Anda di halaman 1dari 28

Skrining Kanker Serviks

dengan Tes IVA


Theodora Dolorosa
102011066
B10

Skenario 7
Dokter A di Puskesmas Warnasari melakukan program
pemeriksaan IVA dalam rangka menemukan Ca serviks
secara dini pada kelompok tuna susila. Dari 500 orang
yang diperiksa, didapatkan 30 orang terdeteksi positif
tes IVA. Sampel yang terkumpul juga diperiksa dengan
paps smear yang lebih baik sensitivitasnya. Setelah di
periksa lebih lanjut dengan menggunakan paps smear
ternyata dari yang positif tes IVA hanya 6 orang yang
dinyatakan sakit kanker cervix dan yang tes IVA negatif
ada 3 orang yang dinyatakan sakit kanker cervix.

Identifikasi istilah yang tidak diketahui


Tidak ada

Rumusan Masalah
Dokter A di Puskesmas Warnasari ingin melakukan
skrining kanker serviks pada kelompok wanita tuna
susila

Epidemiologi ca serviks
Distribusi ca serviks
Di Indonesia, insiden kanker serviks diperkirakan
40.000 kasus pertahun dan masih merupakan
kanker wanita tersering.
Selam kurun waktu 5 tahun, usia penderita antara
30-60 tahun, terbanyak antara 45-50 tahun.

Faktor resiko ca serviks


1. Perilaku seksual
Wanita yang memulai hubungan seksual pada usia < 20
tahun atau mempunyai pasangan seksual yang bergantiganti lebih berisiko untuk menderita kanker serviks
2. Kontrasepsi
Kondom
Kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka panjang yaitu
lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko relatif 1,53
kali.
WHO melaporkan risiko relatif pada pemakaian
kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai
dengan lamanya pemakaian.

3. Merokok
Asap rokok menghasilkan polycyclic aromatic
hydrocarbon heterocyclic nitrosamines.
Pada wanita perokok konsentrasi nikotin pada getah
serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum.
Efek langsung bahan-bahan tersebut pada serviks adalah
menurunkan status imun lokal sehingga dapat menjadi
kokarsinogen infeksi virus.
4. Riwayat kanker serviks di keluarga
Bila seorang wanita mempunyai saudara kandung atau ibu
yang mempunyai kanker serviks 2-3 kali lebih besar
dibandingkan dengna orang normal

5. Hygen yang buruk


Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu
menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan
dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim
Anda.
6. Menggunakan pil-pil mengontrol kelahiran untuk waktu
yang lama
Menggunakan pil-pil pengontrol kelahiran untuk suatu
waktu yang lama (5 tahun atau lebih) dapat
meningkatkan risiko kanker leher rahim.

Cara penularan ca serviks


Melalui hubungan seksual (dengan cara
transmisi genital --> genital, oral --> genital, )
terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti
pasangan.

Agent Host Environment


karsinoma serviks
Agent : Human papillomavirus, Human
immunodeficiency virus
Host : Manusia dengan factor resiko yang
tinggi, mempunyai factor riwayat kanker
serviks pada keluarga
Enviroment :Tingkat pendidikan yang rendah

Skrinning Tes
Tujuan skrinning
Mendeteksi dini penyakit tanpa gejala atau dengan
gejala tidak khas terhadap orang-orang yang tampak
sehat, tetapi mungkin menderita penyakit yaitu orang
yang mempunyai risiko tinggi untuk terkena penyakit
(population at risk)
Menurunkan Case Fatality penyakit.
dapat dilakukan pengobatan secara tuntas hingga
mudah disembuhkan dan tidak membahayakan
dirinya maupun lingkungannya

Syarat-syarat skrinning
Tes harus cukup sfesifik dan sensitive
Tes dapat diterima oleh masyarakat, aman, tidak
berbahaya, cukup murah, sederhana
Masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting
(morbiditas & mortalitas )

Validitas
Uji tapis merupakan tes awal yang baik untuk
memberikan indikasi individu mana yang benar-benar
sakit dan mana yang tidak, disebut validitas. Validitas
mempunyai dua komponen yaitu:
Sensitivitas
Spesifisitas

Sensitivitas kemampuan suatu tes untuk


mengidentifikasi individu dengan tepat, dengan hasil tes
positif, dan benar sakit.
Spesifisitas kemapuan suatu tes untuk
mengidentifikasi individu dengan teapat, dengan hasil
tes negative, dan benar tidak sakit

Kasus 7 :
Dari 500 orang yang diperiksa, didapatkan 30 orang
terdeteksi positif IVA. Setelah diperiksa lebih lanjut dari
yang positif tes IVA 6 orang + sakit kanker rahim dan
yang hasil tesnya negatif 3 0rang sakit kanker rahim.
Hasil tes

Sakit

Tidak sakit

Total

IVA positif

6 (a)

24 (b)

30 (a+b)

IVA negatif

3 (c)

467 (d)

470 (c+d)

Total

9 (a+c)

491(b+d)

500 (n)

Sensitifitas = a/a+c x 100%= 6/9=66,67%


Spesitivitas = d/ b+d x 100%= 467/491 = 95,13%

Nilai kecermatan positif ialah proporsi jumlah


yang sakit terhadap semua hasil tes positif.

