Anda di halaman 1dari 121

METABOLISME DAN

SUHU
Edwina Maharani 160110110023
Robert 160110110024

Modifikasi senyawa kimia secara biokimia


dalam organisme dan sel.
Metabolisme biasanya terdiri atas tahapantahapan yang melibatkan enzim, dikenal
juga sebagai jalur metabolisme.
Metabolisme total merupakan semua proses
biokimia di dalam organisme.

Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di


dalam sel.

Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat


bertahan hidup.

Disebut juga asimilasi atau sintesis


Katabolisme adalah pemecahan senyawa
dari molekul yang besar ke molekul yang
lebih kecil dengan membebaskan energi
dalam jumlah yang kecil

Jalur katabolisme yang menguraikan


molekul kompleks menjadi senyawa
sederhana mencakup:
Respirasi sel, menghasilkan energi (dalam
bentuk ATP dan NADPH) dari molekul-molekl
bahan bakar (karbohidrat, lemak, dan
protein). Jalur-jalur metabolisme respirasi
sel juga terlibat dalam pencernaan
makanan.

Katabolisme
o

karbohidrat
Glikogenolisis (perubahan glikogen menjadi
glukosa)
Glikolisis (perubahan glukosa menjadi
piruvat dan ATP tanpa membutuhkan
oksigen)
Jalur pentosa fosfat (pembentukan NADPH
dari glukosa)
Katabolisme protein (hidrolisis protein
menjadi asam amino)

Respirasi aerobik
Transpor elektron
Fosforilasi oksidatif

Respirasi anaerobik

Daur Cori
Fermentasi asam laktat
Fermentasi
Fermentasi etanol

Disebut juga disimilasi


Proses pembentukan senyawa yang
memerlukan energi

Jalur metabolisme yang membentuk


senyawa-senyawa dari prekursor
sedertahan mencakup:
Glikogenesis (pembentukan glikogen dari glukosa)
Glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari senyawa
organik lain)
Jalur sintesis porfirin
Jalur HMG-CoA reduktase (mengawali pembentukan
kolesterol dan isoprenoid)
Metabolisme sekunder (jalur-jalur metabolisme yang
tidak esensial bagi pertumbuhan, perkembangan,
maupun reproduksi,namun biasanya berfungsi secara
ekologis, misalnya pembentukan alkaloid dan
terpenoid)
Fotosintesis
Siklus Calvin dan fiksasi karbon

Fotosintesis

Istilah Dalam Metabolisme


Kalori (Cal) satuan standard untuk energi panas
(jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan 1 derajat
Celcius suhu 1 g H2O)
menyatakan kuantitas energi yang dikeluarkan dari
berbagai makanan atau digunakan oleh berbagai proses
fungsional tubuh.
1c kuantitas panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
suhu 1 gram air 1 derajat celcius.
Kalori besar (C) 1000 kalori diuganakan untuk
metabolisme energi.
Kalorimeter alat yang digunakan untuk mengukur
energi yang dibebaskan pada pembakaran zat makanan
di luar tubuh.
Respiratory Quotient (RQ) angka respirasi atau
perbandingan jumlah CO2 yang dipakai per satuan waktu.

Faktor yang memepengaruhi


metabolisme

kerja otot
pemberian makanan sebelumnya
suhu lingkungan
tinggi badan
luas permukaan tubuh
seks
usia

emosi
suhu tubuh
Iklim
kehamilan atau menstruasi
kadar hormon tiroid
kadar epinephrine dan norepinehrin

Kerja dan Kecepatan


Metabolisme

Peranan ATP (Adenosin Trifosfat) pada


metabolisme :
Karbohidrat, lemak, protein dapat digunakan oleh
sel untuk mensintesa sejumlah besar ATP dan
selanjutanya ATP dapat digunakan sebagai
sumber energi bagi banyak fungsi sel.
Penggunaan ATP antara lain untuk sintesa
unsur-unsur penting seluler :
Sintesa glukosa dari Asam Laktat
Sintesa protein untuk membentuk Asam Amino
Sintesa Asam Lemak dari Asetil Ko-A
Sintesa Kolesterol, fosfolipid

Penggunaan
ATP
antara
lain
untuk
kontraksi otot, yang tidak akan terjadi
tanpa energi dari ATP
ATP ------------> ADP + ENERGI
Enzim Miosin
Untuk tronasport aktif melalui membran
transport aktif elektrolit dan berbagai zat
gizi
Sebagai energi Untuk sekeresi kelenjar
Sebagai energi untuk penghantaran saraf

