Anda di halaman 1dari 20

Arsip untuk ‘kebumian’ Kategori

Kedalaman dan Ketebalan


Oktober 21, 2007

Data dalam ilmu kebumian selalu berkaitan dengan kedalaman dan ketebalan. Oleh karena itu,
seorang ahli ilmu kebumian harus mempunyai kemampuan untuk menentukan kedalaman dan
ketebalan.

Kedalaman sendiri sebebarnya adalah lokasi sebuah titik, yang diukur secara vertikal terhadap
ketinggian titik acuan.

Dalam ilmu Geofisika misalnya. Dikenal klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman. Menurut
Fowler, 1990, klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman fokus adalah :

1.Gempa dangkal : kedalaman fokus gempa kurang dari 70 km

2.Gempa sedang : kedalamanan fokus gempa kurang dari 300 km

3.Gempa dalam : kedalaman fokus gempa lebih dari 300 km (kadang-kadang lebih dari 450 km)

Seperti halnya kedalaman, kemampuan untuk menentukan ketebalan juga sangat diperlukan
dalam ilmu kebumian. Dengan mengetahui cara menghitung ketebalan, ahli kebumian bisa
menyelidiki ketebalan lapisan-lapisan penyusun bumi sehingga kita bisa mengetahui bahwa
ketebalan kerak bumi mencapai 100 km, ketebalan matel adalah sekitar 2900 km, liquid outer
core sekitar 2200 km, dan solid inner core sekitar 1250 km.

picture by wikipedia
Analisis geometri akifer (aquifer : lapisan yang dapat menyimpan dan mengalirkan air dalam
jumlah yang ekonomis. Contoh : pasir, kerikil, batupasir, batugamping rekahan.) juga melibatkan
analisis kedalaman dan ketebalan.

Jadi jelaslah bahwa sangat bermanfaat sekali, khususnya bagi orang-orang yang mempelajari
ilmu kebumian, untuk mengetahui (cara) dan menentukan kedalaman. Karena mempelajari bumi
berarti mempelajari segala yang ada di dalamnya. Dan itu berhubungan langsung dengan
kedalaman dan ketebalan.

Referensi

http://http://www.pirba.ristek.go.id/det.php?id=4

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1030986000&34

http://http://72.14.235.104/search?q=cache:B5UgCE2vrygJ:jurnalsipil

-ukm.tripod.com/v2n2_2theo_ari.pdf+ketebalan+inner+core&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id

www.appliedgeology.itb.ac.id/static/lab/hg/modul1.pdf

Ditulis dalam kebumian | 3 Komentar »

Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?


September 30, 2007

Semua orang pasti tahu bahwa bumi ini dinamis terhadap benda lain di tata surya. Bumi bergerak
berputar mengelilingi matahari. Dan bersama matahari mengelilingi galaksi Bimasakti (milky
way). Ternyata bumi dan matahari bersama bintang-bintang dan planet lain di galaksi ini juga
bergerak saling menjauh dengan galaksi lain (teori big bang).

Namun, ternyata bumi itu sendiri dinamis. Apakah buktinya bahwa bumi ini dinamis?
(lagi…)

Ditulis dalam kebumian | 20 Komentar »

Gaya Endogen dan Eksogen Sangat Berjasa Bagi Kehidupan Manusia


September 21, 2007

Semua pasti tahu bahwa Bumi ini tidak statis, tetapi dinamis. Hal itu ditandai dengan -salah
satunya- banyaknya siklus di permukaan dan di bawah permukaan Bumi. Diantara siklus-siklus
itu antara lain adalah siklus Batuan (Rock Cycle) dan daur Hidrologi (siklus air).

Pertanda lain bahwa bumi itu dinamis adalah adanya pergerakan lempeng bumi relatif terhadap
lempeng lainnya. Kita telah mengetahui bahwa kerak Bumi (crust) ini terdiri dari retakan-
retakan. Retakan-retakan ini disebut lempeng. Hal ini diungkapkan oleh seorang geologist yang
bernama Alfred Wegener dalam teorinya yang bernama Continental Drift Theory (Teori
Pengapungan Benua).

Setelah mengetahui fakta bahwa Bumi ini dinamis, maka kita bisa menyimpulkan bahwa pasti
ada banyak gaya yang terdapat di Bumi. Menurut letaknya, ada dua gaya yang bekerja di Bumi
ini : Gaya Endogen dan Gaya Eksogen.

