Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK FORMULASI RANSUM MENGGUNAKAN METODE MICROSOF EXCEL

Oleh :
Riyadi ismail, A.Md
0813.8493.3940
Pengawas Mutu Pakan Pelaksana - BPTU Sapi Aceh Indrapuri
Disampaikan pada Diklat Teknis Peternakan (Agribisnis Sapi Potong)
Bagi Penyuluh Pertanian, UPTB Balai Diklat Pertanian Provinsi Aceh
01 Mei 2013

Pendahuluan
Tahun 2014 insyaAllah akan menjadi tahun terpenting dalam sejarah peternakan Indonesia.
Penyebabnya adalah dicanangkannya program swasembada daging sapi dan kerbau (PSDSK) tahun
2014 oleh kementerian pertanian. Berhasil atau tidak, keduanya akan tetap menjadi sejarah. Jika
berhasil, tentu sejarah positif yang akan muncul. Namun jika tidak berhasil akan menjadi sejarah
kelam bagi dunia peternakan indonesia.
Kesungguhan pemerintah dalam mensukseskan PSDSK 2014 tidak dapat dipandang sebelah
mata. Beberapa upaya telah dilakukan seperti; pendataan ternak sapi dan kerbau secara nasional
tahun 2010, program sarjana membangun desa, program Vilage Breeding Center, berbagai pelatihan
sapi potong dll. Berbagai kegiatan tersebut yang pasti telah menghabiskan dana milyaran rupiah.
Ketika program telah dilaksanakan dan dana milyaran rupiah telah dikucurkan ternyata hal
tersebut tidak bisa menjamin keberhasilan swasembada daging. Keberhasilan hanya akan dicapai jika
masyarakat aktif mendukung upaya tersebut. Keaktifan masyarakat hanya akan maksimal apabila
mereka merasakan manfaat yang lebih besar dari peternakan ruminansia yang selama ini cendrung
dianggap sebagai kegiatan sampingan. Manfaat yang lebih besar hanya akan dirasakan ketika usaha
peternakan memberikan penghasilan lebih kepada mereka. Penghasilan lebih hanya akan diperoleh
jika usaha peternakan dikelola secara baik dan benar, salah satunya melalui pemberian pakan yang
tepat dan bernutrisi baik.
Bimbingan tentang cara penyusunan pakan ternak yang baik kepada masyarakat menjadi
tanggung jawab pemerintah, khususnya petugas penyuluh pertanian/peternakan sebagai ujung
tombaknya. Oleh karena itu alangkah baiknya jika petugas penyuluh dibekali pemahaman mendalam
tentang tata cara penyususunan pakan yang baik.
Teknik formulasi ransum menggunakan metode mocrosof excel merupakan salah satu cara
termudah dalam menyusun pakan ternak. Melalui teknik ini diharapkan petugas penyuluh akan
terlatih membuat pakan ternak yang baik, murah, efisien, dan mudah didapat dengan memanfaatkan
bahan pakan lokal yang ada di daerahnya masing.
Persiapan penyusunan ransum ternak.
Beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menyusun ransum ternak adalah :
1. Menentukan jenis dan kondisi fisiologis ternak seperti; induk, dara, jantan muda,
penggemukan dan sebagainya.
2. Mendata jenis bahan pakan ternak yang ada.
3. Memiliki data komposisi kandungan nutrisi dari bahan pakan yang akan digunakan.
4. Mengetahui batasan penggunaan bahan pakan dalam ransum.

Penyusunan pakan menggunakan mikrosof excel.


1. Misalnya, ransum yang akan disusun adalah untuk penggemukan sapi pedaging. Bobot badan
100 kg, PBB yang diinginkan 0,5 kg per hari, kebutuhan PK= 12,4%, TDN=62%, Ca = 0,48%,
P = 0,38%. Berikut table kebutuhan nutrisi sapi pedaging berdasarkan NRC 1976.

2. Alternatif bahan pakan yang digunakan adalah sebagai berikut

No Bahan Makanan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Rumput Lapang
Rumput Gajah
Jerami Padi
Daun Jagung
Daun Lamtoro
Daun Singkong
Dedak Halus
Dedak Jagung
Bekatul
Jagung
Onggok
Gaplek
Singkong
Kedelai
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Kedelai
Bungkil Biji Kapuk
Tepung Skim
Tetes

Harga
(Rp)
50
50
50
100
200
200
1,000
1,000
1,500
2,000
800
800
1,000
3,500
500
500
1,200
900
2,000
800
5,000
1,500

BK
(%)

PK
(%)

SK
(%)

TDN
(%)

Ca
(%)

P
(%)

24.4
22.2
87.5
21.0
24.8
21.6
87.7
87.8
88.0
86.8
79.8
79.5
32.3
89.5
26.6
14.6
88.6
90.3
88.1
83.9
94.0
82.4

8.20
8.69
4.15
9.92
24.20
24.10
13.00
10.00
12.80
10.8
1.87
2.6
3.3
41.20
23.50
30.30
21.30
16.80
46.90
29.60
35.20
3.94

31.7
32.3
32.5
27.4
21.5
22.1
13.9
4.5
7.1
3.5
8.9
5.7
4.2
7.9
16.0
22.2
14.2
22.6
5.9
30.0
3.0
0.4

