Anda di halaman 1dari 9

Program pendidikan Apoteker

Jurusan Farmasi FMIPA-UI


Pengetahuan formulasi 1999
1. Sebutkan syarat-syarat kualitas sediaan injeksi
a. Sesuai antara kandungan bahan obat yang ada didalam
sediaan dengan peryantaan yang tertulis pada etiket dan
tidak terjadi pengurangan kualitas selama penyimpanan.
b. Penggunaan wadah yang cocok, sehingga memungkinkan
sediaan tetap steril, tetapi juga mencegah terjadinya
interaksi antara bahan obat dan material wadah.
c. Bercampur sempurna tanpa terjadinya reaksi
d. Bebas kuman
e. Bebas pirogen
f. Isotonis
g. Isohidris
h. Bebas partikulat melayang (Formulasi steril)
2. Apa yang dimaksud dengan
a. pH stabilitas adalah pH suatu sedian dimana tidak terjadi
lagi perubahan walaupun dengan adanya penambahan
suatu zat.
Sedangkan pH larutan adalah pH suatu sediaan yang
dibuat dengan pH ditentukan terlebih dahulu.
b. Bila membuat larutan obat suntik, pH mana yang saudara
pilih.
pH yang dipilih adalah pH maksimum dari larutan obat
tersebut yang sama atau mendekati dengan pH darah
(7,4).
pH untuk sediaan obat suntik adalah pH darah (7,4) sebab
apabila disuntikan tidak menyebabkan rasa nyeri akibat
perbedaan pH. Namun jika pH tidak sama dengan cairan
darah, maka dapat dipilih pH maksimum dari sediaan
tersebut. Ini dapat menyebabkan nyeri, namun rasa nyeri
yang ditimbulkan tidak permanen.
3. Bagaiman anda menentukan expire date untuk suatu sediaan
farmasi
Melalui temperature accelerated stability testing (blm ada
penjelasan)

4. Apabila memformulasikan suatu tablet, evaluasi apa yang


harus anda lakukan!
a. Evaluai keseragaman bobot
b. Desintegrasi
c. Kelarutan/dissolution
Dst nanti dicari

Program pendidikan Apoteker


Jurusan Farmasi FMIPA-UI
Pengetahuan formulasi 2000
1. Jelaskan cara sterilisasi secara basah
Disini kita dapat mengambil alat autoklaf yaitu merupakan
cara sterilisasi basah berdasarkan tekanan (pressure) dimana
dilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 121 0C tekanan
1 atm (76 cm/mmHg) selama 15 menit yang menyebabkan
proses hidrolisis atau koagulasi protein pada sel bakteri.
Mekanisme dari sterilisasi secara basah adalah uap panas
yang dihasilkan oleh air, akan melepaskan panasnya pada
alat atau bahan yang menyebabkan hidrolisis atau koagulasi
protein pada sel bakteri yang menempel pada alat atau bahan
tersebut.
2. Apa yang dinamakan pyrogen
a. Pyrogen adalah suatu zat kimia (endotoksin) yang
dihasilkan oleh bakteri seperti Pseudomanas aureus yang
dapat menyebabkan demam.
Pyrogen adalah metabolit yang dihasilkan oleh MO
(bakteri, jamur, virus, dll) yang dapat menyebabkan reaksi
pirogenik seperti demam, malaise, penurunan suhu tubuh
yang drastic, dll.
b. Bagaimana cara membebaskan suatu larutan dari pyrogen
Dengan menambahkan arang aktif (msh butuh penjelasan)
Ada 2 cara untuk membebaskan suatu larutan dari
pirogen :
1. Cara abses penyaringan (kulupaki)
2. Cara menambahkan arang aktif : arang diaktifkan
terlebih dahulu pada suhu 500-900oC selama 15 menit.
Arang yang telah diaktifkan dimasukkan ke dalam

larutan lalu dikocok selama 15 menit kemudian


dibiarkan. Setelah itu, larutan tersebut disaring berkalikali sampai terbentuk larutan yang jernih.
Program pendidikan Apoteker
Jurusan Farmasi FMIPA-UI
Analisis Farmasi
1. Jelaskan cara ekstraksi garam alkaloid (misalnya kodein HCl)
dari sediaan tabletnya. Pelarut apa yang dipakai dan apa
pengaruh pH ?
Karena kodein HCl merupakan alkaloid dalam bentuk
garamnya maka pelarut yang cocok digunakan adalah
kloroform dan dibuat dalam suasana pH basa supaya dapat
larut sempurna.
2. Jelaskan prinsip cara ekstraksi papaverin dari tablet yang
mengandung papaverin HCl. Pelarut apa yang dipakai? Apa
pengaruh pH?
Pelarut yang dipakai untuk mengekstraksi papaverin dari
tablet papaverin HCl yaitu methanol. Ada pengaruhnya
yaitu
3. Dalam persediaan ada larutan HCl 0,1 M, larutan CH3COOH
0,1 M
a. Jelaskan arti 0,1 M dan bedanya dengan 0,1 N
O,1 M artinya menyatakan mol zat terlarut dalam satu liter
larutan

