Anda di halaman 1dari 54

Prof. Dr.Ing.

Johannes Tarigan

2015-03-26

Bab1: Pendahuluan
1.1 Pengenalan Torsi
Dalam analisa struktur selain Momen, Gaya Lintang dan Normal, maka Torsi akan
menjadi salah satu yang menentukan dalam disain struktur bangunan.
Dalam buku ini akan dibahas khusus hanya Torsi saja, dimana akan dipaparkan
bagaimana perletakan Torsi, Bidang torsi, sudut puntir akibat torsi dan tegangan torsi.
Tegangan torsi secara umum dibagi 3 yakni sbb:
1. Tampang tebal, seperti tampang Lingkaran, persegi, segitiga, seperti pada
gambar 1.1

Gambar 1.1 : Tampang tebal

2. Tampang tipis terbuka, seperti profil I, WF, canal, dll, seperti pada gambar 1.2

Gambar 1.2 : Tampang tipis terbuka

3. Tampang tipis tertutup, sepertitampang hollow, box, dll, seperti pada gambar
1.3.

Gambar 1.3: Tampang tipis tertutup

Dalam buku ini akan dibahas tentang tegangan torsi untuk ketiga jenis tampang ini.

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

1.2 SistemKoordinat
Dalam perhitungan di bukuini system koordinat searah sumbu batang secaraumum
dinamakan sumbuz sedangkan kearahlainnya adalah sumbu x dan y, lihat gambar 1.4
a. Sedangkan untuk perpindahan (displacement) searah sumbu x adalah u, kearah
sumbu y adalah v dan searah sumbu z adalah w, lihat gambar 1.4 b. Untuk perputaran
sudut dengan sumbu putar x, y dan z adalah , dan , lihat gambar 1.4 c. Khusus
torsi putaran sudut yang diakibatkan Torsi disebut juga sudut puntir (twist) .

u
Y

Z
v

a) b) c)
Gambar 1.4: system koordinat

1.3 Perletakan Torsi


Pada jenis perletakan tanpa torsi dikenal dengan sendi, jepit dan rol seperti pada
gambar lihat gambar 1.5. Sendi jika = 0 , = 0, sedangkan jepit =
= 0 dan rol jika Y 0 .

z
x

Gambar 1.5 : jenis perletakan pada batang


Khusus pada torsi maka diadakan simbol perletakan seperti pada gambar 1.6 a dan b
yang mana pada perletakan jepit torsi ataupun sudut puntir 0 dan adalah
perletakan yang bebas Torsi.

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

a)

b)

Gambar1.6 :perletakan Torsi

I.3. Penggambaran bidang Torsi


Momen torsi terpusat Mt pada balok kantilever dengan panjang L. Momen Torsi Mt
dapat dibuat dengan simbol seperti pada gambar 1.7.a, dengan dua tanda panah.
Kemudian dapat dibuat dengan seperti 1 tanda panah dengan rotasi 90 derajat
(menjadi tegak lurus kebatang) gambar 1.7.b dimana reaksi di A adalah RA = MT
= 0. Pada batang AB akan mengalami torsi yang sama (seperti menghitung Gaya
Lintang dan bidang Torsi akan menjadi seperti 1.7 c.

a)

b)

c)
+

Gambar 1.7: Torsi terpusat

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Selanjutnya momen torsi terbagi rata seperti di gambar 1.8.a, dimana suatu balok
kantilever mengalami beban torsi mt (terbagi rata), maka prinsipnya sama dengan
kasus pada gambar 1.7.a, beban torsi tersebut dibuat seperti pada gambar 1.8.b. Maka
Reaksi di A adalah RA = mt.L dan bidang torsi seperti di gambar 1.8 c.(cara seperti
gaya Lintang)

a)
A

b)

A
RA

c)

Gambar 1.8.c: Momen Torsi terbagi rata


Selanjutnya contoh lain seperti gambar 1.9
mT

B
-

Gambar 1.9 : a. Bidang Torsi Terpusatpada


overhang, b. Bidang Torsi
Terpusatpadabalokdiatas 2 perletakandan c.
Bidang Torsi terbagi rata padabalok.

`
Penggambaran tanda bidang momen sama seperti menutup dan membuka skrup.
Kalau arah Momen Torsi kearah menutup maka digambarkan negatif dan kalau
kearah membuka maka digambar positif.

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Selanjutnya dihitung Momen torsi sebuah batang dan hendak digambarkan bidang
Torsinya lihat gambar 1.10

12 kN M

20 kN M

Z
B

2m

3m

20 kNm

32 kNm

Bidang Torsi

Gambar 1.10:

Reaksi pada titik A dengan

= 0, maka = 12 + 20 = 32 . Kemudian

pada batang BC besar momen Torsi adalah = = 20 . Pada batang AB


besar momen Torsi adalah = = 32 .
Bidang torsi dapat dilihat digambar diatas.

Kemudian contoh berikutnya gambar 1.11

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

20 kN M

20 kN M
D
Z

2m

1m

3m

Bidang Torsi

20 kNm
40 kNm

Gambar 1.11

Selanjutnya keduanya jepit gambar 1.13

20 kN M

20 kN M
D
Z

2m

1m

3m

20 kNm
16,67
kNm

Bidang Torsi

3,33
kNm

23,33
kNm

Gambar 1.11:

= 0
Dengan

dan

6 20 4 20 1 = 0 dan didapat = 16,67 .