Kecepatan Metabolisme

Metabolisme tubuh semua reaksi kimia


sederhana pada semua sel tubuh
Kecepatan metabolisme dalam keadaan normal
berarti kecepatan pengeluaran panas selama
reaksi kimia
Rata-rata 55% energi dalam makanan menjadi
panas selama pembentukan ATP.
25% energi dari makanan menjadi panas waktu
dipindahakan dari ATP ke sistem fungsional sel.
Pada hakikatnya semua energi yang digunakan
oleh tubuh diubah menjadi panas

Faktor-faktor yang mempengaruhi


kecepatan metabolisme
Kerja
Spesific dynamic action (SDA)
Usia
Hormon thyroid
Perangsangan simpatis
Demam
Tidur
Malnutrisi

HUKUM TERMODINAMIKA
Pengaturan konversi atau pemindahan
energi mengikuti hukum termodinamika.
Termodinamika
adalah studi mengenai
transformasi energi yang terjadi pada
materi.

Hukum Termodinamika I

Jumlah energi di alam raya adalah konstan,


energi tersebut dapat dipindahkan atau
diubah tetapi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan

Hukum Termodinamika II

Setiap
perubahan
energi
menghasilkan
disorder atau entropi.Entropi adalah jumlah
diorder (ketidakurutan) dalam suatu sistem.
Disorder adalah keacakanatau ketidakurutan
atau ketidakteraturan atau random.
Dengan kata lain hukum termodinamika
kedua mengatakan kepada kita bahwa
entropi
jagad
raya
meningkatsetiap
perubahan
atau
pemindahan
energi
meningkatkan entropi jagad raya.

Secara tersirat bahwa implikasi dari hukum


termodinamika kedua ini adalah apabila
suatu sistem menjadi lebih baik, teratur atau
tersusun, maka lingkungan di sekitar sistem
tersebut menjadi disorder (tidak teratur).
Dan konsep tersebut memiliki aplikasi
langsung pada aktivitas sel. Sebuah sel
menghasilkan struktur teratur berasal dari
materi yang mulanya tidak teratur.
Hukum
kedua
termodinamika
tersebut
menyebabkan transformasi energi yang
dilakukan sel tidak dapat menghasilkan
efisiensi 100%.

Hubungan energi dengan mahluk hidup


memiliki arti pembahasan mengenai reaksi
kimia yang terjadi dalam sel.Ada dua reaksi
yaitu:
reaksi
endergonik
yaitu
reaksi
yang
membutuhkan input atau pemasukan energi atau
endergonik berarti energi masuk dan
reaksi eksergonik yaitu reaksi kimia yang
melepaskan energi atau eksergonik berarti energi
keluar

Laju Metabolik
Adalah Kecepatan pemakaian energi oleh
tubuh selama kerja eksternal dan internal.
Laju
metabolik = pemakaian energi
persatuan waktu .
Laju Metabolik ini dipengaruhi Oleh:

Kerja otot
pemberian makanan sebelumnya
suhu lingkungan
tinggi badan
berat badan
seks

usia, emosi
suhu tubuh

METABOLISME BASAL
Metabolisme basal atau sering disebut
Energi Pengeluaran Basal (Basal energi
Expenditure[BEE]) atau Basal Metabolism
Rate (BMR) adalah kebutuhan energi untuk
mempertahankan kehidupan atau energi
yang mendukung proses dasar kehidupan
Contohnya : mempertahankan temperature
tubuh, kerja paru-paru, pembuatan sel
darah merah, detak jantung, filtrasi ginjal,
dan lain sebagainya.

Untuk menentukan nilai dari BEE ini harus


dalam kondisi basal. Kondisi basal tersebut
meliputi : 12-16 jam setelah makan, posisi
berbaring, tidak ada aktivitas fisik satu jam
sebelum
pemeriksaan,
kondisi
rileks,
temperature tubuh normal, temperature
ruangan harus 21-250C, dan dalam kondisi
yang kelembapannya normal.

Tingkat Metabolisme Basal


(BMR)
Adalah istilah untuk menunjukkan jumlah
seluruh aktivitas metabolime saat tubuh
dalam keadaan istirahat fisik dan mental.
Diperlukan O2 yang sedikit, agar jaringan
bekerja minimal.

Protein menghasilkan 4.1 kalori/gram


Lemak menghasilkan 9,3 kalori/gram
Karbohidrat mengasilkan 4,1 kalori/gram

Laju Metabolisme Basal


Kecepatan penggunaan energi dalam
tubuh
selama
istirahat
absolut
dimana seseorang dalam keadaan
bangun

Metode Pengukuran
Metabolisme Basal

Energi basal metabolisme adalah sejumlah


energi yang digunakan untuk melakukan
proses-proses hidup minimal dari tubuh
manusia.
Untuk menentukan atau mengukur besarnya
energi tersebut diperlukan persyaratanpersyaratan tertentu :
Sebelum diukur orang harus berpuasa selama 1224 jam
Saat diukur, pasien harus istirahat sempurna dan
berbaring tak bergerak

1.