Gaya Endogen adalah gaya yang bekerja di dalam Bumi. Gaya Endogen (kompresi dan
tensional) dapat menyebabkan berubahnya struktur geologi bawah permukaan. Lapisan yang
semulanya relatif sejajar dengan tanah, bisa saja menjadi melengkung dan menjadi lipatan (fold)
akibat gaya kompresi.

Gaya Eksogen adalah gaya yang bekerja di permukaan Bumi. Gaya ini dapat berupa pengikisan-
pengikisan oleh air, angin, dan lain-lain.

Untuk lebih memahami Gaya Endogen dan Eksogen, mari kita lihat gambar di bawah ini :
Terlihat bahwa pada awalnya sebelum gaya Endogen bekerja, lapisan itu tampak normal. Namun
setelah gaya Endogen bekerja lapisan itu mengalami lipatan dan terbentuklah struktur antiklin
dan sinklin. Lapisan yang telah mengalami gaya Endogen ini disebut Morfologi awal.

Lalu setelah lapisan itu terlipat, gaya Eksogen mulai bekerja. Terjadilah pengikisan tanah oleh
air (bisa saja disebabkan oleh banjir) sehingga tersibaklah stratigrafinya (morfologi akhir).

Lalu makna apa yang bisa kita simpulkan dari adanya gaya Endogen dan gaya Eksogen ini?

Manusia sangat perlu berterima kasih kepada Tuhan YME karena telah mengadakan kedua gaya
di atas. Kesejahteraan manusia sangat bergatung kepada gaya dalam dan luar itu. Kita semua
tahu bahwa akumulasi minyak dan gas Bumi biasanya ada pada struktur lipatan antiklin. Oleh
karena minyak dan gas bumi itu terkumpul di situ, manusia bisa mengebornya. Bayangkan jika
lapisan bumi itu lurus dan sejajar saja. Jasad renik yang telah membusuk dan mengalami proses
fisika kimia yang panjang itu pasti tidak bisa kita manfaatkan. Kandungan minyak pasti
menyebar. Mustahil mengebornya satu-satu.

Gaya Endogen yang menyebabkan terjadinya lipatan itu juga sangat berjasa bagi pariwisata
negara kita khususnya. Daerah pegunungan biasanya dijadikan tempat wisata. Dan itu
memberikan manfaat yang besar bagi negara dan masyarakat sekitar.

Begitu juga dengan gaya Eksogen. Setelah stratigrafi suatu daerah tersibak, terlihatlah sumber
daya alam, seperti emas dan batubara, yang selama ini terpendam di bawah permukaan.

Jadi jelaslah bahwa gaya Endogen dan Eksogen sangat berjasa bagi kehidupan manusia.

Ditulis dalam kebumian | 12 Komentar »

Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?


By morishige

Semua orang pasti tahu bahwa bumi ini dinamis terhadap benda lain di tata surya. Bumi bergerak
berputar mengelilingi matahari. Dan bersama matahari mengelilingi galaksi Bimasakti (milky
way). Ternyata bumi dan matahari bersama bintang-bintang dan planet lain di galaksi ini juga
bergerak saling menjauh dengan galaksi lain (teori big bang).

Namun, ternyata bumi itu sendiri dinamis. Apakah buktinya bahwa bumi ini dinamis?

Mari kita lihat beberapa buktinya:

Bukti pertama adalah adanya bermacam siklus di bumi. Siklus tersebut antara lain adalah
siklus batuan (Rock Cycle) dan siklus Air.

• Siklus batuan.
Jika ditelaah lebih dalam, akan sulit untuk menemukan titik awal suatu siklus (namanya saja
putaran). Nah, untuk memudahkan kita mempelajari siklus ini, kita mulai bahasannya dari
sebuah gunung berapi.

Ketika gunung berapi meletus, akan keluar lahar yang suhunya sangat panas. Lama kelamaan
lahar tersebut membeku dan membentuk batuan beku (igneous rock).

Jika terkena suhu dan tekanan yang tinggi, batuan beku tersebut akan berubah menjadi batuan
metamorf (metamorphic rock). Sedangkan jika terkena gaya eksogen (erosi, pelapukan), dan
mengalami pengompakan dan sementasi, akan menjadi batuan sedimen (sedimentary rock).
Batuan sedimen jika terkena suhu dan tekanan yang tinggi juga akan berubah menjadi batuan
metamorf.

Nah, pada saat terjadi subduksi (penunjaman, lempeng benua dan lempeng samudra beradu.
Karena lempeng benua lebih keras, lempeng samudra menunjam ke bawah), batuan metamorf
yang terkubur di sekitar zona subduksi akan meleleh. Voila..!!! Jadilah magma. Lama kelamaan
terbentuk gunung berapi. Jika gunung berapi itu meletus, akan keluar lahar.

