengembangan usaha-usaha ekonomi rakayat
kecil dan menengah di pedesaan;
2. Orang Asli Papau dalam hal ini putra daerah asli dapat menti kariernya
melalui pendidikan formal ke jenjang pendidikan yg lebih tinggi yaitu ptogram
Doktor(S3);
3. SDM Aparatur Pegawai dalam hal ini PNS di Pemda kabupaten Kami di
maybrat belum ada yang lulus dari jenjang pendidikan doctor(S3), akibatnya
dalam pelaksanaan kegitan dan tugas-tugas yang membutuhkan analisis
yang baik,benar dan logis kurang bahkan tidak terwujud.

PEMERINTAH KABUPATEN MAYBRAT


SEKRETARIAT DAERAH
Jalan Susumuk-Ayawasi No 01 Kmurkek.; Telp ., Fax Kode Pos 98311

SURAT IZIN ATASAN


Nomor : 892.4/502/2014

Yang bertandatangan di bawah ini


Nama
: Drs.Agustinus Saa,M.Si
NIP
: 010 210 748
Pangkat, golongan ruang
: Pembina Utama Madya/IVd
Jabatan
: Sekretaris Daerah
Unit Kerja
: Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat Prov.Papua Barat

Memberikan izin kepada :


Nama
NIP
Jabatan

: Sellvyana Sangkek,SE,M.Si
: 19741009 200412 2 001
: Kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah BPKAD Kab.Maybrat

Untuk mengikuti seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia Jalur Afirmasi LPDP Program Magister
/ Doktor dan apabila dinyatakan lolos, bersedia memberikan Surat Tugas Belajar.
Demikian suratizin ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

SURAT PERNYATAAN
KESEDIAAN MENGIKUTI KEGIATAN PERSIAPAN
PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA JALUR AFIRMASI LPDP
Yang bertanda tangan dibawah ini saya penerima Program Program Beasiswa Pendidikan
Indonesia Jalur Afirmasi LPDP,
Nama
Tempat/ Tanggal Lahir
PerguruanTinggi Mitra
Bidang Keilmuan
Alamat
Telp/HP

: Sellvyana Sangkek,SE,M.Si
: Kambufatem,09 Oktober 1974
: New York University
: Ekonomi - Keuangan Daerah
: Jl.Nusa Indah Kld IIIa Sorong- Papua Barat
: 082397614384-081242000887

*) Coretsalahsatu

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya:


1.

Bersedia

mengikuti

dan

menyelesaikan

seluruh

Kegiatan

Persiapan Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Jalur Afirmasi LPDP maksimal selama
12 bulan
2.

Bersedia

untuk

dihentikan

Program

Beasiswa

Pendidikan

Indonesia Jalur Afirmasi LPDP apabila tidak bisa memenuhi persyaratan kelulusan Kegiatan
Persiapan dalam waktu yang telah ditentukan.
3.

Berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
Bandung 9 juni 2014
Yang Membuat Pernyataan

SURAT PERNYATAAN
PENERIMA PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA JALUR AFIRMASI LPDP
Yang bertanda tangan dibawah ini saya penerima Program Beasiswa Pendidikan Indonesia
Jalur Afirmasi LPDP,
Nama
Tempat/ Tanggal Lahir
PerguruanTinggi Mitra
Bidang Keilmuan
Alamat
Telp/HP

: Sellvyana Sangkek,SE,M.Si
: Kambufatem,09 Oktober 1974
: New York University
: Ekonomi - Keuangan Daerah
: Jl.Nusa Indah Kld IIIa Sorong- Papua Barat
: 082397614384-081242000887

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya:


1. Tidak sedang dan tidak akan menerima bantuan beasiswa Magister /Doktor dari
sumber lain baik dalam negeri maupun luar negeri.
Berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana.
Tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik.
4. Sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara atau sanggup kembali
mengabdi ke daerah asal bagi penerima beasiswa dari daerah perbatasan dan
tertinggalsetelah menyelesaikan studi.
5. Sanggup menyelesaikan studi Magister / Doktor sesuai dengan waktu yang
tentukan.
6. Sanggup membuat laporan perkembangan penyelesaian program Magister / Doktor
kepada LPDP.
Bersedia mengikuti program alumni dan pengembangan karir LPDP
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
Bandung 9 juni 2014
Yang Membuat Pernyataan