56.2
52.4
43.2
60.0
74.4
61.8
67.9
82.3
69.9
80.8
78.3
78.5
81.8
92.8
87.2
77.9
78.7
79.0
83.2
73.7
85.5
70.7

0.366
0.475
0.413
1.240
1.680
1.540
0.086
0.086
0.079
0.234
0.260
0.170
0.260
0.390
0.882
0.882
0.165
0.165
0.376
0.519
1.330
0.882

0.230
0.347
0.292
0.234
0.210
0.457
1.390
1.390
1.230
0.414
0.160
0.090
0.160
0.839
0.141
0.141
0.616
0.616
0.718
0.582
1.090
0.141

Sumber: Sutardi - Sapi Perah dan Pemberian Makanannya

3. Pilih bahan baku yang akan digunakan, kemudian masukkan data beserta standar kebutuhan
pakan yang akan dicapai dalam mikrosof excel dengan format table seperti berikut.

No
1
2
3
4
5
6

No
1
2
3
4
5
6

Nama bahan Baku

BK
(%)
88
79.8
26.6
14.6
90.3
83.9

Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk

Nama bahan Baku

Using
(%)

BK
(%)

100

Komposisi nutrisi bahan


PK
SK
(%)
(%)
12.8
7.1
1.87
8.9
23.5
16
30.3
22.2
16.8
22.6
29.6
30

TDN
(%)
69.9
78.3
87.2
77.9
79
73.7

Hasil Perkalian
PK
SK
TDN
(%)
(%)
(%)

Harga
(Rp)
1,500
800
500
500
900
800

Harga
(Rp)

Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk
Jumlah
Standard

12,4

18

62

4. Pada table hasil perkalian, buatlah rumus penjumlahan pada setiap kolom penjumlahan.

5. Lakukan perkalian antar sel dengan contoh format berikut :

Hasil perkalian % BK
Ampas Kecap

Sel %BK amp. kecap X Sel Using amp. kecap


100

6. Masukkan persentase penggunaan bahan baku yang kita ingingkan ke dalam kolom using
dengan ketentuan persentasenya harus pas 100 %. Perhatikan table berikut;

No
1
2
3
4
5
6

Nama bahan Baku

Using

Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk
Jumlah

(%)
10
30
5
30
20
5
100

BK
(%)
8.8
23.94
1.33
4.38
18.06
4.195
61

Standard

100

Hasil Perkalian
PK
SK
TDN
(%)
(%)
(%)
1.28
0.71
6.99
0.561
2.67
23.49
1.175
0.8
4.36
9.09
6.66
23.37
3.36
4.52
15.8
1.48
1.5
3.685
17
17
78
12,4

18

62

Harga
(Rp)
150
240
25
150
180
40
785
-

7. Jika kandungan nutrisi yang diperoleh lebih tinggi atau lebih rendah dari standard, maka kita
dapat menyesuaikannya dengan mengatur penggunaan bahan. Perhatikan table hasil
perubahannya di bawah ini ;

No
1
2
3
4
5
6

Nama bahan Baku

Using

Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk
Jumlah

(%)
25
30
5
15
20
5
100

BK
(%)
22
23.94
1.33
2.19
18.06
4.195
72

PK
(%)
3.2
0.561
1.175
4.545
3.36
1.48
14

Standard

100

12,4

Hasil Perkalian
SK
TDN
(%)
(%)
1.775
17.475
2.67
23.49
0.8
4.36
3.33
11.685
4.52
15.8
1.5
3.685
15
76
18

62

Harga
(Rp)
375
240
25
75
180
40
935
-

8. Perubahan penggunaan bahan dapat terus dilakukan hingga diperoleh kandungan nutrisi
yang pas sesuai standard dan memiliki harga yang paling murah. Untuk memperoleh harga
yang lebih murah, atau menurunkan kandungan nutrisi yang terlalu tinggi dapat pula
dilakukan penambahan bahan baku pakan.
9. Untuk memperindah tampilan lakukan pemberian warna pada table kerja sebagai berikut.

No
1
2
3
4
5
6

No
1
2
3
4
5
6

Nama bahan Baku

BK
(%)
88
79.8
26.6
14.6
90.3
83.9

Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk

Nama bahan Baku


Bekatul
Onggok
Ampas Kecap
Ampas Tahu
Bungkil Kelapa Sawit
Bungkil Biji Kapuk
Jumlah
Standard

Using

Komposisi nutrisi bahan


PK
SK
(%)
(%)
12.8
7.1
1.87
8.9
23.5
16
30.3
22.2
16.8
22.6
29.6
30

(%)
25
30
5
15
20
5
100

BK
(%)
22
23.94
1.33
2.19
18.06
4.195
72

PK
(%)
3.2
0.561
1.175
4.545
3.36
1.48
14

100

12,4

TDN
(%)
69.9
78.3
87.2
77.9
79
73.7

Hasil Perkalian
SK
TDN
(%)
(%)
1.775
17.475
2.67
23.49
0.8
4.36
3.33
11.685
4.52
15.8
1.5
3.685
15
76
18

62

Harga
(Rp)
1,500
800
500
500
900
800

Harga
(Rp)
375
240
25
75
180
40
935
-

Mudah kan???
Selamat mencoba.

TERIMA KASIH