Siklus itu terjadi berulang-ulang.

• Siklus Air (Daur Hidrologi)


Ketika matahari sedang dengan teriknya menyinari bumi, sebagian air di lautan menguap. Di
kemudian uap tersebut mengalami kondensasi (pengembunan). Terjadilah awan. Karena
perbedaan tekanan, awan tersebut bergerak ke daratan.

Di daratan, awan yang membawa uap air itu turun ke bumi menjadi hujan. Air hujan itu sebagian
ada yang meresap ke tanah -menjadi air tanah- dan mengalir melalui aliran-aliran tertentu
(sungai). Aliran sungai itu akan berakhir di muara. Begitulah siklus air berlangsung.

Bukti yang lain adalah seringnya terjadi gempa bumi.

Kita tahu bahwa permukaan bola bumi ini tidak bulat mulus, melainkan retak-retak seperti telur.
Retakan-retakan ini disebut lempeng (crust). Ada lempeng benua (continental crust) dan ada
lempeng samudra (oceanic crust). Banyak lempeng di bumi ini. Lempeng tersebut berinteraksi
satu sama lain. Interaksi lempeng tersebut dikendalikan oleh arus konveksi yang ada pada lapisan
mantel Bumi. Untuk mengetahui labih jauh tentang lempeng bumi, bacalah artikel tentang
continental drift theory ini.

Jika dua buah lempeng berinteraksi, terjadilah gempa. Interaksi dua buah lempeng juga lah yang
menyebabkan terbentuknya gunung berapi (proses subduksi).

However, masih banyak bukti-bukti lain yang menjelaskan bahwa bumi itu dinamis. Namun
karena keterbatasan ide waktu, baru dua buah bukti di atas yang bisa kuungkapkan.

Tulisan ini dikirim pada pada September 30, 2007 1:07 pm dan di isikan dibawah kebumian. Anda dapat
meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website
anda.

20 Tanggapan ke “Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?”


1. Gaya Endogen dan Eksogen Sangat Berjasa Bagi Kehidupan Manusia « Jejaka
Petualang Berkata:

Cari
Search:

• the author

The name is Morishige. A twenty something young boy. The hobby is


travelling. And hiking. And reading. And watching film. And playing guitar.


• my twitter
o @gypsibelle :D belum ketemu nih sama orang yang minjem. tapi yang kedua
selalu available. ntar deh saya kabarin.. :D 2 days ago
o #nowreading Percy Jackson and The Olympians: Sea of Monsters 2 days ago
o don't leave me high, don't leave me dry 2 days ago
o seandainya saya cuma sayang kamu karena kamu cantik, sudah dari dulu saya
berpaling dari kamu karena banyak sekali yang cantik di dunia ini 5 days ago
o tough day. huff.. 5 days ago
o great monday morning #ilovemonday 5 days ago
o love, one day again I'll have to try #nowplaying Jamie Cullum - Mind Trick
6 days ago
o Ending Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief mengandung pesan
bagus: Hero juga manusia, takut kesepian. :D 6 days ago
o Oh, jadi kuch2 hota hai itu ceritanya begitu y.. *manggut2* 1 week ago
o Suara gadis itu seperti... seperti.. err, seperti apa ya? hahaha... 1 week ago


• recent posts
o Langkah (42): Madura, Lebih Panas Daripada Surabaya
o Langkah (41): Dreamland
o Langkah (40): Sukawati – Apa Saja Yang Bisa Dibeli?
o Langkah (39): Kintamani – Bali Bukan Cuma Pantai
o Langkah (38): Another Day in Kuta
o Langkah (37): Terapi Emosi di Kebun Raya Eka Karya – Bali Bukan
Cuma Pantai
o Langkah (36): Pura Ulun Danu Beratan – Bali Bukan Cuma Pantai
o Book: The Naked Traveler 2
o Langkah (35): Kamera Kejutan
o Langkah (34): Memory’s Forever
• kategori