= 0, 6 + 20 2 + 20 5 = 0 maka didapat = 23,33

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Batang AB mengalami torsi sebesar = = 16,67 dan pada batang BC


= 16,67 20 = 3,33 dan = 3,33 20 = 23,33 . Dan batang
CD beban torsi adalah sebesar = = 23,33
I.4. Analogi antara Torsi dengan Normal

Pada Tabel 1 dapat dilihat analogi antara Torsi dan Normal seperti pada Hukum
Hooke yang mana regangan adalah
N

EF
dimana regangan sangat tergantung kepada Normal.
Sedangkan regangan geser adalah

MT
GJ T

dan regangan geser sangat tergantung kepada Torsi.

Tabel 1: Analogiantara Normal dan Torsi

Normal
Elemen dengan Gaya

Torsi

N+dN

Mt

mt

dz

Persyaratan
keseimbangan

dN
n
dz

Deformasi pada elemen

dz

dMt
mT
dz

w+dw
dz

dw =
dw =

AnalisaStrukturLanjutan

+d

dw

dw
N

dz
EF

Deformasi pada batang

Mt +dMt

N
dz c
EF

N
z .z
EF

dz

M
d
T
dz
GJ T

MT
dz c
GJ T

MT
z .z
GJ T

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

BAB II: TORSI PADA TAMPANG BULAT

2.1 Umum
Suatu tampang bulat jika mengalami Torsi permukaan tampang tidak berubah bentuk
seperti gambar 2.1. Tidak berubah bentuk dalam arti kata bahwa tampang mempunyai
luas dan bentuk yang sama baik sebelum dan sesudah terjadi Torsi. Ada istilah yang
digunakan dalam Torsi yakni tidak terjadi Warping (perubahan bentuk pada
tampang).

Gambar 2.1 :Torsi pada tampang bulat.

II.2.

Menghitung Inertia Polar,Tegangan geser dan sudut puntir akibat


Momen Torsi

Untuk menghitung Inertia Polar (centroidal polar momen of Inertia)tampang


lingkaran dengan radius r,dapat dilihat ilustrasi dari gambar 2.2 dimana ada Momen
Torsi bekerja sebesar Mt.
Mt
dA

Gambar 2.2 : penampang bulat mengalami Torsi.

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Pada Gambar 2.2 berlaku


=

(2.1)

dimana
: jarak dari pusat lingkaran ke titik tertentu
dan
dv = . dA

(2.2)

dv = Tegangan Torsi seluas da.


dA = Luas
= tegangan geser
Dari persamaan 2.1 dan 2.2 berlaku persamaan sbb:
MT = . dA

(2.3)

Untuk mendapat hubungan regangan geser ( ) dan sudut puntir () maka dapat
dilihat digambar 2.3. Maka berlaku persamaan
max.L

= r .

L
max.

r.
L

max. =

r
=

max.

. r = max.

= max. .

Gambar 2. 3 : hubungan antara sudut puntir dengan regangan geser

Dari Hukum Hooke berlaku persamaan

= G . = G .max. .

AnalisaStrukturLanjutan

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

MT = G. max
MT = Gmax
Dimana J

2
r

2015-03-26

. dA

dA =

max
r

dA =

max
J
r

1
r 4
2

adalah Inertia Polar untuk tampang bulat.

= 2 . dA = x2 . dA + y2 . dA= Ix + Iy
= Ix + Iy

Hanyauntuktampangbulat (lingkaran)

1 r4 + 1 r4
4
4

1 r4
2

Sedangkan tegangan geser didapat


MT

max=

max=

max

r .
L sedangkan,

max=

MT.r

= G .max
= G.

maka :

.r

r .
L
MT
=G.

daripersamaandiatasdidapatsudutpuntir (angle of twist)


MT .L

AnalisaStrukturLanjutan

10

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Kesimpulan :
- Tampang lingkaran : = r4

max

MT .r

MT

max

MT .L
G

Gambar tegangan geser akibat momen torsi


dapat dilihat di gambar II.3.

max

max

Gambar II. 3 :
a.diagram tegangan pada tampang bulat, b. Trayektori tegangan dan c.
Tampang yang tidak mengalami warping
Inertia

Torsi tampang Ring dimana tebal dinding masih dikatagorikan tebal t =0,2 D

maka J T

32

(D 4 d 4 )

d
D

AnalisaStrukturLanjutan

11

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Contoh soal;

Suatu batang baja dengan diameter d = 40 mm, mengalami Torsi T, dimana tegangan
geser maximum adalah 70 Mpa dan sudut puntir is 3. Hitunglah panjang batang L.
Diketahui G = 80 Gpa

Mt
d = 40 mm

1
1
= 4 = 204 = 125600 4
4
4

= 70 = 70 /2
70 =

20
125600

Maka = 439600
=

= 30
2

Rad =derajat x360

= 3

23,14
= 0,0523
360

0,0523 =

AnalisaStrukturLanjutan

439600
80103 125600

12

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

L= 1195 mm
Contoh soal :

L=2m
A

P=2t

C
L1=1.5 m

Ditanya:
a. Tentukan Bidang Torsi pada AB
b. Tentukan sudut puntir pada titik B, jika batang AB adalah tampang bulat
dengan r = 15 cm dan E=26000 MN/m2, =0.2
c. Hitunglah lendutan pada titik C
d. Hitunglah tegangan

yang terjadi akibat torsi pada batang AB, kemudian

hitunglah tegangan maximum akibat Torsi dan Gaya Lintang

Jawab:
a.
Mt=3tm

A
B

Bidang Torsi

3tm

b. sudut puntir

MtL
GJ

Mt = 3 t m= 300.000 kgcm= 3.000.000 Ncm


L = 2 m = 200 cm
J = r4 = 79481.25 cm4

E
=10833.33 MN/m2 = 10833.33 x 1000000/10000 =1083333.33 N/cm2
2(1 )