Essay:

Apa yang akan Saya Lakukan untuk Daerah Saya Setelah Lulus

Oleh : Sellvyana
Sangkek,SE,M.Si
Setelah menyelesaikan studi pada jenjang doktoral, saya ingin mengambil peran dan andil
dengan ikut memberikan kontribusi positif berupa ide ,gagasan,pemikiran dan lainnya dalam
mengisi pembangunan Daerah sesuai dengan bidang, minat, kesempatan, peluang dan
kemampuan yang saya miliki dalam Bidang Penggelolaan Keuangan Daerah. Pengelolaan
Keuangan Daerah menjadi salah masalah ketika para pemegang kebijakan tidak konsisten dalam
hal penegakan aturan,meksnisme,sistem dan prosedural teknis pengelolaan keuangan daerah.
Sebagai seorang staf teknis yang bertugas pada Badan Pengelola Keuangan dan Asett Darah
yang dalam kesehariannya berhubungan langsung dengan para staf pteknis pengelolaan anggaran
SKPD , dengan latar belakang ilmu yang saya miliki di bidang pengelolaan keuangan daerah
yang dalam sistem pengelolaanyanya kini telah menggunakan sistem aplikasi SIMDA(sistem
Informasi Manajemen keuangan daerah) untuk itu setidaknya saya ingin berkontribusi nyata
terhadap pembangunan bidang pengelolaan keuangan secara kontinyu dan berkelanjutan. Saya
mengawali pekerjaan sebagai seorang staf teknis pengelolaan keuangan pada SKDP yaitu
sebagai kasubag Keuangan yang tugas keseharian saya adalah sebagai pejabat peata usahaan
keuangan daerah pada SKPD tempat saya bekerja, mulai saat itu merupakan titik tonggak saya
berkecimpung secara nyata dibidang pengelolaan Keuangan SKPD. Saya memilih pekerjaan di
bidang keuangan dengan beberapa pertimbangan substansial sebagai berikut: a). konsistensi dan
keberlanjutan pendidikan keuangan yang saya dapatkan sebelumnya, b). jaminan kepastian
jenjang karir profesi sebagai pejabat pengelola keuangan daerah yang baik, c). minat dan
komitmen dalam pengelolaan keuangan administarsi dan kebijakan publik khususnya di daerah
sebagai basis pengelolaan Keuangan daerah.
Sehubungan dengan adanya perubahan baru di dalam sistem penyelenggaraan
pemerintahan di Indonesia dari sistem yang berpusat (sentralisitik ) kepada sistem
pembagian/pelimpahan tugas (desentralisasi) dalam hal pelaksanaan Otonomi Daerah ,terdapat
pula pembagian kewenangan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah atau yang
dikenal sebagai desentralisai fiskal.
Desentralisasi fiskal mengandung makna memberikan kewenangan untuk memungut sumber
keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara Pusat dan Daerah serta
diskresi pengelolaan keuangan.
Agar proses desentralisasi fiskal berjalan dengan mulus, diperlukan adanya manajemen yang
baik untuk menciptakan good governance. Adanya penerapan good governance diharapkan
mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah dengan basis
distribusi pendapatan yang merata dan optimalisasi local government expenditure. Adapun
prinsip-prinsip good governance adalah:1
1.
Partisipasi; mendorong setiap warga untuk mempergunakan hak dalam menyampaikan

2.

3.

4.

5.

6.

7.