• arsip

• hits
o 69,259 netters
• komentar
Agung Pushandaka on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

dhodie on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

annosmile on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

indra1082 on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

Cipu on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

Okkots on Langkah (42): Madura, Lebih Pa…

• blogroll
o Ade's Expotulating
o Ade's I Spy
o Adhadi Praja
o Adil Makmur
o Adinda
o Adyatma
o Affcell
o Afif
o Afilia
o Agustinus Wibowo
o Al Maskaty
o Alaya
o Ale
o Alex
o Alex Aceh
o Alfaro Lamblawa
o Amd
o Anak Rimba
o Angga Franniko
o Antobilang
o Astri
o Bachtiar
o Ben Bego
o Brapio Love's
o Budi Rahardjo
o Bundo
o Cafeblogger
o Cak Moki
o Cantigi
o Caplang
o Casrudi
o Celetukan Segar
o Chika
o Chrisibiastika
o Cipu
o Coffee Affair
o Coretan Pinggir
o Danalingga
o Darma Eka
o Della
o Den Mas
o Devino
o Dhe'
o Dian Purnomo
o Dins
o Djoko Santoso
o Dongeng Geologi
o Dy
o Elmoudy
o Elrangga
o Enda Nasution
o Erander
o Escoret
o Eskopidantipi
o Evelyn
o Fahmi Fajar
o Fauza
o Fertobhades
o Georgetterox
o Gimbal
o Gimbal RockaVeller
o Goenawan Mohammad
o Goop
o Hanna Fransisca
o Healthy Blog
o Hoekgirang
o Imelda Coutrier
o Imil
o Ina
o Indonesia Matters
o Indonesia Menulis
o Inggit
o Intan
o Inung Halaman Samping
o Ira
o Irayani Queency Putri
o Irene Santi
o Jenderal Bayut
o Jho Sbastian
o Jie
o Joyo
o Kang Tutur
o Kidung Jingga
o Kweebee
o Langitjiwa
o Lei Hermawan
o Li'l Angel Sing
o Lika
o Luigi Pralangga
o M. Shodiq Mustika
o Maistropro
o Mang Kumlod
o Marshmallow
o Masmpep
o Matatita
o Mbelgedez
o Merzy Rider
o Mira Marsillea
o Mulut
o Mutia Mahda
o Muzdalifah Muhlan
o Nadya
o Nahdhi Omahmiring
o Nana
o Neng Ratna
o Neo Forty-Nine
o Ngupingjakarta
o Niez
o Nofie Iman
o Nurussadad
o O-Mai-Gat
o Odi Gusviyan
o Pakacil Banjarbaru
o Paman Tyo
o Payjo
o Pilar
o Planet Orange
o Prabu Dian Sori
o Pratanti
o Pushandaka
o Qzink666
o Ria
o Rifu
o Rita Susanti
o Riyanti
o RMY
o Ruthwijaya
o Sachroel
o Sakurata
o Sara
o Sash
o Saskhya Aulia Prima
o Siawhietji
o Siwi
o Soulmate
o Surau Inyiak
o Suryotomo
o Sweetheart Onigiri
o Syafriadi
o Takochan
o Trinity
o Tukangkopi
o Uncle Goop
o Urip Helgeduelbek
o Wadehel
o WhoDoYouThinkHeAre
o Wimar Witoelar
o Zam Matriphe!
o Zamrud Khatulistiwa Expedition
o Zons

Blog pada WordPress.com.


Masukan (RSS) dan Komentar (RSS).

Satu lagi seminar yang saya hadiri saat di Indonesia bulan kemarin. Seminar “Dampak
Sirkulasi Air Pendingin terhadap Ekosistem Laut” yang diadakan oleh Jurusan Teknik
Lingkungan ITB bekerja sama dengan PT Power Indonesia (anak perusahaan PLN) dan sebagai
pelaksananya adalah Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ini bertempat di Aula Barat ITB
pada tanggal 23 November 2006. Pada seminar ini saya hanya sebagai pendengar, itupun
mendadak juga

Latar belakang seminar ini adalah rencana pembangunan kelistrikan Indonesia khususnya di
Jawa, Madura, dan Bali dengan target total 10000 MW. Wow..bukan suatu yang kecil kan? Dan
itu akan diimplentasikan ke banyak PLTU yang akan dibangun sepanjang pantai barat pulau
Jawa hingga ke Bali. Sementara kita tahu sistem pembangkit listrik tenaga uap memerlukan air
pendingin sebagai penggerak turbin dan hasil pembuangan yang keluar adalah air dengan suhu
yang meningkat dapat lebih dari 8-10°C, yang tentunya meninggkat dari suhu air laut sekitarnya.

