Anda di halaman 1dari 2

MENGUJI KAPASITOR BAIK/RUSAK

DENGAN MENGGUNAKAN AVOMETER (METER)

A. TUJUAN
Setelah selesai percobaan diharapkan siswa dapat menguji kapasitor baik/rusak dengan
menggunakan AVOmeter (meter) dengan baik dan benar sesuai prosedur.
B. LANDASAN TEORI
Kondensator/Capasitor adalah komponen pasif yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik
dalam bentuk muatan listrik.
Banyaknya muatan listrik per detik dalam satuan Qoulomb (Q).
Notasi Kondensator dituliskan dengan huruf C.
Kemampuan Kondensator/Capasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi yang
satuannya adalah Farad (F).
1 Farad = 1.000.000 F baca (mikro farad),
1 F = 1.000 nF baca (nano Farad), dan
1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung
muatan elektron. Coulumbs pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 coulumb = 6,25 x 1018 elektron.
Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi
sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan
rumus dapat di tulis:
dimana: Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
Q=CV
C = nilai kapasitansi dalam F (farad)
V = besar tegangan dalam V (volt)

C. ALAT DAN BAHAN


1. AVO meter ........................................................ = 1 unit
2. Macam-macam kapsitor (polar dan non polar) = 10 bh
D. GAMBAR KERJA

E. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Pengujian Kapasitor Non Polar (Cmika):
a. Tempatkan range AVO meter pada skala tertinggi (X 100 k atau X 10 k).
b. Hubungkan probe merah ke salah satu kaki kapasitor (kaki 1) dan probe hitam ke kaki
kapasitor lainnya (kaki 2). Perhatikan penunjukkan jarum AVOmeter.
c. Ada 4 kemungkinan kondisi kapasitor, yaitu:
1) Kapasitor Baik : Jika jarum bergerak ke satu nilai tertentu dan kembali lagi ke .
2) Kapasitor Kering: Jika jarum bergerak ke satu nilai tertentu tetapi tidak kembali
lagi/diam.
3) Kapsasitor Rusak Putus/Terbuka (open): Jika jarum tidak bergerak sama sekali.
4) Kapasitor Rusak Hubung Singkat (short): Jika jarum bergerak ke 0 .
d. Untuk memastikan/mengecek bahwa kapasitor benar-benar baik/rusak lakukan
pengujian kembali dengan menukar probe AVO meter, yaitu: probe merah ke kaki 2 dan
probe hitam ke kaki 1. Perhatikan kembali penunjukkan jarum Avometer.
3. Pengujian Kapasitor Polar (elco):
a. Tempatkan range AVO meter pada skala tertentu sesuai dengan nilai kapasitansi elco
yang diukur dengan patokan sebagai berikut:
1) Elco dengan kapasitansi besar (ribuan F) maka range AVOmeter : x 1
2) Elco dengan kapasitansi besar (ratusan F) maka range AVOmeter : x 10
3) Elco dengan kapasitansi besar (puluhan F) maka range AVOmeter : x 100
4) Elco dengan kapasitansi besar (satuan F) maka range AVOmeter : x 1 k
b. Hubungkan probe merah ke salah satu kaki elco (kaki +) dan probe hitam ke kaki elco
lainnya (kaki -). Perhatikan penunjukkan jarum AVOmeter.
c. Ada 4 kemungkinan kondisi elco, yaitu:
1) Kapasitor Baik : Jika jarum bergerak ke satu nilai tertentu dan kembali lagi ke .
2) Kapasitor Kering: Jika jarum bergerak ke satu nilai tertentu tetapi tidak kembali
lagi/diam.
3) Kapsasitor Rusak Putus/Terbuka (open): Jika jarum tidak bergerak sama sekali.
4) Kapasitor Rusak Hubung Singkat (short): Jika jarum bergerak ke 0 .
d. Untuk memastikan/mengecek bahwa kapasitor benar-benar baik/rusak lakukan
pengujian kembali dengan menukar probe AVO meter, yaitu: probe merah ke kaki (-) dan
probe hitam ke kaki (+). Perhatikan kembali penunjukkan jarum Avometer.
4. Praktik selesai kembalikan alat dan bahan dengan rapi.
F. DATA HASIL PRAKTIK

No.

Bentuk Fisik
dan Simbol

Nilai
Kapasitansi

Range
AVOmeter

Penunjukkan
Jarum
AVOmeter

Kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai