Anda di halaman 1dari 8

MATERI PENYULUHAN UNTUK SISWA SD DAN IBU-IBU POSYANDU

Mulut merupakan bagian dari kepala, berbentuk sebuah rongga atau


ruangan yang dibatasi oleh bibir, pipi, tulang rahang, jaringan dasar mulut serta
langit-langit (palatum). Rongga ini dilapisi oleh jaringan yang lembut yang
disebut selaput lender mulut. Di dalam rongga ini ada gigi geligi dan lidah, serta
keadaan dalam mulut selalu lembab sebab dibasahi oleh cairan yang disebut air
liur.
Peranan mulut sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang.
Mulut merupakan pitu gerbang masuknya makanan dan minuman ke dalam tubuh,
yang mana makanan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi, perbaikan
jaringan maupun untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Bakteri dan virus dapat masuk melalui:

Makanan dan minuman


Botol dot yang tidak disteril
Mainan anak yang tidak pernah dicuci, yang terkadang dimasukkan ke dalam

mulut anak.
Tangan anak yang kotor, kemudian tangannya masuk ke dalam mulut.
Lantai yang kotor saat anak bermain di lantai menggunakan tangannya.
Karena itu, orang tua sebaiknya menjaga kebersihan makanan dan

minuman, botol dot, mainan anak, dan kedua tangan anak, serta lantai rumah.
Biasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan minum.
Fungsi mulut meliputi tiga aspek utama, yaitu: pencernaan makanan,
estetik dan komunikasi.
Membiasakan pola hidup sehat dan menumbuhkan motivasi dalam
menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu ditanamkan sejak dini pada diri anak.
Karena apabila anak telah memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan
mulutnya, akan sangat membantu dalam mencegah terjadinya kerusakan gigi dan
penyakit yang lainnya. Hal yang senantiasa harus diingat adalah mencegah selalu
lebih baik daripada mengobati.

Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus dimulai sejak usia bayi dan
balita. Hal-hal yang perlu diketahui dan dipahami di bidang kesehatan gigi dan
mulut anak antara lain:
1. Usia 0-6 bulan
Dalam masa bayi minum ASI, susu dan makanan lunak. Gigi belum
tumbuh, tetapi makanan cair dan lunak ini akan berpengaruh terhadap
keserasian pertumbuhan dan perkembangan rahang, otot-otot mulut dan tempat
gigi bakal tumbuh.
Hal-hal yang harus dipahami, dalam pemeliharaan mulut bayi antara
lain sebagai berikut:
a. Bersihkan mulut bayi dengan kapas, kasa bersih atau waslap yang dibasahi
air matang atau air hangat, setiap selesai diberi ASI, susu, makanan lunak,
atau setiap habis mandi. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan tumbuhnya
jamur dalam mulut bayi dan menanamkan kebiasaan membersihkan mulut
sejak dini.
Sekarang sudah tersedia tisu dengan berbagai rasa buah untuk
membersihkan gigi bayi yang baru tumbuh. Bila beberapa gigi sudah
tumbuh, dapat dibersihkan dengan sikat gigi untuk bayi. Baik tisu rasa buah
maupun sikat gigi untuk bayi, bisa didapat di toko perlengkapan bayi.
b. Bayi berusia 0-6 bulan umumnya belum memiliki gigi susu. Namun
kegiatan membersihkan lidah dan seluruh rongga mulutnya sudah harus
dilakukan begitu selesai menyusui dan sebelum tidur malam.
Berikut langkah-langkahnya:
Sediakan potongan kain kasa atau kapas steril (bisa juga menggunakan

waslap).
Basahi kain kasa atau kapas tersebut dengan air matang.
Balutkan kain kasa atau kapas pada jari telunjuk ibu.
Bersihkan mulut dan gusi bayi secara perlahan-lahan.
Posisikan bayi berbaring agak tegak, atau duduk di pangkuan ibu kalau

bayi sudah bisa duduk dan mendekap kepalanya ke dada ibu.