0,1 N artinya menyatakan gram per berat ekivalen zat


terlarut dalam satu liter larutan

b. Jelaskan apakah pH larutan HCl 0,1 M sama dengan


larutan pH larutan CH3COOH 0,1 M
Tidak sama. Dimana HCl adalah asam kuat dan CH3COOH
adalah asam lemah.
c. Pada titrasi kedua larutan itu dengan larutan NaOH 0,1 M
(indicator fenol fenol ftalein) apakah diperlukan sama
banyak
Tidak karena HCl dan CH3COOH tidak sama pHnya.
4. Jelaskan prinsip (dan perbedaan) analisis dengan metode
titrasi sbb:
a. Asidimetri adalah metode titrasi netralisasi menggunakan
larutan baku asam untuk menentukan basa
sedangkan
alkalimetri
adalah
titrasi
netralisasi
menggunakan larutan baku basa untuk menentukan asam.
Serta titrasi bebas air adalah titrasi yang menggunakan
pelarut organik bukan air
b. Redoks adalah penetapan kadar reduktor dan oksidator
dimana berdasarkan reaksi reduksi dan oksidasi dimana
reduktor akan teroksidasi dan oksidator akan tereduksi.
Cth bromometri (OH pada benzene) ; permanganometri
(logam); nitrometri (anion/aromatis)
c. Pengendapan
adalah
titrasi
berdasarkan
reaksi
pembentukan endapan dari komponen zat uji biasanya
menggunakan larutan baku AgNO3 (metode Argentometri)
d. Kompleksometri adalah titrasi yang didasarkan atas
pembentukan kompleks antara ion logam bervalensi
banyak (polivalen) dengan zat pembentuk khelat organic
yang larut air dan praktis tidak terdisosiasi. (Larutan baku
yang digunakan Na. EDTA).
5. Semangat ..
a.
Jelaskan prinsip analisis secara spektrofotometri
spektrofotometri
adalah
analisis
instrument
untuk
menganalisis zat molekul atau atom berdasarkan radiasi
gelombang elektromagnetik (REM).
b. Apa tujuan kurva kalibrasi
T7 kurva kalibrasi adalah untuk mengetahui konsentrasi
sampel yang digunakan.
c. Apa maksud persamaan garis y = ax + b pada kurva
kalibrasi itu?

Persamaan garis y = ax + b pada kurva kalibrasi adalah


bertujuan untuk mencari nilai regresi.
6. Ayo kamu bisa.
a. Sebutakan masing-masing 2 (dua) contoh fase diam dan
fase gerak pada KCKT dan pada KG
KCKT fase diam ; ODS (oktadesil silica), aminopropil silika
KCKT fase gerak ;
buffer dengan methanol, reagen,
campuran air dengan asetonitril
KG fase diam ; metilpolisiloksan, polietilen silica (u/
kolom) ; squalen, DEGS (dietilglikol suksinat) (untuk bahan
kimia)
7. Sebutkan prinsip pemanfaatan metode-metode dibawah ini
untuk tujuan indentifikasi :
a. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah suatu metode untuk
mengisolasi senyawa berdasarkan adsorbsi dan partisi
dengan menggunakan campuran solute yang akan
dipisahkan ditotolkan pada permukaan lempeng tipis lalu
dikembangkan dalam chamber menggunakan fase gerak
yang sesuai.
b. KCKT merupakan metode untuk memisahkan sejumlah
senyawa organic, anorganik maupun senyawa biologis,
analisis ketidakmurnian (implinties) atau
KCKT adalah analisis senyawa-senyawa yang tidak mudah
menguap (non-volatile), penentuan molekul-molekul netral,
ionic, maupun zwitter ion koasi dan pemurnian senyawa,
pemisahan senyawa dalam jumlah banyak.
c. Spektrofotometri UV adalah analisis spektroskopik yang
memakai sumber radiasi gelombang elektromagnetik ultra
violet dekat (190-380 nm).
d. Spektrofotometri IR adalah analisis untuk senyawa organic
maupun anorganik untuk tujuan analisis kualitatif yang
difokuskan pada indentifikasi gugus fungsi.
8. Sebutkan tahap-tahap pelaksanaan penetapan potensi
antibiotic
a. pembuatan suspense bakteri uji
b. penyiapan larutan baku
c. penyiapan larutan uji
d. percobaan pendahuluan

e. cara penetapan meliputi pembuatan kurva baku;