pendapat dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentingan


masyarakat,baik secara langsung maupun tidak langsung.
Partisipasi bermaksud untuk menjamin agar setiap kebijakan yang diambil mencerminkan
aspirasi masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi berbagai isu yang ada, Pemerintah
Daerah menyediakan saluran komunikasi agar masyarakat dapat mengutarakan
pendapatnya. Jalur komunikasi ini meliputi pertemuan umum, temu wicara, konsultasi
dan penyampaian pendapat secara tertulis. Bentuk lain untuk merangsang keterlibatan
masyarakat adalah melalui perencanaan partisipatif untuk menyiapkan agenda
pembangunan, pemantauan, evaluasi dan pengawasan secara partisipatif dan mekanisme
konsultasi untuk menyelesaikan isu sektoral.
Penegakan hukum; mewujudkan adanya penegakan hukum yang adil bagi semua pihak
tanpa pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup
dalam masyarakat.Berdasarkan kewenangannya, Pemerintah Daerah harus mendukung
tegaknya supremasi hukum dengan melakukan berbagai penyuluhan peraturan
perundang-undangan dan menghidupkan kembali nilai-nilai dan norma-norma yang
berlaku di masyarakat. Di samping itu Pemerintah Daerah perlu mengupayakan adanya
peraturan daerah yang bijaksana dan efektif, serta didukung penegakan hukum yang adil
dan tepat. Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun
masyarakat perlu menghilangkan kebiasaan yang dapat menimbulkan Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme (KKN).
Transparansi; menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat
melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi
yang akurat dan memadai. Informasi adalah suatu kebutuhan penting masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pengelolaan daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah
Daerah perlu proaktif memberikan informasi lengkap tentang kebijakan dan layanan yang
disediakannya kepada masyarakat.
Pemerintah Daerah perlu mendayagunakan berbagai jalur komunikasi seperti melalui
brosur,leaflet, pengumuman melalui koran, radio serta televisi lokal. Pemerintah Daerah
perlu menyiapkan kebijakan yang jelas tentang cara mendapatkan informasi. Kebijakan
ini akan memperjelas bentuk informasi yang dapat diakses masyarakat ataupun bentuk
informasi yang bersifat rahasia, bagaimana cara mendapatkan informasi, lama waktu
mendapatkan informasi serta prosedur pengaduan apabila informasi tidak sampai kepada
masyarakat.
Kesetaraan; memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk
meningkatkan kesejahteraannya.Tujuan dari prinsip ini adalah untuk menjamin agar
kepentingan pihak-pihak yang kurang beruntung, seperti mereka yang miskin dan lemah,
tetap terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan. Perhatian khusus perlu
diberikan kepada kaum minoritas agar mereka tidak tersingkir. Selanjutnya kebijakan
khusus akan disusun untuk menjamin adanya kesetaraan terhadap wanita dan kaum
minoritas baik dalam lembaga eksekutif dan legislatif.
Daya tanggap; meningkatkan kepekaan para penyelenggara pemerintahan terhadap
aspirasi masyarakat, tanpa kecuali. Pemerintah Daerah perlu membangun jalur
komunikasi untuk menampung aspirasi masyarakat dalam hal penyusunan kebijakan. Ini
dapat berupa forum masyarakat, talk show, layanan hotline, prosedur komplain. Sebagai
fungsi pelayan masyarakat, Pemerintah Daerah, akan mengoptimalkan pendekatan
kemasyarakatan dan secara periodik mengumpulkan
pendapat masyarakat.
Wawasan ke depan; membangun daerah berdasarkan visi dan strategi yang jelas dan
mengikutsertakan warga dalam seluruh proses pembangunan, sehingga warga merasa
memiliki dan ikut bertanggungjawab terhadap kemajuan daerahnya. Tujuan penyusunan
visi dan strategi adalah untuk memberikan arah pembangunan secara umun sehingga
dapat membantu dalam penggunaan sumberdaya secara lebih efektif. Untuk menjadi visi
yang dapat diterima secara luas, visi tersebut perlu disusun secara terbuka dan transparan,
dengan didukung dengan partisipasi masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat yang
peduli, serta kalangan dunia usaha. Pemerintah Daerah perlu proaktif mempromosikan
pembentukan forum konsultasi masyarakat, serta membuat berbagai produk yang dapat
digunakan oleh masyarakat.
Akuntabilitas; meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam segala
bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Seluruh pembuat kebijakan pada
semua tingkatan harus memahami bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan hasil
kerja kepada masyarakat. Untuk mengukur kinerja mereka secara obyektif perlu adanya