Pengukuran
Colorimetry)
o. Menggunakan

langsung

(Direct

kalorimeter.
o. Untuk mengukur secara langsung, orang
dimasukan ke dalamnya setelah orang itu
memenuhi ketentuan-ketentuan tadi.
o. Panas dihasilkan oleh tubuh orang yang
diukur ditangkap oleh air yang jumlahnya
telah diketahui dan berada di dalam pipa
saluran yang melingkar sekeliling dinding
ruang kalorimeter yang diisolasi rapat.

Dengan alat-alat yang diciptakan secara


teliti dapat dukur kenaikan suhu air dalam
pipa yang diakibatkan oleh panas yang
dikeluarkan oleh tubuh orang terukur.

2.

Pengukuran tak langsung

o.

Cara ini dilakukan dengan menggunakan


persyaratan seperti yang disebutkan di
atas dan ditambah dengan penggunaan
alat untuk mengukur jumlah gas oksigen
(O2) dan gas karboh dioksida (CO2) dari
pernafasan orang yang bersangkutan.
Dengan alat ini dapat dihitung bayaknya
energi yang dihasilkan oleh peroses
oksidasi dalam tubuh orang yang dukur
menggunakan data jumlah oksigen yang
tercatat.

o.

Dengan cara ini dapat pula ditentukan rasio


antar a jumlah produksi CO2 dengan O2
yang dikonsumsi pada pernafasan .
Rasio
ini biasa disebut Respiratory
Quotient (RQ). Secara empiris dapat pula
ditentukan korelasi antara RQ dengan
jumlah energi yang dihasilkan, sehingga
apabila RQ diketahui amak jumlah energi
juga dapat ditentukan

Alat respirasi Kofranyi-Michaelis :


Terdiri atas pengukur gas kering yang dapat
menunjukkan olume udara dari pernafasan yang
kemudian udara itu dialirkan ke dalam bola karet
untuk kemudian dianalisa kadar O2 dan CO2 nya.
Udara dari luar yang dihisap oleh orang yang
bersangkutan juga dianalisa kadar O2 dan CO2nya,sehingga banyak oksigen yang dikonsumsi
dan karbon dioksida yang dihasilkan dapat
diketahui dan selanjutnya jumlah energi yang
digunakan/terjadii dalam proses oksidasi tubuh
ditentukan.
Dengan
alat semacam
ini dapat
diukur
penggunaan energi oleh orang yang sedang
melakukan berbagai kegiatan.

Menghitung energi basal metabolisme


Orang yang akan diperiksa dalam keadaan
istirahat total baik fisik maupun mental, sehingga
otot-otot juga dalam keadaan istirahat, kelenjar,
jantung, paru-paru tidak bekerja dalam aktivitas
tinggi dan alat pencernaan dalam keadaan
istirahat.
Dalam kondisi demikian beberapa variabel
tampak menonjol pengaruhnya antara lain ukuran
dan komposisi tubuh, umur, dan jenis
kelamin.hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada golongan orang dewasa energi basal
metabolisme meningkat secara proporsional
dengan luas permukaan badan.

Beberapa cara pendekatan untuk menentukan luas


permukaan tubuh telah ditemukan antara lain oleh
Aub & du Bois (1916), dengan rumus :

A = W0.425 x H0.725 x 71.84

A : Luas permukaan badan (m2)


H : Tinggi badan (cm)
W : Berat badan (kg)

Harris dan Benedict menemukan sebuah


metoda dengan cara perhitungan :

Laki-laki
66.5 + (13,7 x BB kg) + (5 x TB cm) - (6,8 x umur)
Perempuan
66.5 + (9,6 x BB kg) + (1,8 x TB cm) - (4,7 x umur)

Dengan BB adalah nilai dari berat badan


normal. Dapat dihitung dengan cara :
Jika umurnya kurang dari 30 tahun (<30)

BB =(TB-100)-(10%(TB-100))
Jika umurnya lebih dari 30 tahun (>30)

BB =(TB-100) 100%

Over weight 110-120 %


Obesitas > 120 %

Basal energi Expenditure(BEE) juga dipengaruhi


oleh beberapa faktor, faktor-faktor tersebut
diantaranya :
1.Umur
Pada umur dia atas 20 tahun, maka BEE akan
menurun 2% setiap 10 tahunnya.
2.Gender
BEE pada laki-laki > wanita (pada umur > 10
tahun)
3.Pertumbuhan
BEE paling tinggi pada saat masa pertumbuhan
(masa bayi dan remaja)
4.Tinggi badan
Orang yang lebih tinggi memiliki BEE yang lebih
tinggi pula