AnalisaStrukturLanjutan

13

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

Mt
0 3.000.000

2015-03-26

1083333,3

79481,25

20 3.000.000

1083333 79481,25 0,00070

40 3.000.000

1083333 79481,25 0,00139

60 3.000.000

1083333 79481,25 0,00209

80 3.000.000

1083333 79481,25 0,00279

100 3.000.000

1083333 79481,25 0,00348

120 3.000.000

1083333 79481,25 0,00418

140 3.000.000

1083333 79481,25 0,00488

160 3.000.000

1083333 79481,25 0,00557

180 3.000.000

1083333 79481,25 0,00627

200 3.000.000

1083333 79481,25 0,00697

0,00697

360 0
Maka 0,00697 radial 0,006968 *
= 0,3990
2

AnalisaStrukturLanjutan

14

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

c.

Lendutan pada titik C jika pada B di jepit 1

PL13
3EI

P= 2 ton = 2000 kg=20.000 N


L1= 1,5 m =150 cm
E=26.000 MN/m2= 2.600.000 N/cm
I = r4= 39740.625 cm4

1 0,218 cm

Lendutan pada titik c jika dilepas

PL3
3EI

P= 2 ton = 2000 kg=20.000 N


L2= 2 m =200 cm
E=26.000 MN/m2= 2.600.000 N/cm
I = r4= 39740.625 cm4

2 0.516 cm

Lendutan akibat adanya Torsi

3 L1 * tg = 150*0,006968=1.0452 cm
Dengan demikian lendutan dititik c adalah 1 2 3 = 1.7792 cm
e. Tegangan Torsi ZX ZY

Mt
3000000
r =
15 =566,17 N/cm2
J
79481.25

ZY 566,17 N / cm 2

ZX 566,17 N / cm 2
Akibat Gaya Lintang ZY

ZY max( a 0)

AnalisaStrukturLanjutan

4 Q

3 r 2

a 2
1
r

4 Q 4 20000
N
=
=37,745
2
3 A 3 15
cm 2

15

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

ZY 37,745

N
cm 2

Maka tegangan geser ZY ZY (torsi) ZY L int ang =603,915

AnalisaStrukturLanjutan

N
cm 2

16

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

BAB III
Persamaan pada Torsi
3.1 Fungsi Torsi
Fungsi torsi gunanya adalah untukdapat menghitung tegangan pada tampang tebal,
tampang tipis tertutup dan terbuka. Untuk menentukan fungsi torsi digunakan
persamaan keseimbangan pada elemen tiga dimensi seperti gambar 3.1.

yz
y

zx

zy

zx= xz

zy = yz
yx= xy

xz

yx xy

y
X

Gambar 3.1:keseimbangan tegangan pada sebuah elemen

Dari gambar 3.1 pada sumbu x ada tegangan , , dan diseberangnya adalah
x + x, zx+zx dan yx+yx, demikian pada

arah sumbu yada,

diseberangnya y + y, yz+yz dan yx+yx dan pada arah sumbu z


ada , z + z, zy+zy dan zx + zy .

Dengan merubah tegangan menjadi gaya dimana gaya adalah tegangan dikali luas,
maka dengan membuat persamaan keseimbangan gaya kearah X, Y dan Z maka
diperoleh sbb:

AnalisaStrukturLanjutan

17

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

X = 0

( X X X ).y.z ZX ZX ZX .y.x YX YX XY .x.z X .x.y.z 0

X ZX YX

X 0
X
Z
y
Y = 0
( Y Y Y ).x.z ZY ZY ZY .x.y XY XY XY .z.y Y .x.y.z 0

Y ZY XY

Y 0
Y
Z
X
Z = 0
( Z Z Z ).x.y YZ YZ YZ .x.z XZ XZ XZ .y.z X .x.y.z 0

Z YZ XZ

Z 0
Z
Y
X
Berdasarkan teori St. Venannt bahwa jika ada torsi maka yang tegangan yang bekerja
adalah zxdan zy saja. Maka x = y = z =xy = 0, zx = xz, zy = yz,yx = xy dan X = Y
=Z=0

ZX
0 .........................................( a )
Z

ZY
0
Z

..( b )

ZY ZY

0 ..( c )
Y
X
Denganpersamaancauchy.

ZX

( x, y )
y

ZY

( x, y)
x

AnalisaStrukturLanjutan

18

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Memenuhipersamaan c.

Dari hukum Hooke diketahui

u 1
X ( Y Z )
x E

v 1
Y ( Z X )
y E

w 1
Z ( X Y )
x E

XY

u y XY

y x G

ZX

u w ZX

z x
G

ZY

v w ZY

z y
G

KhususTorsi :

X Y Z 0

XY 0
u w
ZX G
z x

y w
ZY G
z y

AnalisaStrukturLanjutan

19

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Lihat gambar dibawah :


Y,v
- ui
i

i
vi

ri
ri

yi

X,u
xi

u i yi ri .i

vi
xi
ri
y( x, z ) x. ( z)

u( y, z) y. ( z)
Dari

w
0 maka w (x,y,z) = x,y)dimanax,y) = fungsi Warping
z

maka :
u w
ZX G dimana u( y, z) y. ( z) dan
z x

w (x,y,z) = x,y)

(regangan sama dengan turunan pertama sudut puntir)

ZX G y. ' '

( x, y)

G ' y

x
x

ZX

G '
1 dimana ZX
y
y
x.y

2
G '
1
2
y
x.y
v w
ZY G dimanav= x . (z)dan w= x,y) = .(x,y)
z y

AnalisaStrukturLanjutan

20

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

ZY G x. ' ' G ' x dimana ZY


y
y
x



G x. ' '
G ' x

x
y
y

2

G ' 1

2
x
x.y

Persamaan (1) dan persamaan (2) dikurangkan :

2

G ' 1
2
x.y
y

2

G ' 1

2
x
x.y
-

2 2

2G '
x 2 y 2

fungsi torsi disebut fungsi Torsi.