indikator yang jelas. Sistem pengawasan perlu diperkuat danhasil audit harus
dipublikasikan, dan apabila terdapat kesalahan harus diberi sanksi.
8.
Pengawasan; meningkatkan upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan
dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat
luas.Pengawasan yang dilakukan oleh lembaga berwenang perlu memberi peluang bagi
masyarakat dan organisasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemantauan,
evaluasi, dan pengawasan kerja, sesuai bidangnya. Walaupun demikian tetap diperlukan
adanya auditor independen dari luar dan hasil audit perlu dipublikasikan kepada
masyarakat.
9.
Efisiensi dan efektifitas; menjamin terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat
dengan mengunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggungjawab.
Pelayanan masyarakat harus mengutamakan kepuasan masyarakat, dan didukung anisme
penganggaran serta pengawasan yang rasional dan transparan. Lembaga-embaga yang
ergerak di bidang jasa pelayanan umum harus menginformasikan tentang biaya dan jenis
pelayananya. Untuk menciptakan efisiensi harus digunakan teknik manajemen modern
untuk administrasi kecamatan dan perlu ada desentralisasi kewenangan layanan
masyarakat sampai tingkat keluruhan/desa.
10.
Profesionalisme; meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggara pemerintahan agar
mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, tepat dengan biaya yang terjangkau.
Tujuannya adalah menciptakan birokrasi profesional yang dapat efektif memenuhi
kebutuhan masyarakat. Ini perlu didukung dengan mekanisme penerimaan staf yang
efektif, dan sistim pengembangan staf yang efektif, penilaian, promosi dan penggajian
staf yang wajar.
Dalam rangka peningkatan karier ke depan, saya sangat berharap dapat melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi agar karier saya ke depan lebih baik. Di sisi lain saya berharap
mendapatkan ilmu sesuai dengan pekerjaan teknis yang saya geluti yaitu di bidangPengelolaan
Keunagan sektor Publik dalam hal ini keuangan Pemerintah daerah, untuk itu pada kesempatan
ini Saya berharap agar diterima menjadi calon penerima BPI LPDP jalur afirmasi pada
Kementrian Keuangan RI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktoral (S3) pada program
Doktor ilmu ekonomi Terapan Konsentrasi/bidang kajian Ilmu Keuangan Negara dan Daerah
pada Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung.

STRATEGI KEBIJAKAN FISKAL DAERAH


TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL
DI KABUPATEN MAYBRAT

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan berbagai fenomena yang terjadi


sebagai akibat dari adanya perubahan paradigma baru didalam sistem pemerintahan di Indonesia
dari sistem pemerintahan yang bersifat sentralistik kepada pemerintahan yang bersifat
desentralistik .Dalam kaitanya dengan adanya perubahan paradikma baru di dalam sistem
pemerintahan itu, maka implementasi sistim birokrasi pemerintahan didalam konteks
pengelolaan keuangan Daerah di Kabupaten Maybrat yang bermuara dari adanya kebijakan
fiskal daerah Kabupaten Maybrat yang berhubungan dengan berbagai aspek struktur ekonomi
dan sosial organisasi, sehingga bermanfaat bagi pengembangan ilmu ekonomi terapan khususnya
Keuangan pemerintah pusat dan daerah dengan adanya reformasi sisitem pemerintahan melalui
Otonomi Daerah di Indonesia yang dimulai dengan bergulirnya UU No.22/1999 tentang
Pemerintahan Daerah dan UU No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Daerah yang secara praktis efektif dilaksanakan sejak 1 Januari 2001. Perubahan ini
menyebabkan Indonesia yang pada awalnya merupakan salah satu negara yang paling sentralistik
di dunia menjadi salah satu negara yang paling terdesentralisasi. Otonomi Daerah menurut UU
ini adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Tahap ini merupakan fase pertama dari pelaksanaan Otonomi Daerah di
Indonesia.
Tujuan dari dilaksanakannya Otonomi Daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyat,
dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat dan
daerah lainnya, memelihara keserasian dan mencegah ketimpangan antar daerah. Filosofi
Otonomi Daerah dijabarkan sebagai berikut (Suwandi, 2005a):
1. Eksistensi Pemerintah Daerah adalah untuk menciptakan kesejahteraan secara
demokratis
2. Setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan
kesejahteraan dan demokrasi
3. Kesejahteraan dicapai melalui pelayanan public
4. Pelayanan publik ada yang bersifat pelayanan dasar (basic services) dan ada yang
bersifat pengembangan sektor unggulan (core competence)
5. Core competence merupakan sintesis dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
tenaga kerja dan pemanfaatan lahan

