Anda di halaman 1dari 26

BAB IV

SIZING

Free Powerpoint Templates

Page 1

Sizing merupakan proses pengelompokan material, terbagi


dalam dua cara ; screening, yaitu proses pengelompokan
material berdasarkan ukuran lubang ayakan sehingga
ukurannya seragam dan classifying, yaitu proses
pengelompokan material mendasarkan pada kecepatan
jatuh material dalam suatu media (air atau udara),
dipengaruhi oleh densitas, volume dan bentuk material.
A. Screening/Sieving
Tujuan dilakukannya screening/sieving adalah :
1. Mempertinggi kapasitas unit operasi lainnya
2. Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding
3. Memenuhi permintaan pasar

Free Powerpoint Templates

Page 2

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan material


untuk menerobos ukuran ayakan adalah :
1.Ukuran bukaan ayakan
Semakin besar diameter lubang bukaan akan semakin
banyak material yang lolos.
2.Ukuran relatif partikel
Material yang mempunyai diameter yang sama dengan
panjangnya akan memiliki kecepatan dan kesempatan
masuk yang berbeda bila posisinya berbeda, yaitu yang
satu melintang dan lainnya membujur.
3. Pantulan dari material
Pada waktu material jatuh ke screen maka material akan
membentur kisi-kisi screen sehingga akan terpental ke
atas dan jatuh pada posisi yang tidak teratur.

Free Powerpoint Templates

Page 3

4. Sudut Jatuh yg dibentuk butiran pada saat menyentuh


saringan
5. Kecepatan jatuh butiran pada saat
menyentuh
permukaan saringan
6. Kadar air dari material yg akan disaring
7. Kesempatan butiran-butiran membentuk
lapisan
pada permukaan saringan.

Free Powerpoint Templates

Page 4

Pekerjaan screening/sieving dibagi menjadi 2, yaitu :


1.Laboratory Sizing digunakan istilah sieving
(penyaringan). Alat yg digunakan a.l : Hand sieve,
Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive, Sieve shaker /
rotap, Wet and dry sieving
2.Industrial Sizing digunakan istilah screening
(pengayakan). Alat yg digunakan, a.l.: Stationary grizzly,
Roll grizzly, Sieve bend, Revolving screen, Vibrating
screen (single deck, double deck, triple deck, etc.),
Shaking screen, Rotary shifter

Free Powerpoint Templates

Page 5

Free Powerpoint Templates

Page 6

Free Powerpoint Templates

Page 7

Free Powerpoint Templates

Page 8

Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang


ayakan (oversize).
Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang
ayakan (undersize).
Berdasarkan bentuk permukaannya, screen terbagi atas :
1.Parallel Rod Screen / Bar Screen
Terbuat dari steel bars, kayu atau cast iron. Contohnya
Grizzly
2. Punched Plate
Dibuat dari belt conveyor atau plat baja
3. Woven Wire Screen
Terbuat dari kawat yang dianyam, berupa baja, tembaga,
monel atau alloy-alloy lainnya.

Free Powerpoint Templates

Page 9

Sieve bend screen

Vibrating screen

Free Powerpoint Templates

Page 10

Efisiensi Saringan : kinerja saringan yg menggambarkan


kerja saringan.
Kapasitas Saringan : banyaknya material yg dilewatkan
pada suatu saringan per satuan
waktu per satuan luas saringan.
Efisiensi Saringan (E)

b
E
x100%
a(100 b)

a = persen undersize dlm feed


b = persen undersize dlm produk

Free Powerpoint Templates

Page 11

B. Classification (Klasifikasi)
Classification adalah proses pemisahan butiran mineral berdasarkan
perbedaan kecepatan mengendap butiran dlm cairan
Biasanya media pemisah yg dipakai adalah Air. Alat untuk proses ini
disebut Classifier
Produk classifier ada dua,
-Butiran kasar paling cepat mengendap disebut underflow / oversize
-Butiran halus yg lambat mengendap disebut overflow / slime
Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam tiga cara
(concept), yaitu :
- Partition concept
- Tapping concept
- Rein concept

Free Powerpoint Templates

Page 12

Secara teoritis, butiran-butiran yang bergerak dalam


fluida akan mengalami 2 kondisi, yaitu :
a)Free Settling
b)Hindered Settling
a.Free Settling
Free settling Kondisi pengendapan butiran secara
bebas dlm cairan tanpa tertahanbutiran yg lain tujuan
utamanya sizing
Untuk butiran yg sangat halus % solid 3 -4%, sdgkan ukuran
kasar 30 35 % solid
Dalam kondisi free settling, kecepatan jatuh butiran
tergantung dari :
- Berat Jenis butiran - Ukuran butiran
- Bentuk butiran
- Gelembung Udara
- Kemagnetikan
- Density & viskositas cairan
Free Powerpoint Templates

Page 13

Free settling Ratio adalah perbandingan diameter


butiran ringan dgn butiran berat yg equal settling
1

= BJ butiran 1
2 = BJ butiran 2
= BJ cairan

D1 2

D2 1 '
'

m = 0,5 utk butiran kecil -60 m (hk. Stokes)


m = 1 utk butiran kasar +0,5cm (hk. Newton)
Sesungguhnya ketika butiran jatuh kedalam cairan, maka pada
butiran akan terjadi tahanan cairan (resistance)
Jika kecepatan butir jatuh relatif besar (butiran kasar)
tahanan cairan disebut Eddy Resistance/Turbulent
Resistance, aliran air yg terjadi namanya Aliran turbulent.
Jika kecepatan butir jatuh relatif lambat (butiran kecil)
tahanan cairan disebut Viscous Resistance, aliran airnya
disebut aliran laminar