AnalisaStrukturLanjutan

21

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

3. 2.Soap Film Analogi

Berdasarkan teori Prandlbahwa persamaan membran/soap film analogi (persamaan


kulit sabun). Dimana jika ada gaya p(x,y) seperti gambar dibawah maka akan terjadi
perpindahan sebesar w.
P (x,y)
H

H
w

X
dy
dx

Dari teori Prandl maka persamaan perpindahan adalah

2w 2w
P
2
2
H
x
y

Penyelesaian persamaan ini dapat diselesaikan dengan deret forrier.

AnalisaStrukturLanjutan

22

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

3.3 Fungsi torsi pada Tampang empat persegi.

s
s

Fungsi perpindahan untuk tampang membran persegidengan ukuran 2sx 2tmenurut


[Thimosenko and Goodier,1986] adalah:

n
n 1, 3, 5,.......

cos

nx
Yn
2t

dimana bn adalah bilangan konstanta, sedangkan Yn adalah fungsi y.

w
n
nx
bn
sin
Yn
x
2t
n 1, 3, 5.... 2t

2w
n 2 2
nx
bn
cos
Yn
2
2
2t
x
4t
n 1, 3, 5...

Sedangkan

w
nx '
bn cos
Yn
y n1,3,5....
2t

2w
nx ''

bn cos
Yn

2
2t
y
n 1, 3, 5...

Sedangkan

P
P 4
1( n1) / 2 cos nx

H
2t
n 1, 3, 5.. H n

AnalisaStrukturLanjutan

23

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Maka diperoleh

bn

n 1, 3, 5...

nx ''
P 4
n 2 2
nx
1( n1) / 2 cos nx
b
cos
Y

+
=
cos
Y

n
n
n
2
2t
2t
2t
4t
n 1, 3, 5...
n 1, 3, 5.. H n

bn cos

n 1, 3, 5...

nx ''
P 4
n 2 2
nx
1( n1) / 2 cos nx
Yn bn

=
cos
Y

n
2
2t
2t
2t
4t
n 1, 3, 5.. H n
n 1, 3, 5...

n 2 2
P 4
Yn =
1( n1) / 2
Y
2
H bn n
4t
''
n

Penyelesaian umum adalah

Yn A sinh

ny
ny
16 Pt 2
B cosh

(1) ( n1) / 2
3 3
2t
2t
Hn bn

Jika penampang simetri maka A = 0.

Yn B cosh

Untuk

ny
16 Pt 2

(1) ( n 1) / 2
3 3
2t
Hn bn

Yn y s

0 maka

ns
16 Pt 2
0 B cosh

(1) ( n 1) / 2
3 3
2t
Hn bn

ny

cosh

16 Pt 2
2t
Yn
(1) ( n 1) / 2 1

3 3
Hn bn
cosh ns

2t

Maka dengan dapatnya Yn maka persamaan lendutan membran pada tampang persegi
akan menjadi
ny

cosh

nx 16 Pt 2
2t
w bn cos
(1) ( n 1) / 2 1

3 3
2t Hn bn
n 1, 3, 5,.......
cosh ns

2t

ny

cosh

16 Pt
1
2t cos nx
w
(1) ( n 1) / 2 1

3
3
2t
H n 1,3,5,....... n
cosh ns

2t
2

AnalisaStrukturLanjutan

24

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Dihubungkan dengan persamaan Torsi diatas maka menyelesaikan persamaan torsi


digunakanlah teori membran berdasarkan Prandl. Maka hubungan antara w dengan
fungsi torsi dapat dikatakan setara seperti ditunjukan ditabel dibawah.

Apabila

fungsi diketahui maka akan dapat dicari tegangan, dimana tegangan geser

sama dengan turunan pertama dari fungsi Torsi.


Prandl

Torsi

Syaratbatas

Syaratbatas

W = 0 (sisiluas)

w
y
w
x

= 0 (sisiluas)

ZX
y

ZY
y

Dengan menggunakan rumus perpindahan (displacement pada membran pada teori


soap film analogi maka didapat hubungan antara

P
2G , maka fungsi torsi
H

pada tampang persegi akan didapat

32Gt 2

ny

cosh

1
2t cos nx
(1) ( n 1) / 2 1

3
2t
n 1, 3, 5,....... n
cosh ns

2t

AnalisaStrukturLanjutan

25

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

3. 4. Hubungan antara Momen Torsi dan Fungsi Torsi

Hubungan antara Momen Torsi dan Fungsi Torsi dapat dilihat pada gambar dibawah

Y
x
zy
X
z

zx

M T ( ZY . y ZX .x)dF

M T (

y .x)dF y.dx.dy x.dx.dy


x
y
x
y

Integral Partial :
Xr

y xdx .x .1.dx

Xl

XL

XR
X

y x.dx.dy .x.dy .dx.dy padaxrdan xl (sisiluar), maka 0

y x.dx.dy .dx.dy

AnalisaStrukturLanjutan

26

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

analog :

2015-03-26

x.dx.dy .dx.dy
x

maka M T 2

.dx.dy = 2 .dA

Hubungan momen torsi dengan fungsi Torsi adalah sbb


Mt = 2 dA

Dari persamaan tersebut diatas menyatakan bahwa Momen Torsi dua kali volume
membran.