Inti dari seminar ini bertujuan untuk melihat seberapa besar limbah panas buangan dari suatu
sistem PLTU dan bagaimana akibatnya terhadap lingkungan laut itu sendiri. Keterbatasan yang
ada adalah belum adanya ketentuan batas baku mutu air limbah panas ini dari Kementrian
Lingkungan Hidup Indonesia. Dari banyaknya sebab dan akibat, serta keterbatasan itu yang
diinginkan adalah pertimbangan penentuan batas baku mutu air limbah panas, solusi
pengurangan dampak negatifnya hasil buangan limbah panas tersebut beserta perhitungan
nominal jika solusi diberikan.

Tidak semua materi akan saya ulas disini, karena terus terang saya tidak punya ilmu tentang
mesin pembangkit listrik ini, sehingga tidak banyak tahu. Demikian juga mengenai perhitungan
secara ekonomis, untung dan ruginya pengelolaan yang dilakukan PT Power Indonesia dengan
kenaikan setiap 1°C air lautnya. Berhubung saya bidangnya ‘cuma’ modelling oseanografi, maka
tentang model yang ingin saya ulas disini. Jika ada yang berminat pembahasan yang lain, saya
dapat CD semua presentasinya. Bisa diminta via email ke saya atau ke panitianya langsung
(hehe.. )

Ada 2 peserta memberikan pendekatan hasil perhitungan penyebaran limbah panas ini
berdasarkan model matematika 2D yang salah satunya dilakukan di Program Studi Oseanografi
oleh tim Dr. Dadang K. Mihardja dan tim Dr. Hang Tuah dari Jurusan Sipil (atau Teknik
Kelautan ya? saya gak yakin..hehe harap maklum dah lama tidak berhubungan dengan orang dari
jurusan lain) ITB. Untuk perairan laut Jawa pendekatan model 2D ini masih bisa diterima karena
daerah perairan dangkal dan dapat dikatakan tercampur sempurna. Demikian juga tenaga
penggerak angin yang relatif konstan di perairan laut Jawa sesuai musim yang berlangsung.

Namun menjadi lain jika ada ketidakseimbangan akibat temperatur air yang dibuang lebih tinggi
dibandingkan dengan air laut sekitar dalam hitungan waktu (debit outletnya). Tentunya hal lain
yang menjadi penting harus kita tinjau adalah mixing zone daerah percampuran akibat temperatur
tinggi yang rasanya kurang tepat jika ditinjau hanya menggunakan model 2D. Percampuran
vertikal perlapisan juga akan menjadi signifikan. Belum lagi interaksi dengan atmosfer yang
dapat dikatakan perubahan per waktu (jam-nya) bisa menjadi penting, dimana suhu udara,
kelembaban, besarnya kecepatan angin termasuk faktor yang dominan didaerah mixing ini.
Perubahan densitas air laut sendiri akan berubah akibat penambahan suhu air buangan ini ke laut,
yang tentunya juga dapat mengubah sirkulasi air lautnya.

Di perairan bagian barat (Selat Sunda) hingga sepanjang selatan Pulau Jawa yang termasuk
Samudra Hindia (laut dalam), tentunya pendekatan dengan 2D menjadi lebih tidak signifikan
lagi. Model 3D baroklinik sangat diperlukan disini, sehingga tinjauan perubahan densitas,
perubahan kecepatan angin, dan perubahan sirkulasi air lautnya dapat disimulasikan dengan baik
dan mendekati kondisi fisik air lautnya.

Pertimbangan seperti itu rasanya diperlukan untuk memberikan informasi lingkungan yang lebih
akurat.

(note : tidak ada foto dari seminar ini, karena mendadak dan kebetulan tidak bawa kamera)

Kami menghadirkan kepada Anda Prof. William W Hay, ahli geologi Universitas Colorado,
Boulder, Colorado, Amerika Serikat. Sebelumnya dia, sebagai Dekan Rosentiell School of
Marine dan Atmospheric Science di Universitas Miami, Miami, Florida, Amerika Serikat. Kami
pergi dengannya pada ekspedisi laut untuk menunjukkan kepada kami beberapa fenomena yang
berhubungan dengan penelitian kami, keajaiban ilmiah dari al-Quran dan Sunnah. Kami
menanyakannya tentang permukaan laut, pembatas antara bagian atas dan bawah laut, dasar
samudera, dan geologi laut. Kami juga menanyakan kepada Profesor Hay tentang pembatas air
yang bercampur antara air laut dan air sungai. Dia cukup baik dalam menjawab pertanyaan kami
secara detail. Dalam kaitannya dengan pencampuran antara laut yang berbeda, dia menjelaskan
bahwa dalam kumpulan air ini bukanlah laut yang homogen sebagaimana yang terlihat. Laut-laut
itu agak berbeda, yang membedakan adalah kadar garam yang bermacam-macam, suhu, dan
berat jenis. Jika dilihat dengan mikroskop akan terlihat garis putih yang merupakan percampuran
antara dua air laut yang berbeda. Masing-masing percampuran ini membagi dua laut yang
berbeda dalam suhu, kadar garam, berat jenis, biologi laut, dan kadar oksigen yang larut.
Ilmuwan pertama melihat gambar, sebagaimana yang Anda lihat, pada tahun 1942, setelah
beratus-ratus tahun tempat penelitian laut itu didirikan. Di sinilah kita lihat perbedaan antara
Laut Tengah dan Samudera Atlantik.