penetapan potensi contoh
f. perhitungan meliputi perhitungan kurva baku; perhitungan
penetapan potensi contoh
g. persyaratan
Program pendidikan Apoteker
Jurusan Farmasi FMIPA-UI
Kimia Farmasi Analisis/Analisis Fisio Kimia
1. Analisis senyawa kimia/ obat dapat dilakukan untuk maksud
kualitatif dan kuantitatif. Bandingkan prinsip metode berikut
serta berilah contohnya.
a. Reaksi kimia
Reaksi warna
b. Spektrofotometri UV-Vis adalah analisis spektroskopik yang
memakai sumber radiasi gelombang elektromagnetik ultra
violet dekat (190-380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm).
Contohnya anlisis kadar cth
Sedangkan IR adalah analisis untuk senyawa organic
maupun anorganik untuk tujuan analisis kualitatif yang
difokuskan pada indentifikasi gugus fungsi. Cth
e. KLT adalah suatu metode untuk mengisolasi senyawa
berdasarkan adsorbsi dan partisi.
f. KCKT adalah merupakan metode untuk memisahkan
sejumlah senyawa organic, anorganik maupun senyawa
biologis, analisis ketidakmurnian (implinties) atau
KCKT adalah analisis senyawa-senyawa yang tidak mudah
menguap (non-volatile), penentuan molekul-molekul netral,
ionic, maupun zwitter ion koasi dan pemurnian senyawa,
pemisahan senyawa dalam jumlah banyak. Cth
2. Analisis zat/obat secara spektrofotometri dapat digunakan
untuk maksud kualitatif dan kuantitatif.
a. Untuk penetapan kuantitatif, hukum apa yang berlaku?
Jelaskan
Hukum Lambert-Beer

Keterangan ;
A = serapan
Io = intensitas sinar yang datang
It = Intensitas sinar yang diteruskan
= absorbtivitas molekuler (mol.cm.It-1)
a = daya serap (g.cm. It-1)
b = tebal kuvet/larutan
c = konsentrasi (g.It-1.mg.ml-1)
untuk penetapan kualitatif yaitu dengan melakukan seperti
pembuatan spectrum serapan, pembuatan kurva kalibrasi,
pembuatan larutan standar, pengencaran sampel.
Untuk penetapan kuantitatif yaitu dengan mengukur suatu
sampel dengan spektrofotometri pada gelombang yang
sesuai sehingga kita akan mendapatkan konsentrasi yang
diinginkan.
b. Apa syarat larutan zat/obat agar dapat ditentukan
kadarnya secara spektofotometri yaitu mempunyai gugus
kromofor, mempunyai gugus fungsi, larutannya berwarna.
c. Sebuah larutan zat/obat menunjukkan serapan A 1%, 1 cm,
sebesar 2500. Berapa konsentrasi zat/obat harus dibuat
agar serapannya dapat diukur (memenuhi persyaratan
pengukur serapan).
Blm..
3. Apa yang dimaksud
a. Penetapan kadar zat/obat secara volumetrik
b. Prinsip penetralan antara lain asam basa adalah reaksi
penetralan antara asam dengan basa sebaliknya, untuk
sampel asam menggunakan larutan baku basa; untuk
sampel basa menggunakan larutan baku asam, baku
primer asam basa seperti natrium karbonat, boraks,
biftalat, asam benzoate, asam kloroda (titik didihnya tetap)
dsb; Indicator untuk asam metal merah (4,2-6,3) untuk
indicator basa PP (8,2-10)
Titrasi bebas air (TBA) adalah titrasi yang menggunakan
pelarut organic untuk melarutkan sampel biasanya

menggunakan larutan baku primer adalah asam benzoate,


baku sekunder asam peklorat (HClO4), indicator Kristal
violet; biru timol.
4. Apa yang saudara ketahui tentang kromatografi lapis tipis.
Apakah dengan menggunakan kromatografi ini dapat
dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif.
KLP adalah suatu metode untuk mengisolasi senyawa
berdasarkan adsorbsi dan partisi dengan menggunakan
campuran solute yang akan dipisahkan ditotolkan pada
permukaan lempeng tipis lalu dikembangkan dalam chamber
menggunakan fase gerak yang sesuai.
KLT dapat digunakan untuk analisis kualitatif yaitu dengan
menotolkan sampel yang digunakan pada lempeng KLT dan
mengujinya dengan pereaksi warna dan KLT juga dapat
digunakan untuk analisis kuantitatif yaitu dengan menotolkan
sampel pada lempeng KLTP dan mengeroknya lalu ditampung
untuk ditentukan secara spektofotometr

SOAL MASUK AGUSTUS 2006


PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA
1. Apa yang dimaksud dengan suhu kamar adalah?
Suhu kamar adalah suhu dimana atau suhu pada suatu
ruangan yang dipengaruhi oleh temperature lingkungan
sekitarnya (25-30oC)
2. Sebutkan macam-macam kelarutan
Sangat mudah
larut
Mudah larut
Larut
Agak sukar larut
Sukar larut
Sangat sukar larut
Praktis tidak larut
3.

Kurang dari 1
1-10
10-30
30-100
100-1000
1000-10.000
Lebih dari10.000