3.5 Pemakaian fungsi pada tampang lingkaran

Pada tampang lingkaran berlaku

M t 2V dimana V * 2 * d

2
dimana 0 1
r
2
maka M t 2 0 1 * 2 * d
r
M t 0 * r 2 dan dari sini 0

Mt
r 2

Dengan demikian fungsi torsi pada tampang lingkaran menjadi

Mt

r 2

2
1
r

AnalisaStrukturLanjutan

27

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Bab IV
Torsi pada tampang Tebal

4. 1. Menentukan Inertia Torsi

Jika sesuatu tampang prismatik mengalami Torsi maka akan terjadi perubahan bentuk
pada penampangnya atau disebut juga warping. Hal itu dapat dilihat digambar 4.1
Gambar 4.1:
Tampang prismatik
yang mengalami
warping pada saat
ada Torsi

Dengan bantuan teori soap film analogi maka Inergia torsi tampang sembarang dapat
diturunkan dari rumus :

2 2
2 2G ' ( z )
2
y
x
Kemudian

d dz =

MT
M
analog dengan
dimana = kelengkungan
GJ
EI

MT
dz
GJ
L

Maka

MT
M
dz = T L
GJ
GJ

M T 2 dF

G
G

dengan bantuan penyelesaian memakai teori Prandl maka :

4 .dx.dy
2 2

y 2 y 2

AnalisaStrukturLanjutan

28

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

4.2 Tegangan torsi pada tampang lingkaran

Fungsi torsi pada tampang lingkaran menjadi


2
Mt

1
r 2 r

d
d

max M t

2M t

= Mt

1 r
2

=Mt

dimana J 1 r 4
2

r
J

4.3 Tegangan torsi pada tampang persegi

Jika pada tampang bulat tegangan torsi linier maka pada tampang persegi tegangan
torsi berbentuk parabola.

s
s

y
Tegangan torsi : ZX G '
y

x
x

ZY G '

Dengan methode soap film analogi maka zy dan zx dapat dihitung dari persamaan
torsi

AnalisaStrukturLanjutan

29

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

2 2
2 2G ' ( z )
2
y
x
Jika fungsi diketahui maka tegangan torsi akan dapat dicari dengan

ZY

dan ZX
x
y

Fungsi Torsi pada tampang persegi[Thimosenko and Goodier,1986]


ny

cosh

32Gt
1
2t cos nx

(1) ( n 1) / 2 1

3
3
2t

n 1, 3, 5,....... n
cosh ns

2t
2

Maka didapat zy

zy

ny

cosh

32Gt
1
( n 1) / 2
2t sin nx

1
)
1

x
2t
3 2t n 1,3,5... n 2
cosh ns

2t
2

ny

cosh

16Gt
1
( n 1) / 2
2t sin nx

1
)
1

x
2t
2 n 1,3,5... n 2
cosh ns
2t

Jika x = s dan y = 0, maka didapat

max

max

max

16Gt
1
16Gt
1
1
1
1

* 1 2 2 .. 2
1

2 n 1,3,5... n 2 cosh ns
2
5
3
n 1,3,5.. n cosh ns

2t
2t

16Gt
16G
1
1

*
2 2
2
n

s
8

n1,3,5.. n cosh

2t

16G
1
1

2Gt 2 2
n1,3,5.. n cosh ns

2t

Jika s>t, maka deret yang kanan bisa diabaikan sehingga diperoleh

AnalisaStrukturLanjutan

30

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

max 2Gt
Jika s=t

max

zy

zy

8
1
1

2Gt 1 2

..... 1,351Gs

cosh 9. cosh 3

2
2

ny

cosh

16Gt
1
( n 1) / 2
2a cos nx dx.dy

1
)
1

x
2a
2 n 1,3,5... n 2
cosh nb

2a
32G(2s) 3 (2t ) 1 64G(2a) 4 1
nb

tanh

4
4
4
5
2s

n 1, 3, 5... n
n 1, 3, 5... n

max.

Gambar IV.3: Tampang


persegi mengalami
tegangan akibat Torsi

AnalisaStrukturLanjutan

31

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

SecaraumumkhususuntuktampangpersegimakaInersiatorsi :

J = .a . b3
Jika a/b 2, maka J dihitung dengan rumus J
max= . MTdimana =

ab 3
b
(1 0,630 )
3
a

ab 2

Sedangkanb = .maxdimanabadalahteganganpadasisiterpendek
Dimana , dan dapat dilihat pada tabel IV.2 berdasrakan perbandingan a dan b:

a
b

0,141

4.81

1.000

1.5

0,196

4.33

0.853

0,229

4.06

0.796

2.5

0,249

3.88

0.768

0,263

3.74

0.753

0,281

3.55

0.745

0,291

3.43

0.744

0,299

3.35

0.743

0,307

3.26

0.743

10

0,312

3.20

0.743

0,333

3.00

0.743

Tabel IV.2. Koefisienuntukmencari J , max, bpadatampangpersegi

AnalisaStrukturLanjutan

32

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

4.4 Tampang Elips

Pada tampang berdasarkan [..] elips fungsi torsi

M t x2 y2
2 2 1
ab a
b

Dengan demikian tegangan yang terjadi

zx

T2 y
y
ab

zy

2T x
x a b

x
b

max

2M T
ab 2

Untuk tampang elip didapat sbb:

max

2
MT
ab 2

a 3b 3
a2 b2

AnalisaStrukturLanjutan

33

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

4. 5 Tampang Segitiga

Pada tampang segitiga maka fungsi torsi adalah

G 12 x 2 y 2 21a x 2 3xy 2 272 a 2

zx

0 sedangkan zy
G ( x 21a 6 y
y
x

Contoh Soal:
Suatu tampang persegi dengan tampang seperti dibawah dimana luas tampang sama
seperti contoh soal pada tampang bulat
a
L=2m
A

