Anda di halaman 1dari 50

Laporan Kasus

Modul 8 (Penyakit & Kelainan Gigi


Anak)

Pencabutan Gigi Sulung


Posterior

Pembimbing : drg. Enrita Dian R., SpKGA

Nila Afdrian Febrianty


040.09.137 / 041.212.118

Tinjauan Pustaka

Pertimbangan sebelum
melakukan pencabutan gigi
sulung1,2,8,9
Usia

Keadaan
Kooperat
umum
if anak
pasien

Indikasi Pencabutan
Gigi Sulung1
Gigi dengan karies luas, karies
mencapai bifurkasi dan tidak dapat
direstorasi sebaiknya dilakukan
pencabutan
Infeksi di periapikal dan tidak dapat
disembuhkan kecuali dengan
pencabutan.
Gigi yang sudah waktunya tanggal
dengan catatan bahwa
penggantinya sudah akan erupsi.

Gigi sulung yang


persistensi

Gigi sulung yang


mengalami
impaksi

Gigi yang
mengalami ulkus
dekubitalis

Untuk perawatan
ortodonsi

Supernumerary
tooth

Gigi penyebab
abses
dentoalveolar

Kontra Indikasi
Pencabutan Gigi Sulung2

Anak yang sedang


menderita infeksi akut di
mulutnya
Blood dyscrasia atau
kelainan darah
Pada penderita penyakit
jantung

Adanya tumor yang ganas,


karena dengan pencabutan
tersebut dapat
menyebabkan metastase
Pada penderita Diabetes
Mellitus (DM). Pencabutan
dilakukan setelah konsultasi
dengan dokter yang
merawat pasien

Anastesi Lokal
tindakan menghilangkan rasa
sakit untuk sementara pada
satu bagian tubuh dengan cara
mengaplikasikan bahan topikal
atau suntikan tanpa
menghilangkan kesadaran. 1,4,6,7

Macam Anastesi
1,4-7
Lokal

Anastesi
Topikal

Anastesi
Infiltrasi

Anastesi
Blok

Teknik
Infiltrasi
Bukal /
Labial
Palatal
Papila
Interdental
Intraligamen

Identitas
pasien

Nama Pasien: Mohamad Rifai


Nama Orang Tua:
Ayah: Ujum Suku: Sunda
Ibu : Saminah

Pekerjaan: Buruh

Suku: Jawa Pekerjaan: IRT

Jenis Kelamin: Pria


Tanggal Lahir: 13 Mei 2004
Agama: Islam
Pekerjaan: Pelajar (SD)
Berat badan: 24 kg Tinggi badan: 123 cm
Keinginan Pasien: Pasien ingin memeriksakan giginya
yg sakit

Keluhan
utama

Gigi atas kanan sakit


sejak 2 bulan yang
lalu, sampai sekarang
masih sakit. Sakit
berdenyut saat
menyikat gigi.

Riwayat
kesehatan

1. Apakah ibu pernah menderita penyakit sewaktu

Sebelum Lahir

mengandung anak tersebut ?


(Tidak)
2. Apakah ibu pernah mendapat pengobatan
antibiotik sewaktu mengandung anak tersebut ?
(Tidak)
3. Apakah ibu makan vitamin dan mineral (kalsium)
dalam jumlah yang cukup selama mengandung
anak tersebut ?
(Tidak)
4. Apakah ibu makan tablet/obat yang mengandung
fluor selama mengandung anak tersebut ?
(Tidak)


1. Apakah anak ibu lahir cukup bulan?

Waktu Lahir

(Ya, 9 bulan)
2. Apakah anak ibu lahir spontan ?
(Ya)
3. Apakah anak ibu lahir dengan bantuan
alat?
(Tidak)
4. Apakah ibu ingat bagaimana keadaan anak
ibu
waktu lahir? (Normal, BB: 3kg, P: 50cm)

Setelah Lahir dan Masa Anak


1. Berapa lama anak ibu minum A.S.I?
(2
tahun)
2. Berapa lama anak ibu minum susu botol?
(Tidak)
3. Apakah anak ibu menghisap dot?
(Tidak)
4. Apakah anak ibu pernah menderita penyakit
tersebut di bawah ini ?
- rheumatik fever?
(Tidak)
- diabetes melitus?
(Tidak)
- penyakit jantung?
(Tidak)
- anemia?
(Tidak)
- haemophilia?
(Tidak)
- hepatitis infectiosa?
(Tidak)

5. Apakah anak ibu sekarang dalam


perawatan dokter?
(Tidak)
6. Apakah ia mudah terluka?
(Tidak)
7. Bila terluka apakah perdarahan sukar
berhenti?
(Tidak)
8. Apakah ia pernah mendapatkan
pengobatan di bawah ini
- penicillin
(Tidak tahu)
- tetracyline
(Tidak tahu)

9. Apakah ia alergi terhadap obat :


- aspirin? Bodrexyn
(Tidak)
- sulfa?
(Tidak tahu)
- penicillin?
(Tidak tahu)
- tetracycline?
(Tidak tahu)
- barbiturat (obat tidur)?
(Tidak tahu)
- anestheticum?
(Tidak)
10.Apakah ia alergi terhadap makanan :
- udang / kepiting
(Tidak)
- ikan
(Tidak)
-telur
(Tidak)

11.Apakah ia sering menderita sakit gigi?