Free Powerpoint Templates

Page 14

Pada saat kondisi butiran Free Settling


Gaya yang bekerja pada partikel di dalam
fluida adalah :
-Gaya Berat (Fg)
-Gaya Apung(Fb)

- Gaya Gesek(Fd)

Fd
Fd = Fg Fb - Fd
Fb
Apabila gaya tahanan air = gaya tarik gravitasi, maka butiran jatuh
dgn kecepatan tetap yg disebut Kecepatan Terminal (Vt)
Utk partikel kasar

Vt

4 d .g ( p f )
3
Cd . f

Free Powerpoint Templates

Page 15

Utk partikel halus

Vt

d 2 .g. p f
18

b. Hindered Settling
Dlm kondisi hindered settling clasifier memanfaatkan perbedaan
berat jenis butiran pd pemisahannya, sedangkan free settling
clasifier memanfaatkan perbedaan ukuran butir dalam
pemisahannya.
Kondisi hindered settling terjadi pada campuran butiran berbagai
ukuran, bentuk dan berat jenis.
Hindered Settling selain bertujuan sizing juga bertujuan sorting.
Kondisi hindered settling pada kondisi slurry dan visjositas cairan
tinggi cenderung menimbulkan aliran turbulen Hk. Newton
Kondisi slurry 40% - 70% solid
Free Powerpoint Templates

Page 16

Hindered Settling Ratio adalah perbandingan diameter


butiran ringan dengan butiran berat yg equal settling
D1 2 '

D2 1 '

Hindered settling ratio > free settling ratio


Alat-alat Klasifikasi Klasifier
1.Sorting Classifier
2.Sizing Clasifier
3.Air Clasifier
1. Sorting Clasifier
kondisi pengendapan yaitu hindered settling
contoh alat : Evans Clasifier , Richard Clasifier
Free Powerpoint Templates

Page 17

2. Sizing Classifier -- free settling


a. Non Mechanical Classifier
settling cone : settling tank , alen sand cone
b. Mechanical Classifier
Rake Classifier : Dorr Classifier, Dorr Bowl
Classifier
Drag Classifier : Es[eranza Classifier
Spiral Classifier : Akins Classifier
3. Air Classifier : Gayco Air Classifier
Prinsip pemisahan hampir sama dengan menggunakan cairan,
dimana terjadi pemisahan akibat perbedaan kecepatan
pergerakan diudara atau gas pd kondisi free settling.
Operasi air classifier
-Butiran mineral yg berbeda ukuran dipisahkan dlm udara/gas
-Butiran besar akan mengendap lebih cepat, dlm kondisi free
settling & tdk ada perbedaan berat jenis
-Pada dasarnya air classifier sbg sizing bukan sbg sorting
Free Powerpoint Templates

Page 18

Free Powerpoint Templates

Page 19

Gerakan spiral tsb, dibagi menjadi 2. yaitu :


- Didinding bgn pinggir, gerakan spiral mengarah ke bwh
- Di bgn tengah, gerakan mengarah ke atas sampai fortex
finder
Partikel kasar sbg underflow & yg halus sbg overflow
Kecepatan umpan masuk dlm hydrocyclon
terdiri atas :
-Kecepatan Vertikal (Vv)
-Kecapatan Radial (Vr)
Partikel yg akan turun kebwh hrs dpt melawan Vr & keluar sbg
underflow
-Kecepatan Tangential (Vt)
Percepatan dlm hydrocyclon dpt dinyatakan sbg F = m.a

Free Powerpoint Templates

Page 20

Pola aliran dlm hidrocyclon :


1)Aliran spiral dlm spiral. Spiral luar mengarah ke
bawah dan spiral dalammengarah keatas. Gerakan ini
disebabkan masukan umpan secara tangential.
2)Aliran hubungan pendek dibagian teratas cyclone.
Aliran ini disebabkan terganggunya kec. Tangential.
Fortex finder bertujuan memperkecil aliran ini.
3)Aliran edy di bagian atas, disebabkan overflow tdk
dapat mengendalikan aliran keatas (spiral dalam)
4)Locus dari kecepatan vertikal nol
5)Inti udara, mulai dari apex sampai fortex finder
Kec. Tangensial dlm hidrosiklon :

( p f ) 2 .Vt 2 .d 2
Vt
18..r.p
Free Powerpoint Templates

Page 21

Percepatan dlm hidrosiklon :

ac

f Vt 2

1
p r

Variabel yg mempengaruhi hasil pemisahan :


1.Kec. Umpan masuk
Volume pemisahan
Cut Point
D50
2.Diameter Apex
3.Fortex finder

Free Powerpoint Templates

Page 22

Free Powerpoint Templates

Page 23

hidrocylone

Pergerakan aliran hidrocyclone

Free Powerpoint Templates

Page 24

Free Powerpoint Templates

Page 25

Free Powerpoint Templates

Page 26