Pada foto, kita lihat segitiga yang berwama. Ini adalah dasar batu Gibraltar. Kita dapat
mengamati perbedaan warna kedua kumpulan air, meskipun dengan mata telanjang manusia
tidak dapat merasakan kealamiannya. Hal itulah yang mungkin dengan alat satelit fotografi dan
teknik kegunaan remote. Foto yang dibuat di sini diambil dengan menggunakan satelit,
khususnya yang berkaitan dengan panas dari kumpulan air yang berbeda-beda. Dan alasan inilah
mengapa laut terlihat memiliki warna yang berbeda. Sebagaimana contoh, kita di sini melihat
biru muda, biru tua, dan hitam. Kumpulan air yang lain menunjukkan warna hijau. Perbedaan
warna itu menunjukkan perbedaan suhu dari permukaan laut. Akan tetapi, sebagaimana yang kita
ketahui semua, samudera dan laut akan terlihat dengan warna biru di hadapan mata kita.
Percampuran ini hanya dapat dilihat dan diterima dengan penelitian ilmiah dan teknologi
modern. Allah telah menjelaskan kepada kita di dalam al-Quran bahwa:

“Dia membiarkan (maraja) dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara
keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing ” (QS ar-Rahman: 19 – 20)

Secara tradisi, ada dua tafsiran utama dari ayat ini. Yang pertama, menunjukkan dengan
mengikud arti harfiah dari istilah maraja, laut yang bertemu dan bercampur dengan yang lain.
Akan tetapi, pada kenyataannya al-Quran melanjutkan pengertian itu bahwa ada pembatas antara
mereka. Arti pembatas ini secara sederhana mencegah laut dari melanggar hal keduanya atau
penggenangan dengan yang lain.

Pendukung pendapat kedua, menanyakan bagaimana bisa ada pembatas antara laut yang mana
mereka tidak melanggar satu dengan yang lain. Sedangkan ayat ini menunjukkan bahwa laut
saling bertemu? Mereka menyimpulkan bahwa laut tidak bertemu dan mencari arti lain dari
istilah maraja, tetapi sekarang ilmu pengetahuan modern menunjukkan kita dengan informasi
yang cukup untuk menyelesaikan persoalan ini. Laut tidak bertemu sebagaimana yang kita lihat,
sebagaimana contoh di dalam gambar Mediterranean dan Samudera Atlantik. Meskipun ada
pembatas air yang condong di antaranya, kita sekarang tahu bahwa melalui pembatas ini air dari
masing-masing laut itu melintasi yang lain. Tetapi ketika air dari laut satu memasuki laut yang
lain, akan kehilangan sifat tersendirinya dan menjadi sejenis dengan air yang lain. Pada suatu
jalan, pembatas ini menjalankan sebuah peralihan area sejenis untuk dua macam air.

Inilah sebuah contoh yang unggul dari penelitian ilmiah modern Islam. Dengan demikian teknik
modern dapat digunakan untuk menunjukan bahwa al-Quran tidak ada bandingannya. Kami
mendiskusikan ayat ini dan beberapa ayat yang lain yang sangat panjang dengan Profesor Hay
dan kemudian kami menanyakan kepada beliau pertanyaan sebagai berikut: “Apakah pendapat
Anda tentang fenomena ini, yakni teks yang telah Anda miliki sekarang yang telah diturunkan
pada 1400 tahun yang lalu dan menggambarkan secara mendetail rahasia alam semesta yang
mana tidak seorang pun pada waktu itu yang pernah mengetahuinya secara sederhana karena
teknik dan peralatan yang tersedia?