P=2t

L1=1.5 m

Ditanya:
Tentukan sudut puntir pada titik B, jika batang AB adalah tampang persegi
dimana a/b=0,5 dan E=26000 MN/m2, =0.2

Hitunglah lendutan pada titik C

Hitunglah tegangan

yang terjadi akibat torsi pada batang AB, kemudian

hitunglah tegangan maximum akibat Torsi dan Gaya Lintang

Jawab:

AnalisaStrukturLanjutan

34

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

a.
Mt=3tm

A
B

Bidang Torsi

3tm

. sudut puntir

MtL
GJ

Mt = 3 t m= 300.000 kgcm= 3.000.000 Ncm


L = 2 m = 200 cm
ALingkaran= *r2= 3,14*(15)2=706,50 cm2
APersegi = a*b = 2b*b= 2 b2
Dengandemikiandidapat b= 18.79 cm dan a:37,58 cm
J= a b3, dari tabel dengan

a
2 maka = 0,229, maka J= 0,229*37,58*18,793
b

Maka Jpersegi = 57091,65 cm4


Jlingkaran = r4 = 79481.25 cm4
Dengan a/b=2 maka

Jlingkaran= 1,39 x Jpersegi

G = 1083333.33 N/cm2

Besar sudutpuntir =

3000000 * 200
=0,0097
1083333,33 * 57091,65

b. Lendutan pada titik C jika pada B di jepit 1

PL13
3EI

P= 2 ton = 2000 kg=20.000 N


L1= 1,5 m =150 cm
E=26.000 MN/m2= 2.600.000 N/cm
I=

1 3
1
18,79 * 37,583= 83. 102, 84 cm4
bh =
12
12

Sedangkan tampang lingkaran Io = 39740.625 cm4

Io
0,218 cm = 0,104 cm
I

AnalisaStrukturLanjutan

35

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Lendutan pada titik c jika dilepas

PL3
3EI

P= 2 ton = 2000 kg=20.000 N


L2= 2 m =200 cm
E=26.000 MN/m2= 2.600.000 N/cm
Io = r4= 39740.625 cm4

Io
0.516 cm = 0,247 cm
I

Lendutan akibat adanya Torsi

3 L1 * tg = 150* 0,0097=1.455 cm
Dengan demikian lendutan dititik c adalah 1 2 3 = 1,806 cm

c.

Tegangan Torsi max ZX M T


b= 18.79 cm dan a:37,58 cm
Dari tabel jika a/b = 2, = 4,06

maka =

ab 2

= 3,05 x 10-4

Maka max ZX M T = 3,05 x 10-4*3000000= 917,99 N/cm2

b max dimana =0,796, maka b = 730,72 N/cm2


730,72

917,99

Akibat gaya Lintang

20000
QS
3Q 3
N
, max
=
=42,48
bI
2 A 2 18,79 * 37,58
cm 2

Torsi + Gaya Lintang max= 917,99+42,48 = 960,47

AnalisaStrukturLanjutan

N
cm 2

36

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

Tampang Lingkaran

2015-03-26

Tampang persegi

Perbanding

a
2
b

Lingkaran

a=37,58cm, b=18,79cm

A=705,60 cm2

A=705,60 cm2

J = 79481.25 cm4

J=57091,65 cm4

Jo
1,39
J pp

0,009700 rad

0
0,718
pp

Akibat Torsi

o
0,62
pp

Akibat Torsi

max 566,17 N / cm 2
Akibat Gaya Lintang

max

4Q
N
=37,745
3A
cm 2

Akibat Torsi dan Lintang

max 603,915

AnalisaStrukturLanjutan

N
cm 2

max 917,99 N/cm2


Akibat Gaya Lintang

max

dibagi

Persegi

R=15 cm

0,006968 rad

Tampang

3Q
N
=42,48
2A
cm 2

Akibat Torsi dan Lintang

max 960,47

N
cm 2

o
0,89
pp

o
0,63
pp

37

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

V. Torsi pada tampang tipis terbuka

5.1. Pendahuluan

Tampang tipis terbuka adalah seperti gambar 5.1. Tampang ini adalah tampang yang
paling lemah diantara tampang tampang lainnya.

