Anda di halaman 1dari 2

MENGUJI INDUKTOR DENGAN MENGGUNAKAN AVOMETER

A. TUJUAN
Setelah selesai percobaan diharapkan siswa dapat menguji induktor baik/rusak dengan
menggunakan AVO meter ( meter) secara baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku.
B. LANDASAN TEORI
Fungsi pokok induktor adalah untuk menimbulkan medan magnet.
Induktor berupa kawat yang digulung sehingga menjadi kumparan, kemampuan induktor untuk
menimbulkan medan magnet disebut induktansi.
Satuan induktansi adalah henry (H) atau milihenry (mH).
Untuk memperbesar induktansi, di dalam kumparan disisipkan bahan sebagai inti.
Induktor yang berinti dari bahan besi disebut elektromagnet Induktor memiliki sifat menahan
arus AC dan konduktif terhadap arus DC.
Macam-macam indukt0or:
Induktor inti udara
Induktor inti ferrit
Induktor inti besi
Kegunaan Induktor dalam Sistim Elektronik:
Induktor Inti udara. Banyak dipakai sebagai Cooke Coill Transmeeter (pemancar) frekuensi
tinggi;
Induktor Inti Ferit, banyak dipakai dalam pesawat receiver pada frekuensi
menengah/Intermediate Frequency; Coill Antena dll.
Induktor Inti Besi, banyak dipakai untuk frekuensi rendah Choke Coill untuk Lampu TL
Frekuensi 50 s.d 60 Hz, sebagai alat Moving Coill seperti Load Speaker, Buzzer, Bleeper, Voice
Coill pada Microphone Rellay, Contactor dll.
C. ALAT DAN BAHAN
1. macam-macam induktor (spoel antena, induktor inti udara, RFC, induktor dalam rangkaian
TV, loudspeaker, mikropon, trafo, dll).
2. Multimeter ( meter)
D. GAMBAR KERJA
1. Menguji Induktor

2. Menguji Transformator

E. LANGKAH KERJA
1. Menguji Induktor
a. Siapkan alat daan bahan.
b. Tempatkan range AVO meter pada meter X1 ohm.
c. Hubungkan probe merah pada salah satu kaki induktor (kaki 1) dan probe hitam pada
kaki lainnya (kaki 2). Hubungan probe dengan kaki indktor boleh bolak-balik.
d. Perhatikan jarum AVO meter apakah bergerak maju menuju 0 atau tidak bergerak.
e. Ada 2 kondisi yang mungkin pada pengujian induktor, yaitu:
1) Induktor baik : jika jarum AVO meter bergerak menuju 0 yang berarti bahwa kawat
induktor masih terhubung dengan baik.
2) Induktor rusak/putus: jika jika jarum AVO meter tidak bergerak sama sekali ( )
yang berarti bahwa kawat induktor telah putus.
2. Menguji Transformator (Trafo Stepdown, trafo oscillator, trafo IF, trafo IT, trafo OT)
a. Siapkan alat dan bahan.
b. Perhatikan sisi primer dan sisi sekunder.
c. Tempatkan range AVO meter pada meter X1 ohm.
d. Mengukur hubungan lilitan sisi primer:
1) Hubungkan satu probe ke terminal 0 VAC dan probe lain berturut-turut ke terminal
tegangan primer lainnya (110 VAC, 220 VAC, dan 240 VAC). Probe yang dihubungkan
boleh bolak-balik.
2) Perhatikan penunjukkan jarum AVO meter. Ada 2 kondisi yang mungkin pada
pengujhian hubungan sisi primer ini, yaitu:
a) Jika jarum AVO meter bergerak ke 0 (atau nilai tertentu), berarti sambungan
lilitan primer baik.
b) Jika jarum AVO meter tidak bergerak (), berarti sambungan lilitan primer ada
yang terputus dan lilitan sisi primer yang diukur ini rusak.
e. Mengukur hubungan lilitan sisi sekunder:
1) Hubungkan satu probe ke terminal sekunder 0 VAC atau CT dan probe lain berturutturut ke terminal tegangan sekunder lainnya (3 VAC, 4,5 VAC, 6 VAC, 7,5 VAC, 9 VAC dan
12 VAC). Probe yang dihubungkan boleh bolak-balik.
2) Perhatikan penunjukkan jarum AVO meter. Ada 2 kondisi yang mungkin pada
pengujhian hubungan sisi primer ini, yaitu:
a) Jika jarum AVO meter bergerak ke 0 (atau nilai tertentu), berarti sambungan
lilitan sekunder baik.
b) Jika jarum AVO meter tidak bergerak (), berarti sambungan lilitan sekunder
ada yang terputus dan lilitan sisi sekunder yang diukur ini rusak.
3. Masukkan data hasil pengujian pada Tabel 1.
4. Praktik telah selesai. Kembalikan alat dan bahan dengan rapi dan susunlah laporan praktik.
F. DATA HASIL PERCOBAAN
No.

Nama Komponen

Simbol

Range
meter

Penunjukkan
Jarum

Keterangan