Filosofi ini dapat dijadikan sebagai pola pikir untuk mengungkapkan praktek-praktek
menejemen keuangan melalui system birokrasi di Kabupaten maybrat dalam melaksanakan
melaksanakan kebijakan fiscal daerah . Corak pengambil kebijakan di dalam hal pengelolaan
keuanga daerah ini berpengaruh terhadap system perokonomian masyarajat lokal di kabupaten
Maybrat ini juga menjadi fokus yang dieksplorasi dalam penelitian ini. Berbagai teori kebijakan
dan menejemn modern dan post modern yang mengaitkan pengaruh Kebijkan fiscal daerah
dalam hal pengelolaan keuangan daerah terhadap peningkatan dan perkembangan ekonomi
masyarakat lokal, organisasi pembelajar sebagai leverage peningkatan kualitas organisasi
terutama meningkatkan peran dan kualitas SDM di dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi,
menjadi landasan teoritik dan pola pikir di dalam melihat fenomena sistem birokrasi didalam hal
pengelolaan keuangan. Berbagai paradigma teori kebijakan keuangan terhadap pertumbuhan dan
perkembangan ekonomi terkini yang mengungkapkan pergeseran paradigma dari sentralistik dan
berpusat ke yang cenderung otoriter menuju desetralistik yang lebih merespons kompleksitas dan
adaptif terhadap tuntutan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat guna memacu kualitas
kebijkan fiscal yang lebih baik dan tegas, dijadikan kerangka berfikir di dalam menganalisa
kebijakan keuangan daerah.
Penelitian ini dilakukan di Pemerintah kabupaten maybrat pada unit satuan kerja Badan
Pengelolaan Keuangan dan asset daerah (BPKAD) sebagai unit analisisnya. Pendekatan
kualitatif yang lebih berfokus pada kedalaman mengungkapkan dan mengeksplorasikan berbagai
fenomena dan praktek implementasi kebijakan pengelolaan keuangan daerah menjadi penting di
dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, melalui teknik pengamatan terlibat (complete participant
observation) dan wawancara mendalam (indepth-interview) kepada informan kunci, dengan
mengandalkan peneliti sebagai instrumen penelitian diharapkan mampu mengeksplorasi
kedalaman data yang lebih komprehensif. Triangulasi dan pemaknaan (meaning) terhadap
fenomena temuan penelitian merupakan pendekatan yang dikedepankan di dalam melakukan
analisis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan fiscal daerah kabupaten maybrat lebih
mencerminkan praktek otorisasi kepentingan politik individu dan kelompok dalam pengelolaan
keuangan daera dengan terakomodirnya berbagai kelompok kepentingan. Dalam
implementasinya, kebijakan yang dominan politis,membuat para pengambil kebijakan daerah
dalam hal ini pimpinan daerah sebagai pejabat dengan otoritas yang sentral sehingga
pengambilan keputusan lebih terpusat pada pimpinan puncak organisasi. Hal ini menimbulkan
peran pimpinan tertinggi di kabupaten Maybrat sangat dominan dipengaruhi oleh kebijakan
dalam hal pengambilan keputusan sehingga kurangnya delegation of authority yang diberikan
kepada para pimpinan SKPD sebagai pengguna anggaran daerah dalam hal pengeluaran dan
belanja daerah sesusiai dengan fungsi organisasinya. Praktek praktek sistim menejemn
pengelolaan keuangan yg cenderung dipolitisir yang demikian dapat melemahkan kreativitas,
inisiatif dan inovasi para pejabat pengelola keuangan pada unit organisasi SKPD dalam
melakukan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat sesuai denga fungsi lembaga
organisasinya.
Agar proses desentralisasi fiskal melalui kebijakan fiskal di daerah Kabupaten maybrat
berjalan dengan mulus, diperlukan adanya manajemen yang baik untuk menciptakan good
governance. Adanya penerapan good governance diharapkan mampu memberikan dampak
positif terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah dengan basis distribusi pendapatan yang merata
dan optimalisasi local government expenditure. Adapun prinsip-prinsip good governance adalah:
1. Partisipasi; mendorong setiap warga untuk mempergunakan hak dalam menyampaikan
pendapat dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentingan masyarakat,
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Partisipasi bermaksud untuk menjamin agar setiap kebijakan yang diambil mencerminkan
aspirasi masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi berbagai isu yang ada, Pemerintah Daerah
menyediakan saluran komunikasi agar masyarakat dapat mengutarakan pendapatnya. Jalur