Gambar 5.1: Tampang tipis terbuka

5.2

Tegangan geser

Pada tampang tipis fungsi dapat dilihat seperti digambarkan dibawah, fungsi torsi
seperti sebuah setengah silinder`
y

a
I-I

b
Pada tampang tipis berlaku

0
y

dimana zx 0 G ' (

y) 0
x

x)
cx dimana zy cx G ' (
x
y
Pada gambar dibawah fungsi warping adalah x. y

AnalisaStrukturLanjutan

38

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

x
i

ZY

Dengan demikian

G ' 2 x
x

maka fugsi torsi didapat

G ' x 2 c

Pada sisi luar x=

b
b
maka 0 , maka didapat c=
2
2

2 b 2
Fungsi torsi akan menjadi G x
2

'

b 2
Pada x=0 maka 0 G
2
'

2
2
' b
2 dF 2ab 3 0 2ab 3 G 2
1

ab 3
Maka J
'
'
'
3
G
G
G

Dengan demikian didapat bahwa Inertia Torsi pada tampang tipis adalah
1
J ab 3
3

Dalam aplikasi jika perbandingan

= 5 adalah dinding tipis sebagai contoh, suatu

balok dengan ukuran tebal 12 cm dengan tebal 60 cm, maka


=

1 3 1
= 60 123 = 34560 4
3
3

Untuk mengitung tegangan torsi diambil dari persamaan

AnalisaStrukturLanjutan

39

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

ZY

2015-03-26

G ' 2 x , dimana G ' T


JT
x

Maka didapat

ZY

MT
6M T
2x
x , dari sini dapat diartikan abhawa tegangan
JT
ab 3

pada tampang tipis adalah linear.


Pada x =

M
3M T
b
, tegangan geser maximum max T b
JT
2
ab 2

max

Gambar 5.4: Diagram tegangan geser pada tampang tipis

Dalam menghitung sudut puntir dapat dijabarkan dari Hukum Hooke dan tegangan
torsi dengan

MT L
J .G

5.3. Tampang tipis terbuka dengan bermacam bentuk

Pada struktur bangunan banyak tampang tipis yang terbuka seperti bentuk kanal, INP,
WF. Untuk menghindari kesalahan hitung maka secara umum profil tersebut dapat
dipecah dalam berbagai bentuk seperti dibawah ini
s1
t1

dipisah

t2

t2

s2

dipisah

s3
AnalisaStrukturLanjutan

40

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Maka Inertia Torsi dapat dihitung dengan J


Sedangkan untung tegangan geser max

5.4

1
si t ii

3 i

MT
max t i
JT

Tegangan Warping pada Tampang I

Suatu tampang I dapat dilihat digambar dibawah, dimana dimensinya dengan


ketebalan flens atas dan bawah b1 dan b3 sedangkan ketebalan stegnya b2.

a1
b1

b2

a2

b3
a3
Gambar V.1 Inertia torsi tampang I

Inertia torsi pada tampang I adalah :


n
1
1
1
1
J a n bn3 = a1b13 a 2 b23 a3b33
3
3
3
i 1 3

Jika suatu konstruksi dengan profil dibebani dengan MT seperti pada gambar V.1.a,
maka bidang torsinya adalah paa gambar V.1.b,
2 MT
GIT

a.

A
b.

MT

(-)
(+)

L/2

Gambar V.1.
AnalisaStrukturLanjutan

MT

L/2

Bidang torsi

41

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Pada konstruksi diatas, diperhatikan batang AB, yang mana batang tersebut
mengalami momen torsi MT. Karena profil adalah I maka perhatikan gambar V.2

M Tfl

MT

M TP

Yang menyebabkan warping adalah M Tfl

M Tfl

Pf1

t1

t
b
Gambar V.2 Torsi pada tampang I
Pada gambar V.2 diatas maka Pfl

M Tfl
h

Jika diperhatikan pada flens saja maka akan terjadi deformasi seperti gambar V.3 :

AnalisaStrukturLanjutan

42

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

fl

MT
Pf1 =
h

a.
b

z,w

x,u

b.

Qf1

zx max. =

(+)

3.Qfl
2.t.b

Qf1

c.

Mfl.b
Jfl. 2

z max. =

Mfl

d.

b . fl
2

W=

fl
W

u fl
v = h/2
e.

2u
h

ufl
Pada gambar V.3, ada beberapa deformasi dan tegangan pada flens, yakni pada
gambar V.3.b : tegangan geser, gambar V.3.c : tegangan lentur, sedangkan pada
gambar V.3.c dan V.3.d terjadi putaran sudut dan lenturan.

Secara umum pada flens berlaku :


y"

Iy
M Tfl
dimana I fl
EI fl
2

AnalisaStrukturLanjutan

43

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

dari persamaan diatas maka berlaku : y '''

atau

fl
T

Pfl
Q

EI fl
EI fl

M Tfl
h
Iy
E
2

2M Tfl
d 3u

EI y h
dx 3

dengan penulisan yang lain M fl

EI y h d 3u
.
2 dx 3

EI y h h ""
h
jika u fl seperti pada gambar V.3.e maka : M Tfl
.
2 2
2

atau M

fl
T

EI y h 2
4

. ""

dimana M Tfl disebut Momen Sekunder. Momen sekunder

hanya berperan untuk flens saja.

Pada gambar V.3, solah-olah hubungan antara flens dan steg terputus, padahal tidak.
Untuk itu maka perubahan bentuk profil I menjadi gambar V.4

Maka pada gambar V.4 akan berlaku

M TP G.J .

MP disebut sebagai Momen Primer akibat torsi.

