Anda di halaman 1dari 1

Dasar Dasar Faham

Keagamaan NU

19022010
Nu mendasarkan faham keagamaan kepada sumber ajaran Islam Alquran, Al Hadits, Al Ijma dan Al
Qiyas dalam memahami dan menafsirkan Islam dari sumbernya tersebut, NU mengikuti Faham
Ahlusunnah Wal Jamaah dengan menggunakan jalan pendekatan (Al Madzhab) di bidang Aqidah NU
mengikuti ajaran yang dipelopori oleh Imam Abu Mansur Al Maturidi, dibidang fiqih NU mengikuti
jalan pendekatan salah satu dariMuhammad bin Idris Assyafii dan Imam Ahmad bin Hambal,
dibidang tassawuf NU mengikuti antara lain Imam Junaidi Al bagdadi dan Imam Al ghazali serta
Imam imam yang lain.
NU mengikuti pendirian bahwa, Islam adalah agama yang fitri, yang bersifat menyempurnakan
segala kebaikan yang sudah dimiliki manusia. Faham keagamaan yang dianut oleh NU bersifat
menyempurnakan nilai nilai yang baik yang sudah ada dan menjadi cirri cirri suatu kelompok
manusia, seperti suku maupun bangsa dan tidak bertujuan menghapus nilai nilai tersebut.
Sikap Kemasyarakatan NU
Dasar dasar pendirian keagamaan NU menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan pada :
1.

Sikap tawasuth dan Itidal

2.

Sikap tasamuh

3.

Sikap tawazun

Sikap tawasuth dan Itidal berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan
berlaku adil dan lurus di tengah tengah kehidupan bersama. NU dengan sikap dasar ini akan selalu
menjadi kelompok panutan yang bersikap dan bertindak lurus dan selalu bersifat membangun
serta menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat tatharruf (ekstrim).
Sikap tasamuh sikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah keagamaan,
terutama yang bersifat furu atau yang menjadi masalah khilafiyah serta dalam masalah
kemasyarakatan dan kebudayaan.
Sikap tawazun sikap seimbang dan berkhidmah, menyerasikan khidmah kepada ALLAH SWT
khidmah kepada kepada sesama manusia serta lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan
masa lalu dan masa kini serta masa yang akan datang
Sikap amar maruf nahi munkar. Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik
berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama serta menolak dan mencegah semua hal yang
dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai nilai kehidupan.