Anda di halaman 1dari 2

Protein Nabati atau Hewani? mana yang terbaik?

5 Votes

Protein adalah protein


Jurnal ilmiah terkemuka Lancet sudah sejak 1959 menurunkan artikel yang membahas
kenyataan bahwa kualitas protein hewani tak lebih tinggi dari protein nabati dan kualitas
protein nabati tak lebih rendah dari protein hewani. Alias bagi tubuh protein adalah protein.
Darimanapun sumbernya, protein tetap sama berguna dan sama kualitasnya untuk
membentuk enzim, membentengi tubuh dari serangan penyakit, menjalankan metabolisme
tubuh. Sekaligus sama ampuhnya dalam menjalankan berbagai peranan pembangunan dan
pemeliharaan jaringan tubuh.
Protein nabati protein yang sehat
Protein nabati sehat karena mencukupi kebutuhan kalori protein dan cendrung tidak
dikonsumsi secara berlebihan. Sehingga tidak menyebabkan resiko kelebihan protein seperti
halnya protein hewani. Juga makanan sumber protein nabati tidak mengandung kolesterol dan
lemak jenuh seperti sumber protein hewani. Sebaliknya mereka mengandung berbagai
karbohidrat kompleks vitamin, mineral dan zat-zat gizi lainnya serta serat makanan yang
dapat membantu menurunkan resiko berbagai jenis penyakit dan kanker.
Mendapat protein menanggung kolesterol
Mitos keunggulan protein hewani sudah dipatahkan hampir empat dekade lalu. Tetapi sampai
sekarang masih ada saja yang mengira hewan adalah sumber protein kelas satu. Tanpa
menyadari dibalik pendewaan protein hewani adalah biaya super ekstra yang harus

ditanggung pemakannya. Apalagi jika bukan kolesterol dan lemak jenuh, picu pembunuh
nomor satu di dunia yakni penyakit jantung. Karena tak ada daging yang hanya ada protein
tanpa kolesterol dan lemak jenuh. Demikian pula halnya telur, air susu, juga bangsa ikan dan
makanan laut lainnya. Mereka sumber protein hewani sekaligus kaya kolesterol.
Harga protein hewani
Sejumlah penelitian penting telah membuktikan bahwa konsumsi protein berlebihan ternyata
membawa dampak yang merugikan kesehatan. Terutama berkaitan dengan meningkatnya
resiko terhadap berbagai penyakit seperti rapuh tulang, batu ginjal, diabetes, kanker, penyakit
jantung dan darah tinggi.
Rapuh tulang
Makanan bersifat terlalu asam bagi tubuh atau ber-pH asam (tak berarti makanan yang terasa
asam di lidah) mempercepat proses perapuhan tulang. Mereka adalah daging, telur dan ikan.
Karena darah perlu dipertahankan pada pH normal sehingga masukan makanan bersifat asam
akan dinetralkan oleh mineral basa. Mineral ini adalah kalsium dan akan diambil dari tulang.
Akibatnya setiap konsumsi protein hewani akan diikuti oleh pengurasan kalsium tulang.
Batu ginjal
Batu ginjal adalah mata rantai berikutnya setelah proses perapuhan tulang. Kalsium yang
diambil dari tulang untuk menetralkan asam yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan
melalui ginjal. Kadar yang tinggi ini tidak saja akan memperberat kerja ginjal tetapi juga
dapat mengkristal membentuk batu ginjal.
Kanker
Sejauh mana protein berlebihan berkorelasi dengan kanker masih belum dirumuskan tetapi
semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa kelebihan protein meningkatkan resiko
kedapatan kanker payudara, prostat, pankreas dan usus.
Penyakit jantung dan darah tinggi
Asupan protein hewani akan diikuti oleh meningkatnya jumlah kolesterol yang masuk ke
dalam tubuh. Dengan demikian akan menaikkan resiko kedapatan penyakit jantung dan darah
tinggi.
Referensi
buku : L. Linan, Vegetarian OK
image :
http://2.bp.blogspot.com