M T M Tfl M TP

maka akan berlaku

EI y h 2
4

. "" G.J . = M T

Persamaan tersebut adalah persamaan differential momen sekunder dan primer akibat
torsi.
AnalisaStrukturLanjutan

44

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

5.5

2015-03-26

PenyelesaianPersamaan Torsi

Y
2 MT

M1

MT

M1 :MomenSekunder

_M2

M2: Momen Primer

Gambar 1: Bidang Torsi (Momen Sekunder dan Momen Primer)

MT = MS + M p

EI y h 2
4

. "" G.J . = M T dapatditulisdengan EC w . "" G.J . = M T

dimana C w

I y h2
4

disebutjugasebagaikonstanta warping

Persamaan diatas dijadikan

. ""

M
M
GJ
. = T dapatditulisdengan . "" 2 . = T
EC w
EC w
EC w

Dimana

GJ
EC w

AnalisaStrukturLanjutan

45

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Kondisi perletakan :

Penyelesaian umum : A. sinh z B. cosh z C z

MT
GJ

Mencari koefisien A, B dan C dengan boundary condition


Pada z =0 maka sudut puntir = 0
M
0 A. sinh 0 B. cosh 0 C 0 T
GJ
0=B+C
Pada z = 0 maka Momen lentur sama dengan nol dan = 0
= A sinh z + B cosh z
0

=B

Dengan demikian C = 0 juga


Pada z=l/2 , =0

' A.. cosh z B.. sinh z

0 A.. cosh

MT
GJ

L MT

2 GJ

Maka didapat A

MT
GJ

1
cosh

L
2

Dengan didapatnya koefisien A, B dan C maka persamaan sudut puntir menjadi

AnalisaStrukturLanjutan

46

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

MT
MT
sinh

z
z

A. sinh z z

L
GJ GJ
cosh

MT
sinh z

z
Sehingga didapat persamaan sudut puntir adalah
L
GJ
cosh

Akibat M1 : (Tegangan Warping)


2
M1 = - Ey . h .
4

2
P = -EIy . h
4

b
P=

M1
h

1
h

Q = P = - EIy . h .
4

tf

lintang

x=

w=

. .

b
4

Q.S
b.I

Q = -E Iy .
S=A.X
b .tf
= 2 .
b2tf
=
8

h
4 .

b
4

I = Iy

b 2t f
h
EI Y . .
2
4
8 = E b h
Maka didapat w
Iy
16
tf .
2

MT
. cosh z

L
GJ
cosh

AnalisaStrukturLanjutan

47

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

M
T
GJ

sinh z

cosh L

M
T
GJ

2 cosh z

cosh L

2015-03-26

Diagram tegangan w

w
Teganganlentur (W)
M1
h

Mf
W

Mf
M f .x

If
If
x

Mf
EC w
h
d 2u
h

EI

dan
maka
u

f
f
2
h
2
dx 2
EI f

AnalisaStrukturLanjutan

48

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

max pada x

max

2015-03-26

b
maka max
2

EC w b
b

h 2
2
If
If

Mf

Ebh

4

M T sinh z

Dimana :
L
GJ
cosh
2

Gambar diagram w

max= -

Ebh
4

Akibat M2 :
=

maka :

dimana

M2 .t
dimana M2 = G J.
J
( G J. ) t
= G. .t
J
MT
1GJ

AnalisaStrukturLanjutan

Coshx
CoshL/2

49

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Diagram :

= G. .t

Catatan :

Sinh x = (ex e-x) .


Cosh x = (ex + e-x) .

AnalisaStrukturLanjutan

50

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

VI. Torsi pada tampang tipis tertutup


6.1 Umum
Torsi pada tampang tertutup adalah paling baik dalam konstruksi yang mengalami
torsi. Tampang tipis tertutup dapat dilihat digambar 6.1.

Gambar 6.1 Tampang tipis tertutup

6.2 Tegangan geser

Untuk menghitung tegangan geser lihat gambar 6.2 . Tampang tipis artinya tebal t
jauh lebih kecil dari kelililing. Pada tampang tersebut mengalami shear flow q
sepanjang tampang jika ada torsi dimana berlaku
= .
Pada persamaan tersebut q adalah shear flow, adalah tegangan geser dan t adalah
tebal.

dF = q.ds

r
ds

d Am
q

Gambar 6.2

Selanjutnya berlaku
= .

AnalisaStrukturLanjutan

51

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Torsi pada bagian tersbut adalah


= . = . .
Kemudian
= . . . = . .
Dilihat dari irisan sebesar ds digambar 6.2 maka berlaku

1

2

dimana
=

Maka

2
= 2. .

= 2. ,

Kemudian didapat dengan memasukkan ke persamaan = .

= 2

AnalisaStrukturLanjutan

52

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

6.3 Inertia Bred


Menghitung Inertia pada tampang tertutu dipakai rumus Bred.

ds

. L
r

Pada elemen
Elemends d =

. L
r

= G .
G

(hukum Hooke)
d =

G.r

d=

dv .dAm=
Am

MT.L
.
2 Am .t . G. r

MT
4 .Am2 . G

MT.L
2 Am .t . G. r

MT.L .
2 Am .t . G. r

d Am
Am

r .ds
2
Am

ds
t

Persamaan putaran sudut

maka Inertia tampang tipis tertutup adalah

42

AnalisaStrukturLanjutan

53

Prof. Dr.Ing.Johannes Tarigan

2015-03-26

Literatur:

1. Boresi, Arthur dkk :Advanced Mechanics of Materials, 1992


2. Salmon, Charles G. dkk :Struktur Baja, 1992
3. Daryl L. Logan :Mechanics of Materials, 1991
Thimoshenko S.P., Goodier.J.N, 1986 :TeoriElastisitas (terjemahanSebayang
Darwin), PenerbitAirlangga, Jakarta.
4. Bornsheuer :Vorlesungen In Baustatik Einfuehrung in die Torsion
UniversitasStutgart, 1980
6. Basler, Konrad, Torsion in Structure, Springler Verlag, Berlin, 1966

AnalisaStrukturLanjutan

54