c. Setelah giginya erupsi, gunakan sikat gigi khusus bayi. Sedikitnya
dibersihkan sekali sehari tanpa memakai pasta gigi, dengan posisi bayi
berbaring agak tegak dan dipangku menghadap ibunya dengan posisi kepala

terletak pada lutut, sehingga keadaan anak dapat terlihat. Kalau bayi sudah
bisa duduk, bayi diposisikan duduk di pangkuan ibunya dan mendekap
kepala bayi ke dada ibu. Setelah anak bisa berjalan, barulah diajarkan
menyikat gigi sendiri. Posisinya, ibu di belakang anak dan membantu
menyikat gigi dari belakang.
d. Anak usia 1-2 tahun agar dibantu oleh ibunya, agar anak dapat
membersihkan giginya dengan baik dan benar. Gunakan sikat gigi khusus
anak yang sesuai usianya. Menyikat gigi dilakukan sedikitnya 2 kali sehari,
setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Setelah makan siang
sebaiknya berkumur dengan air agar sisa makanan tidak menempel pada
gigi. Orang tua sebaiknya memilih model sikat gigi anak menurut kesukaan
anak, agar memotivasi anak untuk rajin menyikat giginya.
e. Bila bayi membutuhkan botol dot maka pilihlah bentuk ujung dot,
kekenyalan dan lubang dot yang memenuhi syarat kesehatan.
f. Bersihkan dan rebuslah botol dot kemudian keringkan dengan kain bersih
lalu simpanlah botol dot sebaik-baiknya agar terhindar terhadap kontak
dengan kuman atau media tumbuhnya jamur.
g. Jagalah bayi agar tidak mengisap jarinya, untuk mencegah terjadinya
gangguan dalam pertumbuhan gigi dan rahangnya.
h. Biasakan bayi diberi susu yang tidak terlalu manis.
i. Erupsi atau tumbuhnya gigi susu yang pertama pada bayi terjadi pada usia
6-8 bulan, namun masih belum bisa dikatakan terlambat apabila di atas usia
tersebut belum juga keluar gigi pertama karena normalnya erupsi gigi terjadi
pada usia 6-12 bulan. Jika anak berusia lebih dari satu tahun tetapi belum
tumbuh gigi, bawalah anak ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan
pemeriksaan klinis mulut anak, apakah pada gusi terlihat penonjolan yang
merupakan tanda akan tumbuhnya gigi. Selain itu juga dapat dilakukan foto
rontgen untuk melihat benih gigi sulung dan permanennya ada atau tidak.
j. Gejala yang paling sering dan paling umum dialami saat anak tumbuh gigi
adalah rasa gatal pada gusi. Rasa gatal ini membuat anak sering menggigit
benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya, berikan biskuit bayi yang
agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak membahayakan.
Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk digigit-gigit, yang terbuat

dari bahan-bahan yang aman dari zat beracun. Bila tidak ada mainan yang
bisa digigit, maka bisa diganti dengan wortel, karena wortel agak keras,
tidak mudah putus dan yang pasti lebih murah.
k. Pada saat gigi sulung sudah tumbuh sempurna, akan terlihat mulai
terbentuknya spacing atau diastema ruang, sehingga seolah-olah gigi anak
tersebut mempunyai ukuran yang lebih kecil. Terjadinya diastema ruang
(kelebihan tempat) ini merupakan hal yang normal, karena kelak dengan
tumbuhnya gigi tetap pengganti yang berukuran lebih besar, ruangan yang
diperlukan sudah tersedia dan sesuai dengan ukuran gigi tetap penggantinya.
2. Usia 7-24 bulan
Pada bayi umur 7 bulan biasanya gigi sudah mulai tumbuh, dimulai
dengan gigi seri pertama di rahang bawah. Makin bertambahnya umur bayi
makin banyak gigi, dan gigi anak lengkap pada usia 24 bulan (2 tahun). Pada
kurun waktu pertumbuhan gigi ini, seorang anak harus mulai dilatih oleh
ibunya:
a. Membersihkan giginya setiap mau tidur malam dan setiap selesai
makan/minum susu.
b. Berkumur dengan cara meniru orang tua berkumur dan anak berkumur
dengan menggunakan air matang. Setelah anak bisa berkumur dan bisa
membuang air kumur, anak dianjurkan memakai pasta gigi yang
mengandung fluoride.
c. Minum susu yang tidak diberi gula/diberi gula sedikit saja.
d. Segera dibersihkan giginya setelah makan gula-gula/permen, cokelat, dan
biskuit.
e. Membiasakan anak diberi makanan yang bergizi baik.
f. Ajarkan anak-anak dengan nyanyian-nyanyian yang mendorong tercapainya
kesehatan yang baik pada umumnya dan kesehatan gigi pada khususnya.
g. Berkenalan dengan dokter gigi agar anak-anak tidak asing dan tidak takut
bila suatu waktu membutuhkan perawatan giginya.
3. Usia 3-5 tahun
Saat ini anak dalam masa Prasekolah. Mereka mulai belajar hidup
bermasyarakat dan berkembang. Pada usia ini mereka akan mengalami banyak
hal, seperti mengenal banyak teman, mengenal dan minta banyak macam
makanan, dan meniru/menconto apa yang dilihatnya. Dampaknya dapat