(Ya)
12.Apakah gusinya mudah berdarah?
(Tidak)
13.Apakah ia menghisap ibu jari / jari lain?
(Tidak)
14.Apakah ia mempunya saudara laki-laki /
perempuan?
(Ya)
Bila Ya, berapa orang? 2 kakak perempuan
Dan ia anak ke berapa? ke - 3
15.Apakah ia sukar bergaul dengan anak lain? (Tidak)
16.Apakah ia dapat mengikuti pelajarannya di sekolah?
(Ya)
17.Apakah ia pernah ke dokter gigi?
(Tidak)
18.Apakah ia takut pada dokter gigi?
(Tidak
tahu)

1.
2.
3.
4.

Tingkah Laku Pada Kunjungan


Pertama
Sangat Negatif
3
Negatif
Positif
Sangat Positif

Pemeriksaan extra
oral

Muka

ovoid
simetr
is
Ping. rahang
T.A.K

Pipi

Bibir

T.A.K

T.A.K

Kel.
submandibul
ar
Kiri : keras
tidak sakit
Kanan :
keras tidak
sakit

Kel. Leher
T.A.K

Mukosa
pipi kiri/
kanan
(T.A.K)

Palatum
(T.A.K)

Dasar
Mulut
(T.A.K)

Lidah
(T.A.K)

Frenulum
(T.A.K)

Gingiva : gingivitis marginalis 16, 55,


Plaque : hampir pada seluruh
54, 65, 26,gigi
36, 35,
34, 33,
32,
31,
Karang
:
Gigi
55,
53,
permukaan
gigi
41,
42,
43,
46 42
65, 32, 31, 41,

Pemeriksaan gigi geligi


2

55 54 53 52 51 61 62 63 64 65
8

18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28
48 47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37 38
8

85 84 83 82 81 71 72 73 74 75
2

Keterangan :
Gigi sehat
= 0
Tambalan
= 6
Karies
= 2
Tak ada gigi (klinis) = 8
Tambalan & karies = 4
Lain-lain
= 9

Gigi

Son
d.

Per
k.

Druk

Ch/P
t.

Diagnosa

Renc. ther

16

IP

PRR

55

KE

GIC Kelas I

54

KMP Vital
+
Persistensi

Ekstraksi

65

KD

Amalgam Kelas
II

36

IP

PRR

75

Persistensi
Radiks

Ekstraksi

84

Radiks

Ekstraksi

85

Radiks

Ekstraksi

46

Reversible Amalgam Kelas


Pulpitis
I

Pemeriksaan
Radiografis
o Karies mencapai
pulpa
o Resorbsi akar
mesial dan distal
gigi 54 mencapai
1/3 servikal akar
o Pembentukan
benih gigi 14
mencapai 1/3
tengah akar.

Diagnosa Keluhan Utama

Gigi 54

KMP Vital +
Persistensi

Rencana Perawatan Lengkap

Periodontologi (scaling) 55, 53,

65, 32, 31,

41, 42

Exodontia 54, 75, 84, 85


Konservasi 16, 55, 65, 36, 46

Rencana Perawatan Menurut


Prioritas

Perawatan/kegiat Gigi
an

Alasan

Temporary filling

65, 46

Control of
disease

Removal of plaque
and calculus

P: hampir seluruh
permukaan
C: 55, 53, 65, 32, 31, 41,
42

Control of
disease

Removal of teeth

54, 75, 84, 85

Control of
disease

DHE

RA + RB

Patient education
and motivation

Fissure sealant

24, 26

Development of
host resistence

TAF

RA + RB

Development of
host resistence

Permanent filling

16, 55, 65, 36, 46

Restoration of

Foto Kasus

Pemeriksaan :
Sondasi (+)
Perkusi (-)
Druk (-)
Chlor etil (+)
Goyang derajat 2

Diagnosa :
KMP Vital + Persistensi

Rencana perawatan :
Ekstraksi

Laporan Kasus

Persiapan alat dan bahan

Tahap 1 : Asepsis
daerah penetrasi
jarum dengan
betadine
Tahap 2 : Anastesi
topikal daerah
penetrasi jarum
bukal

Tahap 3 : Insersi
jarum bukal

Tahap 4 : Anastesi
topikal daerah
penetrasi jarum
palatal
Tahap 5 : Insersi
jarum palatal
Tahap 6 : Cek
baal

Tahap 7 :
Pemisahan
ligamen
periodontal
dengan
menggunakan
bein.