5.Masa otot
BEE akan lebih tinggi pada masa otot yang lebih banyak
6.Temperatur
Setiap peningkatan temperature sebesar 1 0C (di atas
temperature normal, 370C) BEE akan meningkat 13%.
7.Tidur
BEE akan berkurang 10%
8.Endokrin
Hipertiroid : BEE meningkat 75 100 %
Hipotiroid : BEE menurun 30 40 %
Sebelum menstruasi BEE agak meningkat dan selama
menstruasi BEE menurun.
9.Status nutrisi
BEE menurun padaProtein energi Malnutrition(PEM)
10.Kehamilan
BEE meningkat 15 25 %

GANGGUAN METABOLISME

Segolongan penyakit akibat gangguan


metabolisme dan bersifat sistemik
Penyakit ini ada 3 golongan:
1. Gangguan metabolisme karbohidrat
2. Gangguan metabolisme protein
3. Gangguan metabolisme lemak

Dapat menimbulkan kelebihan atau


kekurangan zat bersangkutan

GANGGUAN METABOLISME
KARBOHIDRAT

Diabetes melitus (Hiperglykemia)

Dasar penyakit adalah defisiensi insulin

Gejala klinis penyakit :


Hiperglikemia
Glikosuria
Dapat diikuti gangguan sekunder metabolisme
protein dan lemak
Dapat berakhir dengan kematian

Insidensi terbanyak usia 50 60 thn

Dapat juga dekade pertama atau pada yang sudah lanjut

Penyakit ini diturunkan secara autosomal resesif

Etiologi:

Sebab tepat belum diketahui


berhubungan dgn kelainan hormonal
Insulin
Growth hormon
Hormon steroid
Keadaan diabetes timbul akibat ketidak seimbangan
dalam interaksi pankreas, hipofisis dan adreanal

Pankreas
Pankreas mempunyai pulau Langerhans : sel beta dan sel
alpha
Sel beta : hormon insulin
Sel alpha : menghasilkan hormon glukgon
Efek anti insulin berfungsi sebagai faktor
hiperglikemik dan glikogenolitik meningkatkan kadar
gula darah

Cara kerja insulin


Ada 2 teori cara kerja insulin
Teori 1 = Teori Levine :
Insulin mentransfer glukosa melalui membran
sel otot serat lintang, tetapi tidak menggangu
perpindahan glukosa melalui sel membran
hati
Teori 2
Insulin diperlukan untuk fosforilasi glukosa
dalam sel glukosa 6 posfatase
Untuk pengikatan ini dibutuhkan enzim
hexokinase yang dihasilkan oleh sel hati
Kelenjar hipofisis menghasilkan zat inhibitor
hexokinase
Insulin merupakan zat antagonis terhadap
hexokinase

Kelenjar Hipofisis

Growth hormon
Hormon ACTH
Efek menghambat enzim hexoki nase.
Bila kelenjar hipofisis hiperaktif menyebabkan
terjadi diabetes

Kelenjar Adrenal

Glukoneogenesis yaitu perubahan bentuk protein


menjadi karbohidrat.
Karena pengaruh hormon steroid yang dihasilkan oleh
kortex adrenal
Bila berlangsung terus menerus menekan sel beta
pankreas menimbulkan difesiensi insulin permanen
Aktivitas adrenal bergantung kepada kelenjar hipofisis
anterior

KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

Merupakan gangguan biokimia.


Cedera morfologik sebenarnya tidak dapat untuk
menegakkan diagnosis
Tidak selalu sebagai dasar dari pada gangguan
metabolisme
20 % penderita meninggal tidak menunjukkan buktibukti kelainan anatomik

Pankreas

Seperempat penderita : pankreasnya normal


Pada umumnya kerusakan pada sel beta ringan
tidak mungkin menimbulkan gangguan produksi
insulin
Bila ada :
Hialinisasi
Fibrosis
Vakoalisasi hidropik yang sebenarnya merupakan
penimbunan glikogen

Pembuluh darah

Bila gangguan metabolisme karbohidrat terlalu lama


hiperglikemik menahun, pada otot, hati dan jantung
terjadi difisiensi.
Lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga lemak
dalam darah bertambah.
Lipaemia dan cholestrolimia gangguan vaskular,
dengan komplikasi
aterioskelosis merata skeloris
pembuluh darah arteri coronaria, ginjal dan retina

Mata

Skelosis arteri retina retinitis diabetika.