berakibat menguntungkan atau merugikan bagi kesehatan giginya. Hal-hal


yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah:
a. Memilih makanan yang bergizi baik untuk kesehatan gigi anaknya seperti:
buah-buahan, sayur-sayuran, dan lauk-pauk lainnya.
b. Pada masa ini seorang anak sudah bisa dilatih membersihkan giginya
dengan cara yang tepat dan benar, namun harus diawasi ibunya. Seorang ibu
harus mengingatkan anaknya untuk menyikat gigi sebelum tidur malam dan
setiap selesai makan.
4. Usia 6 tahun
Gigi tetap anak dibentuk sejak anak lahir dan akan tumbuh pada rahang
mulai umur 6 tahun, dimulai pada gigi geraham pertama rahang bawah yang
tumbuh di belakang gigi geraham kedua sulung. Usia 6 tahun adalah usia
dimana dimulainya masa pergantian gigi sulung dengan gigi tetap.
Orang tua agar memperhatikan gigi geraham pertama permanen, karena
walaupun sudah tumbuh pada waktu anak berumur 6 tahun, tetapi merupakan
gigi permanen yang tidak ada gantinya. Gigi ini dijaga agar tidak berlubang,
dengan cara menyikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur. Gigi geraham
pertama permanen sangat penting karena dibutuhkan untuk mengunyah
makanan yang dapat membantu proses pencernaan.
Setelah tumbuhnya gigi permanen yang pertama, kemudian akan
disusul gigi geligi permanen yang lain yang akan tumbuh. Gigi permanen
terakhir yang tumbuh yaitu gigi geraham ketiga (gigi geraham bungsu) yang
normalnya tumbuh pada usia 17-21 tahun. Tetapi pada beberapa keadaan gigi
geraham seringkali tidak tumbuh.
Menerapkan pola hidup sehat pada anak
-

Berilah anak makanan yang sehat dan mengandung sumber kalsium yang
memadai, seperti daging, susu, buah segar, dan sayur-sayuran. Gizi yang baik
adalah bahan makanan yang terdiri atas 4 sehat 5 sempurna dan makanan
diberikan pada anak dalam jumlah yang seimbang. Konsumsi makanan buah

dan sayur untuk meningkatkan produksi air liur sehingga terjadi self cleansing.
Jangan menambahkan gula dan garam. Bayi tidak membutuhkannya.
Jangan berikan madu sampai usia 2 tahun karena madu yangs sering
dikonsumsi anak menyebabkan rampant karies.

Jus, susu, minuman yang bergula merupakan sumber karies gigi (gigi

berlubang).
Jangan makan/minum di tempat tidur karena tempat tidur bukan tempat untuk
makan. Biasakan agar anak sudah selesai makan/minum sebelum anak
ditidurkan. Untuk menanggulanginya, susu atau minuman manis lainnya

perlahan-lahan diganti dengan air biasa saja.


Berkumur-kumur dengan air, setelah makan makanan sehingga sisa makanan

tidak melekat pada gigi.


Diet merupakan faktor utama dalam perkembangan karies, dan seringnya
makan sukrose (gula) di antara waktu makan adalah faktor kunci yang

meningkatkan terjadinya karies.


Apabila anak memiliki kebiasaan buruk menahan (ngemut) makanan dalamt
mulut, agar segera dihilangkan. Kontak antara makanan dan gigi yang terlalu
lama menyebabkan gigi berlubang dengan ciri khas, yaitu terjadinya karies
rampan. Orang tua agar mengajarkan kepada anak supaya tidak menahan
(ngemut) makanan dalam mulut.