Profesor Hay menjawab: “Saya mendapatkan hal yang sangat menarik bahwa informasi
semacam ini di dalam kitab Injil kuno dari kitab al-Quran dan saya tidak rnemiliki cara
mengetahui mereka datang dari mana, tetapi saya pikir hal ini luar biasa menarik dan pekerjaan
ini akan berlanjut untuk menemukannya, arti dari beberapa bagian ini. ” Dia ditanyai:
“Kemudian Anda telah menolak dengan mutlak hal ini berasal dari sumber manusia. Siapa yang
Anda pikiirkan informasi seperti ini dari sumber yang asli?” Profesor Hay menjawab: “Baik,
saya berpikir pasti ini berasal dari Tuhan. “
Sebenarnya ini adalah pengetahuan Ketuhanan yang diturunkan Allah untuk mendukung pesan
Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau bersabda:

“Setiap Rasul telah diberi sesuatu untuk membuat umatnya percaya kepadanya. Tetapi aku diberi
petunjuk oleh Allah, dan aku berbarap, aku akan memiliki pengikut paling banyak di hari kiamat.
” (HR Bukhari)

Petunjuk ini berisi keajaiban dan tetap dipegang teguh sebagai buku kepada manusia sampai
akhir zaman.

tags: 2008, astronomi, baru, earth science, geografi, geologi, hidrologi, ieso, IESO 2009,
kebumian, LOSI 2008, olimpiade, olimpiade kebumian, olimpiade kebumian 2009, olimpiade
sains kebumian 2009, oseanografi, OSN, OSN 2009, OSN kebumian, OSN Kebumian 2009,
sains, taiwan
by pak rudy
4 rumbai

Bagi yang memerlukan pembahasan Olimpiade Kebumian tingkat Internasional silakan menuju
tautan berikut yang disiapkan oleh Teknik Geologi UGM dengan klik bagian ini saja

Silakan menuju ke alamat di atas untuk mengunduh soal olimpiade kebumian internasional serta
silabusnya !

Menuju IESO 2009 di Taiwan, berikut link yang menarik untuk didownload mengenai Taiwan
…. link 1 link 2 link 3

atau

• Newsletter No. 3 (April) tahun 2009

• Newsletter No. 2 (February) Tahun 2009


• Newsletter No. 1 (Desember) 2008

Contoh Soal Tertulis (soal akhir) IESO 2008 – Contoh soal praktikum ISEO 2008 (klik
kanan “save as” saja … )

Catatan mengenai olimpiade kebumian yang dikelola oleh Teknik Geologi Universitas Gadjah
Mada silakan dibaca disini

Lebih kurang seminggu yang lalu saya mendapatkan informasi bahwa kegiatan Lomba
Olimpiade Sains yang bulan April 2008 ini akan memasuki tahap seleksi kabupaten/ kota
mempunyai cabang baru yaitu Olimpiade Kebumian, sebagai ajang kompetisi yang meliputi
geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi, dan astronomi.
Kegiatan ini dipayungi International Geoscience Education Organization (IGEO). Olimpiade
Kebumian atau yang nama internasionalnya International Earth Science Olympiad (IESO 1st)
baru pertama kali diselenggarakan di Daegu, Korsel tanggal 7-15 Oktober 2007 dengan prestasi
yang diraih utusan Indonesia dengan 4 siswanya berupa medali perunggu. (Lumayan untuk
pemula). Rambu-rambu soal tertulisnya

IESO ke-2 diselenggarakan september 2008 di Filipina dan IESO ke-3 di Taiwan tahun 2009.
Siswa Indonesia dalam IESO Ke-1 di Daegu, Korea Selatan: NIZAUL FAHMI (SMAN-1
Sulang Rembang Kelas XII), DIAH ANISA DWIRINI (SMAN-4 Yogyakarta Kelas XII),
ZAINAL IMRON HIDAYAT (SMAN-1 Banjarnegara Kelas XI), MELLIZA PRETTY PUTRI
UTAMI (SMAN-1 Pontianak Kelas XII).

Sebagai Penuntun dasar silakan menuju portal Teknik Geologi Universitas Gajah Mada dengan
alamat unduhan sebagai berikut – tinggal klik bagian ini saja Adapun keterangan awal tentang
Olimpiade Kebumian di bagian ini

Materi olimpiade kebumian meliputi : geologi, meteorologi, astronomi, oseanografi. Di SMA


ilmu kebumian diajarkan secara parsial dalam pelajaran geografi dan terbatas serta sebagian ilmu
astronomi diajarkan dalam fisika (juga terbatas).