Berupa
perdarahan kecil-kecil tidak teratur
pelebaran pembuluh darah retina dan berkeluk-keluk
kapiler-kapiler membentuk mikroaneurisma

Jantung

Sklerosis arteri coronaria infrak otot jantung

Ginjal

Kelainan degeneratif pada alat vaskular glomeruler tubular


pyleonepritis akut maupun kronis

Kulit

Penimbunan lipid dlm makropag-makropag pada dermis


xantoma diabetikum

Susunan syaraf

Pada syaraf tepi dan kadang medula spinalis


Perubahan degeneratif
Demyelinisasi
Fibrosis
Mungkin berhubungan dengan skelosis pembuluh darah

Hati

Perlemakan hepatomegali dan infiltasi glikogen


Disebabkan karena defisiensi karbohidrat sumber
tenaga dari lemak imobilisasi lemak berlebihan
defisiensi lipotropik lemak tidak dapat diangkut dari
sel penimbunan lemak berlebihan

Klinis

Polyphagia : tubuh tidak dapat memetabolisme


karbohidrat yg dimakan penderita banyak makan
Polidipsia : glycosuria (diuresis osmotik) kompensasi:
penderita banyak minum
Polyuria : glycosuria (diuresis osmotik) penderita
banyak kencing

Hipoglykemia
Patologis : Sering ditemukan pada 3 keadaan:
1.
Akibat pemakaian insulin berlebihan pada diabetes
2.
Pada pengobatan psykosis dengan shock
hipoglikemik
3.
Akibat pembentukan insulin berlebihan pada tumor
pankreas yg dibentuk oleh sel beta

GANGGUAN METABOLISME
PROTEIN.

Penyakit akibat kelebihan protein (-)


Defisiensi protein
Terjadi pada pemasukan protein kurang
kekurangan kalori, asam amino, mineral, dan faktor
lipotropik
Akibatnya :
Pertumbuhan tubuh
Pemeliharaan jaringan tubuh
Pembentukkan zat anti dan serum protein akan
terganggu.
Penderita mudah terserang penyakit infeksi,
perjalanan infeksi berat, luka sukar sembuh dan
mudah terserang penyakit hati akibat kekurangan
faktor lipotropik

MACAM-MACAM PENYAKIT DEFISIENSI PROTEIN


Hipoproteinemia

Sebab :
Exkresi protein darah berlebihan melalui air kemih
Pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit
hati
Absorpsi albumin berkurang akibat kelaparan atau
penyakit usus, juga pada penyakit ginjal

Hipo dan Agammaglobulinemia


Ada 3 jenis :
1.

Hipoagammaglobulinemia kongenital

Penyakit herediter, terutama anak laki-laki antara 9


12 thn
Mudah terserang infeksi. Kematian sering terjadi
akibat infeksi
Plasma darah tidak mengandung gamma protein
Dapat terjadi penyakit hipersensitivas (ex: penyakit
artritis) krn tubuh tidak dapat membentuk Ig

2. Hipo/ (a) gammaglobulinemia didapat

Pada pria dan wanita pada semua usia


Penderita mudah terkena infeksi
Terjadi hiperplasi konpensatorik sel retikulum
mengakibatkan limfadenopathi dan splenomegali

3. Hipoagammaglobulinemia sementara

Hanya ditemukan pada bayi


Merupakan peralihan pada waktu gamma globulin
yang didapat dari ibu habis dan anak harus
membentuk gamma globulin sendiri

Pirai atau Gout

Akibat gangguan metabolisme asam urat asam urat


serum meninggi pengendapan urat pada berbagai
jaringan
Asam urat merupakan hasil akhir dari pada metabolisme
purin.
Secara klinis :
Arthritis akut yg sering kambuh secara menahun
Pada jaringan ditemukan tonjolan-tonjolan disebut
tophus
Di sekitar sendi
Bursa
Tulang rawan
Telinga
Ginjal
Katup jantung

GANGGUAN METABOLISME
LEMAK

Kelebihan lemak (Obesitas)

Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme


(hipometabolisme)
Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme.
Kalori yg dibutuhkan menurun berat badan naik,
meskipun diberi makan tidak berlebihan
Lemak ditimbun pada:
Jaringan subkutis
Jaringan retroperitoneum
Peritoneum
Omentum
Pericardium
Pankreas
Obesitas memperberat hipertensi, diabetes, penyakit
jantung

Hiperlipemia

Jumlah lipid darah total dan kholesterol


meningkat
Terdapat pada :

Diabetes melitus tidak diobati


Hipotiroidisme
Nefrosis lupoid
Penyakit hati
Sirhrosis biliaris
Xantomatosa
Hiperlipidemi
Hiperkholesterolemi

