Anda di halaman 1dari 13

PENGGUNAAN SISTEM PENCITRAAN

COMPUTED RADIOGRAPHY (CR) UNTUK


MENENTUKAN DOSIS RADIASI PADA
PASIEN DENGAN PEMERIKSAAN
MENGGUNAKAN SINAR-X

Fuji Hernawati Kusumah


(20214023)
Stephanie Tarumingkeng(20214020)
1

A. Pendahuluan
menggunaka
n

Pencitraan
konvensiona
l

plat
film

Computed
Radiograph
y (CR)

terka
it

Kontras
yang tidak
bagus

sehingg
a

Dosis
Radiasi
bertambah
Membantu
para
radiolog
dosis

Memperkirakan
radiasi yang realistis
dan menentukan
Diagnostic Reference
Levels (DRLs) atau Dose
Guidannce
Levels(DGLs)

sehingg
a

Tidak
membahayaka
n pasien

B. Kajian Pustaka
Computed

Radiography (CR) adalah


metode pencitraan hasil radiasi dimana
proses pengolahan gambarnya dibantu
oleh komputer.
Proses radiasi yang dilakukan pada
teknik CR ini sama saja seperti proses
radiasi
secara
konvensional,
perbedaannya hanya terletak pada
penggunaan plat filmnya.

B. Kajian Pustaka

Gambar 1. Skema Proses Pembacaan Citra dengan


Teknik CR1

C. Material dan Metode


1. Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang dibahas dalam kajian
ini adalah analisis data statistik, dengan
data yang dianalisis adalah data dosis
radiasi dari 1.875 pasien yang telah
menjalani 21 jenis pemeriksaan X-ray
berbasis CR dari berbagai rumah sakit.
Data-data ini kemudian disajikan dalam
bentuk grafik yang berisi nilai terkecil,
kuartil pertama (Q1), median (atau kuartil
kedua, Q2), kuartil ketiga (Q3), dan nilai
terbesar.
5

C. Material dan Metode


2. Sistem Pencitraan
Besaran
yang diukur adalah dosis
radiasi pasien
Plat film digunakan untuk merekam citra
hasil radiasi
Fuji
CR sistem digunakan untuk
membaca juga menganalisis citra pada
plat film.
Pengukuran output radiasi dan uji QA
(Quality Assurance) parameter mesin ini
menggunakan Si PIN dioda berbasis
radiasi dosimeter.
6

C. Material dan Metode


3. Kualitas Mesin
Mesin sinar-X yang digunakan selalu
dikontrol dan diperiksa secara berkala
sebelum digunakan.
Pemeriksaan diulangi setiap 3 bulan
untuk jangka waktu 2 tahun sambil
mengumpulkan data dosis pasien untuk
penelitian ini.
Parameter kinerja mesin sinar-X yang
diperiksa : akurasi energi berkas sinarX, beam current and time, konsistensi
output, beam alignment, kesesuaian
bidang optik dan radiasi, HVL dan 7

C. Material dan Metode


4. Pasien dan Parameter Khusus dari
Mesin
pengukuran ESD bergantung pada
parameter teknis dari mesin yang
digunakan, seperti tegangan tabung
atau energi berkas radiasi (kVp),
arus
tabung
(mA),
waktu
penyinaran (msec), Focus to Skin
Distance atau FSD (cm), field size
atau ukuran medan.2
8

C. Material dan Metode


5. Teknik Estimasi ESD

D. Hasil dan Pembahasan


Tabel 1. Distribusi ESD dalam Tiga Kuartil 2

10

D. Hasil dan Pembahasan


Tabel 2. Perbandingan Nilai ESD Hasil Penelitian dengan DGLs
Institusi Lainnya2

11

E. Kesimpulan
1.

2.

Computed Radiography (CR) merupakan teknik


pencitraan hasil radiasi yang menggunakan
bantuan komputer sehingga dihasilkan kualitas
citra yang lebih baik, lebih ekonomis dalam
penggunaan plat film, dan menggunakan
penyinaran berulang yang lebih sedikit jika
dibandingkan dengan teknik radiasi secara
konvensional.
Penentuan
DGLs
dari
radiasi
sinar-X
menggunakan metode analisis statistik ini
menghasilkan variasi perbandingan nilai ESD
hasil penelitian dengan DGLs yang dianjurkan,
namun beberapa jenis diantaranya mendekati
nilai DGLs yang dianjurkan.
12

F. DAFTAR PUSTAKA
1.

2.

A.R. Cowen, A.G. Davies, dan S.M.


Kengyelics, Advances in computed
radiography
systems
and
their
physical
imaging
characteristics,
Clinical Radiologi 62, 1132-1134
(2007).
S. Reena et al., Radiation dose to
patients from X-ray radiographic
examinations
using
computed
radiography
imaging
system,
J.
Medical Phys. 40, 29-37 (2015).
13