Tahap 8 :
Ekstraksi gigi 54
dengan
menggunakan
forceps.

Tahap 9 :
Menggigit
tampon dan
instruksi post
ekstraksi.

Instruksi pasca ekstraksi

1. gigit tampon selama 30 menit - 1 jam


2. bila bibir terasa baal jangan digigit
gigit agar tidak menjadi trauma
3. bekas luka jangan dipegang, dihisaphisap
4. jangan sering berkumur, dan
5. jangan makan makanan yang panas
dan pedas selama 24 jam.

Gigi 54 yang telah


dilakukan ekstraksi

Pembahasan

Tindakan pencabutan gigi sulung


salah satu tindakan umum yang sering
dilakukan, namun bila dokter gigi tidak
memperoleh informasi lengkap
mengenai status kesehatan anak
dapat berakibat fatal
pentingnya pemeriksaan lengkap
untuk mengetahui riwayat kesehatan
pasien

Kesulitan lainnya dalam


perawatan kesehatan gigi anak

kooperatif anak
dokter gigi harus menjelaskan
prosedur dalam bahasa yang dapat
dimengerti dan tidak menakutkan bagi
anak

keadaan lokal dalam rongga


mulut pasien juga harus
diperhatikan

bila terdapat infeksi akut

pencabutan harus ditunda


sampai infeksi sembuh

Kontrol rasa sakit pada pasien


wajib dilakukan anastesi
topikal sebelum injeksi
Operator tidak boleh
memperlihatkan suntikan di
depan pasien operator
harus mengalihkan perhatian
pasien
Pentingnya diberikan instruksi
pasca pencabutan agar tidak
terjadi infeksi pada luka bekas
pencabutan

Pasien ini
gigi sudah
goyang
derajat 2,
persistensi
dengan
karies
mencapai
pulpa vital

Anastesi
pada
pasien ini
menggunak
an
pehacain

Teknik
anestesi
yang
digunakan
yaitu
anestesi
topikal dan
dilanjutkan
dengan
infiltrasi

Setelah pasien merasa baal langkah selanjutnya adalah


pemisahan ligamen periodontal dengan menggunakan
elevator atau bein

ekstraksi dengan menggunakan forcep

pasien harus menggigit tampon

diinstruksikan agar jangan menggigit-gigit atau menghisaphisap daerah bekas pencabutan

Pasien juga dianjurkan untuk menggunakan sisi rahang yang


berbeda dari luka bekas pencabutan

Kesimpulan

Pencabutan gigi sulung adalah salah satu


tindakan yang sering dilakukan
Dokter gigi harus mengetahui riwayat
singkat kesehatan pasien agar tidak
berpengaruh pada tindakan ekstraksi
Indikasi pencabutan juga harus tepat dan
tidak boleh asal melakukan pencabutan
tanpa ada ketentuan

Proses pencabutan harus dilakukan


dengan tepat mulai dari anastesi
hingga proses ekstraksi
Instruksi pasca pencabutan juga
penting agar tidak terjadi infeksi pada
luka bekas pencabutan

Daftar Pustaka

1. Cameron AC, Widmer RP. Handbook of Pediatric Dentistry. 3rd Ed. Philadelphia: Mosby Elsevier;
2008: 9-36.
2. Guideline on Pediatric Oral Surgery. American Academy of Pediatric Dentistry: Clinical Guidelines
[serial online] 2012 [cited 2013 September 29]; 34(6): 264-271. Available:
http://search.ebscohost.com.
3. Mackie IC, Blinkhorn, AS, editors. Practical Treatment Planning for the Pedodontic Patient. Ed. Ke-1.
London: Quintessence Publishing Company Ltd. 1992: 23.
4. McDonald RE, Avery, DR, Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent. 8th Ed. Missouri: Mosby;
2004: 270-284.
5. Welbury RR, Duggal MS, Hosey MT. Paediatric Dentistry. 3rd Ed. Oxford: Oxford; 2005: 89-106.
6. Baart JA, Brand HS. Local Anaesthesia in Dentistry. Translated by : O. Joanne, B Henk and B Jacques.
Oxford : Wiley-Blackwell; 2009 : 97-115.
7. Malamed SF. Handbook of Local Anesthesia. Ed. 5. Missouri: Mosby; 2004: 271-275.
8. Casamassimo P. S., Fields H. W., McTigue D. J., Nowak A. J. 2013: Pediatric Dentistry Infancy
Through Adolescence. 5th ed. Missouri: Elsevier.
9. Koch G, Poulsen S. Pediatric Dentistry A Clinical Approach. 2nd Ed. Oxford : Wiley-Blackwell; 2009:
61-70.
10.Staman N, Townsend J, Hagan J. Discomfort Following Dental Procedures for Children. Pediatric
Dentistry [serial online]. 2013 [cited 2013 September 29]; 35(1): 52-54. Available:
http://search.ebscohost.com.

Terima kasih