Penimbunan lemak terjadi di dinding


pembuluh darah arteriosklerosis

Defisiensi lemak

Terjadi pada
Kelaparan (starvation)
Gangguan penyerapan (malabsorption) :
penyakit celiac, sprue, penyakit Whipple.
Tubuh
terpaksa
mengambil
kalori
dari
simpanannya karena intake kurang
Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan
lemak, dan hanya pada keadaan gizi buruk
akhirnya protein diambil dari jaringan
Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak,
juga difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

Pengaturan Suhu

Suhu inti
Suhu Tubuh
Suhu
permukaan

Suhu Inti
Suhu inti = suhu dari jaringan tubuh dalam
Yang termasuk dalam inti tubuh adalah
kepala, trunk,semua organ vital yang
dilingkupinya seperti jantung, ginjal,
hepar, dll.
Pengukurannya bisa diwakili di
anus/rektum juga di bawah permukaan
lidah
Suhu inti hampir selalu konstan

Suhu Kulit
Naik dan turun sesuai dengan suhu
lingkungan
Suhu yang terdapat di permukaan kulit
dan anggota badan

Suhu
Tubuh

Produksi
Panas

Kehilangan
Panas

Produksi panas
Paling utama berasal dari produk tambahan
metabolisme makanan utama
Faktor2 penting :

laju metabolisme basal dari semua sel tubuh


laju cadangan metabolisme yang disebabkan oleh
aktivitas otot, termasuk menggigil
metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh
tiroksin terhadap sel
metabolisme tambahan yang disebabkan oleh efek
epinefrin, norepinefrin, dan perangsangan simpatis
terhadap sel
metabolisme tambahan yang disebabkan oleh
meningkatnya aktivitas kimiawi di dalam sel sendiri

Produksi Panas
Ketika misal metabolisme karbohidrat:
1 mol glukosa = 686.000 kal
38 mol ATP(hsl metabolisme) = 456.000
kal
Sisa : 230.000 kal
Hukum Kekekalan Energi menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan
dan dimusnahkan danhanya dapat
diubah dari bentuk satu ke bentuk
yang lain

Enzim
Sebagai biokatalisator
mempercepat reaksi tapi
tidak ikut
bereaksi(katalisator) dan
terjadi dalam tubuh
makhluk hidup(bio)
Merupakan senyawa
protein
Bekerja spesifik
mekanisme lock&key,
induced fit
Dipengaruhi oleh suhu,
pH

Metabolism
e
Karbohidrat
Metabolism
e Makanan

Metabolism
e Lemak
Metabolism
e Protein

Metabolisme Karbohidrat
Sebagai hasil pencernaan dan absorpsi jenis
gula dan zat tepung
Glukosa didifusikan segera ke dalam
cairan jaringan dan sel, disimpan dalam hati
dan otot sebagai glikogen.
Dalam proses metabolisme karbohidrat,
insulin mengatur kadar glukosa darah

Defisiensi insulin hiperglikemia


Kelebihan insulin hipoglikemia

Absorsi :

Monosakarida darah kadar diatur oleh insulin


Oksidasi karbohidrat dalam jaringan panas dan
energi

Tahapan Metabs
Karbohidrat
1.
2.
3.
4.

Glikolisis
Dekarboksilasi Oksidatif
Siklus Krebs
Transpor Elektron

GLIKOLISIS

Berlangsung dalam SITOSOL

Reaksi yang terjadi :


Glukosa + 2NAD+ + 2ADP + 2Pi 2Piruvat + NADH +
2H+ + 2H2O + 2ATP

DEKARBOKSILASI
OKSIDATIF

ASAM PIRUVAT

KOENZIM A

ASETIL KoA + 2CO22 4H

SIKLUS KREBS

Metabolisme Lemak
Terjadi pada sel tubuh mahluk hidup
Lemak yang tidak diperlukan setelah
diabsorpsi disimpan tubuh dalam jaringan
adiposa
Didalam jaringan, lemak dioksidasi menjadi
panas dan energi
Hasil akhir : 146 molekul ATP=1.752.000 kal

Lemak dalam hati diubah menjadi gliserol


dan asam lemak
Fungsi hati pada metabolisme lemak,yaitu :

Pembentukan asam amino asetat


Pembentukan lipoprotein
Pembentukan kolesterol dan fosfolipid dalam
jumlah yang besar
Perubahan karbohidrat dan protein menjadi lemak

Enzim pencernaan yang terlibat dalam


metabolisme lemak,yaitu :
Lipase gastrict
Menghasilkan sedikit hidrolisa lemak
Lipase pankreas
Mengubah lemak menjadi gliserin dan asam
lemak

Deposit Lemak disimpan dalam 2 jaringan


tubuh utama :
1. Jaringan adiposa
. Fungsi utama : untuk menyimpan trigliserida
sampai diperlukan untuk membentuk energi
dalam tubuh.
. Fungsi tambahan : untuk menyediakan
penyekat panas untuk tubuh
2. Hati