Nilai kecermatan negatif ialah proporsi jumlah


yang tidak sakit terhadap hasil tes negative.

False positif rate ialah jumlah hasil tes positif semu


dibagi dengan jumlah seluruh hasil tes positif.
atau 1 y

False negative rate ialah jumlah hasil tes negative semu


dibagi dengan jumlah seluruh hasil tes negative.
atau 1 z

Hasil tes

sakit

Tidak sakit

Total

IVA positif

6 (a)

24 (b)

30 (a+b)

IVA negatif

3 (c)

467 (d)

470 (c+d)

Total

9 (a+c)

491

500 (n)

Diketahui:
a= positif benar
c= negatif semu
b= positif semu
d= negatif benar
Jawaban:
Nilai kecermatan positif = y= a/a+b x 100%= 6/30 = 20%
Nilai kecermatan negatif = z= d/c+d x 100%= 467/470 = 99,36%
False positif = b/a+b atau 1-y x100% = 24/30 = 80%
False negatif = c/c+d atau 1-z x100%=3/470 = 0,64%

Positif Predicted Value adalah kemampuan dari suatu tes untuk


mengidentifikasikan orang-orang yang benar-benar sakit dari hasil
tes skrining positif

Negative Predicted Value adalah suatu kemampuan dari suatu tes


untuk mengidentifikikasi orang-otang yang benar-benar
sehat/tidak bermasalah dari yang hasil tes skringingnya negative.

Hasil tes

sakit

Tidak sakit

Total

IVA positif

6 (a)

24 (b)

30 (a+b)

IVA negatif

3 (c)

467 (d)

470 (c+d)

Total

9 (a+c)

491

500 (n)

Diketahui:
a: true positif
c: false negatif
b: false positif
d: true negatif
Jawaban:
PPV = true(+)/ true (+) + false (+) x 100% 6/30 = 20%
Artinya = kemungkinan wanita yang sakit hanya 20% dari mereka yang
hasil pemeriksaan IVA positif
NPV = true (-) / true (-) + false (-) x 100% 67/70= 95,71%
Artinya = kemungkinan wanita yang tidak sakit hanya 95,71% dari
mereka yang hasil pemeriksaan IVA negatif.

Reliabilitas
Bila tes yang dilakukan berulang-ulang menunjukkan
hasil yang konsisten, dikatakan reliabel
Faktor yg mempengaruhi:
Variabilitas alat
Variabilitas orang
Variabilitas pemeriksa

Macam-macam skrinning
Mass screening
Selective screening
Single disease screening
Multiphasic screening

Skrining yang dapat dilakukan untuk mendeteksi ca


serviks
IVA : insfeksi visual dengan asam asetat
Pap smear : menggunakan pengerik atau sikat
untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks
atau leher rahim.

Program IVA di puskesmas


Untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya
peningkatan kasus kanker serviks pemerintah telah
melakukan beberapa program untuk deteksi dini ca
serviks melalui puskesmas-puskesmas dimana
program IVA ini termasuk salah satu program
unggulan.

Promosi Kesehatan

Pendekatan medik
Pendekatan perubahan perilaku
Pendekatan pendidikan
Pendekatan berpusat pada klien
Perubahan sosial

Pencegahan Kanker Serviks


Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup
nutrisi dan bergizi
Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
Hindari berhubungan intim saat usia dini
Selalu setia kepada pasangan anda, jangan berganta-ganti apalagi
diikuti dengan hubungan intim.
Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun
sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya
melakukan vaksinasi HPV

Kesimpulan
Screening dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan prosedur
sederhana dan cepat untuk mengidentifikasikan dan
memisahkan orang yang tampaknya sehat, tetapi kemungkinan
beresiko terkena penyakit, dari mereka yang mungkin tidak
terkena penyakit tersebut.
Skrining kanker serviks melalui metode IVA tengah
digaungkan oleh sejumlah praktisi kesehatan,
khususnya yang tergabung dalam organisasi yang
bekerja untuk penanggulangan penyakit kanker.