komunikasi ini meliputi pertemuan umum, temu wicara, konsultasi dan penyampaian pe
ndapat secara tertulis. Bentuk lain untuk merangsang keterlibatan masyarakat adalah melalui
perencanaan partisipatif untuk menyiapkan agenda pembangunan, pemantauan, evaluasi dan
pengawasan secara partisipatif dan mekanisme konsultasi untuk menyelesaikan isu sektoral.
2. Penegakan hukum; mewujudkan adanya penegakan hukum yang adil bagi semua pihak tanpa
pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam
masyarakat.Berdasarkan kewenangannya, Pemerintah Daerah harus mendukung tegaknya
supremasi hukum dengan melakukan berbagai penyuluhan peraturan perundang-undangan dan
menghidupkan kembali nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.Di samping
itu Pemerintah Daerah perlu mengupayakan adanya peraturan daerah yang bijaksana dan
efektif, serta didukung penegakan hukum yang adil dan tepat. Pemerintah Daerah, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun masyarakat perlu menghilangkan kebiasaan yang
dapat menimbulkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
3. Transparansi; menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat
melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang
akurat dan memadai. Informasi adalah suatu kebutuhan penting masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pengelolaan daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah
perlu proaktif memberikan informasi lengkap tentang kebijakan dan layanan yang
disediakannya kepada masyarakat. Pemerintah Daerah perlu mendayagunakan berbagai jalur
komunikasi seperti melalui brosur, leaflet, pengumuman melalui koran, radio serta televisi
lokal. Pemerintah Daerah perlu menyiapkan kebijakan yang jelas tentang cara mendapatkan
informasi. Kebijakan ini akan memperjelas bentuk informasi yang dapat diakses masyarakat
ataupun bentuk informasi yang bersifat rahasia, bagaimana cara mendapatkan informasi, lama
waktu mendapatkan informasi serta prosedur pengaduan apabila informasi tidak sampai
kepada masyarakat.
4. Kesetaraan; memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk
meningkatkan kesejahteraannya.Tujuan dari prinsip ini adalah untuk menjamin agar
kepentingan pihak-pihak yang kurang beruntung, seperti mereka yang miskin dan lemah, tetap
terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada
kaum minoritas agar mereka tidak tersingkir. Selanjutnya kebijakan khusus akan disusun
untuk menjamin adanya kesetaraan terhadap wanita dan kaum minoritas baik dalam lembaga
eksekutif dan legislatif.
5. Daya tanggap; meningkatkan kepekaan para penyelenggara pemerintahan terhadap aspirasi
masyarakat, tanpa kecuali.Pemerintah Daerah perlu membangun jalur komunikasi untuk
menampung aspirasi masyarakat dalam hal penyusunan kebijakan. Ini dapat berupa forum
masyarakat, talk show, layanan hotline, prosedur komplain. Sebagai fungsi pelayan
masyarakat, Pemerintah Daerah dalam hal ini Kesejahteraan masyarakat di kabupaten
Maybrat.
Adapun permasalahan yang menarik bagi Peneliti untuk melakukan kajian penelitian
lebih lanjut adalah :
a. Berapa besar pengaruh kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal
di kabupaten Maybrat
b. Bagaimana tingkat pertumbuhan ekonomi Masyarakat dengan adanya kebijakan fiskal
daerah?
c. Sejauh mana Kebijakan daerah dalam hal pengalokasian Anggaran Daerah dalam
mengakomodir kepentingan dan kebutuhan Publik atau Masyarakat Lokal di Kabupaten
Maybrat?;
d. Bagaimana Peran Lembaga Legislatif dalam hal ini DPRD didalam hal
penganggaran(budgeting) kemudian sampe pada tahapan disetujui (diapropiasi) dan
bagaimana perannya dalam hal pengawasan (controlling)?
Selanjutnya yang menjadi tujuan utama dalam rencana penelitian dan pengkajian ini
adalah,untuk mengetahu pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagai dampak dari adanya

kebijakan fiskal daerah , memberikan kajian ekonomi dari aktifitas perekonomian masyarakat
yang mengarah kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan untuk mengetahui bagaimana
peran masyarakat sebagai stagholder dalam hal penjaringan aspirasi guna penyusunan
kebijakan anggaran yang lebih bertumpu pada kepentingan publik terutama masyarakat lokal
di Kabupaten maybrat,

.ssssssssssssssssssssssssss
.