Pemilihan sikat gigi


Pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut, karena fleksibel dan efektif
membersihkan lekukan dan daerah yang sulit terjangkau. Pilih sikat dengan
kepala sikat yang ramping, karena mudah mencapai daerah gigi paling belakang.
Sikat gigi sebaiknya diganti saat kondisi bulu sikat mulai mekar atau
menyebar. Kondisi bulu sikat seperti ini tidak akan dapat menyikat gigi dengan
efektif. Sebaiknya sikat gigi diganti setelah tiga bulan pemakaian. Tetapi jika
dalam waktu seminggu sikat sudah terlihat tidak layak pakai, berarti terdapat
kesalahan cara anak menyikat gigi yaitu bulu sikat terlalu kuat menekan gigi.
Satu hal yang perlu diperhatikan, setiap orang agar memiliki sikat gigi
pribadi, jangan dipakai bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya supaya
tidak tertular penyakit.
Sikat gigi juga perlu dibersihkan setiap selesai digunakan dengan cara bulu
sikat digosok dengan jari di bawah air yang mengalir. Kemudian sikat gigi
diletakkan tegak dengan kepala sikat menghadap ke atas agar bulu sikat gigi

mengering. Bila bulu sikat gigi basah, dapat menimbulkan tumbuhnya jamur atau
bakteri yang mudah berkembang biak.
Cara menyikat gigi yang benar pada anak
-

Setiap anak harus mempunyai sikat gigi sendiri supaya tidak tertular penyakit.
Anak-anak harus menggunakan sikat gigi khusus anak yang berukuran kecil

sehingga efektif untuk ukuran rongga mulutnya.


Siapkan sikat gigi yang kering dan pasta yang mengandung fluor, banyaknya

pasta gigi sebesar sebutir kacang tanah.


Kumur-kumurlah dengan air sebelum menyikat gigi.
Pertama-tama rahang bawah dimajukan ke depan sehingga gigi-gigi rahang
bawah dan gigi-gigi rahang atas merupakan sebuah bidang datar. Kemudian
sikatlah gigi-gigi rahang atas dan gigi-gigi rahang bawah dengan gerakan ke

atas dan ke bawah (horizontal), bukan ke samping.


Sikatlah semua dataran pengunyah gigi atas dan gigi bawah dengan gerakan
maju mundur dan pendek-pendek. Menyikat gigi-gigi sedikitnya 8 kali gerakan

untuk setiap permukaan gigi.


Sikatlah permukaan gigi depan rahang bawah yang menghadap lidah dengan

arah sikat keluar dari rongga mulut.


Sikatlah permukaan gigi belakang rahang bawah yang menghadap lidah

dengan gerakan memutar (roll).


Sikatlah permukaan gigi depan rahang atas yang menghadap langit-langit

dengan arah sikat keluar dari rongga mulut.


Sikatlah permukaan gigi belakang rahang atas yang menghadap langit-langit

dengan gerakan memutar (roll).


Menyikat gigi yang tepat, membutuhkan waktu minimal dua menit.

Program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah)


Program UKGS diadakan oleh pemerintah dengan tujuan: Tercapainya
derajat kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi siswa sekolah TK dan SD,
sehingga setelah siswa lulus SD, mampu menjaga dirinya untuk mencegah
terjadinya penyakit gigi dan mulut, dan mampu mengambil tindakan yang tepat
untuk mencari pengobatan bila diperlukan sehingga anak tidak mengalami
gangguan atau sakit gigi. Sasaran ditujukan pada anak TK dan SD.

Program UKGS meliputi:


1. Penyuluhan kesehatan gigi anak.
2. Pemeriksaan kesehatan gigi anak.
3. Pengobatan sederhana pada gigi anak.
Pemberian penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD

Memberikan penyuluhan kesehatan gigi dengan bantuan poster, lembar balik,


model gigi, dan sikat gigi. Metode penyuluhan yaitu metode ceramah + Tanya

jawab dan metode bermain.


Memotivasi dan mengubah perilaku anak terhadap pola hidup sehat pada

umumnya dan kesehatan gigi pada khususnya.


Menggunakan bahasa dan teknik yang sederhana serta mudah dipahami oleh

anak.
Mengajar cara menyikat gigi dan mempraktikkan sikat gigi missal pada anak

didik.
Mengarahkan anak dengan pola makan yang baik untuk pertumbuhan dan
perkembangan anak termasuk giginya.

Sumber:
Sariningsih, Endang. 2012. Merawat Gigi Anak Sejak Usia Dini. Jakarta: Kompas
Gramedia.