Metabolisme Protein
Hasilkan asam amino
Jika terjadi kelebihan protein, asam amino
akan dipecah dalam hati menjadi nitrogen,
karbon,hidrogen, dan oksigen untuk
produksi panas dan energi.
Kelaparan defisiensi protein, simpanan
karbohidrat dan protein tubuh dipakai,
tubuh dan otot menjadi kurus.
Sebagai cadangan energi

Di lambung protein dipecah oleh enzim


pepsin dan HCl menjadi pepton dan oleh
enzim renin, kasein dengan bantuan enzim
pepsin dan HCl diubah juga menjadi pepton.
Di usus protein dan pepton oleh enzim
tripsin diubah menjadi polipeptida dan oleh
enzim erepsin polipeptida tersebut diubah
menjadi asam amino
Absorpsi dalam darah, dimana asam
amino mengikat nitrogen dan belerang ke
setiap sel dalam tubuh.
Hati memecah asam amino sehingga
terbentuk urea dan senyawa karbon melalui
proses oksidasi.

Protein tidak ditimbun dalam tubuh,


kelebihannya diekskresikan bersama urine.
Pengaturan metabolisme protein dilakukan
oleh sistem saraf dan sistem
endokrin.Dalam kondisi normal, hanya 15%
protein didalam tubuh yang diubah menjadi
energi

Protein di dalam tubuh mengalami turn


over

Metabolisme Vitamin dan


Mineral
Sejumlah mineral harus terdapat dalam
makanan sehari-hari untuk
mempertahankan kesehatan.
Trace element adalah elemen yang
ditenukan dalam jaringan dalam jumlah
sedikit, antara lain :

Cobalt
Yodium
Seng
Tembaga

Unsur-unsur mineral yang penting:

Chromium
Cobalt
Fluor
Yodium
Mangan
Nikel
Selenium
Silikon
Seng

VITAMIN sejenis senyawa organik


sebagai pelengkap diet untuk kesehatan,
kehidupan, dan pertumbuhan, namun tidak
berfungsi sebagai penghasil energi.
Vitamin yang larut dalam air : B dan C
Vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E, K

Kehilangan panas

Laju hilangnya panas ditentukan oleh dua


faktor :
seberapa cepat panas dapat dikonduksi dari
tempat panas dihasilkan dalam inti tubuh ke
kulit berkaitan dengan vasodilatasi dan
vasokonstriksi
seberapa cepat panas kemudian dapat
dihantarkan dari kulit ke sekitarnya sistem
penyekat tubuh

Sistem Penyekat Tubuh


Kulit, jaringan subkutan, dan terutama
lemak dari jaringan subkutan merupakan
suatu penyekat panas dari tubuh
Lemak penting karena lemak hanya
menyalurkan panas sepertiga kecepatan
jaringan lain

Aliran Darah di kulit

Pengaruh vasokonstriksi
&vasodilatasi

Radiasi

Konduksi
Kehilangan
Panas scr
Fisika
konveksi

Evaporasi

Melalui radiasi
Kehilangan panas melalui radiasi berarti
kehilangan dalam bentuk gelombang
panas infra merah, suatu jenis gelombang
elektromagnetik
Kehilangan panas melalui radiasi berkisar
60 % dari kehilangan panas total

Melalui konduksi
Konduksi adalah pemindahan panas antar
objek yang bersentuhan dapat
dikurangi dengan memakai pakaian
Pakaian akan mengurung udara di antara
kulit dan rajutan pakaian lapisan udara
panas di atas kulit terjaga
Kehilangan panas tubuh melalui konduksi ke
udara(disebut sebagai konveksi) berperan
sekitar 15 % dari kehilangan panas total

Melalui evaporasi

Evaporasi adalah pemindahan dan pengeluaran


panas melalui difusi molekul air yang
menembus permukaan tubuh ke udara
Air keluar dari permukaan tubuh melalui
perspirasi tak kasat mata yang terus
berlangsung selama difusi dari jaringan di
bawahnya dan terevaporasi tak kasat mata di
kulit
Evaporasi berperan sekitar 22 % dari kehilangan
panas total
Menjadi jalan satu-satunya kehilangan panas bila
suhu lingkungan>suhu tubuh

Pengaturan suhu tubuh


by hipotalamus
Suhu tubuh diatur hampir seluruhnya oleh
mekanisme persarafan umpan balik
Pusat pengaturan suhu terletak di
hipotalamus
Deteksi termostatik hipotalamus di area
preoptik(hipotalamus anterior)diketahui
dengan percobaan menggunakan thermode
Ketika area preoptik dipanaskanseluruh tubuh
berkeringat
Hipotalamus posterior menjumlahkan sinyal
sensoris temperatur pusat dan perifer