Materi Tes Tertulis Olimpiade Kebumian :

GEOLOGI -GEOFISIKA (GEOSFER)

• Konsep tektonik lempeng seperti jumlah, jenis dan komposisi lempeng pembentuk kerak
bumi dan dinamika lempeng
• Sayatan/ struktur dalam bumi, komposisi bumi
• Batuan beku dan metamorf seperti granit, riolit, basalt, andesit, gabro, sekis, genes,
marmer, kuarsit, beserta struktur dan teksturnya seperti lineasi, foliasi, skoria, pegmatif,
porfiri.
• Mineral hasil proses pembekuan magma dan metamorfosime seperti kuarsa, ortoklas,
plagioklas, biotit, muskovit, garnet
• Tubuh batuan beku seperti lava, korok (dike, sill)
• Pembentukan batuan beku dan metamor dalam konteks tektonik lempeng
• Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, batu gamping, batu kapur, batu
dolomit, batu garam, beserta struktur dan teksturnya seperti pelapisan, gradded bedding,
silang siur, ripple marks.
• Mineral hasil proses sedimentasi seperti kalsit, lempung, halit, gipsum, pirit.
• Pembentukan batuan sedimen dalam konteks tektonik lempeng
• Siklus batuan dalam konsep tektonik lempeng
• komposisi tanah secara umum
• struktur geologi seperti lipatan, sesar (patahan), kekar dan proses pembentukannya
• Bentukan morfologi permukaan bumi dan proses pembentukannya
• fosil dan proses pemfosilan
• sejarah bumi sebagaimana dalam teori-teori pembentukan tata surya (bumi) sampai
munculnya kehidupan
• sumber daya mineral dan energi, seperti : emas, perak, batubara, minyak dan gas bumi
• bencana geologi, seperti : gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, tanah longsor

METEOROLOGI-KLIMATOLOGI (Atmosfer)

• Temperatur, tekanan, kelembaban


• Struktur vertikal atmosfer (troposfer, stratosfer, exosfer, mesosfer, dll)
• terjadinya arah dan jenis angin
• jenis dan komposisi massa udara
• terjadinya dan jenis awan serta hujan
• tephigram
• pembentukan cuaca dan iklim
• iklim bumi dan perubahan iklim global
• bencana meteorologi/ klimatologi seperti badai tropis, siklon, el nino, la nina, kekeringan
• observasi dan instrumentasi meteorologi

ASTRONOMI (SISTEM PLANET)

• Teori-teori pembentukan tata surya


• problem dua benda dan orbit benda langit
• kategori planet
• besar, massa dan kerapatan planet
• gerak dan bola langit
• ekliptika
• sistem koordinat lintang-bujur, horizon, asensiorekta-deklinasi
• waktu/ hari matahari dan sideris
• gaya pasang surut
• pengaruh matahari pada cuaca dan kehidupan

GEOHIDROLOGI-OSEANOGRAFI (HIDROSFERA)

• Penyebaran dan sirkulasi air di bumi


• Pembentukan dan jenis mata air dan sungai
• Pembentukan dan karakteristik penyimpanan air (akuifer, akuitar, akuiklud)
• Pembentukan lautan dan samudera
• lingkungan/ morfologi pesisir/pantai
• morfologi dasar laut/ samudera
• komposisi dan sirkulasi air laut

Lebih jelas lagi silakan menuju blog Bapak Mustar (Guru SMAN-25 Bandung)
Untuk Seleksi Tingkat Kota maupun Provinsi diberikan dalam bentuk Tes tertulis 100 soal.
Sementara Seleksi Tingkat Nasional 70% materi tertulis pada seleksi tingkat sebelumnya
(Kabupaten/Kota dan Provinsi) ditambah 30% tes praktikum yang dilaksanakan di laboratorium
atau di lapangan. Untuk menjajal kemampuan olimpiade kebumian silakan download soalnya
berikut ini
Bahan-bahan belajar bisa dibaca di blog Bung Doddy
atau pada Blog Jejak Petualang ini atau menuju Blog Bu Ivy

Tentang oseanografi belajar di tempat lautan teduh

Dengan Bung Dwiyanto

Powered by Qumana

Soal Olimpiade Kebumian Tingkat Kota Tahun 2008 bisa diunduh melalui alamat ini …
(mendaftar di scribd.com tidak bayar alias gratis)

Soal Seleksi Tingkat Kota Olimpiade Kebumian Tahun 2008 dengan sedikit kunci jawaban

from → Lomba-Lomba, OSN, Olimpiade Sains 2008, berita, berita sekolah, dokumentasi,
imbasan, kampanye, kegiatan, presentasi, sekolah, sm