Mekanisme Penurunan
Temperatur tubuh

Sistem pengatur temperatur menggunakan


tiga mekanisme penting untuk menurunkan
panas tubuh ketika temperatur menjadi
sangat tinggi :
Vasodilatasi
Berkeringat
Penurunan pembentukan panas

Berkeringat

Berkeringat&Pengaturannya
oleh Sistem Saraf Otonom
Rangsangan pada area preoptik di bagian
anterior hipotalamus baik secara elektrik/
oleh panas yang berlebihan akan
menyebabkan berkeringat
Impuls dari area yang menyebabkan
berkeringat medula spinalis kulit di
seluruh tubuh

Kelenjar keringat

Kelenjar keringat
diperlihatkan
berbentuk tubular
yang terdiri dari
dua bagian :
bagian bergelung di
subdermis dalam
yang mensekresi
keringat
bagian duktus yang
berjalan keluar
melalui dermis dan
epidermis kulit

Mekanisme sekresi
keringat
Kelenjar keringat mensekresikan sekret
primer/sekret prekursor(hasil sekresi aktif
dari sel2 epitel bag. Bergelung)
2. Ketika melalui duktus, konsentrasi zat-zat
dalam cairan tersebut dimodifikasi(reabsorpsi
sebagian besar ion natrium dan klorida)
* Ketika kelenjar keringat hanya dirangsang
sedikit cairan prekursor melalui duktus
dengan sangat lambat kandungan urea,
asam laktat, ion kalsium tinggi
1.

Mekanisme Peningkatan
Temperatur tubuh

Ketika tubuh terlalu dingin, sistem


pengaturan temperatur mengadakan
prosedur yang sangat berlawanan, yaitu :
Vasokonstriksi
Piloereksi
Piloereksi berarti rambut berdiri pada akarnya.
Rangsangan simpatis otot arektor pili yang
melekat ke folikel rambut berkontraksi

Peningkatan pembentukan panas


menggigil, sekresi tiroksin, rangsangan
simpatis pembentukan panas

Gangguan pada pengaturan


suhu tubuh
Demam
Serangan panas (heat stroke)
Tubuh terpapar udara dingin yang ekstrem
Frossbite

Demam
Temperatur tubuh di atas batas normal
Disebabkan oleh kelainan di dalam otak sendiri atau
oleh bahan-bahan toksik yang mempengaruhi pusat
pengaturan temperatur
Pirogen = protein/hasil pemecahan protein, dan
beberapa zat tertentu lain, terutama toksin
liposakarida yang dilepaskan oleh bakteri, dapat
menyebabkan peningkatan set-point termostat
hipotalamus
Pirogen berasal dari degenerasi jaringan tubuh/
dilepaskan bakteri toksik/ hasil fagositosis
bakteri(pirogen endogen)
Dua fase : kedinginan dan kritis

Heat stroke
Batas kecepatan di mana walau berkeringat
maks, tapi suhu tubuh tetap meningkat
Ketika suhu hipotalamus > 106-108 derajat
Fahrenheit kemampuan mengatur panas
turun+kemampuan berkeringat berhenti
suhu tubuh terus meninggi sel2 pada
tubuh rusak organ rusak kematian
Gejala : pening, perut tidak enak/ muntah,
hilang kesadaran bila temperatur tubuh
tidak segera turun

Exposure of the Body to


Extreme Cold
Bila tidak ditangani dengan segera, orang yg
terpapar dengan air es selama hampir 20-30 menit
akan meninggal karena henti jantung/fibrilasi
jantung(suhu tubuh sekitar 77 derajat Fahrenheit)
Ketika suhu tubuh < 85 derajat Fahrenheit
kemampuan hipotalamus hilang sama sekali bahkan
sudah terganggu jika suhu tubuh sekitar 94 derajat
Fahrenheit
Kecepatan pembentukan panas pada setiap sel
ditekan 2 kali lipat setiap penurunan suhu 10 derajat
Fahrenheit
Mekanisme pengaturan panas SSP hilang(menggigil)

Frossbite
Ketika tubuh terpapar udara dingin
vasokonstriksi menurunnya aliran darah
di permukaan kulit(terutama ujung jari,
ujung daun telinga) sel2 di ujung jari
mati jari terlepas
Terutama ketika sudah terbentuk kristal es
di dalam sel

Sumber
http://www.emedicinehealth.com/frostbite/a
rticle_em.htm
Guyton&Hall, Buku Ajar FISIOLOGI
KEDOKTERAN, 1997, Jakarta :ECG
Tortora,Derrickson.Principles of Anatomy
and Physiology 12 th edition.2009